
Still Lexi POV
Setelah kepulangan ayah ke rumah, semuanya berjalan seperti biasanya. Aku pun harus membantu Lexa mengurus perusahaan, karena ayah sudah menyerahkan semua urusan perusahaan pada kami.
Aku berjalan menelusuri anak tangga untuk sarapan bersama ayah, aku melihat Lexa sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Sebenarnya aku atau ayah belumengijinkan Lexa untuk mulai bekerja, seperti biasa sikap keras kepalanya kambuh.
"Bukankah kau belum diijinkan untuk bekerja?" aku bertanya pada Lexa.
Lexa menghiraukan ucapanku dia melangkah mendahuluiku lalu duduk di kursi meja makan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, mengapa dia terlihat mengacuhkanku. Aku pun berjalan menuju meja makan.
"Kau pun akan ke kantor Lexa?" tanya ayah pada Lexa.
Lexa mengangguk, dia tidak banyak bicara entah apa yang sudah terjadi padanya. Aku kesal kalau dia bertingkah seperti ini, lebih baik aku tanyakan apa yang terjadi padanya.
"Sebenarnya kau kenapa mengacuhkan aku?!" ucapku dengan nada menyelidiki.
Lexa masih terdiam, namun kulihat ayah sudah mulai tersenyum. Sepertinya ayah senang melihatku kesal akibat ulah putri kesayangannya itu.
"Aku masih kesal padamu! Kemarin kalau kau tidak menggodaku maka aku tidak akan terjatuh di pelukan pria lain!" Lexa menjawab dengan memonyongkan bibirnya.
Sehingga membuat ayah tertawa geli dan aku pun ikut tertawa melihat ekspresi Lexa yang seperti anak kecil. Melihat kami tertawa Lexa semakin kesal.
"Terus saja kalian membully-ku! Tidak ada yang membelaku sama sekali! Lebih baik aku pergi saja!" Lexa berucap lalu pergi meninggalkan aku dan ayah yang masih terkekeh.
Ayah menyuruhku untuk mengejar Lexa lalu menyuruhku untuk pergi bersama dengannya. Karena tangan Lexa belum sembuh total dari tusukan belati Rey Hirasaki.
Aku pun pamit pada ayah lalu berlari mengejar Lexa, aku melihat dia masih menunggu mobilnya disiapkan oleh asisten Ari. Namun aku menghentikan asisten Ari untuk memberikan mobil padanya, karena aku akan pergi bersama Lexa ke kantor.
Lexa masih cemberut, namun aku tidak peduli karena ini adalah perintah ayah. Aku menyuruhnya untuk masuk, dia masih terdiam.
"Sudah! Jangan seperti anak kecil, nanti aku belikan kau es krim!" Aku berkata pada Lexa, karena dia sedang ingin makan es krim.
Aku tersenyum akhirnya tuan putri mau masuk ke dalam mobil, kunyalakan mesin mobil. Lalu berjalan secara perlahan setelah keluar dari halaman rumah aku menambahkan kecepatan mobilku.
"Bagaimana dengan luka di tanganmu?!" Aku bertanya guna memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Masih terasa nyeri, jika terlalu banyak digerakkan!" Lexa menjawab dengan singkat sembari menggerakkan jari-jarinya untuk mengepal.
__ADS_1
Aku mengatakan padanya agar dia jangan terlalu memaksakan dirinya, memang luka di tangannya akan lama sembuhnya. Itupun dokter yang mengatakannya, mungkin jika Lexa memaksakan untuk banyak bergerak maka lukanya bisa kembali terbuka dan mengeluarkan darah.
"Awas Lexi!" pekik Lexa padaku.
Aku terkejut lalu menghentikan mobil secara mendadak sehingga terdengar decitan ban yang yang bertubrukan dengan jalanan beraspal. Aku melihat ada seorang pria yang berdiri di depan mobil, terlihat jelas tidak ada ketakutan di matanya.
Aku melepaskan safety belt lalu keluar dari dalam mobil dengan emosi di dalam hatiku. Aku mendekati pria itu.
"Apa kau sudah tidak ingin hidup lagi hah!?" Aku berkata dengan nada marah.
"Ijinkan aku bicara dengan Lexa sebentar saja!" Mamoru berucap dengan nada memohon.
Aku memalingkan wajahku pada Lexa, seraya bertanya padanya apakah dia mau bicara dengan Mamoru. Kulihat dia melepaskan safety belt-nya, lalu dia keluar dari dalam mobil.
Dia mengatakan akan ikut dengan Mamoru, karena dia juga ada yang ingin dibahas dengan Mamoru. Lexa menyuruhku untuk pergi ke kantor terlebih dahulu, dengan maksud aku tidak boleh mengikutinya.
Aku pun mengangguk, karena aku percaya bahwa Mamoru tidak mungkin mencelakai Lexa. Aku pun melihat Lexa memasuki mobil Mamoru, setelah melihat mobil Mamoru berjalan meninggalkanku. Aku pun masuk ke dalam mobil lalu melanjutkan perjalananku ke kantor.
Aku pun tiba di kantor, kulihat para karyawan menyambut kedatanganku dengan hormat. Aku melangkah dengan pasti menuju ruangan kerjaku. Aku berpikir mungkin sudah saatnya aku mencari seorang asisten yang bisa diandalkan, seperti asisten Ari atau Aiko.
Sebenarnya Aldo sudah mengatakan bahwa dia ingin menjadi asistenku, namun aku berpikir ulang. Aku tidak ingin membuatnya terikat olehku atau keluargaku.
Aku tidak ingin memutuskan sesuatu yang sudah menjadi keahliannya, lebih baik dia bekerja berdasarkan kemampuannya. Dan aku ingin mengubah cara pandangnya untuk menjadi asistenku.
Tok!
Tok!
"Masuk!"
Pintu ruanganku terbuka, aku melihat Aldo dengan setelan jas bewarna biru dongker. Dia masuk lalu menyerahkan sebuah amplop padaku, aku bingung apa yang ada di dalam amplop tersebut.
Aku membukanya lalu membacanya, apa yang baru saja aku pikirkan ternyata benar. Dia benar-benar ingin menjadi asistenku, di dalam surat itu adalah surat persetujuan dari asisten Ari dan ayah. Mereka menyetujui Aldo sebagai asistenku.
"Mengapa kau begitu keras kepala ingin menjadi asistenku?" aku bertanya padanya.
Aldo menjawab bahwa dia harus menjadi asisten dari putra dan putri dari Rosalina Sanjaya. Karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, karena sejak dulu dia selalu dilindungi dan disayangi oleh bunda dan ayah. Dia juga berjuang keras untuk menjadi pengacara adalah salah satu jalan untuk membatu aku atau Lexa.
__ADS_1
Aku tertegun mendengar apa yang baru saja dia katakan oleh Aldo, lalu aku mengatakan padanya apakah dia tidak ingin menjadi pengacara yang handal.
Dia menjawab dengan selalu berada disisi aku atau Lexa dia pun akan menjadi pengacara handal. Secara tidak langsung dia akan mengurus semua yang berkaitan dengan hukum.
Aku tersadar dengan yang dia katakan semuanya tepat, aku sudah tidak bisa lagi menolaknya menjadi asistenku. Lagipula dia sudah mengantongi ijin dari ayah dan asisten Ari, sehingga aku tidak bisa berkutik lagi.
Aku menyuruh seorang sekretaris untuk menyiapkan sebuah ruangan yang terdekat dengan ruanganku. Disana nanti akan menjadi ruangan kerja Aldo, dia akan selalu dekat denganku atau Lexa.
Aku menyuruh Aldo untuk menunggu sejenak di ruanganku, sembari membatuku untuk memulai pekerjaannya. Pikiranku teralihkan, aku teringat dengan Lexa.
Aku penasaran apa yang mereka bicarakan, apakah Lexa akan menerima kembali mamoru atau Lexa akan meninggalkan Mamoru. Semua keputusan ada ditangannya, aku hanya ingin melihatnya bahagia itu aja sudah cukup.
Sebenarnya aku belum bisa menerima apa yang sudah mamoru lakukan pada Lexa. Dia sudah membuat Lexa bersedih begitu pun dengan ayah. Ditambah lagi dengan ketidakjujurannya pada Lexa, sehingga membuat Rey Hirasaki berhasil memanfaatkannya.
Beberapa saat kemudian seorang sekretaris masuk, dia mengatakan bahwa ruangan untuk Aldo sudah siap. Lalu aku mengatakan pada sekertarisku bahwa mulai hari ini Aldo adalah asisten kepercayaan.
Sekertarisku mengangguk lalu dia mempersilakan Aldo untuk mengikutinya menuju ruangannya. Aku pun tersenyum lalu menyuruh Aldo untuk melihat ruangannya.
Aku pun kembali bekerja, lalu handphone-ku berbunyi. Aku melihat siapa yang menghubungi, setelah aku lihat dilayar telepon ternyata itu adalah Himawari.
Dia mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini dia tidak akan berada di Jepang. Dia harus menjalankan tugas, aku bertanya dia akan bertugas dimana. Dia menjawab bahwa tugasnya kali ini berada di Indonesia.
"Berhati-hatilah dan cepat kembali!" Aku mengatakan itu pada Himawari, namun rasanya aku tidak ingin membiarkannya pergi.
Aku sudah bertekad jika dia kembali nanti aku akan mengikatnya sehingga dia tidak bisa pergi jauh dariku. Aku akan membuatnya selalu ada di dekatku.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉
__ADS_1
Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉
c you next bab 😘