Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 78


__ADS_3

Still Lexi POV


Himawari mulai kesal dengan setiap perkataan yang dicapkan oleh para musuh. Dia pun menginjak kaki orang yang sudah menodongkan senjata padanya. Aku melihat semua itu, laku aku mulai melayangkan seranganmu kepada mereka.


Bug!


Aku memukul mereka satu per satu, aku tidak mengijinkan mereka untuk membalas menyerangku. Aku berusaha untuk menyelesaikan semua ini dengan cepat. Karena aku yakin jumlah mereka akan bertambah dengan berjalannya waktu.


Ada seseorang yang hendak memukulku dari samping, aku telat menyadarinya. Saat dia hendak memukulku Himawari menendang orang itu, sehingga orang itu terjatuh akibat tendangan Himawari. Aku tersenyum melihatnya, lalu kali pun mulai melaksanakan gerakan menyerang mereka.


Brugggg!


Satu persatu musuh berjatuhan, aku terdiam sesaat guna melihat apakah mereka masih bisa berdiri apa tidak. Dirasa mereka sudah tidak berdaya, aku pun mengajak Himawari untuk pergi meninggalkan taman ini. Aku memasuki mobil, aku langsung tancap gas sehinggaobil melesat dengan kecepatan penuh meninggalkan taman.


"Barang apa yang kau curi dari mereka?!"


Tanyaku pada Himawari, namun dia hanya diam. Aku rasa dia tidak ingin menjawab pertanyaanku. Aku pun tidak memaksanya, lebih baik jika dia tidak terpaksa maka dia akan menceritakannya. Lebih baik sekarang ini adalah mengantarkan Himawari ke apartemennya. Aku berharap tidak ada yang mengejar kami.


Ternyata aku salah, ada beberapa mobil yang mengikutiku. Aku berusaha mempercepat laju kendaraan, aku harus segera lepas dari kejaran mereka. Aku mencari senjata yang bisa menghentikan mereka mengejar. Aku menyuruh Himawari untuk mengambil sebuah senjata yang ada di bagasi.


Himawari pun langsung ke belakang mobil, dia mengambil senjata yang sudah kupersiapkan jika ada hal yang berbahaya. Setelah memegang senjata, Himawari segera kembali duduk di sampingku. Aku menyuruhnya menembakkan peluru yang ada di dalam senjata itu, arahkan pada ban mobil musuh. Sehingga mereka tidak akan mengejar lagi. Himawari membuka jendela mobil, lalu dia mulai mengarahkan senjata pada mobil musuh.


Dor!

__ADS_1


Ckitttt!


Duarrrrr!


Terdengar suara mobil mengerem mendadak, lalu mobil tersebut berguling-guling dan akhirnya meledak. Ternyata Himawari berhasil menembak hanya dengan satu kali tembakan. Tidak kusangka dia begitu hebat dalam menggunakan senjata api. Aku melihat melalui kaca spion mobil, apakah ada dari mereka yang masih mengejarku. Ternyata mereka sudah tidak mengejarku, mungkin mereka terhalang oleh mobil yang baru saja meledak tadi.


Aku bergegas menambah kecepatan mobil, dirasa sudah aman aku mengurangi kecepatan mobil. Aku mengantar Himawari sampai selamat di apartemennya, dia mengatakan terimakasih lalu pergi begitu saja meninggalkanku. Aku sedikit kecewa, sebenarnya aku ingin lebih lama lagi dengannya. Namun ini sudah larut malam, mungkin juga dia sudah lelah dengan peristiwa tadi.


Aku diam sejenak, aku ingin melihatnya masuk ke apartemennya setelah itu aku pergi. Dia membalikkan badannya lalu tersenyum padaku, Himawari sudah masuk. Aku pun tancap gas meninggalkan lokasi apartemennya. Aku merasa senang dia menghubungiku dikala dia dalam kesulitan. Apakah aku sudah ada dalam hatinya? Sehingga yang ada di benaknya adalah aku.


Aku pun tiba di rumah, aku pikir ayah sudah tidur. Ternyata ayah belum tidur, dia masih duduk sembari membaca beberapa dokumen. Aku pun bertanya mengapa ayah belum tidur, lalu ayah menjawab bahwa ayah sedang menunggu kepulanganku. Dia merasa khawatir karena aku belum pulang, aku tersenyum lalu aku menyuruh ayah untuk segera beristirahat. Aku tidak ingin kesehatan ayah terganggu karena kurang istirahat.


Ayah pun berdiri, dia berjalan meninggalkanku lalu menuju kamarnya. Saat aku menuju kamarku, ku lihat Azura sedang berdiri di balkon. Dia baru saja memutuskan sambungan teleponnya, entah dengan siapa dia berbicara. Namun terlihat jelas wajahnya penuh dengan kekesalan namun ada sedikit kesedihan. Aku berjalan menghampirinya, lalu aku bertanya padanya.


Azura terdiam sembari menghembuskan asap rokoknya, aku tidak tahu bahwa dia merokok. Sejak kapan dia menjadi perokok? Apakah dia dalam masalah sehingga dia merokok. Dia mematikan rokoknya, dia menceritakan sekilas tentang masalahnya. Dia merasa kesal dengan wanitanya, karena tidak mau mengerti situasi dan kondisi Azura saat ini. Dia hanya mementingkan kebahagiaannya saja, tanpa bisa melihat orang sekitar.


Setelah bercerita Azura pun pamit padaku untuk beristirahat, aku pun masuk ke dalam kamar. Aku membuka satu persatu pakaianku lalu masuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dengan rutinitas membersihkan diri aku pun merebahkan badanku di atas ranjang. Aku berusaha menutup kedua mataku agar aku bisa tidur, namun aku mendengar handphoneku berbunyi. Aku pun mengambilnya lalu memeriksa siapa yang mengirimkanku pesan di malam hari.


Saat kulihat pesan yang masuk itu dari Himawari, aku membacanya. Dia mengatakan terimakasih lagi atas elsemua bantuanku padanya tadi, akhirnya kami berbincang-bincang lewat pesan singkat. Entah mengapa sekarang setiap perkataannya dalam pesan kami terlihat ketidakcanggungan. Dia mulai bersikap seolah-olah aku adalah temannya, ini adalah langkah yang bagus untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.


Keesokan harinya aku terbangun dengan suara ribut di luar, entah ada apa lagi ini. Aku pun menutup kepalaku dengan bantal agar aku tidak mendengar keributan mereka. Aku masih ngantuk karena semalam saling balas pesan singkat dengan Himawari. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke kamar, aku menyadari itu namun aku pura-pura saja tidak tahu.


"Lexi!"

__ADS_1


Terdengar teriakan seorang wanita, dia langsung naik ke atas ranjangku. Dia menggoyang-goyangkan tubuhku dengan maksud agar aku terbangun. Aku mendengarkan suara wanita itu dengan seksama, lalu aku membuka bantal yang menutupi kepala. Aku melihat Kharin sudah berada di hadapanku. Aku terdiam sejenak untuk mengumpulkan jiwa ragaku, dia terus saja menggoyangkan tubuhku.


"Hentikan Kharin! Apa kau ingin membunuhku hah?!" Aku berkata pada Kharin.


Dia hanya tersenyum lalu dia menyuruhku untuk bangun, dia ingin menunjukkan sesuatu padaku. Aku pun bertanya padanya kapan dia tiba di rumah? Dia menjawab baru 10 menit yang lalu. Aku terkejut, dia baru saja tiba lalu mengganggu tidurku yang berharga. Aku pun kembali merebahkan tubuhku, rasa kantuk belum pudar dalam diriku. Kharin tidak mengijinkanku untuk tidur kembali, dia menyuruhku masuk kamar mandi lalu membersihkan diri. Dia akan menunggunya di kamar, untuk mengawasiku.


Dalam benakku sungguh menyebalkan menghadapi wanita yang suka memerintah sepertinya. Apakah ada pria yang mau menikah dengannya kelak? Untung saja Himawari tidak sepertinya. Kalau tidak mungkin setiap hari aku harus mendengar celotehannya. Aku pun selesai dengan membersihkan diri, ternyata dia masih menungguku sembari membaca sebuah buku yang ada di atas mejaku.


"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku?!"


Kharin tersenyum padaku, dia hanya berkata "Kita lihat saja! Kau pasti akan menyukai kekuatanku ini!"


Kharin pun mengajakku ke bawah, entah apa yang menjadi kejutannya kali ini. Karena selama ini Kharin selalu memberikan kejutan yang tidak pernah kusukai. Dia selalu saja menggodaku dengan kejutan yang menggelikan. Sifatnya seperti anak-anak namun disaat dia serius dia akan bertindak seperti singa yang mempertahankan dirinya. Dia sangat kejam bagiku jika sudah marah.


Aku berjalan di belakang Kharin, aku sungguh terkejut saat melihat dua orang yang sangat aku rindukan. Mereka adalah kakek dan nenek, aku langsung berlari lalu memeluk mereka satu per satu. Aku tidak bisa menahan rasa rinduku lagi terhadap mereka. Seolah-olah aku seperti anak kecil lagi, aku ingin bermanja-manja pada mereka. Semua orang terkekeh melihat sikapku seperti itu, namun aku tidak peduli yang penting aku bisa melepas rinduku pada kakek dan nenek.


____________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


c you next bab 😘

__ADS_1


__ADS_2