Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 83


__ADS_3

Lexa POV


Dalam kamar mandi aku membersihkan diriku, terlihat luka memar bekas perkelahian tadi sore. Aku tidak menyangka Rey Hirasaki sudah memulai serangannya.


Sepertinya aku harus mulai mempersiapkan diri untuk hal yang lebih berbahaya. Apakah aku harus memundurkan jadwal pernikahanku, jika masalahku dengan Rey Hirasaki selesai baru aku menikah.


Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada orang-orang yang kucintai. Sudah cukup nenek dan bunda yang menjadi korban Rey Hirasaki. Lebih baik aku bicarakan hal ini dengan ayah.


Setelah selesai membersihkan diri, aku bergegas untuk mencari ayah. Aku ingin segera membicarakan mengenai rencana pernikahan. Semua ini aku ambil untuk kebaikan semuanya.


Lagipula aku masih belum yakin dengan Mamoru, dia masih merahasiakan sesuatu dariku. Aku tidak suka jika pasanganku menyembunyikan sesuatu dariku.


Aku bertanya pada seorang pelayan keberadaan ayah, dia mengatakan bahwa ayah sedang berada di ruang bacanya. Aku pun berjalan menuju ruang baca, kudengar ayah sedang berbicara dengan asisten Ari.


Aku mengetuk pintu, beberapa saat kemudian asisten Ari membuka pintu. Dia mempersilakan aku untuk masuk, ayah tersenyum padaku kalau bertanya ada masalah apa sehingga aku menemuinya.


Asisten Ari meninggalkan aku dan ayah, dia tahu aku pasti ingin membicarakan hal yang pribadi. Aku menatap ayah, aku ingin melihat apakah semua keputusanku sudah tepat.


"Ada apa?!" tanya ayah padaku dengan nada menyelidiki, lalu ayah menyuruhku untuk duduk.


Aku duduk di hadapan ayah, aku masih berpikir kerasa apakah benar semua yang kulakukan. Ayah kembali bertanya padaku.


"Ayah, maafkan aku! Masalah pernikahanku sebaiknya diundur saja!" Aku berkata dengan lirih.


Ayah begitu terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Aku terdiam, sebenarnya aku tidak ingin mengecewakan ayah. Namun setelah kupikirkan lebih matang, lebih baik aku mengundurkan tanggal pernikahan.


"Apa yang menjadi alasanmu untuk mengundurkan tanggal pernikahan?"


Aku menjelaskan pada ayah, mungkin waktunya belum tepat. Karena Rey Hirasaki mulai melakukan serangan, aku tidak mau jika di pesta pernikahanku nanti dia membuat onar.


"Hanya itu yang menjadi masalahmu? Apakah ada masalah lain yang membuatmu ingin mengundurkan tanggal pernikahan?" ucap ayah padaku, serasa ayah tahu ada alasan lain.


Aku tidak ingin membebani ayah dengan perasaanku, sehingga aku menjawab hanya itu yang menjadi alasanku.


"Biar ayah pikiran kembali apa maumu! Yang pasti ayah tidak bisa mengundurkan tanggal pernikahanmu, jika alasannya hanya itu!"


Mendengar jawaban ayah seperti ini, aku tidak bisa memaksanya lagi. Sekarang yang harus aku lakukan adalah menunggu keputusan ayah.


Setelah pembicaraan kami selesai, aku pun pamit undur diri. Kulihat diatas meja banyak sekali dokumen yang sedang ayah urus.

__ADS_1


Aku pun sudah beberapa hari ini tidak masuk kantor, untung saja masih ada Aiko dan Lexi yang bisa mengurus semuanya. Aku pun tidak tahu ada apa denganku, sehingga aku tidak bisa fokus pada pekerjaanku.


Aku melangkah menuju balkon, aku memandangi langit yang ditaburi bintang-bintang. Handphoneku berbunyi, aku mengambilnya lalu kembali menuju balkon.


Aku mengangkat telepon, aku hanya diam biarkan saja dia yang memulai pembicaraan. Aku menunggu dia untuk bicara, namun dia juga hanya diam.


"Kilau kau hanya diam, lebih baik aku menutupnya saja?!" ucapku pada Mamoru.


Setelah aku mengatakan itu, dia baru mau bicara. Dia meminta untuk bertemu denganku lagi, besok saat makan siang. Aku belum bisa memutuskan bisa menemuinya atau tidak.


Dia terus memintaku untuk memberikan waktu padaku, dia terus memaksaku untuk bertemu. Aku pun akhirnya menyetujuinya, aku ingin lihat apa yang akan dia katakan besok siang.


Setelah selesai aku pun menutup teleponnya, aku terus berpikiran apakah semua ini sudah tepat. Aku merasa dia masih menyembunyikan sesuatu dariku.


Lebih baik aku tidur saja, besok pagi aku harus mulai masuk kantor. Aku kasihan pada Aiko yang mengurus semua pekerjaanku.


Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang, aku berusaha menutup kedua mataku. Namun terasa sulit untuk tertidur lelap. Ku matikan lampu kamarku, sehingga gelap mungkin itu akan membuatku tertidur.


Keesokan harinya aku sudah bersiap diri untuk pergi ke kantor. Seorang pelayan mengetuk pintu, dia mengatakan bahwa ayah sudah menunggu untuk sarapan.


Aku pun bergegas turun ke bawah, suasana rumah terlihat sepi. Di meja makan hanya ada ayah dan Lexi, aku bingung kemana semua keluarga yang lainnya. Aku pun melangkah mendekati meja makan, lalu aku duduk di samping ayah.


Sebelum ayah menjawab, Lexi terlebih dahulu memberitahukan pada ku bahwa kakek dan nenek ikut bersama om Rio. Mereka pergi ke suatu tempat, namun semua pengawal sudah mengikuti mereka. Sehingga aman bagi mereka untuk berpergian.


Setelah mendengar jawaban dari Lexi, aku melanjutkan sarapanku. Ayah menatapku, lalu ayah bertanya apakah aku akan ke kantor. Aku mengangguk.


"Lexa hari ini kita pergi sama-sama ke kantor!" ucap Lexi padaku sembari berjalan meninggalkan ayah dan aku.


Aku pun pamit pada ayah untuk pergi, karena Lexi sudah menunggu di depan. Ayah tersenyum, lalu berkata bahwa aku harus memikirkan semuanya dengan hati tenang.


Aku mengangguk dengan aiti bahwa aku akan memikirkan semuanya dengan hati tenang. Aku pun berjalan meninggalkan ayah, lalu menghampiri Lexi yang sudah menungguku di dalam mobil.


Dalam perjalanan menuju kantor aku hanya diam, Lexi pun mulai memperhatikanku. Aku yakin sebentar lagi dia pasti akan bertanya sesuatu padaku.


"Lexa apa hanya itu alasanmu untuk mengundurkan tanggal pernikahan?" Benar saja apa yang baru saja aku pikirkan, Lexi bertanya padaku.


Aku menjawab iya, namun dia tidak percaya padaku. Dia yakin bahwa aku menyembunyikan sesuatu darinya, dia terus bertanya padaku.


Akhirnya aku pun tidak bisa mengelak lagi dari Lexi, karena dia selalu tahu apa yang aku rasakan. Aku menceritakan tentang keraguanku terhadap Mamoru.

__ADS_1


Lexi terus mendengarkan dengan baik apa yang aku ceritakan. Dia belum bisa mengeluarkan komentarnya, dia pun mengatakan padaku agar aku harus bicara dari hati ke hati dengan Mamoru.


"Aku harap kau bicara dengan Mamoru, selesaikan masalah kalian sebelum pernikahan! Karena aku tidak ingin melihatmu menyesali keputusan yang telah kau buat! Jika kau ingin membatalkan pernikahan ini maka aku akan mendukungmu, yang aku inginkan adalah kebahagianmu!"


Aku terdiam mendengar perkataan Lexi, yang dikatakannya benar. Aku harus benar-benar bicara dengannya, jika Mamoru tidak mau berkata jujur padaku. Maka aku akan mengundurkan tanggal pernikahan kami.


Akhirnya kami tiba di kantor, aku langsung berjalan menuju ruanganku. Begitupun dengan Lexi dia langsung menuju ruang rapat, karena dia harus membicarakan suatu hal pada bagian sistem pengamanan.


Saat aku mau masuk ruanganku, Aiko sudah menunggu dengan tumpukan berkas di tangannya. Dia tersenyum, yang menandakan bahwa aku harus membaca semua dokumen yang berada di tangannya.


Aiko meletakan semua dokumen di atas mejaku, aku pun bersiap untuk memulai pekerjaanku. Lalu Aiko menyuruh seseorang untuk mengambil minuman untukku.


Karena tidak ada yang aku butuhkan, Aiko pun pergi meninggalkan ruanganku. Dia kembali ke ruangannya untuk mengerjakan tugas lainnya.


Waktu menunjukkan pukul sepuluh, aku menerima pesan dari Mamoru. Dia akan menjemputku puki dua belas. Aku melihat beberapa dokumen yang harus kuperiksa.


Tok!


Tok!


Terdengar suara seseorang mengetuk pintuku, aku menyuruhnya masuk. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Mamoru. Dia masuk dengan senyuman hangatnya, aku pun tersenyum.


"Sudah siap? Kalau sudah kita pergi sekarang?!" ucap mamoru padaku.


Aku menyuruhnya untuk menungguku sebentar, karena masih ada dokumen yang harus kuperiksa. Dia pun menungguku lalu duduk di atas sofa.


Beberapa saat kemudian Aiko masuk dia membawakan minuman untuk Mamoru. Lalu dia pergi keluar, dia berkata padaku agar melanjutkan pekerjaannya nanti setelah makan siang.


____________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘

__ADS_1


__ADS_2