
Lexa POV
Hari ini adalah hari pernikahanku, aku tidak menyangka ini akan terjadi. Semua persiapan sudah selesai, rencanaku juga sudah siap. Sekarang aku tinggal menunggu saja.
"Putri kecil ayah tampak cantik hari ini," ayah berkata dengan lembut lalu menyunggingkan senyumnya padaku.
Aku langsung memeluk ayah, aku sungguh merasa bersalah dengan semua yang sudah kuperbuat. Mungkin hari ini juga akan membuat ayah merasa malu atas semua tindakanku.
"Ayah, kalau bisa maafkan aku! Karena aku selalu membuatmu sedih, sebenarnya aku tidak ingin kau merasakan kesedihan akibat perbuatanku!"
Ayah hanya tersenyum lalu memelukku dengan erat, aku tidak kuasa menahan air mata menetes membasahi kedua pipiku. Dalam benakku, aku merasa bersalah karena sesaat lagi mungkin akan terjadi hal yang membuat ayah sedih bahkan malu.
"Sudah hentikan tangisanmu ini! Andai saja Bunda masih ada mungkin dia akan merasa sangat bahagia melihat putrinya menikah. Dengarkan Ayah, apapun keputusan yang kau ambil. Ayah akan selalu ada untukmu dan mendukungmu!" Ayah berkata dengan nada lembut padaku.
Tangisanku mereda setelah ayah mengatakan semua itu, aku merasa ayah sudah merasakan akan terjadi sesuatu. Namun yang pasti hari ini adalah hari terakhir aku berhubungan dengan masa lalu Bunda.
Karena Mamoru merupakan seseorang yang berhubungan dengan masa lalu bunda yaitu Leo Ahmad. Sudah saatnya aku melepaskan semuanya. Ini demi diriku, ayah dan juga Lexi.
Beberapa saat kemudian Lexi masuk, dia melihatku dengan lekat. Aku tahu apa yang ada dalam pikirannya. Aku merasa bersalah karena sudah membentak Lexi beberapa hari yang lalu di kantor.
Sebelum Lexi berkata, aku langsung memeluknya lalu membisikan sesuatu yang membuatnya sedikit terkejut. Dia pun membalas pelukanku dengan erat. Aku begitu menyangimu Lexi, sehingga aku tidak ingin kau ikut menderita denganku.
Jika semua ini sudah selesai, aku berharap Lexi segera melamar Himawari. Karena aku tahu betul baik dia atau Himawari saling mencintai.
Aku tidak mempermasalahkan jika aku tidak menikah dalam waktu cepat setelah aku membatalkan pernikahan ini. Karena aku tidak ingin memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan. Mungkin aku akan fokus mengurus perusahaan membatu Lexi.
"Hai Lexi, hentikan itu! Kau terus saja memeluk Lexa! Apa kau tidak memberikan ku kesempatan untuk melihat sahabatku hah!" ucap Aiko yang membuat ayah terkekeh.
Pernikahan kali ini aku sengaja tidak mengundang semua keluarga ayah dan Bunda. Karena aku tidak ingin mereka sedih karena melihat semua yang akan aku lakukan.
__ADS_1
Yang hadir saat ini adalah seluruh keluarga Mamoru, beberapa rekan ayah dan ayahnya Mamoru. Meski tidak mengundang banyak orang, namun Aiko berkata bahwa para tamu sudah hadir. Tamu yang hadir cukup banyak, karena Aiko mengundang teman-teman Mamoru. Agar mereka bisa mengetahui semua perbuatan buruknya.
Ayah dan Lexi keluar dari kamar, untuk melihat dan menyambut para tamu. Karena sebentar lagi Mamoru dan semua keluarganya akan segera tiba.
"Bagaimana apakah semuanya sudah siap?!" tanyaku pada Aiko.
Aiko berkata semuanya sudah siap, sekarang kita harus menunggu Himawari dengan membawa semua bukti yang sudah didapatkannya. Hari ini adalah hari yang akan membuat Mamoru menyesal seumur hidupnya, karena sudah mempermainkanku.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Mamoru dengan semua bukti yang kita punya! Ingin rasanya aku mencaci-makinya sehingga dia merasa kesal, setelah itu aku menghajarnya!" Aiko berkata dengan berapi-api.
Aku tersenyum mendengar apa yang dia katakan, namun sebenarnya aku pun ingin melakukan apa yang Aiko katakan. Namu semua yang sudah dia lakukan padaku belumlah cukup hanya dengan menghajarnya.
Beberapa saat kemudian Himawari tiba di kamarku, dia tersenyum padaku. Lalu dia berkata, "Kau terlihat sangat cantik Lexa."
Aku tersenyum lalu memeluknya dengan erat, aku merasa berterima kasih karena dia sudah mau membantuku. Untuk mencari semua informasi dan bukti tentang Mamoru. Aku berharap dia akan menjadi iparku.
Dia mengangguk yang artinya dia sudah menyiapkan semuanya, aku sungguh tidak sabar jadinya ingin melihat reaksi Mamoru dengan semua ini. Karena yang aku tahu dia pasti ingin merencanakan ini padaku. Sebelum dia membatalkan pernikahan ini, aku yang akan membatalkan pernikahan ini terlebih dahulu.
"Aku tadi melihat Lexi dan Aldo, dari gerak-geriknya mungkin mereka sedang merencanakan sesuatu? Namun entah apa yang mereka rencanakan, saat aku hendak mendengarkan pembicaraan mereka aku terkejut karena Lexi menyadari keberadaanku. Sehingga aku pergi kemari!" Himawari berkata dengan rasa penasarannya.
Aku tahu apa yang direncanakan oleh mereka berdua, mungkin mereka ingin membatalkan acara pernikahan ini. Namun mereka tidak tahu bahwa rencanaku sama dengan rencana mereka.
"Biarkan saja mereka menjalankan rencananya! Namun yang pasti sebelum mereka menjalankan rencananya, aku ingin kita bertidak terlebih dahulu. Aku ingin memberi kejutan pada Lexi! Aku ingin menunjukkan bahwa aku tidaklah bodoh karena cinta!" ucapku pada Himawari dan Aiko.
Aiko dan Himawari tersenyum, mereka mengulurkan tangannya untuk keberhasilan misi kita kali ini. Aku berharap ayah akan memaafkan semua tindakanku kali ini, mungkin ini adalah kenakalanku terkahir yang akan membuat ayah merasa kesal.
Aku menyuruh Himawari untuk mengganti pakaiannya, karena aku sudah menyiapkan sebuah gaun untuknya. Saat aku melihat gaun itu, aku merasa bahwa gaun itu cocok dikenakan oleh Himawari. Begitu juga dengan Aiko, aku menyuruhnya mengganti pakaiannya dengan gaun yang sudah aku siapkan.
Semua gaun yang aku diapakan untuk Aiko dan Himawari serasi dengan gaun yang aku kenakan. Sehingga kami terlihat seperti seorang putri, aku terkekeh jika mengatakan bahwa kami adalah seorang putri. Karena memang benar kami adalah seorang putri dari kedua orangtua kita masing-masing.
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu kamar, Himawari membuka pintunya. Terlihat jelas Lexi terpana melihat Himawari yang sudah berganti pakaian dengan sebuah gaun yang aku berikan padanya. Karena itu terlihat sangat cocok dengannya.
Prok!
Aiko menetap kedua telapak tangannya guna menyadarkan Lexi, dia terkekeh melihat Lexi terpaku melihat kecantikan Himawari.
"Sadarlah kau Lexi! Baru melihat Himawari berdandan sedikit saja kau sudah terpesona!" Aiko berkata dengan nada menggoda.
Lexi tersenyum dia tidak bisa berkata-kata lagi, jika Aiko sudah mulai beraksi. Dia berjalan masuk dan mendekatiku, dia berkata bahwa Mamoru sudah tiba. Itu tandanya sudah saatnya aku kebawah, aku melirik Aiko dan Himawari. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, lalu Himawari pergi terlebih dahulu.
Sebelum Himawari pergi Lexi membisikan sesuatu padanya, entah apa yang Lexi katakan pada Himawari. Sehingga membuat Himawari tersipu malu, karena Himawari tidak pernah memperlihatkan ekspresi seperti itu.
Aku yakin Lexi menggodanya, atau mungkin Lexi berencana untuk mengikat Himawari sebagai istrinya. Sehingga Himawari tidak bisa lepas dari genggaman Lexi. Jika itu benar, aku sangat mendukung keputusan Lexi kali ini.
Karena Himawari adalah gadis yang tepat untuk menemani Lexi hingga akhir hayatnya. Aku berharap tidak ada rintangan dalam hubungan mereka, karena sudah cukup Lexi menderita karena wanita.
Aku jadi teringat dengan wanita yang sudah menghina Lexi dulu, wanita itu mengira bahwa Lexi adalah pria yang tidak memiliki kekayaan yang bisa dibanggakan. Sehingga wanita itu lebih memilih pria yang memiliki jabatan dan kekayaan.
Namun semua yang wanita itu banggakan sekarang telah sirna, setelah ayah menghancurkan semua usaha dan bisnis dari suami wanita itu. Aku sungguh senang dengan tindakan ayah waktu itu.
Dan aku harap wanita itu tidak akan muncul lagi baik di hadapanku atau dihadapan Lexi. Jika sampai itu terjadi aku akan membuatnya semakin menyesal karena telah muncul di hadapanku.
"Lexa, apakah kau sudah mantap dengan yang akan kau lakukan kali ini?" Lexi bertanya padaku sebelum aku melangkah lebih lanjut.
Aku tersenyum padanya, aku tahu kau begitu sayang padaku Lexi. Namun semua ini harus aku lakukan demi diriku sendiri, nanti kau akan merasa bangga karena aku adalah saudari kembarmu. Karena aku tidak akan pernah menjadi wanita yang mudah dibodohi.
"Kau tenang saja Lexi! Sebentar lagi kau akan menukangi semuanya dan juga kau akan bangga kepadaku karena aku adalah saudarimu!" Jawabku pada Lexi sembari tersenyum.
Lexi memegang tanganku dengan lembut, sekarang di sebelah kanan ku Lexi yang masih tidak setuju dengan pernikahanku dan Mamoru. Di sebelah kiri ku Aiko yang sudah tidak sabar dengan rencana kami yang akan segera di mulai.
__ADS_1