Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 66


__ADS_3

Himawari POV


Aku tidak menyangka begitu cepatnya mereka menemuiku, mungkin sudah saatnya aku menceritakan kisahku pada mereka. Mungkin juga mereka bisa menjadi temanku untuk membalas Rey Hirasaki.


Sepertinya informasi yang aku punya tidak lengkap, aku merasa mereka belum menemukan apa yang mereka cari. Tapi hanya ini yang bisa aku ceritakan pada mereka. Karena kakak hanya memberitahukan ini padaku.


Belum selesai pembicaraanku dengan tuan Lexi dan saudarinya, tuan Hinoto tiba-tiba muncul. Aku sungguh terkejut, karena selama ini tuan tidak pernah memperlihatkan wajahnya pada orang yang sedang dia kejar.


Aku bisa tahu dari tatapan matanya jika bertemu dengan nona Lexa, muncul rasa ingin memiliki. Tapi aku tidak tahu apakah tuan dapat bersatu dengan nona Lexa. Aku hanya bisa berdo'a untukmu tuan, semoga kau bisa bersatu dengan wanita yang kau cintai.


Setelah kepergian tuan Lexi beserta nona Lexa, aku bersiap-siap untuk segera pergi. Karena kami harus melapor ke kantor pusat, ada yang harus kami laporkan atas misi kami yang sebelumnya.


Tuan Hinoto menungguku di mobil, entah mengapa hari ini dia terlihat pendiam. Apakah ada masalah yang mengganggu pikirannya? Apakah dia baru bertemu dengan adik lelakinya?


Dalam perjalanan menuju kantor, tuan bertanya padaku tentang tujuan dari kedatangan tuan Lexi dan nona Lexa. Aku pun menceritakan semuanya, tidak ada yang aku tutup-tutupi. Dia terdiam sembari berpikir dengan semua yang baru dia dengar.


Tibalah kami di kantor pusat, aku berjalan di belakang tuan Hinoto. Kami pun memasuki ruangan pimpinan kami, tanpa basa-basi dia langsung meminta laporan atas misi kami.


Tuan Hinoto memberikan sebuah dokumen, dimana dokumen tersebut adalah bukti-bukti kebusukan tuan Rey Hirasaki. Memang sudah sejak lama, Rey Hirasaki menjadi target karena bisnisnya yang banyak merugikan negara dan banyak orang.


Berdasarkan informasi, semua pekerjaan gelapnya selalu dibantu oleh seseorang yang bekerja di kepolisian. Sehingga Rey Hirasaki bisa dengan mudah menghapus jejak kejahatannya.


Selain memiliki pengaruh di kepolisian, dia juga memiliki pengaruh di bidang politik. Dia memiliki salah seorang pejabat yang selalu membantunya. Sehingga dia sangat sulit untuk di sentuh.


Setelah menyelesaikan laporan, aku memutuskan untuk kembali ke rumah. Sedangkan tuan Hinoto masih berada di kantor, karena masih ada yang harus dia kerjakan.


Saat ini yang kuinginkan hanya menenangkan pikiranku, lebih baik aku kembali ke rumah dahulu. Lalu mengerjakan apa yang belum kuselesaikan.


Beberapa saat kemudian aku pun tiba di rumah, aku duduk di atas sofa sembari memikirkan apa yang terjadi. Kenapa aku merasakan semuanya belum terungkap, masih ada informasi yang harus aku cari.


Handphone ku berbunyi, aku melihat ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal. Aku pun membacanya, setelah kubaca ternyata itu adalah pesan dari tuan Lexi.

__ADS_1


Aku pun memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu, karena ada yang ingin kutanyakan padanya. Dia pun bersedia bertemu denganku malam ini. Kami pun berencana bertemu di sebuah taman, ternyata lokasi taman itu dekat dengan apartemen ku.


***


Aku bergegas menuju taman untuk bertemu dengan tuan Lexi, mungkin aku sampai lebih dulu karena lokasi ku yang dekat, pikirku. Namun aku salah, ternyata dia sudah sampai lebih dulu.


Aku pun langsung duduk di sampingnya, dia tersenyum saat melihatku sudah duduk di sampingnya. Aku pun langsung bertanya padanya, apa yang belum aku ketahui dari masalah tadi pagi.


Dia pun menceritakan siapa sebenarnya wanita yang ada didalam foto, ternyata itu adalah tantenya yang sudah lama tiada. Aku mulai berpikir apakah ada hubungannya dengan wajah kakaku yang mirip dengan tantenya tuan Lexi.


"Bisakah kau memanggilku Lexi! Itu terdengar akrab dibanding kau memanggilku Tuan!" ucap tuan Lexi padaku.


Aku tersenyum mendengar perkataannya, aku pun berusaha mengabulkan permintaannya. Karena jika dekat dengannya itu akan memudahkanku untuk mencapai misiku, yaitu menghancurkan Rey Hirasaki.


Kami pun berbincang-bincang, topik yang kami bicarakan sudah merambah ke topik lain. Ternyata dia pria yang sangat menarik, meski terkadang dia suka bersikap mesum.


Karena malam semakin larut, udara pun semakin dingin. Aku memutuskan untuk segera kembali ke apartemen, Lexi pun mengantarku pulang.


Entah mengapa aku merasa nyaman jika berada di sampingnya, ada perasaan yang aneh jika aku berada dekatnya. Setelah mengantarku ke apartemen, dia pun pamit untuk pulang.


"Kakak, aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi!" Aku berkata sembari menangis melihat kakaku yang sedang terbaring.


Aku segera berlari setelah mengetahui bahwa kakakku berada di rumah sakit, setelah dia menghilang selama beberapa hari. Aku kira dia sedang pergi bersama kekasihnya, karena yang aku tahu dia akan segera menikah dengan kekasihnya.


Kakak belum memperkenalkanku pada kekasihnya, namun jika sudah saatnya kakak akan memperkenalkan kekasihnya padaku. Namu semua itu hancur, setelah kakak ditemukan di pinggir jalanan.


Tubuhnya dipenuhi oleh luka, semua luka yang ada di tubuh kakak terlihat seperti penganiayaan. Sungguh kejam orang yang melakukan ini pada kakak, dia sungguh tidak punya hati nurani sehingga menyiksa kakak seperti ini.


"Himawari!" kakak memanggilku dengan suara lirihnya.


Aku bergegas mendekati kakak, aku memegang tangannya. Agar dia bisa merasakan aku berada disampingnya. Dia memandangku dengan mata yang sayu, terlihat kesedihan di matanya.

__ADS_1


"Kakak, ini aku Kak! Siapa yang melakukan ini padamu?"


Dia hanya menangis mendengar apa yang kutanyakan, mungkin begitu sakitnya sehingga dia tidak bisa banyak bicara. Hanya air mata yang menetes dari kedua matanya.


"Maafkan aku! Aku tidak bisa menemanimu lagi, maafkan aku! Tapi aku bersyukur bahwa aku belum memperkenalkamu pada monster itu! Dengarlah aku Himawari, kau harus menemukan Rosalina Sanjaya! Katakan padanya untuk berhati-hati! Kalau tidak katakan pada Alex Wibowo untuk berhati-hati! Berhati-hati pada Rey Hirasaki."


Aku tidak mengerti dengan apa yang kakak katakan, aku hanya bisa mendengar semuanya. Aku berusaha membuatnya tenang, agar ritme napasnya kembali normal.


"Ingat kata-kataku ini, jangan sampai kau tertangkap Rey Hirasaki! Aku sayang kamu Himawari...."


"Kakak!! Ayo bangun Kak! Aku mohon jangan tinggalkan aku, lebih baik kau sampaikan saja semua itu pada mereka! Aku tidak akan melakukan apa yang kau katakan! Ayo bangun! Jika kau sayang aku, maka bangunlah Kak!"


Teriakku memecah keheningan, para perawat dan dokter penghampiriku yang sedang menggoyang-goyangkan tubuh kakak. Seorang perawat berusaha melepaskan genggamanku dari tubuh kakak.


Aku tidak melepaskan genggamanku, sehingga dua orang perawat menarikku. Akhirnya genggamanku terlepas dari tubuh kakak, seorang perawat berusaha menenangkanku.


"Tenanglah Nona, jika kau berlaku seperti ini kasihan Kakak Nona! Dia akan merasa sedih jika melihat adiknya seperti ini!"


Aku tersadar setelah mendengar perkataan perawat itu, aku diam lalu duduk tanpa kata ataupun tangisan. Semuanya sudah tidak ada artinya, kakak sudah tiada. Apa yang menjadi keinginan kakak akan aku lakukan, yang pasti aku akan membalas kau Rey Hirasaki.


Saat di rumah aku membereskan barang-barang kakak, ternyata dia sudah menyimpan sebuah surat dan sebuah foto. Aku membaca surat itu, kupandangi foto wanita itu dia mirip dengan kakak. Namun yang membedakannya dia berhijab.


Beberapa tahun berlalu setelah kematian kakak, aku berusaha mencari Rosalina Sanjaya atau Alex Wibowo. Namun aku belum bisa menemukannya. Akhirnya aku memutuskan untuk bergabung untuk menjadi seorang agen.


Sehingga aku bisa mencari mereka semua, aku bersyukur mendapatkan misi untuk mencari semua informasi mengenai Rey Hirasaki. Namun aku belum bisa menemukan Rosalina Sanjaya ataupun Alex Wibowo.


Aku harus segera menemukan mereka, aku tidak ingin Rey Hirasaki melakukan apa yang sudah dia lakukan pada kakak. Tidak akan kubiarkan apa yang terjadi pada kakak, terjadi pada orang lain.


Aku dengar bahwa mereka berada di Indonesia, apakah aku harus ke Indonesia. Apakah sudah saatnya aku mencari mereka, aku harus menyelesaikan semua amanat kakak sebelum dia tiada.


____________________________________________

__ADS_1


Terimakasih karena sudah setia membaca semua karyaku, jangan lupa berikan like, komen, vote kalau bisa jadikan favorit ya 😉


selamat membaca c u next bab 😘


__ADS_2