Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 183


__ADS_3

Hinoto POV


Tidak aku sangka Rosetta akan bertindak sekejam ini, dia dulu adalah wanita yang sangat baik. Mengapa dia bisa berubah menjadi sejahat ini, sebenarnya apa yang sudah merubahnya menjadi seperti ini. Karena aku tidak yakin hanya penolakan yang aku berikan padanya bisa merubahnya semakin jahat.


"Apa kau tidak bisa menghentikan semua ini Rosetta?!" tanyaku dengan nada tinggi.


Bug! Bug! Aku berhasil melepaskan diri dari cengkeraman para pengawal Rosetta. Setelah menghajar mereka, aku berlari menuju Lexa dengan cepat memegang tangannya. Hampir saja aku akan kehilangan dirinya, aku berusaha menarik tangannya. Perlu perjuangan yang besar untuk mengangkatnya hingga keatas.


Beberapa pengawal menghujaniku dengan tendangan mereka, tidak berapa lama aku mendengar suara sirine polisi. Mungkin itu Lexi yang sudah menemukan lokasi ini lalu menghubungi polisi.


Dor!


Terdengar suara tembakan peringatan, seketika mereka menghentikan kegiatannya menendangku. Sehingga aku bisa menarik Lexa, semua para anak buah Rosetta berhasil di lumpuhkan.


"Bagaimana keadaanmu, sayang?!" Aku bertanya pada Lexa.


Dia terlihat lemah lalu dia berkata dengan lirih, "Aku sudah tidak tahan lagi—selamatkan bayi kita!"


Lexa tidak sadarkan diri setelah mengatakan itu padaku, aku berteriak agar ada seseorang yang memanggil ambulance. Lexi berlari ke arahku lalu dia bertanya keadaan Lexa. Aku menyuruhnya untuk segera memanggil almbulance.


Terdengar suara tawa Rosetta yang begitu membahana, dia begitu senang dengan apa yang terjadi pada Lexa. Dia mengeluarkan senjata api dari balik bajunya.


"Kalian pikir meski ada polisi di sini akan menghalanginya niatku untuk menghabisi kalian semua!!" Rosetta berkata dengan penuh percaya dirinya.


Dor!


Terdengar kembali suara tembakan peringatan dari seorang polisi, dia menyuruh Rosetta untuk menurunkan senjatanya jika tidak mereka akan menembaknya tanpa peringatan kembali.


Namun, Rosetta tidak menyerah dia masih dengan keinginannya untuk kami. Saat dia hendak menembakkan pelurunya, terdengar dentuman peluru yang keluar dari senjata api polisi. Tidak hanya sekali tetapi terdengar dua kali. Sehingga tubuh Rosetta terhempas dan jatuh dari atas gedung tua ini.


Aku tidak peduli dengan Rosetta, setelah itu aku menggendong Lexa dan berlari menuju keluar dari gedung karena ambulance sudah tiba. Dengan cepat tim medis memeriksa keadaan Lexa, ambulance pun berjalan menuju rumah sakit terdekat.


Hatiku sangat sakit jika melihat keadaan Lexa seperti ini, andai saja aku bisa lebih cepat menyelamatkannya mungkin semua ini tidak akan terjadi. Aku berdoa agar anak yang ada di dalam kandungan Lexa tidak apa-apa begitu pula dengan kondisi Lexa.


Tibalah kami di rumah sakit, dia langsung di bawa ke sebuah ruangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aku hanya menunggu di luar dengan perasaan tidak menentu. Aku sungguh takut jika terjadi sesuatu padanya karena aku tidak ingin kehilangan dirinya.


Aku sungguh sangat mencintainya dan ingin hidup lebih lama dengannya, tidak berapa lama Lexi dan yang lainnya tiba. Mereka bertanya bagaimana keadaan Lexa. Yang bisa aku katakan hanya satu, "Lexa masih di dalam."


"Tenangkan dirimu—Lexa adalah wanita yang kuat, dia pasti akan selamat dan akan kembali bersama kita!" ucap ayah padaku.


Mungkin ayah ingin membuatku tenang, aku teringat dengan Rosetta. Aku pun bertanya pada Lexi bagaimana dengan semuanya, dia mengatakan jika Rosetta sudah tiada. Semua anak buahnya sudah tertangkap sehingga tidak ada lagi yang akan mengganggu kita.


"Bagaimana dengan mata-mata yang ada di rumah kita?!" tanyaku pada Lexi.


"Kau tenang saja, aku sudah menangkap mata-mata itu! Dia seorang pelayan yang sudah sedari awal dikirim oleh Rosetta." jawabnya padaku.


Itu artinya apa yang aku pikirkan tentang Rein dan Isamu salah, rupanya mereka tidak bekerja sama dengan Rosetta untuk rencana balas dendamnya.

__ADS_1


Sekarang aku bisa tenang, lebih baik aku fokus pada Lexa. Seorang dokter keluar dari ruangan yang menangani Lexa. Aku langsung bertanya bagaimana dengan keadaan Lexa.


Dokter mengatakan jika Lexa berhasil melewati malam ini maka nyawanya dan bayi yang ada di dalam kandungannya bisa terselamatkan. Sekarang yang harus dilakukan adalah berdoa agar Lexa dan bayinya selamat.


***


Hari berikutnya.


"Bagaiman keadaanmu, sayang?" Aku bertanya pada Lexa yang sedang duduk sembari menikmati buah potong yang ada di dalam mangkuk.


Dia tersenyum lalu mengatakan, "Aku sudah membaik dan aku ingin segera kembali ke rumah."


Aku bersyukur dia tersadar dan bayi kami pun bisa bertahan, kalian memang istri dan calon bayiku yang sangat kuat. Mulai hari ini tidak akan aku biarkan siapa saja yang akan menyakiti keluargaku.


Lexa terus saja memaksa ingin segera kembali ke rumah karena menurutnya dia sudah membaik. Dia ingin menghadiri pernikahan Aldo dan Akiko, baginya itu hanya akan terjadi sekali dan seumur hidup.


Karena peristiwa itu pernikahan Aiko dan Aldo di undur tetapi masih tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dan sudah di pastikan acara pernikahan mereka adalah hari esok.


"Sayang, aku mohon mintalah izin pada dokter untuk aku pulang hari ini! Bukankah esok adalah hari bersejarah bagi kedua sahabatku." Lexa berkata dengan nada memohon dan itu membuatku sangat gemas sekali.


Dia mulai memperlihatkan wajah imutnya kembali, aku sangat menyukainya dikala dia sedang memohon sesuatu seperti anak kecil. Aku pun menyetujui apa yang dia inginkan, lalu aku menyuruhnya untuk menunggu karena akan membicarakannya dengan dokter.


"Tidak perlu—aku sudah mengurus semuanya, seakrang bersiaplah kita kembali ke rumah!" Ayah berkata dengan lembut pada Lexa.


Aku tidak mengira jika ayah sudah mengurus semuanya, hingga aku kembali bersyukur memiliki seorang ayah mertua yang baik dan pengertian. Setelah semuanya siap kami pergi dari rumah sakit dan pulang ke rumah.


Tibalah kami di rumah, semuanya sudah menyabut kepulangan Lexa dengan senyum yang merekah. Tampak hangat dan membuat siapa saja yang melihatnya bahagia.


Zeroun yang melihat Lexa langsung berlari ke arahnya, dia memeluknya dengan erat sembari mengatakan hal-hal begitu membuat Lexa bahagia sehingga dia meneteskan air mata kebahagiaan.


Setelah penyambutan kepulangan Lexa, semuanya kembali pada rutinitas biasanya. Semua tampak sibuk karena besok adalah hari pernikahan Aldo dan Aiko. Sedangkan Lexa tidak diizinkan untuk terlalu banyak bergerak, dia hanya boleh beristirahat di dalam kamarnya.


Semua itu membuatnya sedikit kesal tetapi aku mengatakan semua itu demi kebaikan dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya. Dia pun mengerti dan akan menuruti semua yang aku katakan.


Beberapa saat kemudian Zeroun dan Rosalina masuk kedalam kamar, mereka berkata akan menjaga Lexa. Aku tersenyum dengan kedua bocah ini yang tampak senang dengan kehamilan Lexa. Mungkin aku bisa mempercayakan Lexa pada kedua bocah ini.


"Dengarkan aku jagoanku—kau jaga Bunda agar dia tidak berbuat nakal!" bisikku padanya seranya ini adalah perintah.


Zeroun tersenyum lalu dia berdiri tegap dan memberi hormat seraya dia siap melakukan apa yang aku perintahkan. Setelah itu aku kembali keluar guna membantu Lexi dan ayah untuk menyiapkan pernikahan Aldo dan Aiko.


***


Hari pernikahan sudah tiba, semuanya sudah dipersiapkan dengan matang meski hanya membutuhkan beberapa hari saja. Pernikahan yang sakral ini berlangsung dengan lancar. Tidak ada drama yang mengakibatkan kemarahan.


Entah apa yang akan terjadi jika Rein tahu pernikahan ini, mungkin dia akan sangat geram. Namun, yang pasti itu akan menjadi ujian bagi rumah tangga Aldo dan Aiko.


"Sayang, semuanya tampak bahagia kecuali kedua pengantin!" ucap Lexa padaku.

__ADS_1


"Apa kau tidak yakin sayang? Aku yakin jika mereka akan saling jatuh cinta dan mereka akan bahagia dengan pernikahannya." Aku menjawab sembari mengecup bibirnya sekilas.


Lexa tersenyum padaku karena aku telah mencuri kecupan darinya, lalu dia berkata bahwa dia sangat yakin jika pernikahan Aldo dan Aiko akan menghasilkan pernikahan yang bahagia. Meski mereka berdua harus mengalami beberapa konflik.


Dia bertanya padaku bagaimana dengan Rein dan Isamu jika mengetahui pernikahan ini. Mungkin mereka akan membuat masalah tetapi yang pasti mereka akan kalah oleh Aldo dan Isamu jawabku pada Lexa.


"Lebih baik kita bergabung bersama mereka, kita harus ikut berbahagia bukan?" Aku berkata pada Lexa sembari mengulurkan tanganku dan dia menerima uluran tanganku dengan senyum lembutnya.


***


Alex POV


Kebahagiaan kembali pada keluargaku, meski harus selalu ada kesedihan sebelumnya. Meski aku merasa belum tenang dengan hari-hari berikutnya. Namun, yang pasti aku akan selalu bersyukur karena sudah menikmati kebahagiaan ini.


'Sayang, apakah kau dapat melihat semua ini? Aldo yang selalu kau anggap sebagai putra ketigamu telah menikah dengan wanita yang kau pilih. Aku tidak menyangka apa yang kau katakan tentang Aiko adalah wanita yang tepat untuk Aldo. Itu semuanya benar tetapi sayang kau tidak bisa melihat semua ini bersama denganku,' batinku.


"Tuan, saya berterimakasih atas semua yang telah Tuan lakukan baik pada saya dan juga Aldo. Saya tidak tahu jika tidak ada Tuan dan tentunya nyonya Alin." Ari berkata dengan nada sedih.


"Kau tidak perlu mengatakan itu, jika Alin mendengar itu maka dia akan memghajarmu hingga tidak bisa bangkit lagi!" jawabku padanya semabri terkekeh.


Aku mengatakan pada Ari jika semua yang dilakukan olehku atau Alin terhadap Aldo adalah bukti dari kasih sayang kami. Sejak pertama Alin bertemu dengan Yuki dia mengatakan padaku jika Yuki adalah wanita yang akan menjadi pasangan Aldo di kemudian hari. Aku mengatakan itu pada Ari.


Ari merasa bingung apa yang aku katakan, sehingga aku harus menjelaskannya dengan detail padanya. Sebelum kepergiannya Alin untuk selama-lamanya, dia pernah berkata padaku jika dia akan membuat Aldo dan Aiko bersatu dengan ikatan pernikahan.


Namun, aku tidak bisa memaksakan kehendak pada mereka berdua. Aku memberikan kesempatan bagi mereka berdua untuk memilih pasangan hidup mereka dan mengabaikan keinginan Alin.


Akan tetapi, kesempatan itu ternyata berbuah penderitaan. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menikahkan mereka berdua sesuai dengan harapan Alin. Dan rupanya Alin sudah membicarakan semua hal keinginannya meminang Aiko untuk Aldo pada kedua orangtua Aiko. Mereka menyetujui semua keinginan Alin.


Pada mulanya orangtua Aiko tidak menyetujui hubungan Aiko dengan Isamu. Karena mereka mengingat janji mereka pada Alin bahwa Aiko akan menjadi milik Aldo. Namun, aku mengatakan pada mereka untuk menyetujui hubungan Aiko dan isamau. Karena itu semua adalah kebahagiaan Aiko.


Aku tidak akan membuat anak-anak menderita karena pernikahan tetapi semua pilihan mereka ternyata membuat mereka menderita dan sekarang mereka masih saja bermusuhan. Entah mengapa aku sangat yakin jika mereka berdua akan bahagia. Karena ini adalah keputusan Alin.


"Kakek—ayo ikut aku!" Rosalina menarik tanganku karena dia ingin menunjukkan sesuatu.


Bocah ini sangat aktif sehingga aku harus selalu menuruti apa yang dia inginkan. Aku mengikutinya dan ingin tahu apa yang hendak dia tunjukkan padaku.


"Lihat ini Kek ... Bunga ini begitu indah bukan?" Rosalina berkata padaku dengan senyum manisnya.


Terlihat bunga mawar yang sedang merekah, warna merahnya begitu indah. Jika melihat bunga mawar ini aku menjadi teringat oleh Alin, dia pernah berkata padaku.


'Jika aku tiada nanti, maka aku akan menjadi bunga mawar yang merekah ketika melihat semua anak-anak bahagia. Kau tahu sayang, anakku bukan saja Lexa dan Lexi tetapi Aldo juga adalah anakku. Aku ingin melihat mereka bertiga bahagia setelah menemukan pasangan seumur hidup mereka. Aku sangat mencintaimu Alex Wibowo.'


Aku tersenyum melihat bunga mawar ini, itu menandakan kau hadir di sini bukan? Ketiga anak-anakmu sudah menemukan pasangan seumur hidup. Apa kau bahagia sayang? Akhirnya apa yang kau inginkan sudah terpenuhi.


Mungkin tugasku juga sudah berakhir karena kau memberikan aku tugas untuk menikahkan mereka bertiga. Sekarang giliran mereka yang harus mempertahankan dan memperjuangkan orang terkasih.


__________________THE END________________

__ADS_1


Hai para reader tersayang, aku ucapkan terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukung karya ku ini hingga TAMAT.


Terimakasih juga untuk kalian yang telah memberikan komentar-komentar terbaiknya serta yang telah memberikan kritik yang membangun untuk novel keduaku ini. Aku sangat menghargai dedikasi kalian itu. Sekali lagi aku ucapkan berjuta terimakasih untuk kalian semua para membaca setia Alex-Alin dan juga Lexa-Lexi.


__ADS_2