Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 72


__ADS_3

Lexi POV


Entah mengapa aku merasakan akan terjadi sesuatu, apakah ini hanya pirasat saja. Aku harap tidak akan terjadi sesuatu yang membuat kami kehilangan lagi. Sebaiknya sekarang aku memikirkan langkah-langkah untuk menghadapi Rey Hirasaki.


Entah mengapa malam ini aku ingin menghubungi Himawari, kulihat jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam. Aku coba saja menghubungi, siapa tahu dia masih terjaga. Aku pun menekan layar handphoneku, nada sambung berbunyi.


"Hallo!"


Suara Himawari terdengar begitu parau, apakah dia sudah tidur. Kalo begitu bearti aku sudah mengganggu tidurnya. Lebih baik aku matikan saja sambungan telepon ini. Namun dia bertanya ada apa aku menghubunginya, aku menjawab tidak ada apa-apa. Aku pun menyuruhnya kembali untuk tidur. Diapun mematikan sambungan teleponnya.


Lebih baik aku pun segera tidur, besok masih banyak yang harus aku lakukan. Mungkin dalam beberapa hari ini aku harus semakin memperketat pengawasanku, terhadap seluruh keluargaku. Aku yakin Rey Hirasaki sedang mengawasi keluargaku dari jauh.


Kumainkan lampu kamar yang menyala hanya lampu di atas meja samping ranjang ku. Aku berusaha untuk tidur, namun tidak bisa. Pikiranku tidak karuan, banyak hal yang masih mengganjal di hatiku. Aku pun berdo'a, setelah itu aku mencoba menutup kedua mataku agar aku bisa beristirahat.


Keesokan harinya, terdengar suara ribut yang membuatku terbangun dari tidur. Aku merubah posisi tidurku menjadi posisi duduk untuk memulihkan jiwaku yang baru saja terbangun dari tidur. Sembari mendengar suara siapa saja yang terdengar, yang sudah pasti suara Lexa dan ayah. Namun ada beberapa suara yang begitu asing, aku berdiri lalu menuju kamar mandi guna membersihkan diri. Setelah itu aku keluar dari kamar.


Aku melihat wajah yang tidak asing bagiku, kutatap satu per satu ternyata benar. Itu om Rio bersama tante Salma, begitu cepat mereka sampai di Jepang. Padahal baru semalam ayah menentukan tanggal pernikahan Lexa. Tidak, itu rasanya tidak mungkin mereka datang untuk menghadiri pernikahan Lexa.


Plak!


Seseorang menepuk pundakku, aku sungguh terkejut. Aku membalikkan tubuhku, guna mengetahui siapa yang sudah menepuk pundakku. Saat aku melihatnya dia tersenyum, aku pun bertindak sama ternyata dia adalah Azura. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Dia terlihat sangat berbeda sejak terakhir kali bertemu, aku pun mengerlingkan kedua mataku untuk mencari Kharin. Akan tetapi aku tidak menemukannya.


"Kau mencari Kharin?!" ucap Azura padaku.

__ADS_1


Aku menganggukkan kepalaku, Azura mengatakan bahwa Kharin tidak datang ke Jepang kali ini. Tapi jika dia mengetahui bahwa Lexa akan menikah dia pasti akan segera terbang ke Jepang. Benar juga apa yang dikatakan oleh Azura.


Aku pun melangkah mendekati om Rio, karena sedari tadi sudah menatapku. Saat sudah berada dihadapannya aku langsung dipeluknya dengan erat, aku tahu pasti om Rio sangat merindukan bunda. Setelah dipeluk om Rio sekarang giliran aku di peluk tante Salma. Menurutnya meski aku laki-laki namun aku lebih banyak kemiripan dengan bunda. Itulah terkadang yang membuat Lexa selalu cemburu padaku.


Semua duduk di ruang tamu, tanpa basa-basi om Rio bertanya mengenai Lexa yang meneleponnya bertanya mengenai Rey Hirasaki dan mba Nita. Semua terdiam saat om Rio bertanya seperti itu, kulihat wajah ayah pun mulai menginginkan jawaban yang pasti. Namun baik aku atau Lexa belum menemukan jawabannya.


"Aku belum menemukan jawabannya! Oleh sebab itu baik aku atau Lexa bertanya pada Om dan Ayah!" jawabku.


Om Rio pun berkata, setelah menerima telepon dari Lexa dia mencari semua informasi dari temen-temen tante Nita. Om pun menanyakan hal itu pada nenek dan kakek, namun mereka tidak mengetahui apa-apa. Karena tanten Nita sangat tertutup masalah pribadinya, lalu om Rio pun mulai mencari tahu ke semua teman-temannya. Namun semuanya nihil, tidak ada yang mengetahui hubungan antara Rey Hirasaki dan tante Nita.


Mendengar perkataan om Rio, aku semakin penasaran hubungan antara Rey Hirasaki dengan tante Nita. Aku berpikir sejenak, tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan Aiko. Dia begitu berisik, karena dia baru tahu kalau Alexa akan menikah dalam waktu dekat.


"Lexa kau curang! Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau akan menikah!" teriak Aiko yang membuat semua orang di dalam ruangan terkejut, sekaligus terkekeh-kekeh.


Aiko kesal dengan sindiranku, dia pun membalas dengan mengadu pada ayah bahwa aku dan Lexa menganiaya dia. Karena selama ini yang bekerja keras adalah dia. Dia selalu tidak diberikan kelonggaran, lalu tidak diikutsertakan dalam beberapa misi. Ayah terkekeh mendengar semua curahan isi hati Aiko.


"Apa kabar Nona Aiko?!" tanya tante Salma dengan lembut.


Aiko semakin terkejut setelah menyadari bahwa yang ada di ruangan itu adalah tante Salma. Karena dia pernah bertemu dengan tante Salma sewaktu dia di Paris. Dia pun bergegas mendekati tante Salma, lalu memberi salam dan tante Salma memeluknya dengan erat.


Lalu Aiko pun memberi hormat pada om Rio, namun anehnya dia melewati begitu saja Azura. Apakah terjadi sesuatu Anatar mereka, yang membuat Aiko menghindari Azura. Sepertinya aku harus mencari tahu semuanya. Karena aku memiliki pirasat pada mereka berdua, kulihat Azura pun selalu mencuri pandang pada Aiko.


Kami pun berbincang-bincang sesaat, handphone Aiko berbunyi dia mendapatkan sebuah pesan. Itu artinya saatnya dia harus pergi, ada urusan perusahaan yang harus dia kerjakan. Aku pun bertanya apakah dia perlu bantuanku atau Lexa, dia menghela napas lalu berkata tidak usah. Karena dia sudah terbiasa di campakkan oleh kedua saudara kembar yang aku sayangi.

__ADS_1


Setelah berkata itu dia pun berpamitan pada ayah dan yang lainnya untuk pergi. Ternyata benar apa yang aku pikirkan, Azura terus menatapnya hingga Aiko pergi. Aku tersenyum melihat tingkah Azura yang seperti itu.


"Ada apa?!" Lexa bertanya padaku.


Aku pun membisikan apa yang baru saja aku lihat, Lexa pun tersenyum. Aku tahu apa yang ada di benak Lexa, dia pasti akan melakukan hal-hal untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi antara Aiko dan Azura. Dan pastinya aku pun akan membantu rencana Lexa agar berjalan dengan mulus.


"Gadis yang menarik!" ucap om Rio pada kami semua.


Ayah pun berkata bahwa Aiko adalah gadis yang baik, dia sudah banyak membantu Lexa dan Lexi. Sehingga ayah juga sudah menganggapnya seperti putri kandungnya sendiri. Kedua orangtuanya pun sudah dianggap seperti saudara sendiri.


Tante Salma pun berkata bahwa Aiko wanita yang tangguh, jika melihatnya dia teringat kebersamaannya bersama bunda dan tante Lili. Mungkin jika melihat Aiko, Alexa beraksi mungkin itu akan mengingatkan semuanya pada kenangan tante Salma. Begitu kau di cintai dan disayangi oleh semua orang bunda. Jika kau masih ada mungkin semuanya akan terasa berbeda.


____________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉

__ADS_1


__ADS_2