Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 107


__ADS_3

Alex POV


"Ayah, aku masih tidak setuju dengan keputusan Lexa untuk menikah dengan Mamoru!" ucap Lexi dengan kesal.


Aku tahu bagaimana perasaan Lexi, dia begitu sangat menyayangi saudarinya. Namun aku tidak bisa memaksakan kehendakku begitu saja, aku melihat Lexa begitu ingin menikah dengan Mamoru.


Sebelum aku menjawab ketidak setujuan Lexi, Ari dan Hinoto masuk. Aku menyuruh Lexi untuk melihat Lexa karena aku tahu telapak tangannya kembali merasakan nyeri. Lexi pun menuruti perkataanku dia pergi meninggalkanku untuk menemui Lexa. Aku menyuruh Ari dan Hinoto untuk duduk, ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka berdua.


"Aku sengaja memanggilmu Hinoto, ada yang ingin aku minta darimu!" ucapku pada Hinoto.


Hinoto terlihat bingung dengan apa yang ingin aku minta darinya, mungkin ini adalah permintaan yang tidak lazim baginya. Namun aku harus melakukan ini demi putri kesayanganku.


"Aku ingin kau menikahi putriku Lexa!"


Betapa terkejutnya Hinoto saat mendengar apa yang menjadi permintaanku. Namun semua ini demi kebahagiaan Lexa, karena aku menyetujui pernikahan Lexa dengan Mamoru dengan satu syarat. Syarat itu adalah jika terjadi sesuatu pada saat pesta pernikahan yang membuat pernikahan itu batal, maka Lexa harus mau menikah dengan pilihanku.


Aku menunggu jawaban dari Hinoto, aku tahu sebenarnya dia memiliki rasa terhadap Lexa. Namun dia pandai menyembunyikan semua perasaannya. Aku hanya duduk diam menanti jawaban darinya, aku membutuhkan jawaban yang cepat. Karena waktu pernikahan Lexa sebentar lagi.


Entah mengapa aku memiliki perasaan bahwa akan terjadi sesuatu di acara pernikahan Lexa. Aku juga merasakan bahwa ada yang disembunyikan oleh Lexa darinya dan juga Lexi. Karena biasanya mereka berdua tidak memiliki rahasia.


"Apakah saya bisa memikirkan semua ini?" Hinoto menjawab.


Aku tahu pernikahan bukan hal yang biasa, semuanya berhubungan dengan agama dan juga kehidupan setelah mereka menikah. Aku memberikan waktu dia sampai sebelum acara pernikahan Lexa. Jika dia menerimanya aku akan bersyukur karena dia adalah orang yang cocok untuk menjaga Lexa.


Hinoto pamit padaku untuk pergi, aku mengijinkannya untuk pergi. Sekarang aku harus bersabar untuk menunggu jawaban darinya, aku melihat Ari hanya terdiam.


"Bagaimana menurutmu, Ari?!" tanyaku pada Ari.


Ari terdiam sejenak lalu dia mengatakan bahwa Hinoto adalah pria yang tepat untuk menjadi suami Lexa. Karena selama ini dia bekerjasama dengan Hinoto, sehingga dia mengetahui sifat dia yang sebenarnya.


Setelah kepergian Hinoto, aku menutuskan untuk ke kamar sedangkan Ari masih mengurus beberapa hal untuk persiapan pernikahan Lexa dengan Mamoru. Kulangkahkan kaki menuju kamar dengan begitu banyaknya pikiran mengenai pernikahan Lexa.


Saat hendak memasuki kamar, aku melewati kamar Lexa kebetulan tidak tertutup. Kulihat Lexi sedang membatu Lexa untuk meringankan rasa nyeri di telapak tangannya.

__ADS_1


Terlihat jelas betapa Lexi sangat menyayangi Lexa, meski dia sedang kesal dengan Lexa namun dia masih saja mau membantunya jika dalam kesulitan atau kesakitan.


Entah apa yang akan terjadi jika Lexa menikah dengan Mamoru, apakah hidupnya akan bahagia? Atau kah akan menangis setiap harinya. Mudah-mudahan Tuhan memberikan jalan keluar bagi ku untuk bisa membatalkan pernikahan mereka.


Aku pun meninggalkan mereka dan kembali berjalan untuk memasuki kamar. Kubuka pintu kamar yang terlihat gelap gulita, tidak ada sedikitpun cahaya yang masuk kedalam ruangan. Kunyalakan lampu kamar dengan memijit saklar, ruangan seketika menjadi terang benderang.


Aku duduk di atas sofa yang disampingnya ada sebuah foto yang bertengger di atas sebuah meja kayu. Kuambil foto tersebut, kupandangi wajah yang ada di dalamnya. Begitu aku sangat merindukanmu istri tengilku.


Sayang, apakah yang kulakukan terhadap Lexa sudah benar? Andai saja kau masih ada di sisiku, mungkin aku tidak akan merasa lelah seperti ini. Sayang, apakah kita akan bertemu di sana? Jika benar akan bertemu di sana maka aku akan sangat bahagia.


Sayang, tidak terasa putri kita akan segera menikah, namun aku merasa bahwa pria yang akan dinikahinya tidak sungguh-sungguh mencintai putri kita. Aku memiliki firasat bahwa pria itu akan melakukan hal-hal yang menyakiti Lexa.


Kupejamkan kedua mataku dengan memeluk foto Alin, aku sungguh-sungguh merindukannya. Meski dia sudah meninggalkanku bertahun-tahun lamanya. Hati ini tidak akan pernah mati untuk selalu mencintainya, karena hati ini akan terus mencintai dan merindukannya hingga akhir hayatku.


"Hai Tuan muda mesum gila! Apa kau merindukan aku?" ucap seorang wanita terhadapku.


Suara yang tidak asing bagiku, aku mencari dari mana asal suara itu. Aku sungguh ingin melihatnya karena aku suara itu dan tidak mungkin aku melupakannya.


Kulihat sesosok wanita yang berjalan mendekatiku, lama-kelamaan dia semakin dekat. Aku tersenyum saat melihatnya, aku langsung berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


Kulihat dia tersenyum setelah aku mengatakan itu, dia terlihat sangat cantik dengan pakaian yang dikenakannya. Dia menggunakan sebuah pakaian yang menjuntai hingga lantai, bewarna putih bersih selaras dengan kain yang menutupi mahkotanya yang indah.


Alin dengan senyum khasnya mengajakku ke suatu tempat yang entah dimana itu. Dia hanya diam dan menggenggam erat tanganku, meski dia hanya diam aku menyukai ini. Karena aku bisa bertemu dengannya.


Dia mengajakku ke sebuah taman kecil yang begitu indah, dia berjalan menuju sebuah kursi putih yang hanya ada satu di taman tersebut. Dia duduk di atas kursi itu, lalu dia menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Aku hanya duduk memandangi taman ini, namun itu hanya sekejap karena aku lebih suka memandangi Alin yang berada di sampingku.


"Kenapa kau memandangiku terus?" Alin berkata dengan lembutnya.


Aku mengatakan padanya bahwa aku sangat mencintainya, setiap detik dalam hidupnya dia selalu merindukannya. Aku sangat membutuhkannya, hidupku tanpanya tidak ada artinya. Aku bertahan hidup karena untuk kedua anak kita.


"Dengarkan aku sayang, apapun keputusan yang kau ambil demi Lexa itu adalah tepat! Aku yakin dengan semua dari hasil pemikiranmu. Jadi kau tidak perlu merasa khawatir terhadap Lexa, kau harus percaya juga terhadap putri kita! Kau harus yakin bahwa dia akan melakukan hal yang tepat!" ucapnya dengan penuh keyakinan.


Aku hanya mendengarkan apa yang dia katakan, apakah benar aku harus percaya pada Lexa. Apakah benar Lexa dapat menentukan keputusan yang tepat bagi kehidupannya.

__ADS_1


"Hai Tuan Muda mesum gila! Begitu kau mencintai putri kesayanganmu itu sehingga kau melupakan aku hah!" ucap Alin padaku dengan raut wajah yang sedang berpura-pura marah karena cemburu.


Aku terkekeh melihat raut wajahnya yang seperti itu namun aku merindukannya juga. Muncul niat jahilku terhadapnya, aku mendekatinya lalu berbisik padanya. Terlihat wajahnya memerah, dia masih sama seperti dulu tidak bisa bertahan dari bisikanku.


"Hentikan itu Alex! Kenapa kau selalu berbisik padaku hah! Dasar kau mesum!" dia berkata lalu menggeser posisi duduknya.


Aku semakin berniat jahil padanya, namun aku menarik tangannya sehingga dia mendekat padaku. Aku menggelitiknya terus-menerus sehingga dia merasakan kegelian. Dia berhasil dari genggamanku laku berlari untuk menghindariku.


Aku tidak akan membiarkannya pergi jauh dariku, aku berlari mengejarnya. Akhir aku berhasil mendekapnya dalam pelukanku, aku mengatakan padanya bahwa aku tidak akan melepaskannya lagi.


Dia tersenyum padaku dengan napas yang terengah-engah karena berlari menghindariku. Begitupun dengan diriku yang kelelahan karena mengejarnya.


Dia melepaskan dekapanku lalu menghempaskan tubuhnya di atas rerumputan yang hijau. Dia menyuruhku untuk tidur disampingnya dengan menatap langit yang begitu luas.


"Alex sayang, jagalah kesehatanmu! Jagalah kedua anak kita, mereka masih membutuhkan dukungan dan perlindunganmu! Apa pun yang mereka lakukan, aku yakin mereka tidak akan bertindak yang akan merugikan diri mereka sendiri atau dirimu. Karena mereka sangat mencintaimu melebihi diri mereka sendiri! Dan yakinlah terhadap semua keputusanmu, aku yakin Lexa dan Lexi akan menyetujuinya. Aku sangat mencintaimu suami mesumku! Aku beruntung bisa bertemu denganmu dan kau menjadi imamku."


Alin mengatakan semua itu lalu dia mendekat padaku dan memelukku dengan erat, dia tertidur dalam pelukanku. Sama seperti dulu dia selalu tertidur lelap dalam pelukanku. Aku benar-benar sangat merindukanmu sayang. Tidak terasa air mataku menetes membasahi kedua pipiku.


Entah mengapa aku menjadi pria yang sangat lemah, sehingga aku menangisi rasa rinduku padamu Alin. Sekarang aku tidak akan melepaskannya lagi, dia sudah berada dalam dekapanku.


"Aku mencintaimu sayang! Aku akan selalu berada di sisimu! Jaga anak-anak kita, percaya pada mereka! Aku cinta padamu!"


Alin!


Aku membuka kedua mataku, ternyata aku berada di dalam kamarku dengan kesendirianku. Kau datang menemui ku sayang, apakah kau juga merindukanku. Semua yang kau katakan aku sudah mengerti semuanya.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.

__ADS_1


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉


__ADS_2