
Alex POV
Aku tidak menyangka dengan semua yang baru kudengar ini, begitu banyak orang yang tersakiti oleh Rey Hirasaki. Sebenarnya apa yang menjadi motifnya untuk menghancurkanku.
Aku menyuruh Ari agar mencari tahu semua informasi tentang Rey Hirasaki. Aku ingin dalam beberapa hari ini aku mendapatkan semua informasi itu. Ari pun pergi meninggalkanku, dia akan mencari semua yang kuperintahkan.
Aku memutuskan untuk istirahat sejenak, dalam kamar ini aku teringat akan Alin. Kamar ini tidak berubah sama sekali, aku masih merindukanmu sayang. Jika kau masih ada mungkin kau akan bahagia, melihat putra-putri kita.
Aku jadi teringat bahwa Lexa sudah ada yang melamarnya, aku juga harus mencari informasi mengenai pria itu. Kuambil handphone lalu aku menghubungi Ari, kuperintahkan dia untuk mencari informasi mengenai Mamoru sebelum acara makan malam ini.
Tidak terasa hari sudah sore, pintu kamarku ada yang mengetuk. Aku menyuruhnya masuk, ternyata itu adalah Ari. Dia menyerahkan sebuah dokumen padaku, itu adalah semua informasi mengenai Mamoru. Aku pun membaca dengan teliti, ternyata Mamoru adalah putra dari salah satu client ku.
Aku tahu dia sangat baik dan menjunjung tinggi kebenaran. Lebih baik aku melihat seberapa serius Mamoru terhadap lexa, aku tidak mau jika nanti terjadi sesuatu pada putriku. Yang akan membuat Lexa menderita.
Aku menyuruh Ari untuk menyiapkan semua keperluan untuk acara makan malam nanti. Ari pun bergegas berjalan meninggalkanku, dia hendak menyiapkan semua yang aku perintahkan.
"Ayah!"
Lexi memanggilku lalu dia duduk disampingku, dia bertanya bagaimana informasi tentang Mamoru yang dibawa oleh Ari. Aku tersenyum, memang benar aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Lexi. Dia sama denganku, jika menyangkut Lexa dia akan lebih protektif.
Aku pun menceritakan apa yang sudah kubaca dari dokumen yang Ari berikan. Setelah mendengar semua perkataanku, aku merasa ada yang kurang. Karena mimik wajah Lexi menandakan ada yang kurang, aku pun bertanya padanya apakah ada yang kurang dari informasi yang didapat oleh Ari.
Lexi terdiam, sepertinya dia masih memikirkan sesuatu yang aku tidak tahu. Aku pun bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama, kali ini Lexi hanya menggelengkan kepalanya. Aku yakin dia merahasiakan sesuatu, namun yang pasti aku berharap semuanya baik-baik saja. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kedua anakku.
Yang ditunggu sudah tiba, aku tidak menyangka Mamoru akan mengajak ayahnya juga. Aku pun mempersilahkan mereka untuk duduk. Ternyata tuan Eiji tidak mengetahui tentang jati diri Lexa, sehingga dia sangat terkejut begitu mengetahui bahwa aku adalah ayah dari Lexa.
Aku menyuruh Ari untuk memanggil Lexa dan Lexi, karena tamu undangan sudah tiba. Ari pun mengangguk lalu dia pergi untuk memanggil mereka berdua. Aku berbincang-bincang terlebih dahulu dengan tuan Eiji.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Lexa turun diikuti oleh Lexi serta Ari, sepertinya ini kali pertama Lexa bertemu dengan Eiji. Mereka pun berkenalan, kami berbincang-bincang sesaat. Kemudian Ari mengatakan bahwa makan malam sudah siap.
Aku pun memilih untuk makan malam terlebih dahulu, setelah itu baru membicarakan mengenai hubungan Lexa dan Mamoru. Kami pun menyantap makan malam dengan tenang, semua terlihat bahagia apalagi Lexa.
Kulihat Mamoru selalu menatap Lexa, sepertinya dia memang sudah saatnya untuk ke jenjang yang lebih serius. Sehingga mereka halal melakukan yang mereka inginkan. Aku beruntung keluarga Eiji merupakan keluarga Jepang Muslim. Sehingga aku bisa tenang melepaskan Lexa pada Mamoru.
Makan malam pun selesai, aku mengajak Eiji untuk duduk di ruang tamu. Aku ingin mengatakan lebih baik hubungan Lexa dan Mamoru langsung menuju ke pernikahan. Lebih cepat lebih baik, agar aku bisa tenang selain Lexi ada Mamoru juga yang melindungi Lexa.
Eiji tersenyum mendengar apa yang aku ucapkan, lalu dia mengatakan jika dia setuju dengan yang ku ucapkan. Karena dia sudah setuju, aku pun bertanya pada Lexa dan Mamoru. Terlihat mereka pun tidak kelolanya.
Semua sudah setuju maka sekarang adalah penentuan tanggal pernikahan mereka. Aku memutuskan awal bulan adalah hari pernikahan mereka. Eiji terkekeh mendengar tanggal yang aku berikan, dia merasa kalau aku terlalu terburu-buru.
"Haha, apakah kau tidak terburu-buru Alex, lebih baik kita tanya anak-anak saja!" ucap Eiji padaku.
Aku pun bertanya pada Mamoru apakah dia siap dengan tanggal yang aku berikan. Mamoru mengangguk, lalu berkata dengan percaya diri bahwa dia siap. Kutanya pada Lexa apakah dia siap dengan tanggal pernikahannya. Dia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, ternyata putriku yang tangguh ini bisa tersipu malu.
Aku pun tersenyum lalu kami saling berpelukan, menandakan bahwa kami senang dengan adanya hubungan ini. Semoga saja hubungan mereka bisa menghasilkan kebahagian.
Semua sudah sepakat dengan yang aku putuskan, Eiji pun berpamitan untuk pulang. Dia pun akan melakukan persiapan untuk pernikahan Mamoru dan Lexa.
Setelah Eiji pulang, aku pun bertanya pada Lexa untuk menyakinkan akan hal pernikahan mereka. Ku tatap lekat Lexa guna melihat kesungguhannya, atas semua pilihannya untuk masa depannya.
"Iya aku sudah siap Ayah!"
Mendengar jawaban Lexa dengan yakin tidak ada keraguan di setiap kata dan tatapan matanya. Aku tersenyum aku merentangkan kedua tanganku dengan arti aku ingin memeluk Lexa. Dia pun langsung berlari ke arahku lalu memelukku dengan erat.
Alin jika saja kau masih hidup, pasti kau akan sangat bahagia melihat putri kita akan menikah dengan pria yang dicintainya. Aku harap kau bisa berisi dengan tenang di sana.
__ADS_1
"Tidurlah, besok kita bicarakan semuanya! Bulan ini pasti akan sangat sibuk untuk kita!"
Lexa pun pamit untuk ke kamarnya, yang tersisa hanya Lexi. Entah mengapa aku melihat Lexi tidak terlalu senang dengan semua ini. Aku pun bertanya padanya, apakah dia tidak setuju dengan keputusanku. Lexi menggelengkan kepalanya dengan arti dia tidak menolak keputusanku.
Aku yakin Lexi pasti takut kehilangan Lexa, karena selama ini mereka selalu bersama-sama. Aku harap kau juga bisa menemukan wanita yang baik, yang akan menemanimu hingga akhir hayatmu. Lexi pun pamit padaku dia hendak beristirahat di kamarnya. Aku pun mengijinkannya untuk pergi.
Aku menyuruh Ari untuk mempersiapkan semuanya, lalu aku menyuruhnya untuk membawa ayah dan bunda ke Jepang. Aku ingin mereka bisa menyaksikan pernikahan cucunya.
"Tuan! jika kita membawa orangtua Nyonya Alin apakah tidak akan terjadi hal yang dapat membahayakan mereka!" tanya Ari padaku dengan nada khawatir.
Aku tahu jika mereka berada didekatku maka mereka akan dalam bahaya. Namun ini adalah pernikahan Lexa, mereka berhak melihat cucu mereka menikah. Aku tidak ingin merebut kebahagian mereka atas pernikahan Lexa.
Aku pun mengatakan pada Ari agar semua penjagaan diperketat di saat ayah dan bunda berada di Jepang. Lagipula sekarang kita tahu siapa musuh kita yang sebenarnya. Setelah memberikan perintah pada Ari, aku pun melangkah menuju kamar.
Aku duduk di atas ranjang sembari melihat foto Alin, apakah keputusanku ini sudah tepat. Dengan membawa ayah dan bunda ke Jepang, sebenarnya aku tidak ingin membahayakan ayah dan bundamu sayang. Namun aku juga tidak bisa berlaku seperti itu, jika aku lakukan itu maka aku sama jahatnya seperti Rey.
Sayang aku begitu merindukanmu, meski kau sudah pergi meninggalkanku sudah cukup lama. Namun aku masih sangat mencintaimu bahkan lebih mencintaimu dari sebelumnya. Aku rindu dengan pelukanmu sayang, kecupanmu, belaianmu. Aku rindu semua yang ada padamu sayang. Tunggu aku di sana, aku pasti akan menyusulmu sayang.
____________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉