
Still Lexi POV
Gadis itu mendekati sembari tersenyum manis dan dia berlari langsung mendekapku dengan erat. Aku pun memdekapnya dengan erat dan memutarnya sekali.
"Hentikan kak! Aku bisa tak sadarkan diri jika kau terus memutar ku seperti ini!" Dia berkata dan akhirnya terkekeh.
Aku pun melepaskannya dari dekapan, ku lihat wajahnya secara seksama. Apakah dia benar-benar adik ku Annisa, yang kutahu dia tidak ingin belajar beladiri. Kenapa saat bertemu dengannya dia sudah bisa ilmu bela diri.
"Apa kau merindukan ku kak?!" tanyanya padaku dengan senyum manisnya.
Aku tersenyum dengan menganggukkan kepalaku dan memegang tangannya seraya mengajaknya untuk pergi dari tempat ini. Kami pun berencana langsung pulang, aku ingin tahu bagaimana reaksi Lexa jika bertemu dengan Annisa. Dia pasti akan sangat terkejut, karena selama ini Annisa tinggal bersama kakek dan neneknya. Dan tidak kusangka dia sekarang jago beladiri juga.
Aku pun tiba di rumah, kulihat rumah begitu tenang sepertinya Lexa sudah tidur. Aku mengajak Annisa untuk masuk, kusuruh dia untuk beristirahat pula. Aku berniat memberikan sebuah kamar tamu, namun dia menolak. Dia ingin tidur bersama Lexa, karena sudah lama tidak tidur bersama Lexa. Aku pun menyetujui apa yang dia inginkan.
Annisa pun masuk ke dalam kamar Lexa, kulihat ternyata Lexa sudah tertidur pulas. Aku pun kembali ke kamarku, aku teringat dengan USB yang di berikan oleh Aldo. Aku membuka Notebook dan memasangkan USB-nya. Kuliahan semua data yang berada di dalam USB tersebut. Ternyata semua itu adalah informasi mengenai Rei Hirasaki. Aldo berhasil mengumpulkan begitu banyak informasi mengenai Rei Hirasaki, tapi aku masih penasaran apa isi dari dokumen yang ditinggalkan oleh Leo Ahmad.
Andai saja Lexa tidak kehilangan Drafting tube itu, mungkin sekarang aku bisa membaca semua dokumennya. Namun aku tidak bisa mengalahkan Lexa sepenuhnya, karena nyawa Lexa lebih penting. Aku yakin pria bertopeng itu akan menghubungi Lexa, karena barang yang dia inginkan berada ditangan Lexa. Aku jadi penasaran siapa sebenarnya pria bertopeng itu, sepertinya dia bukan salah satu musuh kami. Karena setiap bertemu dengan kami, dia selalu menolong Lexa jika dalam kesulitan. Meski Lexa suka dibuat kesal oleh ulahnya.
Badanku terasa sakit, lebih baik aku minum obat dan segera istirahat. Besok aku pikirkan rencana apa selanjutnya yang harus dijalankan. Aku mengambil obat pereda nyeri di kotak obat, dengan meminum ini aku bisa tertidur lelap. Sebelum tidur handphone ku berbunyi, ternyata itu pesan dari om Adam. Dia meminta ku agar menjada Annisa, om Adam tidak bisa mencegah keinginan Annisa yang ingin bertemu dengan Lexi.
Meski sudah melarang dengan segala cara, Annisa tetap pergi ke Jepang. Aku pun membalas pesan dari om Adam dan mengatakan bahwa Annisa sudah berada di rumah bersama ku. Sekarang dia sedang beristirahat di kamar Lexa, jadi om Adam tidak perlu lagi mengkhawatirkan Annisa. Setelah mengirim pesan pada om Adam, mataku sudah tak kuat untuk terbuka. Rasa kantukulai menggelayut dan akhirnya aku menyimpan handphone.
Keesokan harinya aku terbangun dengan suara teriakan Lexa, itu membuatku kesal. Ingin rasanya aku menimpali mulutnya agar tidak bersuara. Ku tutup wajah ku dengan bantal guna meredam suara Lexa yang begitu berisiknya. Namun semua yang kulakukan tidak berhasil.
__ADS_1
Brakk!
Seseorang membuka pintu kamarku, aku tahu itu pasti Lexa. Dia langsung naik ke ranjang dan membangunkan ku. Aku masih ngantuk dan ingin tidur kembali. Namun saudaraku ini tidak mengijinkan aku untuk tidur.
"Lexi ayo bangun! Kenapa kau tidak memberitahukan ku bahwa Annisa kemari!" Lexa berkata sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
"Awwww sakit tahu! Apa kau lupa tubuhku belum sembuh dari luka kemarin!"
Lexa langsung menghentikan ulahnya dan memelukku erat, sembari berkata "iya maaf ya! Aku sayang kau Lexi!" Setelah itu dia mengecup keningku.
Aku merasa geli dengan tingkahnya seperti ini, aku tahu bahwa dia adalah kakak ku yang beda cuma sepersekian detik. Namun dia mengecup keningku seperti bunda, namun rasanya bukan bunda. Dan dia selalu saja melakukan hal itu padaku, dengan senyum jahilnya dia terus mendekapku.
"Lepaskan! Aku bukan anak kecil lagi tahu!" Teriakku pada Lexa, anehnya dia tidak mau melepaskan ku.
Kudengar Annisa terkekeh yang melihat ulah Lexa pada ku, itu membuatku merasa kesal. Aku bangun dengan kecepatan penuh kutangkap Annisa dan melemparkannya ke ranjang dekat Lexa. Aku menyerang kedua saudari yang menggodaku dengan pukulan bantal. Terjadilah perang bantal antara kami, Lexa sudah kelelahan menghadapi serangan banyak dariku begitu pula Annisa. Mereka mengangkat kedua tangan yang berati mereka menyerah.
Setelah perang bantal berakhir Annisa keluar dari kamarku, begitupun Lexa. Namun aku melihat lengan Lexa berdarah, lukanya kembali mengeluarkan darah. Mungkin akibat Lexa banyak bergerak, sehingga lukanya terbuka kembali. Aku pun menyuruh Lexa duduk, aku mengambil kotak P3K. Ku lepas perban yang membalut luka di lengan Lexa. Ku obati kembali lengan Lexa dan ku pasang kembali perban yang baru. Kuharap lukanya bisa cepat sembuh.
Lexa tersenyum melihatku, dia terus memandangku dan berkata "aku sayang kau Lexi! Kau adalah adikku, hanya kau yang kumiliki selain Ayah saat ini!"
Setelah mengatakan itu dia pergi dari kamarku, aku pun masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku teringat dengan perkataan Lexa barusan. 'aku juga menyayangi mu Lexa! Aku ingin menyelesaikan misi kita dengan cepat, sehingga aku tidak perlu melihat kau terluka! Setidaknya aku ingin melihat kau hidup bahagia!' batinku.
Setelah selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar terdengar suara ribu di pantry. Ternyata Lexa dan Annisa sedang memasak untuk sarapan yang kesiangan. Aku menghampiri mereka, Lexa melihatku dan tersenyum begitu pula dengan Annisa. Mereka menyuruhku untuk duduk dan menunggu mereka menyelesaikan masakan yang mereka buat. Aku pun menunggu dengan sabar apa yang mereka buat, aku harap kali ini aku akan makan enak.
__ADS_1
Akhirnya mereka menghidangkan makanan di atas piring, aku terkekeh melihat isinya. Karena aku sudah memikirkan akan makan hal yang lain dari biasanya, ternyata aku salah aku masih saja melihat menu yang biasa Lexa buat. Sebuah roti isi yang di hias entah seperti apa bentuknya.
"Kenapa? Kau tidak suka kak?! Itu buatan ku loh khusus untuk mu!" ucap Annisa sembari memonyongkan bibirnya.
Aku terkekeh kembali melihat Annisa, dia masih sama seperti dulu. Aku pun memakan apa yang sudah di hidangkan, kulihat Lexa tersenyum miring sembari duduk dan membawa piring. Ternyata diatas piringnya sudah ada nasi goreng yang begitu harum. 'Aku ingin makan nasi goreng, namun Annisa sudah membuat roti isi ini' batinku. Dengan perasaan yang menginginkan nasi goreng, aku membayangkan sedang memakannya namun yang masuk dalam mulutku hanya roti isi. Hatiku merana dibuatnya, kulihat Lexa begitu menikmati nasi gorengnya. Aku tahu dia sedang menggodaku.
Setelah Annisa pergi karena dia ingin membersihkan badannya, ku lihat dulu apakah dia sudah tak terlihat oleh mataku. Dengan secepat kilat aku menyambar nasi goreng yang ada di piring Lexa. Dia terkejut dengan ulahku, secara refleks dia menyerangku dengan tinjuannya. Namun aku berhasil menangkisnya, terjadilah pergulatan memperebutkan sepiring nasi goreng.
"Hahahah kau aneh Lexi, kau bisa menang dari ku jika kau menginginkan nasi goreng milikku!" Lexa terkekeh sembari memberikan nasi gorengnya untuk ku.
Aku tak peduli dengan apa yang dia ucapkan, yang aku inginkan sudah ku dapatkan. Ternyata ini nasi goreng buatan Lexa, rasanya mirip seperti masakan bunda. Selama ini Lexa tidak mau masak nasi goreng, dia selalu saja membuatkan ku roti isi atau spaghetti. Akhirnya sekarang aku bisa menikmati masakan ini lagi, karena terharu aku menitikkan air mata.
"Makan dan habiskan, jangan kau titikan air mata untuk masakan terenak ku!" Lexa berkata dan pergi meninggalkan ku sendiri.
____________________________________________
Hallo kalian??
Macan mau tanya nih, kalau Macan kasih kalian cerita Lili sama Arata, kira2 kalian berminat gak??
Tolong tulis jawaban kalian di kolom komentar ya 😉
Terimakasih 💋
__ADS_1
Oia jangan lupa like, dan vote ya kalo mau jadikan favorit ya 😉