Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 45


__ADS_3

Lexa POV


Niat ku setelah kembali dari Kairo, aku dan Lexi bisa langsung menuju pulau Jeju. Tapi rencana kami tunda dahulu, karena ibunya Aiko mengalami kecelakaan mobil. Aku lebih mementingkan keselamatan kedua orangtua Aiko. Aku berpikir bahwa kecelakaan ini ada kaitannya dengan musuh kami, ternyata ini semua ada hubungannya dengan permusuhan antar saudara. Sebenarnya masalah Aiko sangat rumit, tapi dia masih saja mau membantu ku untuk menyelesaikan misi balas dendam.


Aku menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga keselamatan orangtua Aiko. Sebelum Aiko kembali ke Jepang, urusan menjaga orangtuanya menjadi tanggung jawabku. Kulihat perkembangan perusahaan cabang di Paris, sudah berjalan seperti semula. Sepertinya Aiko sudah berhasil mengatasi semuanya, tidak salah aku memilih Aiko sebagai pengganti ku.


Mulai hari ini Lexi masuk ke kantor, dia membatu ku dalam semua hal pekerjaan perusahaan. Semua ini demi mempersiapkan rencana balas dendam kami. Dia mulai mencari siapa nama yang di sebutkan oleh Leo Ahmad. Karena nama itu sangat asing bagi kami, nama yang tidak pernah bunda atau ayah bicarakan. Dan apa yang menyebabkan dia berlaku kejam pada keluarga kami.


Tok!


Tok!


"Masuk!"


"Maaf Nona, Tuan Mamoru ingin bertemu dengan Anda! Apakah boleh saya persilahkan masuk?" ucap seorang sekertaris padaku.


Aku terkejut dengan kedatangan Mamoru, apa perlu apa dia menemui ku. Sudahlah nanti saja ku tanyakan padanya, kusuruh sekertaris untuk menyuruhnya masuk. Sekertaris ku membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan ku. Tak begitu lama Mamoru masuk, dia tersenyum lembut padaku akupun membalas senyumannya.


"Selamat siang Tuan Mamoru, sudah lama kita tak bersua! Ada angin apa sehingga Anda menemui ku hari ini?" Aku berkata dengan sangat formal padanya.


Dia tersenyum mendengar ucapan formal ku dan berkata, "hentikan ucapan formal mu itu Lexa, anggap saja aku ini temanmu! Aku kemari ingin mengajakmu makan siang!"


Dia mengajakku makan siang, apa aku tidak salah dengar apa yang dia ucapkan tadi. Selama ini yang ku ketahui mengenai dirinya adalah dia tidak suka terlalu dekat dengan wanita. Dan juga dia bukan tipe pria agresif. Kenapa pula dia menjadi agresif seperti ini, mengajakku lebih dulu untuk makan siang. Lebih baik aku terima saja ajakan dia, lagipula Lexi pun tidak bisa makan siang dengan ku.


"Baiklah, kita pergi makan siang sekarang!" jawabku pada Mamoru.


Setelah mendengar jawabanku, kulihat senyum merekah dari bibirnya sehingga membuat wajahnya semakin terlihat menawan. Mungkin jika dia tersenyum pada para gadis seperti ini, mungkin dia sudah dikejar-kejar mereka. Jangankan tersenyum, tidak tersenyumpun dia sudah dikejar banyak gadis. Aku pun memberi pesan pada sekertaris ku jika ada yang bertanya tentang ku, aku pergi makan siang bersama Mamoru.

__ADS_1


Kami pun pergi dari kantor, Mamoru membukakan pintu mobil untukku. Rupanya dia tindak menggunakan sopir, dia mengendarai mobil sendiri. Dalam perjalanan kupedarkan mataku untuk melihat jalanan yang sedang lenggang.


"Kau mau makan apa siang ini?" tanya Mamoru padaku.


Aku tidak tahu mau makan apa siang ini, yang penting makanan yang bisa kumakan maka akan aku makan. Sambil memikirkan kembali apa yang ingin kumakan dan hasilnya nihil aku sedang tak ingin makan sesuatu.


"Terserah kau saja! Aku akan memakan apapun yang penting halal bagiku!" jawabku pada Mamoru.


Diapun tersenyum dan kembali fokus pada jalanan, tak lama kemudian kami samapai di sebuah restoran. Dia memilih restoran bernuansa Jepang, kami pun memasuki restoran tersebut. Dia memilihkan tempat yang nyaman bagi kami, seorang pelayan mengantarkan kami pada sebuah ruangan. Mamoru memesan semua makanan yang spesial di restoran ini dan yang pasti semuanya halal.


Sembari menunggu pesanan kami tiba, kami pun berbincang-bincang. Dia menanyakan tentang ayah, pekerjaan dan semuanya. Semua perkataan yang keluar dari bibirnya membuatku nyaman, dia benar-benar bisa membuatku tidak merasa bosan. Beberapa saat kemudian para pelayan datang dengan makanan yang di pesan, semuanya terlihat enak. Mamoru yang melihat ekspresi kelaparan ku, memberikan sebuah mangkok yang sudah berisi makanan. Dia begitu sangat perhatian padaku, baru kali ini ada seorang pria memperlakukan ku seperti ini.


Acara makan siang pun berakhir, Mamoru memutuskan mengantar ku terlebih dahulu sebelum dia kembali ke perusahaannya. Di dalam mobil, kami berbincang-bincang. Dia mengajakku untuk pergi ke suatu tempat, apakah dia sedang mengajak kencan padaku? Sebelum aku menjawab ajakannya, mobilnya terhenti di depan perusahaanku. Dia melepaskan Sefety belt-nya dan langsung keluar untuk membukakan pintu mobil sembari tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumannya dan keluar dari dalam mobil.


"Bagaimana besok kau mau kan pergi dengan ku?" Mamoru bertanya kembali padaku.


"Rahasia!"


Setelah itu dia pergi meninggalkan ku, aku pun melihat dia pergi sampai hilang dari penglihatan mataku. Dirasa dia sudah tak tampak aku berjalan memasuki perusahaan dan menuju ruangan ku.


"Tampaknya kau sedang bahagia?" Lexi bertanya padaku, entah apa yang terlihat dari wajahku olehnya.


"Biasa saja ahh! Ada apa kau menghampiri ku?"


Lexi memberitahuku bahwa Aiko sudah kembali ke Jepang, dia meminta beberapa hari untuk tidak masuk kerja. Aiko akan mengurus ibunya yang ada di rumah sakit. Setalah memberitahukan semua informasi tentang Aiko, Lexi pun membicarakan mengenai pulau Shikoku. Aku katakan padanya bahwa besok aku belum bisa melakukan misi lagi. Karena besok aku ada janji bersama Mamoru. Setelah mendengar perkataan ku Lexi tersenyum, dia mengijinkan ku untuk pergi bersama Mamoru.


Lexi pun pergi kembali ke ruangannya, aku berharap dia segera mendapatkan pasangan yang setia dan tidak memanfaatkannya. Kau adalah adikku satu-satunya dan aku tidak akan memberikan mu pada wanita yang buruk.

__ADS_1


*****


Pagi-pagi aku sudah bersiap, aku memilih baju yang ada didalam almari. Sudah setengah jam aku memilih pakaian, kenapa tidak ada yang cocok untuk ku kenakan. Lexi mengetuk pintu, aku pun menyuruhnya masuk. Lexi menggeleng-gelengkan kepalanya, dia terkekeh melihat kelakuan ku. Aku kesal karena dia tertawa, ku timpuk dia dengan bantal. Dia semakin terkekeh, aku semakin kesal melihatnya. Kusuruh dia pergi dari kamarku, dia tidak mau dan akhirnya dia memilihkan sebuah gaun yang bisa di pakai dalam acara santai.


Aku pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaianku. Setelah siap aku keluar dan menghampiri Lexi, dia melihatku dan tersenyum. Dia memberikan ku kode menandakan "ok!" Tak berapa lama Mamoru datang menjemput ku.


"Sana pergi! Pangeran mu sudah menanti di luar!" Lexi berkata sambil terkekeh dan kemabali fokus pada Notebook-nya.


Aku pun berjalan ke luar menemui Mamoru yang sudah menungguku di depan. Kulihat dia sudah berdiri di dekat mobilnya, kali ini dia tidak menggunakan sopirnya. Entah kemana dia akan mengajakku pergi. Ada apa dengannya, dia memandangi ku terus tanpa mengedipkan matanya. Apakah ada yang salah dengan dandanan ku? Apakah Lexi melakukan hal yang aneh terhadapku? Semua pertanyaan itu muncul dalam otak ku.


Aku menghampirinya dan menjentikkan jariku, seraya membuatnya tersadar. Aku pun bertanya padanya, "ada yang salah dengan ku kah?"


Dia tersadar dan tersenyum sambil berkata, "tidak, semuanya baik malahan kau terlihat sangat cantik hari ini!"


Aku tersipu mendengar ucapannya seperti itu, Mamoru pun membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan ku untuk masuk. Setelah itu dia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kendali setir. Dia mendekati ku, aku terkejut apa yang akan dia lakukan. Apakah dia akan menciumku, pikiran ku melayang otak ku penuh dengan hal-hal yang mesum kali ini.


Ceklek!


Ternyata dia memasangkan safety belt ku, aku begitu malu, aku begitu berpikiran mesum. Dia tersenyum melihat wajahku dan berkata, "apakah kau demam? Wajahmu memerah?"


Aku menggelengkan kepala ku, menandakan bahwa aksi baik-baik saja. Aku benar-benar merasa malu hari ini, dia berhasil membuatku salah paham dengan segala tindakannya. Akhirnya Mamoru menjalankan mesin mobilnya, secara perlahan dan sedikit demi sedikit menambah kecepatan mobilnya. Dalam perjalanan aku bertanya kembali padanya kemana tujuan kita kali ini. Dia masih merahasiakannya. Perjalanan terasa lama sekali, kulihat arahan jalan menunjukkan ke arah pulau Shikoku. Apakah dia ingin mengajakku ke pulau Shikoku?


____________________________________________


Terimakasih sudah membaca novel ku yang baru ini, selamat membaca 😊


Jangan lupa kasih like, komen dan vote ya sehingga aku semangat tuk menulis kelanjutannya

__ADS_1


Sampai jumpa di bab berikutnya 😉


__ADS_2