
Still Lexa POV
"Lexi cepat bangun! Aku mau tunjukkan sesuatu padamu!"
Aku membangunkan Lexi yang sudah tertidur, aku ingin memberikan kabar gembira ini padanya. Dia kesal padaku karena membangunkannya, namun aku menunjukkan benda mungil yang melingkar di jari manisku.
Lexi membelalakkan matanya, dia terpaku dengan apa yang baru dilihatnya. Karena saat ini setengah jiwanya masih tertidur, Lexa yang melihat diamnya Lexi langsung menepuk pundaknya. Sehingga dia tersadar, tanpa sepatah kata Lexi memeluk Lexa sembari mengucapkan "Congrate ya!"
"Ceritakan padaku, bagaimana dia melamarnya?!" Lexi bertanya padaku dengan antusias.
Aku pun menceritakan padanya, dari awal hingga akhir. Aku sungguh merasa bahagia, akhirnya ada pria yang sungguh-sungguh mencintaiku. Dia pun menyetujui syarat yang aku berikan.
Lexi bertanya kenapa aku memberikan syarat itu, aku katakan padanya bahwa syarat itu bunda yang katakan sebelum tiada. Aku pun berbalik bertanya padanya, apakah dia mengingat pesan bunda jika menemukan orang yang kita sayangi. Dia pun mengangguk, bearti dia masih ingat semuanya.
"Aku ngantuk, ingin tidur lagi! Kau istirahat saja!" ucap Lexi padaku sembari mengusirku dari kamarnya.
Dalam hatiku muncul ide jahil, aku katakan padanya bahwa aku tidak ingin pergi dari kamarnya. Karena masih banyak yang ingin aku ceritakan padanya. Mendengar penolakanku, Lexi terlihat kesal.
"Terserah!" Lexi berkata sembari merebahkan badannya lalu menutup seluruh badannya dengan selimut.
Aku terkekeh melihat sikapnya, dia masih tidak berubah dari Lexi semasa kecil. Dia selalu seperti ini jika sudah aku ganggu waktu tidurnya. Aku semakin merindukanmu bunda, jika kau ada di sini mungkin kau pun akan merasa bahagia.
Aku pun memeluk Lexi sesaat, setelah itu aku pergi dari kamarnya. Lebih baik aku membersihkan diri sebelum aku beristirahat malam ini. Setelah selesai membersihkan diri aku pun merebahkan tubuhku di atas ranjang.
Handphone ku berbunyi, aku melihat siapa yang meneleponku malam-malam begini. Setelah kulihat di layar telepon ternyata Mamoru, aku pun langsung mengangkatnya. Kami berbincang-bincang sesaat, aku tidak menyangka jika dia pintar menggombal.
Entah mengapa aku suka mendengar semua gombalannya itu, terkadang membuatku terkekeh. Aku teringat jika dia sedang tidak sehat, aku menyuruhnya menutup telepon agar dia bisa beristirahat. Lagipula aku pun sudah tidak tahan menahan rasa kantukku, akhirnya kami pun mengakhiri perbicangan malam ini.
Keesokan harinya aku terbangun dari tidurku, karena teriakan Aiko. Dia langsung memasuki kamarku, lalu memelukku yang masih belum 100% terbangun.
"Apa yang kau lakukan pagi-pagi kemari? Apa kau tidak ada kerjaan hah?" Aku berkata sembari menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
Aiko terus saja menggoyang-goyangkan tubuhku, dia ingin mengetahui apa yang dikatakan oleh Lexi benar atau tidak. Aku berpikir sejenak dalam kantukku, ternyata ini ulah Lexi. Dia pasti menghubungi Aiko lalu memberitahukan semua padanya.
__ADS_1
Terdengar suara tawa yang sangat khas, itu adalah tawa Lexi. Dia menertawakanku yang sedang di ganggu Aiko, aku sungguh kesal dengan perbuatan Lexi. Apa dia mau balas dendam padaku karena semalam telah mengganggu tidurnya.
Kubuka selimut yang menutupi seluruh tubuhku, kutatap Lexi dengan pandangan memburu. Seperti seekor harimau yang hendak memangsa seekor rusa, Lexi yang sudah tahu aku kesal dia berusaha lari.
"Alexi Wibowo! Tidak akan ku lepaskan kau!" Aku berteriak sembari mengejarnya dengan bantal guling di tanganku.
Lexi berlari menuju kamarnya, aku berhasil masuk ke kamarnya sebelum dia mengunci pintu kamar. Aku langsung menyerangnya dengan bantal guling yang masih ku genggam erat. Dia tidak terima dengan serangan ku.
"Perang bantal!" Lexi berteriak lalu dia mengambil bantal yang tergeletak di sampingnya. Akhirnya kamipun saling menyerang menggunakan bantal, tidak ada yang mau kalah baik aku ataupun Lexi.
"Hai para bocah! Samapai kapan kalian akan seperti ini? Apa kalian melupakan kehadiranku hah!" Aiko berkata dengan nada menggoda kami.
Dengan cepat Lexi menarik lengan Aiko, akhirnya kami bertiga pun berperang bantal. Hingga salah satu dari kami mengaku kalah, siapa lagi jika bukan Lexi. Karena aku dan Aiko terus-menerus menyerangnya, diapun mengibarkan bendera putih. Kami semua terkekeh-kekeh dengan kelakuan kami sendiri.
"Sudah puas kalian bermain-main?!"
Aku terkejut mendengar suara itu, aku berpaling untuk melihat siapa yang berbicara. Secara spontan aku langsung berlari lalu memeluknya, sembari berteriak memanggil "Ayah."
"Apakah dia Ayahmu seorang?!" Lexi berkata dengan nada menggoda.
Ayah terkekeh mendengar Lexi berkata seperti itu, aku pun melepaskan pelukanku. Lalu aku lihat Lexi menghampiri ayah dan memeluknya juga. Ayah merentangkan tangannya seraya menyuruhku untuk memeluk.
Ehemmm!
Aiko berdeham, seraya menyadarkan kami bahwa ada orang lain selain kami bertiga. Ayah tersenyum mendengar deham Aiko, akhirnya kami pun saling melepaskan pelukan.
Ayah pun keluar dari kamar Lexi menuju ruang tamu, ternyata disana sudah ada asisten Ari. Terlihat kelelahan di wajah ayah, mungkin ayah masih lelah karena perjalanan dari Indonesia ke Jepang.
Aku, Lexi dan Aiko mendekati ayah. Kami duduk di hadapan ayah, entah mengapa kami bertiga seperti akan di sidang saja. Ekspresi ayah pun terlihat serius kali ini. Dia menatap kami satu per satu, dia melihatku lebih lama.
"Siapa yang sudah berani mengikatmu Lexa?!" Pertanyaan yang mengagetkanku dari ayah.
Kulihat Lexi dan Aiko tersenyum, sepertinya mereka senang jika aku di cecar pertanyaan dari ayah. Aku pun mengatakan semuanya pada ayah, bahwa Mamoru telah melamarnya.
__ADS_1
Ayah menyuruhku untuk mengundang Mamoru ke rumah untuk makan malam. Ayah ingin bertemu dengan Mamoru, untuk melihat sebesar apa kesungguhannya terhadapku. Aku pun mengangguk untuk menghubungi Mamoru untuk makan malam hari ini.
"Ada satu hal lagi, kenapa kau bertanya tentang Rey Hirasaki? Lalu apa hubungannya dengan Tante kalian yang sudah lama tiada?" Tanya ayah padaku dan Lexi.
Aku terdiam begitu pun Lexi dan Aiko, karena kami bertiga belum menemukan kaitannya Rey Hirasaki dengan tante Nita. Lexi hanya bisa memberikan informasi yang sudah didapat dari Himawari. Selebihnya kami tidak mengetahuinya.
Ayah terdiam sesaat, suasana ruangan menjadi hening. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Saat aku hendak berdiri untuk membuka pintu. Asisten Ari memberi tanda, dengan arti biar dia saja yang membuka pintunya. Aku pun kembali duduk, aku tidak tahu siapa yang datang pagi-pagi ke rumah.
Asisten Ari kembali masuk ke dalam rumah, aku terkejut saat melihat Himawari berada di belakangnya. Entah dari mana dia mendapatkan alamat rumah ini. Setahuku aku merahasiakan rumah ini dari siapapun kecuali Mamoru.
Ayah pun mempersilahkan Himawari duduk, apakah dia mengetahui bahwa aku serta Lexi adalah anak dari Alex Wibowo dan Rosalina Sanjaya. Karena baik aku ataupun Lexi tidak menceritakan siapa kami sebenarnya.
Aku melihat ke arah Lexi begitupun Lexi kedua mata kami bertabrakan, kami bertanya tentang kedatangan Himawari menggunakan kode kedua mata kami. Namun Lexi pun tidak mengetahui apa rencana Himawari datang ke rumah.
Aku berdiri lalu melangkahkan kaki menuju pantry, guna menyiapkan minuman dan camilan. Setelah siap semuanya aku pun kembali ke ruang tamu. Ku suguhkan minuman serta camilan di meja untuk Himawari dan semuanya.
"Ada urusan apa kau kemari?!" Lexi bertanya pada Himawari.
Himawari terdiam sesaat, dia masih terkejut dengan adanya kami di rumah. Kulihat dia menarik napasnya, lalu berusaha untuk memulai pembicaraan. Sebelum memulainya dia melihat satu per satu wajah kami yang hadir di ruang tamu.
Lalu Himawari pun menjawab pertanyaan Lexi, dia menceritakan kedatangannya ke rumah ini. Sebenarnya dia mencari tahu tentang keberadaan Alex Wibowo. Informasi yang dia dapat adalah alamat rumah ini, aku baru sadar bahwa rumah ini memang atas nama ayah. Namun semuanya sudah tertutup rapi, aku tidak menyangka dia begitu hebat. Sehingga bisa mendapatkan informasi ini.
____________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉
__ADS_1