Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 122


__ADS_3

Still Lexa POV


Terdengar ketukan pintu kamarku, aku membukanya ternyata itu Aiko. Dia sudah siap dengan semuanya, dia terlihat sangat cantik dengan gaun yang dikenakannya. Ternyata benar ayah mengerti bagaimana memilih gaun untuk Aiko, karena ayah sudah mengenal Aiko seperti putrinya sendiri.


"Kau terlihat sexi!" Aku berkata pada Aiko dengan menggodanya.


"Haha benar, 'kah? Itu artinya ayahmu memiliki selera yang bagus." Aiko menjawab sembari tertawa kecil.


" Ayo kita pergi! Kita tidak boleh terlambat sampai di sana!" Aku berkata pada Aiko sembari berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh tuan Young Jin.


Aku pikir tuan Young Jin akan memberikan alamatnya pada Aiko, akan tetapi dia malah menyuruh sopirnya untuk menjemput kami. Dia adalah teman sekaligus orang kepercayaan ayah, entah apa yang membuatnya begitu setia pada ayah.


Dia pernah menceritakan padaku tentang sepak terjangnya bunda, dikala ayah sedang terbaring tidak sadarkan diri karena koma. Menurutnya bunda adalah wanita yang sangat kuat dan pintar, bunda dapat membalas balik siapa yang sudah menyerangnya tanpa ampun.


Tuan Young Jin tidak mengira bahwa bunda yang terlihat begitu anggun dan feminim bisa bertindak seperti macan betina yang melindungi keluarganya. Bahkan suatu hari bunda pernah menyelamatkan istri tuan Young Jin dari serangan musuh. Mungkin itu juga yang menyebabkan tuan Young Jin selalu berada di pihak kami.


Aku tiba di sebuah hotel yang begitu megah, terlihat bahwa hotel ini memiliki stadart yang cukup bagus. Aiko berkata jika hotel ini salah satu hotel terbaik di Korea, sehingga banyak para pejabat penting dari luar negri yang menginap di sini.


Sebenarnya hotelnya tidak jauh berbeda dengan yang aku pesan, karena aku lebih memilih tidak terlalu memperlihatkan siapa aku sebenarnya. Pada intinya aku tidak ingin terlihat memboroskan uang ayah. Lagi pula hotel itu milik Hinoto sehingga aku memberikan pemasukan padanya juga 'kan.


Aku tiba di ruangan pesta, aku melangkah memasuki ruangan pesta dengan Aiko di sampingku. Terlihat para tamu undangan sudah hadir, seorang pelayan mengantarkanku untuk bertemu dengan tuan Young Jin.


"Hallo Nona Lexa, akhirnya saya bisa bertemu dengan Nona." Nyonya Mi-na menyapaku sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.


Aku melihat nyonya Mi-na seperti bunda, mungkin umur mereka tidak terpaut jauh. Entah mengapa aku tidak menerima uluran tangannya akan tetapi aku memeluknya dengan erat. Sehingga membuat nyonya Mi-na sedikit terkejut.


"Maafkan saya Nyonya Mi-na, bukan maksud saya untuk berlaku tidak sopan pada Anda. Namun anda mengingatkan saya akan Bunda!" ucapku untuk menghilangkan rasa terkejut nyonya Mi-na.

__ADS_1


Dia tersenyum dengan apa yang baru aku katakan, lalu di mengatakan tidak apa-apa. Dia merasa senang jika dianggap olehku sebagai bundaku juga, karena nyonya Mi-na mengenal bunda. Aku merasa senang bunda di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya, meski banyak musuh yang mengincarnya.


Jika aku mengingat itu, maka aku akan teringat tentang Rey Hirasaki dan juga penghianatan Mamoru padaku. Aku sungguh kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Mamoru, aku tidak menyangka dia bisa bertindak seperti itu padaku.


"Ayo, tidak usah melamun! Kita nikmati pesta malam ini, saya pamit dulu untuk menemui para client. Silahkan Nona Lexa serta Nona Aiko untuk menikmati minuman dan camilan yang sudah kami sediakan." Tuan Young Jin berkata dengan senyum khasnya lalu pergi bersama sang istri.


Aiko mengajakku untuk mengambil minuman ringan yang tidak beralkohol, karena aku tidak meminum minuman yang beralkohol. Aiko pun tahu apa yang aku suka dan tidak aku sukai, dia pun sekarang mulai mengikutiku. Saat aku sedang menikmati minuman dan camilan yang kuambil tadi.


"Lexa lihat arah jam 12!" Aiko berkata padaku.


Aku pun melihat ke arah yang Aiko tunjukkan, aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Hinoto, dia ada di pesta ini akan tetapi dia sedang bersama seorang wanita. Kulihat dengan seksama memang itu Hinoto dan wanita yang di sampingnya terlihat begitu dekat.


Pantas saja seharian ini dia melupakanku, apakah ini adalah Hinoto yang sesungguhnya. Ternyata dia sama saja dengan Mamoru, seorang penghianat. Aku sungguh tidak akan memafkannya, aku sudah percaya sepenuhnya pada dirinya. Namun dia mengkhianatiku.


"Kita hampiri saja Hinoto!" Aiko berkata, mungkin dia tahu apa yang sedang aku pikirkan.


Aku hanya memperhatikannya saja, aku tidak ingin membuat keributan di pesta tuan Young Jin. Karena dia adalah teman ayah dan bunda, aku tidak akan membuatnya malu hanya karena emosiku semata. Aku memutuskan untuk menghirup udara segar agar pikiranku tidak di penuhi oleh emosiku.


"Aiko, aku akan ke balkon dulu untuk mencari udara segar. Aku membutuhkan itu saat ini! Aku ingin kau menemui para client cari tahu apakah ada masalah tentang kerjasama kita atau tidak!" Aku berkata pada Aiko.


Aiko mengangguk lalu aku berjalan perlahan menuju balkon, aku memikirkan kembali apakah penilaian ayah dan Lexi tidak tepat mengenai Hinoto.


Aku memandangi langit yang sedang sendu tanpa ditemani cahaya bulan dan bintang-bintang. Hatiku sungguh kacau melihat semua ini, aku merasa kembali terhianati.


"Selamat malam Nona, maaf jika saya mengganggu! Apakah saya bisa menemani Nona di malam yang sendu ini?" ucap seorang pria padaku.


Aku memalingkan wajahku ke samping guna melihat siapa yang sedang berbicara padaku. Aku tidak mengenali pria ini, sepertinya dia sedang berusaha mendekatiku. Malam ini aku sedang malas untuk menghadapi pria seperti dia.

__ADS_1


"Lebih baik Anda mencari wanita lain untuk Anda jadikan teman berbincang! Saat ini yang saya inginkan adalah kesendirian, jadi saya mohon silahkan Anda pergi dari sini atau saya yang akan pergi dari sini!" Aku berkata dengan penekanan agar dia mau pergi meninggalkanku.


Namun semua yang aku katakan tidak membuatnya pergi, dia masih berada di sampingku. Aku menghela napas, aku sungguh tidak ingin berdebat dengan siapapun saat ini. Yang aku inginkan adalah ketenangan, kenapa sangat sulit dia mengerti yang aku inginkan.


"Bolehkah saya memperkenalkan diri, nama saya Ye-Seung." Pria itu memperkenalkan dirinya meski aku tidak bertanya.


Aku hanya diam, sungguh ingin rasanya aku membentaknya dan menyuruhnya pergi dari hadapanku. Namun aku sungguh lelah untuk berdebat dengannya, karena pikiranku masih tertuju pada Hinoto yang sangat dekat dengan seorang wanita.


"Tuan Ye-Seung, saya memohon pada Anda bisakah Anda meninggalkan saya sendiri? Jika Anda tidak ingin meninggalkan saya sendiri maka saya yang akan pergi dari sini!" Aku mengatakan sekali lagi dengan penekanan.


Namun dia masih saja berdiri di sampingku, apakah dia tidak mendengar apa yang kukatakan tadi. Sungguh dia pria yang begitu keras kepala.


Jika saja di sini ada Aiko, dia pasti sudah mengusirnya jauh-jauh. Namun kulihat dari kejauhan Aiko sedang berbincang-bincang dengan para client. Aku tidak bisa menghubunginya hanya untuk mengusir pria tidak tahu malu ini.


Aku pun membiarkan dia dengan apa yang mau dia katakan, aku tidak peduli. Aku meminum minuman yang masih ada di dalam gelas yang ku pegang. Ku pendarkan mataku guna mencari keberadaan Hinoto, mataku tertuju padanya, sepersekian detik aku matanya juga tertuju padaku.


Aku segera memalingkan wajahku agar dia tidak sadar dengan keberadaanku. Karena yang dia tahu aku berada di Jepang bukan di Korea. Apakah ini alasan dia tidak menghubungiku, karena dia sedang sibuk dengan wanita lain.


Mengapa pikiranku terhadap Hinoto hanya pikiran negatif saja, apakah aku belum bisa melupakan sepenuhnya tentang pengkhianatan Mamoru padaku. Apa yang harus aku lakukan?


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.

__ADS_1


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉


__ADS_2