
Lexa POV
"Kau sungguh bodoh Mamoru! Kau bisa dengan mudah dimanfaatkan olehnya! Dan aku tidak menyangka kau tidak mengatakan semuanya padaku!" Aku berkata pada Mamoru.
Aku sungguh kecewa padanya, aku sudah bertanya padanya berulang kali. Tapi dia masih saja tidak mengatakannya padaku, karena bagiku sebuah hubungan harus dilandasi juga dengan kejujuran.
Aku melihat penyesalan dimatanya, namun semua itu sudah terlambat. Karena bagiku sudah cukup memberikannya kesempatan untuknya berkata jujur.
Rey Hirasaki terkekeh melihat semuanya, dia merasakan kemenangan atas permasalahanku dengan Mamoru. Aku tidak bisa menyalahkan semua ulah Rey, karena Mamoru juga sama bersalahnya bagiku.
"Haha apakah kau lihat itu Alex! Betapa menyedihkannya putrimu itu! Dia merasa dibohongi oleh kekasihnya sendiri!" Rey berkata dengan penuh rasa kemenangan pada ayah.
Aku hanya bisa diam, aku melihat ayah yang begitu sedih. Namun terlihat kemarahan di matanya, aku tahu dia pasti kecewa atas sikap Mamoru.
Karena ayah pun sudah pernah bertanya padanya apa yang membuat aku membatalkan pernikahan. Namun mamoru pun tidak menjawab dengan jujur pertanyaan Ayah, itu juga yang membuat ayah marah.
"Hentikan semua ini Ayah! Sudah cukup kau membuat keluarga mereka menderita!"
Aku terkejut mendengar Alan bicara seperti itu, aku tidak tahu sejak kapan dia berada di tempat ini. Apa mungkin dia juga bekerjasama dengan Rey Hirasaki dalam rencana ini.
Rey Hirasaki sangat kesal mendengar bahwa Alan menyuruhnya menghentikan balas dendamnya.
"Apa kau bilang Alan! Kau ingin aku menghentikan semuanya? Seharusnya kau membantuk atas segala rencana ini! Seharusnya kau membalas jasaku karena sudah merawatmu! Jika tidak ada aku kau mungkin akan tiada!" ucap Rey Hirasaki pada Alan.
Alan terdiam sesaat, entah apa yang dia pikirkan namun yang pasti dia terlihat sedih. Tapi perkataan Rey sungguh kejam, seharusnya dia tidak berkata seperti itu.
"Apa belum cukup semua yang kulakukan untukmu Ayah? Hingga kau menjadikanku seperti seorang iblis?!" Alan berkata dengan dinginnya.
Rey tersenyum tipis, dia mengatakan bahwa semua itu belum cukup. Karena dia sudah berjanji pada temannya untuk membuatmu menderita.
Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa dia mengatakan seperti itu pada Alan. Ada rahasia apa dibalik semua ini, siapakah orangtua Alan yang sesungguhnya?
"Jadi selama ini kau tahu siapa orangtua kandungku! Namun kau menyembunyikannya dariku?" teriak Alan pada Rey Hirasaki, terlihat jelas dia sangat ingin mengetahui siapa orangtuanya.
Merasa kesal karena pertanyaannya tidak di jawab oleh Rey Hirasaki, membuat Alan menyerang pengawal Rey. Sepertinya dia tidak peduli lagi dengan dengan apa yang sudah Rey Hirasaki lakukan padanya.
Karena banyaknya pengawal yang menyerang Alan, akhirnya dia pun berhasil dilumphkan. Aku tidak tahu apakah semua ini akan menjadi akhir bagi kami semua.
Entah apa yang ada di benak Rey Hirasaki, dia menyuruh para pengawalnya untuk membuat kami menderita. Mereka menyiramkan air dingin sedingin es, sehingga membuat tubuhku terasa dingin.
Aku melihat semuanya sudah mulai merasakan penderitaan, aku sudah tidak kuat lagi. Apakah aku tidak bisa membalas kematian bunda bahkan menyelamatkan ayah pun aku tidak sanggup.
__ADS_1
Whussss!
Satu persatu pengawal Rey Hirasaki terjatuh, terlihat anak panah mengenakkan anggota tubuh mereka. Aku berusaha membuka kedua mataku, guna melihat siapa yang telah menyerang pengawal Rey Hirasaki.
Whussss!
Anak panah mengenai tali yang mengikat kedua tanganku, seketika tali itu terlepas. Aku pun terbebas namun aku tidak bisa berdiri karena lemas.
Aku hanya bisa duduk lalu aku melihat sekeliling ikatan mereka semua sudah terlepas. Aku bersyukur mereka sudah bisa terlepas dari ikatan yang menyakitkan ini.
Aku berusaha mengumpulkan tenagaku kembali, aku harus bisa berdiri dengan tegap. Aku tidak boleh kalah, karena aku harus membalas semua perbuatan Rey Hirasaki pada keluargaku.
Dor!
Dor!
Whussss!
Selain tembakan anak panah terdengar juga suara tembakan senjata api. Sebenarnya siapa mereka yang sudah menyerang para pengawal Rey Hirasaki. Aku tidak tahu apakah mereka memang membatuku atau musuh lain dari Rey Hirasaki.
Seluruh pengawal yang masih bisa berdiri tegap segera mengelilingi Rey Hirasaki. Mereka berusaha melindungi Rey, aku berusaha melihat sekeliling guna mencari keberadaan ayah.
Aku tidak menemukan ayah, dimana sebenarnya posisi ayah sekarang. Tidak mungkin ayah bisa lari dengan cepat karena keadaannya saat ini sangat lemah.
Entah mengapa aku tidak ingin Mamoru berada di dekatku, meski aku masih mencintainya. Aku masih tidak terima dengan sikap dia yang menyembunyikan semuanya.
Aku lihat Alan sudah mulai menyerang pengawal Rey, terlihat jelas dia sangat marah. Mungkin dia ingin mengetahui siapa orangtua kandungnya. Namun Rey tidak mengatakannya.
Aku pikir para pengawal Rey Hirasaki sudah mulai berkurang, namun beberapa menit kemudian berdatangan para pengawal Rey. Mereka terus melindungi Rey Hirasaki yang masih menyadera ayah.
Aku melihat Lexi dan yang lainnya sudah mulai berdiri tegap, mereka pun mulai menyerang para pengawal. Aku tidak akan tinggal diam, aku berjalan ke depan untuk menyelamatkan ayah.
Namun Mamoru menyentuh tanganku lalu berkata, "Aku mohon Lexa maafkan aku! Aku tahu aku salah padamu!"
"Bukan saatnya untuk membahas masalah kita! Saat ini yang terpenting adalah keselamatan ayah dan semuanya!" Aku berkata lalu menghempaskan tangan Mamoru.
Aku berlari menuju arah Rey Hirasaki, beberapa pengawal menghadangku. Mereka langsung menyerangku dengan tinjuan dan tendangan. Saat ini aku hanya bisa bertahan dari serangan mereka.
Aku menunggu saat yang tepat untuk menyerang balik, tidak akan kubiarkan mereka memang kali ini. Aku tersenyum lalu aku mulai menyerang mereka dengan tinjuanku lalu kuakhiri dengan tendangan.
"Hanya seperti ini kekuatan anda Nona?! Apakah kau bisa melawan kami semua!" ucap seorang pengawal padaku dengan nada menyepelekanku.
__ADS_1
Aku kesal dengan perkataannya padaku, tanpa kata-kata aku langsung menyerang mereka dengan bertubi-tubi. Aku tidak memikirkan apa yang akan terjadi jika aku tidak bisa mengendalikan emosiku.
Semua tenagaku terkuras, mereka tahu aku mulai kehabisan tenaga. Mereka mulai menyerangku dengan cepat dan kuat, secara perlahan aku terpaksa mundur sedikit demi sedikit.
"Apa kau butuh bantuanku sayang?!" ucap seseorang dari belakangku, aku mengenal suara ini.
Aku memalingkan wajahku sesaat untuk melihat siapa yang bicara padaku. Benar saja dugaanku, dia adalah pria bertopeng. Jadi dia yang membantuku tadi.
Tapi mengapa setiap mendengar ucapannya terasa kesal, karena dia terdengar begitu mesum. Aku semakin terpojok sehingga punggungku dan punggungnya menempel.
Pada akhirnya kami berdua terkepung oleh para pengawal Rey, kupedarkan mataku guna melihat keadaan yang lain. Ternyata mereka bisa mengatasi para pengawal Rey Hirasaki. Aku berharap tidak betshambah lagi para pengawal Rey Hirasaki.
"Apa kau masih bisa bertarung?!" tanya pria bertopeng padaku.
Aku menjawab "Ya" seketika pria bertopeng itu mengangkat tubuhku. Aku tahu jika dia sudah melakukan ini, maka aku mengangkat kedua kakiku.
Kami berputar, satu per satu pengawal jatuh tersungkur terkena tendanganku. Secara perlahan dia menurunkanku, aku berdiri tegap dengan kedua kakiku.
"Lexa! Cepat kau kejar Rey Hirasaki! Dia membawa ayah ke arah jurang!" teriak Lexi padaku.
"Bagaimana denganmu?!" Aku bertanya dengan sedikit khawatir.
"Cepat pergi! Nanti aku akan menyusulmu!" Lexi menyuruhku untuk segera pergi mengejar Rey yang pergi bersama ayah.
Sebelum aku berlari aku melihat Mamoru lebih pertama mengejar Rey Hirasaki, namun aku tidak ingin dia ikut campur dalam urusanku. Aku pun berlari guna mengejar Rey Hirasaki.
Pria bertopeng itu mengikutiku dari belakang, dia melindungiku dari serangan para pengawal Rey Hirasaki yang masih mengejarku. Sebenarnya dia itu siapa? Mengapa dia bisa ada di sini.
Aku hempaskan semua pertanyaan dalam hatiku, yang penting adalah keselamatan ayah saat ini. Jangan samapai Rey Hirasaki berhasil dengan semua rencananya.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉
__ADS_1
c you next bab 😘