Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 86


__ADS_3

Lexa POV


Aku belum bisa menemukan keberadaan Lexi, aku mengatakan pada Aiko mengenai penculikan Lexi. Aiko berkata akan langsung menuju rumah, jadi dia akan bicara setelah sampai di rumahku.


Saat aku menunggu Aiko, aku mendapatkan sebuah pesan dari Himawari. Dia mengatakan bahwa dia mengetahui keberadaan Lexi saat ini, aku membalas pesannya. Aku meminta dia menunjukkan posisi Lexi saat ini.


Lalu Himawari mengirimkan sebuah map, kurasa itu adalah posisi Lexi saat ini. Aku pun bersiap mengganti pakaian yang biasa aku gunakan untuk bertarung.


Aiko tiba saat aku sudah bersiap-siap, dia bertanya padaku "Mau kemana kau? Apakah kau sudah menemukan keberadaan Lexi?"


Aku mengangguk, aku mengatakan Himawari telah menemukan posisi Lexi. Aiko pun menyuruhku untuk menunggunya, karena dia pun akan ikut bersamaku. Dia mengganti pakaiannya, aku sudah menyiapkan satu setel pakaian yang bisa dia gunakan.


Aku mengumpulkan semua senjata yang bisa digunakan, aku berharap ayah tidak mengetahui. Apa yang aku lakukan saat ini, aku tidak ingin jika harus kehilangan lagi. Baik itu ayah ataupun Lexi.


Setelah semuanya siap, aku pergi menggunakan mobil. Sepertinya ayah sedang berada di dalam ruang kerjanya bersama asisten Ari. Untung saja tidak banyak pelayan disini. Jadi aku bisa pergi tanpa diketahui orang.


"Nona! Anda mau pergi kemana?!" tanya seorang pelayan padaku.


Aku mengatakan bahwa aku akan pergi ke rumah Aiko, dia melihat pakaianku. Lalu setelah itu dia bisa mengijinkan aku untuk pergi, aku bersyukur Aiko mengatakan padaku sebelum pergi untuk memakai pakaian lagi, sehingga tidak terlihat pakaian yang sebenarnya.


Aku pun menyalakan mesin mobil, lalu aku tancap gas. Mobil seketika melesat dengan cepatnya. Aku menyuruh Aiko untuk membuka pesan dari Himawari, disana ada map posisi Lexi.


Akhirnya aku sampai di lokasi yang dikatakan oleh Himawari, aku melihat seorang gadis berpakaian warna hitam-hitam. Kenapa kostumnya sama denganku, aku menatapnya dengan lekat. Ternyata itu adalah Himawari.


Aku turun dari mobilku di ikuti oleh Aiko, lalu aku menghampiri Himawari. Aku bertanya bagaimana keadaannya sekarang, apakah dia bisa melihat kondisi Lexi.


"Keadaannya sangat kacau, sepertinya mereka sudah memukuli Lexi secara brutal!" Himawari berkata padaku.


Aku menyuruh Himawari memakai earpiece, begitupun dengan Aiko. Aku ingin mereka bisa berhubungan langsung denganku. Himawari menunjukkan sebuah denah gedung ini, ternyata dia sudah menyiapkan begitu lengkap.


"Bagaimana caranya kau bisa menemukan Lexi?!" tanyaku pada Himawari.


Himawari berkata bahwa dia melihat Lexi di serang oleh sekelompok orang, Lexi berusaha melawan mereka. Namun dia tidak bisa melawan lagi setelah salah seorang menembakkan sesuatu pada tubuhnya. Setelah terkena tembakan itu Lexi jatuh tak sadarkan diri.


Himawari berniat menyelamatkan Lexi, namu dia bukan tandingan mereka. Jadi dia memutuskan untuk mengikuti kemana Lexi di bawa. Setelah itu Himawari kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap menyelamatkan Lexi. Sebelum itu dia menghubungiku tentsng keberadaan Lexi, karena Himawari tidak bisa bertindak sendiri.


Aku meminta Himawari dan Aiko untuk di belakangku, aku harus tau berapa orang yang menjaga Lexi. Lebih baik aku yang menjadi umpan agar mereka keluar semuanya.


Brakkk!


Aku menendang pintu sebuah ruangan, di sana kulihat Lexi sedang terikat di sebuah kursi kayu. Aku melihat keadaan Lexi sangat menyedihkan. Rasanya aku ingin membunuh mereka semua, karena sudah membuat Lexi seperti ini.


Mereka terkejut melihatku mendobrak pintu, aku mengerlingkan kedua bola mataku. Aku menghitung berapa jumlah mereka, 1, 2, 3 ..., total mereka ada 15 orang.

__ADS_1


Apakah mereka sudah berkumpul semua, apa masih ada musuh yang bersembunyi di suatu tempat. Aku tidak peduli yang penting sekarang adalah aku menyelamatkan Lexi.


"Hai Nona! Apakah kau mencari mati hah?!" ucap seorang musuh padaku.


Aku hanya tersenyum tipis, mereka tidak menerima dengan sikapku. Aku melangkah mendekati mereka, tanpa basa-basi aku langsung menyerang salah satu dari musuh.


Bug!


Whuuss!


Brugggg!


Kulayangkan tinjuanku lalu kuakhiri dengan tendangan yang mematikan, sehingga dia tidak dapat berdiri lagi. Melihat temannya jatuh tersungkur karena seranganku, mereka langsung menyerangku.


"Kau cukup hebat juga gadis manis! Namun hari ini adalah hari terakhirmu untuk menyombongkan diri!" Seorang musuh berkata dengan nada yang menjijikan.


Lexa tidak tahan dengan apa yang dia ucapkan, namun dia terus saja membual. Dan akhirnya Lexa tidak bisa menahan dirinya lagi, lalu dia melayangkan sebuah belati kecil ke bagian paha kiri pria itu.


Para musuh mengeluarkan senjata tumpul mereka, aku menghentikan jariku. Sebagai tanda bahwa sudah saatnya Aiko dan Himawari keluar dari persembunyian. Mereka berdua pun keluar dari tempat persembunyiannya, Aiko memegang senjata begitupun dengan Himawari.


"Apa yang kalian lakukan di sini?!" Lebih baik kalian pergi dari sini sebelum semuanya terlambat! Aku mohon Lexa pergilah dari sini!" Teriak Lexi padaku dan pada yang lain.


"Kau bodoh Lexi! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu! Kau harus ingat itu hah!" jawabku pada Lexi.


Bug!


Akhirnya terjadi perkelahian antara kami, aku mengarahkan semua kekuatanku untuk menghadapi mereka. Aku harus cepat melumpuhkan mereka, karena aku yakin sebentar lagi kawanan musuh akan berdatangan


"Aiko! Himawari! Kita harus cepat membereskan mereka semua! Jika tidak jumlah mereka akan bertambah!"


Mereka mengangguk setelah mendengar perkataan ku, satunpersatuusih dapat kami lumpuhkan. Aku bergegas menghampiri Lexi, aku berusaha melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan kakinya.


Dor!


Aku terkejut, aku mendengar suara tembakan. Aku menghentikan gerakanku, guna melihat siapa yang sudah melepaskan tembakan itu. Itu adalah Rey Hirasaki.


Aku tidak menyangka dia akan datang kemari, bagaimana ini aku harus segera bisa pergi dari sini. Lalu membawa Lexi ke rumah sakit, Aiko dan Himawari berjalan mundur secara perlahan. Mereka mendekatiku dan Lexi.


"Hahaha aku tidak menyangka yang akan masuk dalam jebakanku adalah putri dari Alex Wibowo! Saat pertama kali melihatmu, aku sudah menyadari bahwa kau adalah putri dari ******** itu!" ucap Rey Hirasaki dengan penuh kemarahan jika menyebut nama ayah.


Aku hanya bisa berdiam diri, Aiko mundur kebelakangku. Dia secara perlahan melepaskan ikatan Lexi. Setelah terlepas dari ikatannya, Lexi berdiri di sampingku. Dia berusaha berdiri tegap, dia tidak ingin membuatku khawatir.


"Aku tidak menyangka, kalian berdua begitu pintar! Sehingga bisa menemukanku dengan cepat. Aku sungguh menikmati permainan ini, aku kira kalian tidak akan bisa hidup setelah kematian Alin!"

__ADS_1


Lexi geram saat Rey Hirasaki menyebut bunda, dia hendak berlari ke arahnya guna menyerangnya. Namun aku menahan Lexi, karena saat ini tidak mungkin melawan Rey Hirasaki.


"Kenapa? Kenapa kau lakukan semua ini? Apa salah Bunda kami padamu hah?!" Aku berteriak pada Rey Hirasaki.


Dia hanya tersenyum tipis saat aku bertanya seperti itu, dia tidak menjawab apa yang kutanyakan. Dia menyuruh pengawalnya untuk menangkap kami.


Aku memasang kuda-kuda, aku harus bisa bertahan. Aku tidak akan menyerah begitu saja padanya. Aku menyuruh Lexi untuk berisi di belakangku, karena saat ini dia sedang terluka.


"Himawari, aku mohon lindungi Lexi! Hanya kau yang bisa melindunginya!" Aku berkata pada Himawari, aku melihat Himawari mengangguk. Itu tandanya dia setuju dengan permintaanku.


Aku menatap Aiko, dia pun mengangguk. Itu artinya dia tahu apa yang aku maksud. Hidup atau mati aku tidak akan menyerah pada Rey Hirasaki.


Beberapa pengawal mulai mendekat, aku pun mulai melakukan pertahan. Mereka mulai menyerangku dan aku bertahan. Aku berusaha mencari celah untuk menyerang balik. Namun mereka terus saja menyerangku tanpa jeda.


Bug!


Aku menemukan kesempatan untuk membalas serangan mereka, sehingga aku melayangkan tinjuanku dengan sekuat tenaga.


Brugggg!


Satu persatu musuh berhasil aku lumpuhkan, aku juga melihat Aiko berhasil melumpuhkan beberapa musuh. Lalu aku melihat ke arah Lexi dan Himawari, mereka baik-baik saja. Ternyata mereka bisa kerjasama untuk melawan musuh.


Dor!


Dor!


Rey Hirasaki menembakkan senjatanya ke atas dua kali, dia terlihat kesal karena pengawalnya berhasil kami lumpuhkan. Beberapa saat kemudian datang beberapa pengawal Rey Hirasaki.


Aku sungguh tidak habis pikir dengannya, mengapa dia begitu banyak mengerahkan pengawalnya. Apakah sebenarnya yang dia rencanakan, apakah ini adalah sebuah jebakan?


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘

__ADS_1


__ADS_2