
Still Lexa POV
Aku berjalan dengan perlahan karena gaunku yang menjuntai hingga lantai. Lexi dan Aiko selalu menjagaku agar aku tidak terjatuh dengan gaun yang aku kenakan.
Kulihat ayah dan semuanya sudah berada di ruangan pernikahan, aku menyapu seluruh ruangan dengan kedua mataku. Lalu mataku tertuju pada Mamoru yang menatapku tanpa mengedipkan kedua bola matanya.
Aku tersenyum, nikmati saja semuanya selagi kau bisa. Sebentar lagi kau tidak bisa menikmati apa yang sudah kau lihat ini, aku berlama perlahan untuk menuju kursi yang sudah disediakan untukku.
Ayah menghampiriku dengan senyum khasnya, mungkin senyum ini yang telah membuat Bunda tidak bisa berpaling dari ayah. Karena bunda pernah berkata padaku bahwa senyum ayah adalah senyum yang disukai olehnya.
Kulihat Aldo memberikan tanda pada Lexi, aku tersenyum melihat kelakuan kedua pria ini. Mereka sudah dewasa namun tidak merubah tanda mereka sewaktu masih kecil, sehingga aku mengetahuinya.
Aku lihat Mamoru sudah duduk di depan seseorang yang akan memimpin pernikahan. Aku pun duduk disamping Mamoru, dia tersenyum padaku lalu mengatakan bahwa aku cantik.
Aku tersenyum mendengar perkataannya yang lirih, pemimpin pernikahan memeriksa semua kelengkapan pernikahan. Setelah memeriksa kelengkapan pernikahan sudah lengkap, proses ijab qobul pun di mulai.
Saat pemimpin pernikahan akan menyatakan sah, aku berdiri dengan melepas selendang yang menutupi kepalaku dan kepala mamoru. Semua terkejut dengan apa yang aku lakukan.
"Pernikahan ini tidak sah! Karena aku tidak berniat untuk menikah dengan pria busuk sepertinya!" ucapku dengan lantang.
Semua orang yang hadir terperangah dengan apa yang baru saja aku katakan. Aku tidak peduli dengan pandangan orang terhadapku, namun yang aku inginkan saat ini adalah mengakhiri acara pernikahan dengan Mamoru.
"Apa yang kau katakan Lexa? Kenapa kau melakukan ini padaku? Bukankah kita saling mencintai! Kita sudah merencanakan semua ini?" ucap Mamoru yang terkejut dengan apa yang aku lakukan.
"Aku tidak mungkin menikah dengan pria yang hendak menghancurkanku! Dan aku tidak berniat menikah dengan pria yang sudah berselingkuh!" jawabku pada Mamoru.
Terlihat jelas wajah Mamoru berubah setelah aku mengatakan bahwa dia berselingkuh. Aku tersenyum, ternyata dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya segini kemampuannya yang berniat ingin menghancurkanku.
"Bukti apa yang kau miliki? Sehingga kau mengatakan bahwa aku berhubungan dengan wanita lain?" Sergah Mamoru.
"Kau ingin bukti?" ucap Lexi dengan geram.
__ADS_1
Lexi memberikan tanda pada Aldo, lalu Aldo menyalakan layar proyektor. Saat layar proyektor menyala, terlihat jelas apa yang sudah Mamoru lakukan dengan wanitanya.
Semua yang melihat itu mulai berbisik-bisik, entah apa yang mereka bicarakan. Apakah mereka membicarakan aku atau Mamoru, aku melihat layar proyektor yang dijalankan oleh Aldo. Aku merasa muak melihat apa yang sudah dia lakukan dengan wanita itu.
"Itu tidak mungkin! Pasti kalian yang telah merancang semua ini? Aku bahkan tidak mengenal wanita itu!" Mamoru berkata dengan penuh keyakinan.
Aku sungguh tidak menyangka dengan semua bukti yang ada dia masih saja berkelit. Ternyata ini adalah sifat asli darinya, jika dia masih berkelit aku masih memiliki beberapa bukti kebusukannya.
"Mamoru! Ayah tidak menyangka kau akan melakukan hal yang memalukan seperti ini! Ayah kecewa denganmu!" teriak ayah Mamoru yang kesal dengan perbuatannya.
Mamoru masih berkelit, dia tidak mengakui semuanya. Aku sungguh kesal dengan apa yang dia katakan. Dia berusaha menyakinkanku bahwa dia sungguh-sungguh mencintaiku. Dia berkata tidak ada wanita selain diriku, dia hanya ingin menikahiku.
Aku melihat Aiko sudah mulai kesal dengan apa yang dikatakan Mamoru. Lalu dia berkata, "Jika kau masih berkelit, aku masih memiliki bukti kebusukanmu!"
Mamoru menantang Aiko untuk menunjukan bukti yang dia punya, entah apa yang membuat dia begitu percaya diri dengan semua yang sudah terjadi.
"Bawa dia masuk Himawari!" teriak Aiko yang memanggil Himawari untuk masuk.
"Katakan dengan jujur siapa kau sebenarnya?!" ucap Aiko pada wanita itu.
Wanita itu hanya diam, dia tidak mau mengatakan apa-apa. Himawari berbisik padanya, entah apa yang dia bisikan sehingga membuat wanita itu ketakutan. Dan akhirnya dia mengatakan siapa dia.
"Namaku Akiko, aku adalah wanita yang selama ini menemani Mamoru. Kami sudah merencanakan akan menikah setelah acara pernikahan ini selesai! Mamoru berencana akan meninggalkan Lexa begitu saja setelah upacara pernikahan, sehingga Lexa akan merasakan kesedihan dan rasa malu!" Akiko berkata dengan lirih namun semua orang dapat mendengar semuanya.
Terlihat sangat jelas olehku bahwa dia merasa takut oleh Mamoru, mungkin dia akan terkena amarah Mamoru setelah ini. Mamoru memasang wanita itu dengan tatapan ingin membunuh.
Plak!
Aku sungguh terkejut dengan baru saja kulihat, Mamoru ditampar oleh ayahnya cukup keras. Lalu dia berkata, "Aku sungguh kecewa padamu! Mengapa kau melakukan semua ini hah?!"
Mamoru terkekeh, aku sungguh heran dengannya. Apakah dia sudah tidak waras. Apakah semua yang dia lakukan karena perasaanya terhadap Leo Ahmad begitu meninggalkan kesan yang mendalam. Sehingga dia berpikir bahwa bunda penyebab penderita Leo Ahmad.
__ADS_1
"Semua ini belum cukup Ayah! Niatku untuk menghancurkan putri dari Alin belum selesai!" Mamoru berteriak dengan kemarahan dimatanya.
Ayah Mamoru bertanya mengapa dia memiliki dendam dengan Alin, karena yang dia tahu jika Alin lah yang menolong Mamoru saat terjadi penculikan. Sedangkan Leo Ahmad adalah orang yang telah mendonorkan hati padanya.
"Apakah kau tahu Ayah! Alin adalah penyebab semua penderitaan Leo Ahmad! Dia juga yang menyebabkan Leo Ahmad mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Lexa! Ibu dan anak sama saja! Mereka berdua adalah penyebab kematian Leo Ahmad!" Mamoru berkata kesedihan yang memuncak namun ada kemarahan di hatinya.
Aku tidak menyangka semua informasi yang dia dapatkan tidak benar, karena aku tahu persis perjalanan cinta bunda, Leo Ahmad dan juga ayah. Aku melihat ayah sejenak, terlihat jelas di wajahnya ada kesedihan yang mendalam.
Aku tahu kau ayah, pasti kau merasa sedih jika ada yang mengatakan hal-hal yang buruk mengenai bunda. Aku tahu juga kau ayah, sekarang kau hanya diam namun setelah semua ini kau pasti akan bertindak. Karena itu adalah ciri khasnya.
"Dasar kau bodoh! Dari mana kau mendapatkan semua informasi itu hah?!" ucap tuan Eiji pada Mamoru.
Mamoru mengatakan bahwa dia mendapatkan semua informasi itu dari Rey Hirasaki sebelum kematiannya. Rey juga menunjukkan semua bukti dimana sebelum Leo Ahmad tiada. Dan juga bukti bahwa Alex Wibowo telah menghancurkan seluruh bisnis dan perusahaan Leo Ahmad.
"Apa kau ingin mengetahui semua kebenarannya?!" Ayah berkata dengan dingin.
Aku berusaha menghentikan ayah untuk menceritakan semuanya, karena itu akan membuka luka lama di hatinya. Aku memohon terus pada ayah namun ayah menghiraukanku.
Ayah menceritakan semuanya dari awal, sebelum ayah bertemu dengan bunda. Karena bunda telah berhubungan terlebih dahulu dengan Leo Ahmad dan mereka berniat untuk menikah. Namun bunda melihat Leo berselingkuh dengan mantanya, bunda melihatnya bukan sekali namun sudah beberapa kali.
Setalah itu bunda mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, dasaat itu bunda bertemu dengan ayah. Lalu ayah dan bunda menikah, namun Leo Ahmad kembali. Dia ingin merebut kembali bunda dari tangan ayah, namun setelah ingatan bunda kembali, bunda lebih memilih ayah dibandingkan Leo.
Ayah mengatakan mengapa dia menghancurkan semua bisnis dan perusahaan Leo Ahmad. Karena dia telah membuat bunda dalam bahaya bahkan bisa menyebabkan keguguran. Setelah itu haha menceritakan tentang Rey Hirasaki. Siapa Rey Hirasaki dan dendam apa yang dimilikinya terhadap bunda dan ayah.
Setelah mendengar semua cerita ayah, mamoru tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena semua yang ayah ceritakan dibenarkan oleh tuan Eiji. Tuan Eiji meminta maaf padaku dan ayah atas semua perbuatan Mamoru.
Setelah semuanya kembali tenang, entah apa yang dipikirkan oleh Mamoru. Dia memintaku untuk menikah dengannya, dia sungguh menyesal dan meminta maaf padaku. Dia memohon semabri berlutut untuk menerimanya kembali.
Aku sudah tidak bisa menerimanya kembali, meskiasih ada perasaan sayang yang aku miliki untuknya. Namun apa yang sudah dia perbuat sungguh fatal, karena sekali sudah berselingkuh maka dia akan terus berselingkuh.
Semua itu dikatakan bunda padaku, bahwa pria yang sudah sekali bermain dengan wanita lain maka dia tidak akan pernah berubah. Dia pasti akan terjerat kembali oleh wanita lain.
__ADS_1