
Alex POV
Ku lihat jam di tangan sudah menunjukkan pukul 01.15 menit, ku langkahkan kaki menuju kamar. Tapi ada suara pintu terbuka, niatku ingin ke kamar berubah haluan. Lebih baik aku melihat siapa yang baru tiba di tengah malam seperti ini. Itu Lexi! Kenapa dia baru pulang jam segini? Habis dari mana dia? Lebih baik kuhampiri dia!
"Kau baru pulang Lexi?" tanya ku pada Lexi yang baru saja masuk ke dalam rumah. Seorang pelayan yang membukakan pintu langsung pergi meninggalkan kami.
"Iya Yah, maafkan aku! Aku terlambat pulang karena aku mengurus sesuatu hal!" jawab Lexi sambil meminta maaf.
"Jika kau pulang samapai larut malam lebih baik kau bawa beberapa pengawal!" ucapku pada Lexi, aku takut terjadi sesuatu yang bisa melukainya.
Lexi pun mengangguk, entah apa yang sedang dia pikirkan dan apa yang jadi permasalahannya. Aku rasa dia sedang ada masalah, apakah ini hanya pemikiran ku saja. Kusuruh Lexi untuk masuk ke kamarnya untuk istirahat. Dan aku pun masuk ke dalam kamarku, andai saja kau masih ada sayang! Mungkin anak-anak kita tidak akan menderita seperti ini.
Aku begitu merindukan mu sayang, gadis tengilku, istri tengilku. Rasanya aku tak tahan dengan semua ini, jika ku lihat anak-anak, mereka sangat sedih atas kehilanganmu. Dan sekarang yang ada dipikiran mereka adalah balas dendam atas kematian mu. Rasanya masih tak rela aku kehilanganmu, masih belum cukup aku membuatmu bahagia. Ku pandangi foto Alin, istriku tercinta semoga kau diterima di sisi-Nya.
"Sayang apakah kau merindukan ku?
"Sayang aku sangat merindukanmu! Maafkan aku belum bisa menjadi suami mu yang baik! Alin...," Aku membalas pertanyaan. Apakah benar ini dia? Istriku yang sangat aku cintai.
Dia hanya diam dan menatapku dengan lembut, senyumnya membuatku merasakan kehangatan yang selama ini aku rindukan. Tatapan yang penuh kasih terhadapku yang aku harapkan, akhirnya aku bisa melihat semua ini. Aku berlari dan memeluknya dengan erat dan tak akan kulepaskan lagi kau Alin. Kupandangi wajahnya dia hanya tersenyum meski aku memeluknya sangat erat.
"Dengarkan aku sayang! Kita sudah tidak bisa bersama lagi tapi aku tetap mencintaimu! Aku mohon jaga anak-anak kita dengan baik, jadilah teman bagi mereka! Aku yakin kamu pasti bisa Alex, karena mereka adalah anak-anak kita. Lindungi mereka dengan segenap tenaga dan kekuatan mu, karena mereka dalam perjalanan yang bisa membahayakan nyawa! Aku sangat mencintaimu Alex Wibowo, dulu kau adalah musuhku sekarang kau menjadi imamku!"
Setelah mengatakan semua itu dia melepaskan diri dari pelukanku, aku menarik tangannya tapi dia hanya tersenyum padaku. Ku panggil namanya tapi dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya tersenyum dan berkata, "ingat pesanku tadi sayang!" Dia pun langsung menghilang.
"Alinnnnnnnnn!!"
__ADS_1
Aku terbangun, ternyata ini semua hanya mimpi! Apakah aku begitu merindukannya sehingga aku bermimpi tentangnya. Tapi sungguh aku begitu merindukannya, aku tidak bisa melupakannya meski kau sudah pergi bertahun-tahun lamanya. Di hati ku ini hanya ada kau, kau dan kau tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu di hatiku.
Apakah arti semua yang kau katakan dalam mimpiku tadi Alin? Apakah anak-anak dalam bahaya? Apa sebenarnya yang mereka lakukan di belakangku? Apakah mereka menyembunyikan sesuatu dari ku? Aku harus mencari tahu semuanya!
Keesokan harinya, aku menunggu anak-anak di meja makan untuk sarapan. Ku suruh pelayan untuk memanggil mereka, beberpa saat kemudian mereka pun turun dan duduk di sebelah ku. Aku pun menyuruh mereka untuk memakan sarapan mereka, setelah itu aku ingin mengajak mereka ke suatu tempat.
Ari menghampiri ku dan berkata bahwa malam ini ada undangan untuk pesta. Semua para pengusaha muda baik dalam dan luar negri akan hadir. Bearti aku pun harus menghadiri pesta tersebut dan yang pasti Lexa dan Lexi pun harus hadir. Sepertinya ku urungkan saja niatku untuk mengajak mereka pergi mengunjungi makam Alin, lagipula mereka pasti sudah kesana.
"Lexa, Lexi malam ini kalian akan ikut Ayah menghadiri pesta!" ucapku pada mereka.
Mereka pun mengiyakan tapi dengan satu syarat, mereka ingin menyembunyikan identitas mereka sebagai anak ku. Entah apa yang sedang mereka rencanakan, aku pun berusaha berpikiran positif. Dan aku menyetujui syarat mereka, aku pun menyuruh Aldo untuk menemani mereka di pesta nanti malam. Sedangkan aku seperti biasa bersama asisten setia ku Ari.
Setelah sarapan selesai, aku menyuruh Lexa dan Lexi untuk menyelesaikan sebuah tugas. Mereka harus menyelesaikan permasalah yang ada di kantor dalam waktu satu hari. Mereka pun menyetujuinya dan langsung pergi ke kantor. Aku yakin mereka bisa menyelesaikan tugas ini dalam satu hari. Karena Lexi jabat dalam IT sedangkan Lexa dia bisa mengurus kepegawaian.
Sayangku Alin jika kau masih ada, kau pasti akan sangat bahagia dan bangga dengan anak-anak kita. Mereka tumbuh menjadi pria dan wanita yang mandiri dan kuat. Mereka sama seperti mu apalagi Lexa jika kupandangi dia sekilas dia sama seperti mu. Aku harap mereka bisa menemukan kebahagiaan sejati.
Jika sudah saatnya aku pasti akan menemukan orang itu, entah apa yang membuatnya ingin menghancurkan diriku. Dia membuat orang-orang yang kucintai tiada. Aku tidak akan memaafkannya, aku menyuruh Ari untuk menyelidiki semuanya.
"Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu?" tanya ku pada Ari.
Ari hanya diam, aku tahu pasti dia sudah mengetahui semuanya. Jika dia diam seperti ini bearti dia di suruh berjanji untuk tidak mengatakannya. Pasti anak-anak menyuruhnya untuk merahasiakan semuanya. Aku bertanya sekali lagi padanya, dengan penekanan dengan kata lain dia harus menceritakan semuanya padaku.
Akhirnya Ari mengatakan semuanya padaku, bahwa anak-anak sedang mencari siapa dalang dibalik kematian Alin. Sekarang mereka sedang mengumpulkan semua informasi, yang di tinggalkan oleh Leo sebelum dia tewas di tembak musuh dan terjatuh dari gedung. Aku terkejut dengan apa yang Ari katakan dan lebih terkejutnya aku, bahwa Leo memberikan 2 USB.
USB pertama aku sudah mengetahuinya yang isinya adalah Vidio permintaan maafnya padaku dan Alin. Sedangkan USB yang kedua aku tidak mengetahuinya, ternyata Lexi tidak memberikan padaku. Aku harus tahu apa alasannya sehingga dia tidak mengatakannya padaku.
__ADS_1
"Ari suruh anak-anak pulang ke rumah jika urusan mereka selesai di kantor! Suruh mereka langsung menemuiku!" Perintahku pada Ari, aku harus tahu semuanya hari ini. Tidak boleh ada lagi yang mereka rahasiakan dari ku.
"Baik Tuan! Saya akan menghubungi Tuan dan Nona Muda!" Ari berkata dan ijin untuk keluar ruangan ku.
Aku duduk dan berpikir, apakah ini arti dari mimpiku semalam! Alin berusaha memberitahukan ku, bahwa anak-anak menjalankan misi yang bisa membahayakan nyawa mereka. Lexa dan Lexi kalian bisa menyembunyikan semua ini dari ku dalam jangka waktu yang lama. Apakah kalian tidak menganggap ku sebagai ayah kalian.
Tak terasa waktu sudah sore, aku masih menunggu anak-anak pulang dan menemui ku. Sebelum pergi ke acara pesta nanti malam aku ingin semuanya jelas. Tidak ada lagi kebohongan dari mereka padaku. Dan apa alasan mereka membohongi ku? Aku harus tahu semuanya.
Tok!
Tok!
"Masuk!" Ternyata itu Lexa dan Lexi, mereka masuk bersamaan. Dan kusuruh mereka untuk duduk. Tanpa basa-basi aku langsung bertanya pada mereka, seketika mereka terkejut. Akhirnya Lexi bercerita semuanya padaku, persis apa yang dikatakan oleh Ari.
"Jadi apa alasan kalian untuk tidak memberitahukan semua ini padaku? Apakah kalian tidak menganggap ku sebagai Ayah hah!! Apakah aku tidak pantas untuk mengetahui semua ini!"
"Tidak! Bukan begitu Ayah! Aku tidak bermaksud seperti itu, maafkan aku yang tidak memberitahukan semuanya pada Ayah. Tapi jika aku memberitahukan semuanya pada Ayah, aku takut Ayah akan pergi dan mengejar mereka! Aku takut kehilanganmu Ayah! Karena kami sudah kehilangan Bunda!" jawab Lexi padaku, dengan nada sedih.
"Aku juga bersalah Ayah, karena aku ikut mendukung Lexi! Karena aku juga tidak ingin kehilangan orang yang kami sayangi lagi. Sudah cukup Bunda yang meninggalkan kami! Aku tidak ingin kehilangan Ayah, hanya kau yang kami miliki!" timpal Lexa.
Lexa menangis, aku berdiri dan mendekati Lexa dan Lexi. Mereka berdiri dan memelukku dengan erat. Betapa mereka sangat menyayangi ku. Aku pun tak ingin kehilangan kalian, hanya kalian yang kumiliki. Dan aku pun berjanji pada Alin akan menjaga dan melindungi kalian. Maka aku akan melindungi kalian dan membantu misi kalian mencari pembunuh Alin.
____________________________________________
Sampai ketemu di bab berikutnya 😊
__ADS_1
aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚
ku tunggu dukungan kalian ya jangan lupa vote biar aku semakin maju ke depan kalau tidak juga tak masalah 😏