
Still Lexa POV
Setelah pembicaraan tadi malam aku, Lexi, Aiko dan Aldo bersiap-siap untuk pergi ke Kairo. Karena Kairo adalah tempat dimana bunda kuliah dan berhubungan dengan Leo Ahmad. Kami menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk misi kami. Ayah pun memberikan sebuah kunci apartemen, dimana apartemen itu adalah milik bunda. Dan bunda tinggal disana selama beberapa tahun dalam menyelesaikan studinya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba di Kairo. Aku langsung menuju apartemen yang pernah bunda tinggali. Aku baru pertama kali menginjakkan kaki di Kairo, kami beberapa kali diajak bunda ke Jepang. Selebihnya tidak pernah karena bunda fokus menjaga ayah sewaktu koma.
Kairo adalah tempat bunda memulai hubungannya dengan Leo Ahmad. 'Apakah kami akan berhasil menemukan pecahan puzzle yang kau simpan Leo Ahmad!' batinku. Dalam perjalanan kupandangi orang-orang yang berlalu-lalang, aku memikirkan apakah bunda selalu berjalan seperti ini.
Ckitttt!
Mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah lokasi apartemen mewah. Aku membuka pintu mobil dan keluar dari mobil tersebut, begitu pun Aiko, Lexi dan Aldo. Ku melangkah secara perlahan menuju apartemen, kupandangi lingkungan apartemen ini. Ku terbayang sosok bunda, dia selalu berjalan di jalan yang kutempuh ini. Langkahku terhenti karena aku sudah berada di depan apartemen bunda. Kutekan beberapa tombol yang ada di samping pintu, ayah memberikan kode pin apartemen bunda.
Ceklek!
Suara pintu terbuka, aku pun masuk bersama Aiko, Lexi dan Aldo. Keadaan apartemen ini sangat rapih dan bersih, sepertinya ada seseorang yang selalu membersihkan tempat ini. Mungkin ayah yang menyuruh seseorang untuk menjaga apartemen ini. Ternyata apartemen ini cukup luas, terdiri dari dua kamar. Lexi dan Aldo langsung duduk di sebuah sofa. Sedangkan Aiko akan memilih kamar mana yang akan kami tempati.
Aku menuju pantry untuk memeriksa ternyata semua sudah tersedia, apakah ayah yang menyiapkan semuanya! Karena ayah selalu melakukan hal-hal yang tak terduga. Saat aku akan mengambil sebotol air mineral, aku mendengar ada suara yang menekan tombol pintu masuk apartemen. Aku langsung mendekati pintu, Lexi dan Aldo segera bersiap-siap jika ada hal yang membahayakan.
Ceklek!
Pintu terbuka, aku sudah siap dengan botol air mineral dan itu akan ku pukulkan pada seseorang yang akan memasuki apartemen. Seseorang masuk, dia mengenakan sebuah topi berwarna hitam.
Buk!
Tanpa basa-basi kulayangkan botol minuman mineral yang ada di tanganku. Dia menangkis serangan ku, terjadilah perkelahian kecil antara kami.
Whuuss!
__ADS_1
Kulayangkan tendangan ku dia menghindar dengan menundukkan kepalanya dan tendangan ku menyentuh topi yang dia kenakan. Sepersekian detik topi terlepas dari kepalanya dan itu menyebabkan rambutnya tergerai. Aku terkejut ternyata dia seorang wanita. 'Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia bisa masuk kedalam apartemen bunda?' batinku.
"Siapa kau?!" tanya ku pada gadis yang sudah kupegang kerah bajunya.
"Apakah kau sudah lupa padaku Alexa Wibowo!" jawabnya dengan tegas.
Aku melepaskan kerah baju gadis itu, entah mengapa menurutku dia tidak berbahaya. Dia pun merapihkan pakaiannya dan merapihkan rambutnya yang sudah berantakan. Lexi dan Aldo mendekati kami, beberapa saat kemudian Aiko pun menghampiri kami.
"Siapa kau?!" Lexi bertanya kembali, karena gadis itu belum menjawab pertanyaan yang ku layangkan.
"Ternyata kau juga sudah melupakan ku Alexi Wibowo!"
Dia mengenal kami berdua, siapa dia sebenarnya. Ada hubungan apa antara kami? Dalam benakku begitu banyak pertanyaan mengenai gadis ini. Tapi dia malah berbelit-belit, sehingga aku dibuatnya kesal. Aku pun bertanya sekali lagi padanya, dia hanya tersenyum dan itu membuatku semakin kesal saja.
"Hahaha baiklah, akan aku beritahu siapa diriku ini! Aku pikir kalian berdua akan mengingatku, ternyata kalian lupa akan diriku! Padahal aku selalu mengingat kalian putra dan putri dari Alex Wibowo dan Rosalina Sanjaya!" ucap gadis itu semakin membuat ku penasaran dan aku tak sabar ingin mendengar namanya.
Lexi pun sama dengan ku begitu penasaran sekali dengan gadis ini, dia mengenal ayah dan bunda. Lexi pun bertanya untuk kesekian kali padanya. Sempat terlontar kata-kata ancaman dari Lexi jika gadis itu masih saja berbasa-basi.
Ternyata gadis ini adalah putri dari tante Lili dan paman Arata, yang membuatku bingung kenapa dia ada di apartemen bunda. Aku masih tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia terus memandangi ku dan tersenyum sambil berkata, "apakah kau tidak akan memelukku Lexa?"
Sebelum mendengar jawaban ku, dia langsung menghampiri ku dan memelukku dengan erat. Dia memelukku sangat lama, seakan-akan dia tidak ingin melepaskan ku. Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan berjalan menuju sofa kemudian dia duduk.
Aku pun menghampirinya, duduk di hadapannya dan bertanya padanya, "kenapa kau ada disini? Kenapa kau bisa tahu arpatemen dan pin masuk apartemen ini?" dia hanya tersenyum.
Dia menghela napasnya, setelah itu dia bercerita kenapa dia ada di Kairo dan bisa tahu apartemen bunda. Ternyata tante Lili yang menyuruhnya kemari, untuk membatu misi kami menemukan semua informasi pembunuh bunda. Kenapa dia bisa tahu pin apartemen ini karena tante Lili tahu pinnya, karena tante Lili sahabat bunda. Aku cukup senang dengan kehadiran Minami, tapi aku tidak mau membahayakan nyawanya. Karena misi ku pasti banyak rintangan dan banyak musuh yang terus mengejar kami.
"Sebaiknya kau kembali saja ke rumah mu! Aku tidak mau terjadi hal-hal yang bisa membahayakan mu!" ucapku pada Yuki.
__ADS_1
"Aku akan tetep membantu kalian!" jawab Yuki dengan tegas.
Yuki mengeluarkan handphone-nya dan menghubungi seseorang. Dia berbicara dengan lembut dan penuh hormat, tak lama kemudian dia memberikan handphone-nya pada ku. Aku pun mengambil handphone-nya, lalu aku berbicara dengan seseorang di seberang telepon. Lexi, Aiko dan Aldo memandangku, mereka penasaran aku bicara dengan siapa.
Aku pun berkata pada mereka, bahwa aku berbicara dengan tante Lili. Dia berkata benar bahwa Yuki di tugaskan oleh tante untuk membatu kami. Dan aku tidak bisa menolak atau membantahnya, dia sudah sama seperti bunda. Aku tahu jika aku menolak permintaan tante Lili, maka dia akan menyuruh Yuki mencari puzzle itu sendiri. Itu yang akan sangat membahayakan, aku tidak mau terjadi sesuatu pada Yuki. Setelah mendengar perkataan ku, Aiko dan Aldo tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Apa kau yakin dengan keputusan mu Yuki? Karena ini semua sangat berbahaya, bahkan bisa kehilangan nyawa!" ucap Lexi pada Yuki.
"Aku yakin dengan semua keputusan ku! Jadi kalian tidak usah menyuruhku kembali ke negara ku!" jawaban tegas Yuki sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Akhirnya aku dan Lexi mengijinkan Yuki untuk ikut baresama kami, untuk mencari pecahan puzzle Leo Ahmad. Aldo dan Aiko mereka mereka mengikuti semua keputusan ku dan Lexi. Kuputuskan hari ini kita semua beristirahat, besok baru kita mencari semua informasi tempat mana yang bunda singgahi.
Karena kamar hanya ada 2 jadi aku menggunakan kamar yang lebih besar. Karena aku akan menempatinya bersama Aiko dan Yuki, sedangkan Lexi di kamar yang satunya lagi. Sedangkan Aldo dia memilih tidur di sofa, padahal Lexi sudah menyuruhnya untuk tidur di kamar bersamanya. Karena Lexi tidak pernah menganggap Aldo sebagai pelayan atau pengawal, dia menganggap Aldo seperti temannya.
Lexi kesal dengan sikap Aldo yang teguh dengan pendiriannya, akhirnya dia menyuruh Aldo untuk tidur di kamar dengan nada perintah. Barulah Aldo mengikuti perintah Lexi, aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mereka. Mereka seperti seorang adik dan kakak yang berdebat.
Kulihat Aiko dan Yuki sudah terlelap tidur, kumelangkah keluar kamar menuju pantry untuk mengambil minum. Aku melihat Lexi masih duduk dengan Notebook-nya.
"Kau belum tidur? Istirahatlah besok bisa kau lanjutkan pekerjaan mu!" ucapku pada Lexi, agar dia segera istirahat.
Dia masih saja memainkan jari-jemarinya di atas keyboard Notebook-nya. Aku tidak bisa memaksanya, jika dia menginginkan sebuah informasi maka dia akan terus mencarinya. Meski jam istirahatnya berkurang. Aku menemaninya sebentar, tak lama kemudian dia mematikan Notebook-nya dan menyuruhku tidur. Dia pun pergi masuk ke dalam kamarnya.
____________________________________________
Sampai ketemu di bab berikutnya 😊
aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚
__ADS_1
ku tunggu dukungan kalian ya jangan lupa vote biar aku semakin maju ke depan kalau tidak juga tak masalah 😏
Jangan lupa di jadikan favorit ya beib 😉