
Alin POV
Setelah mendengar bahwa Adam sudah berhasil menyelamatkan Anna dan Annisa, aku langsung pergi ke rumah sakit bersama Alex dan anak-anak. Aku ingin mengetahui bagaimana keadaan mereka, aku nyakin pasti itu sangat mengerikan.
Beberapa saat kemudian kami sampai di rumah sakit, aku melihat Anna sedang duduk dia hanya diam tak banyak bicara. Meski Adam ada di sampingnya. Aku masuk ke ruangan rawat Anna, aku mendekatinya. Dia melihatku dan langsung memelukku dengan erat, dia menangis di pelukan ku.
Adam memberiku sedikit ruang, agar kami bisa berbicara dengan nyaman. Adam berdiri bersama Alex tidak jauh dari kami, sehingga bisa mendengar percakapan kami. Aku hanya bisa diam sesaat, agar Anna bisa melepaskan semua kesedihannya.
Setelah mengeluarkan semua emosinya, tangisan Anna terhenti. Aku hanya menunggu dia untuk menceritakan apa yang terjadi. Aku tidak ingin memaksanya, jika dia tidak ingin bercerita. Akhirnya setelah dia tenang, dia mulai menceritakan semua yang telah terjadi. Aku sangat geram apa yang sudah Fais lakukan.
Ingin rasanya aku pergi menemui ******** itu dan menghajarnya. Aku berusaha meredakan emosi ku, aku tidak mau nanti Adam makin tersulut emosinya. Karena kulihat Adam mengepalkan tangannya, berusaha menahan semua emosinya. Yang tidak kusangka kenapa Fais bisa sebejat itu. Dia seperti monster yang akan menghancurkan siapa saja yang dia inginkan.
Aku memikirkan bagaimana dengan Annisa, setelah pengalaman ini. Aku nyakin dia pasti terguncang melihat semuanya, aku takut itu akan menyebabkan trauma yang berkepanjangan. Setelah Anna menceritakan semuanya, aku ingin menemui anak-anak yang kebetulan mereka sedang berada di ruang Annisa.
Aku hanya bisa memberikan support pada Anna, dan do'a agar dia bisa kembali seperti semula, aku nyakin dia kuat dan bisa mengatasi emosi yang masih ada di dalam hatinya. Aku pun berpamitan pada Anna untuk menemui Annisa sekalian pulang. Lagi pula Lexa dan Lexi berada di ruang Annisa. Adam pun menemani ku dan Alex untuk ke ruangan Annisa.
Aku pun sampai di depan ruangan Annisa, ku lihat anak-anak sedang berbincang. Tapi aku bisa melihat Annisa tidak seperti biasanya, gadis manis yang riang dan murah senyum. Aku pun masuk, saat Adam dan Alex masuk Annisa teriak histeris, dia ketakutan melihat mereka. Apa yang sebenarnya terjadi, apakah ini yang di sebabkan Fais.
Aku langsung mendekatinya, memeluknya dengan hangat, aku ingin memberikannya rasa di lindungi. Tapi setiap melihat Adam dan Alex dia selalu ketakutan. Aku menyuruh mereka untuk keluar, agar Annisa bisa tenang.
"Kamu kenapa sayang? Itukan ayah Adam dan om Alex!" Aku bertanya dengan lembut pada Annisa, aku ingin mengetahui mengapa dia bisa menjadi seperti ini.
"Aku tidak tahu Tante, aku tahu itu adalah ayah dan om Alex! Tapi ... Entah kenapa aku merasa takut! Huhuhuhuhu, sebenarnya aku ingin memeluk ayah, tapi entah kenapa aku merasa takut!"
Begitu terguncang kah dia, sehingga untuk melihat dan memeluk ayahnya sendiri dia takut. Sungguh kau seperti monster Fais, aku tidak rela kalau kau bisa bebas dengan mudah. Aku memeluk Annisa dengan erat, menandakan aku begitu menyayanginya.
Aku keluar sejenak, kubiarkan Lexa dan Lexi untuk menemaninya sebentar. Aku bertanya pada Adam tentang semuanya, dia menceritakan pemeriksaan dokter. Bahwa Annisa mengalami trauma, dan tidak tahu itu akan bisa sembuh dengan cepat, atau membutuhkan waktu yang lama.
__ADS_1
Lexa POV
"Nisa sebenarnya apa yang terjadi dengan mu? Kau bisa menceritakan pada kami!" Aku menunggu jawaban yang akan diberikannya, apakah dia akan menceritakan semuanya pada kami.
Awalnya dia tidak mau bercerita pada kami, tapi lama-lama dia ingin mengeluarkan semuanya. Dia menceritakan bagaimana Fais berhubungan intim dengan empat orang pria sekaligus. Itu sangat memuakkan. Dan Nisa pun dipaksa melihat hal memuakkan seperti itu. Aku yang mendengarnya saja ingin muntah rasanya, kenapa orang itu bisa melakukan hal tersebut di hadapan Nisa.
Dan sekarang dia sekarang begitu ketakutan jika melihat pria seumuran dengan om Adam dan ayah. Sekarang Nisa trauma, sepertinya dia akan membutuhkan waktu yang lama, untuk menghilangkan traumanya itu.
Semoga kau bisa melewati semua ini Nisa, aku akan selalu menyangimu. Aku akan berusaha menjagamu juga, kau adalah adik perempuan ku yang manis. Aku akan mengusulkan pada om Adam agar Nisa berlatih ilmu bela diri. Paling tidak dia bisa melindungi dirinya sendiri.
Kulihat Lexi pun sangat geram dengan yang dilakukan oleh penjahat itu. Aku juga tahu bahwa dia sangat menyangi Nisa, dia selalu memanjakan Nisa. Aku harus belajar lebih giat lagi, aku ingin melindungi orang-orang yang kusayangi.
*****
Hari berganti hari, bahkan bulan berganti bulan, keadaan Anna sudah mulai membaik. Begitu pun dengan Annisa, meski belum sepenuhnya kembali seperti Annisa yang dulu. Dia masih menjaga jarak dengan semua pria, kecuali Adam dan orang terdekatnya. Semua peristiwa itu telah menjadikannya gadis pemurung, dia tidak lagi ceria seperti dulu.
Alex pun memulai kembali terapinya, dia mulai bersemangat lagi untuk bisa berjalan. Aku harap dia segera bisa kembali berjalan seperti sedia kala. Dan entah kenapa aku melihat ada yang berbeda dari kedua anakku. Mereka menjadi sering berlatih sepulang mereka dari sekolah.
Entah apa yang ada di pikiran mereka, tapi aku berharap mereka baik-baik saja. Semua doa terbaik buat kalian anak-anak ku dan suami ku. Aku sangat menyayangi kalian, aku tidak mau kehilangan kalian. Kuharap kebahagian ini bisa bertahan hingga akhir hayatku.
"Nyonya!"
Ari memanggilku, sepertinya ada yang ingin dia sampaikan. Aku mendengarkan semua informasi yang diberikan Ari. Ternyata semua berjalan dengan baik, semua urusan kantor baik itu perusahaan Alex atau perusahaan parfum ku. Sepertinya mereka menghentikan rencananya. Tapi aku tidak bisa berpikir lega, aku nyakin mereka merencanakan sesuatu yang lebih besar.
Setelah informasi yang di berikan Ari, dia meminta ijin untuk tidak masuk satu hari. Karena ada janji yang harus di tepati oleh Ari kepada anaknya. Aku pun mengijinkannya, karena dia sudah mencurahkan seluruh waktunya demi keluarga ku.
Aku salut dengan istri dan anak Ari, mereka tidak keberatan dengan jam kerja Ari. Meski mereka tidak bisa berkumpul dengan jangka waktu yang lama. Anak Ari bernama Aldo, umurnya lebih muda satu tahun dengan Lexa dan Lexi. Ari jarang menceritakan kehidupan pribadinya, tapi dia orang yang sangat setia dan jujur pada kami.
__ADS_1
"Sayang!"
Alex memanggilku dengan nada lembutnya, dia selalu melakukan itu jika kami sedang berdua.
"Iya, ada apa?"
"Aku ingin mengajak kau dan anak-anak pergi ke suatu tempat! Bersiap-siaplah, aku sudah menyuruh anak-anak untuk bersiap-siap!"
"Kemana kau akan membawa kami?" Aku penasaran dengan rencana Alex.
"Rahasia!"
Dia berbisik padaku, aku pun langsung menjaga jarak dari nya. Dia tersenyum nakal padaku. Aku pun langsung pergi meninggalkannya, untuk mengambil tas ku. Alex dan anak-anak sudah menungguku di bawah. Setelah itu kami keluar dan memasuki mobil, sopir menyalakan mesin mobil dan menjalankan secara perlahan.
Dalam perjalanan kulihat anak-anak begitu senang nya, mereka bersedia gurau dengan Alex. Aku sangat bahagia sekali, kalau bisa waktu terhenti disaat mereka bahagia. Kenapa hati ku merasakan takut kehilangan mereka. Entah ada apa dengan ku ini, aku harus menghilangkan pikiran negatif ku.
Beberapa jam kemudian, kami sampai di sebuah taman, aku mengenali taman ini. Ini adalah taman yang Alex berikan padaku sebelum terjadi kecelakaan. Aku jarang kemari semenjak Alex koma, aku hanya menyuruh Ari kemari. Taman ini tidak ada yang berubah, malah semakin indah terlihat dari kejauhan.
____________________________________________
*** Hallo para pembaca semuanya,
Terima kasih yang masih bertahan membaca cerita ku dari tiga bulan yang lalu. Aku tidak menyangka dari novel pertama ku, sekarang berlanjut ke novel kedua ku. Sungguh di luar dugaan ku, ya aku tahu meskipun masih banyak kekurangan ku.
Aku selalu membaca komentar-komentar kalian dan belum lama ini aku menemukan komentar bahwa kalian menyayangi author dan memberi ku semangat. Terimakasih aku juga menyayangi kalian semua 😊
Dan aku ingin bertanya, mungkinkah diantara kalian yang mengusulkan sesuatu untuk cerita ini? kalian bebas mengekspresikan apa yang kalian inginkan. Mungkin ada yang kurang terpuaskan dengan ceritanya, aku hanya ingin berbagi pendapat 😊😉**
__ADS_1