
Alan POV
Kenapa setiap dekat dengannya aku tak bisa melepaskan pandangan ku darinya? Lexa kau begitu membuatku merasakan sesuatu hal yang berbeda. Kau tidak seperti gadis-gadis yang mendekatiku. 'apa yang kau pikirkan Alan! Dia adalah wanita yang disukai oleh sahabatmu sendiri!' batinku.
"Apakah kau menyukai gadis itu?!" Ayah bertanya padaku.
Pertanyaan ayah itu membuatku bingung harus berkata apa, yang ayah tahu bahwa Lexa adalah gadis yang di sukai oleh Mamoru. Karena aku tidak menjawab pertanyaannya, ayah bertanya kedua kalinya. Bagaimana perasaanku terhadap Lexa, sungguh aku tidak mau merusak persahabatan ku dengan Mamoru.
"Tidak! Aku tidak menyukainya, dia adalah gadis yang disukai sahabatku Mamoru!"
Ayah menyeringai mendengar jawabanku dan tak berkata apa-apa lagi. Dalam perjalanan aku hanya diam, sembari memikirkan bagaimana sebenarnya perasaanku pada Lexa. Handphone ku bergetar ada pesan masuk, isi pesan tersebut menyatakan bahwa aku harus segera kembali ke kantor. Aku pun meminta ijin pada ayah untuk menurunkan ku di kantor dan ayah pun menyetujuinya.
Setelah sampai di kantor, aku langsung menuju ruangan ku. Ternyata semuanya sudah menunggu ku, aku bertanya ada kasus apa yang membuat mereka menggangu hari libur ku. Mereka mengatakan sudah terjadi pencurian, dan itu dilakukan oleh orang yang sama. Dia adalah pria bertopeng, aku berpikir sejenak! Pria bertopeng ini sudah lama membuat aku beserta tim kalang kabut. Dia dengan sukses mencuri dan melarikan diri dengan mudahnya, sebenarnya siapa dia? Mengapa dia sangat sulit untuk di tangkap.
Pria bertopeng juga selalu meninggalkan sebuah jejak, dimana jejak tersebut adalah tempat berikutnya yang akan dia kunjungi. Dan anehnya lagi dia hanya mencuri informasi mengenai sebuah perusahaan ternama. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan dengan semua informasi yang sudah dia dapatkan.
"Kapan dia akan beraksi kembali?!" tanya ku pada semua anggota yang berkumpul.
Salah seorang anggota menjawab bahwa dia akan berada di Golden Pavilion besok siang. Ada apa disana? Apakah ada seseorang yang penting berada di sana? Semua pertanyaan mulai menyeruak. Aku menyuruh semua tim untuk mencari informasi apa ada hal penting disana. Merekapun langsung mengerjakan apa yang ku perintahkan, sebelum pukul 20.00 malam aku harus mendapatkan informasi yang akurat.
__ADS_1
Aku menunggu semua hasil kerja dari tim, ini sudah pukul 19.30 tapi mereka belum mendapatkan informasi yang akurat. Aku teringat bahwa besok ada seorang Mentri berkunjung ke Golden Pavilion. Aku pun menyuruh semua anggota untuk mengecek siapa saja yang akan hadir disana.
Setelah waktu yang kuberikan berakhir, salah satu anggota melapor padaku. Dia memberikan semua orang penting yang akan hadir disana. Setelah ku cek semua, ada nama seseorang pengusaha yang mempunyai informasi tentang perusahaan ayah. Dia juga selalu membawa informasi itu kemanapun dia pergi, itu adalah tameng untuknya selamat dari kejaran ayah. 'sial apakah pencuri bertopeng ini seddang mengumpulkan informasi tentang ayah!' batinku.
Aku menyuruh agar besok di adakan penjagaan yang ketat dalam acara tersebut. Merekapun segera bergerak menjalankan perintahku, saat semuanya sudah teratasi aku pun segera pergi dan kembali ke apartemen. Aku memutuskan pindah ke apartemen setelah aku mulai bekerja. Sebelum ke apartemen aku mendapatkan pesan dari teman ku, mereka menungguku di sebuah tempat karaoke. Aku pun segera meluncur kesana, sudah lama aku tidak bersenang-senang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untukku sampai di tempat karaoke. Aku memasuki sebuah ruangan, disana sudah ada temanku dan beberapa gadis yang menemaninya. Aku berjalan mendekati sebuah sofa dan mendudukinya. Setelah aku duduk ada seorang gadis yang mendekati ku, 'gadis ini lumayan cantik!' batinku. Tapi dia tidak bisa dibandingkan dengan Alexa, kanapa pula aku selalu teringat dengannya.
Lebih baik hari ini aku nikmati saja dengan gadis di sebelahku, "namu siapa gadis cantik?"
"Mina!" Jawabnya singkat.
Dia mulai mendekatiku, tangannya mulai berjalan menyentuh dadaku. Wanita ini baru di dunia malam tapi dia sudah mulai menggodaku. Kulihat bibinya sangat menggoda, kukecup bibinya sekilas dia membalasnya. Kecupan kami semakin dalam rupanya dia sangat handal dalam hal ini. Kami sangat minimalis semua ini, tanganku berjalan menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Dia menikmati apa yang kulakukan.
Kecupanku menjalar ke lehernya terus menuju kedua bukit nan indah. Kudengar hembusan napasnya yang terengah-engah, semakin ku dengar deru napasnya aku semakin ingin terus menikmati setiap lekuk tubuhnya. Kuangkat tubuhnya dan aku melemparkannya ke atas ranjang. Dia terkejut dengan tindakanku, aku mulai melakukan yang biasa kulakukan. Ku ikat kedua tangannya setelah itu kedua kakinya pun ku ikat. Aku lebih menyukai membuatnya terlihat kesakitan.
Kuambil alat pecut di laci mejaku, ujung pecut berjalan menelusuri tubuhnya. Sampai di area yang kuinginkan aku melecut ya dengan sedikit tenaga. Dia merasakan kenikmatan, ku ulangi lagi dan lagi sekarang kutambahkan tenagaku. Dia mengerang kesakitan, setelah kulihat erangannya. Itu membuatku sangat menikmatinya, tidak akan kubiarkan kau menikmati semuanya. Yang aku inginkan melihat kau merintih kesakitan baru aku mulia dengan kenikmatan.
Aku mengecup bibirnya kembali meski dia merasakan kesakitan, dia masih bisa membalas kecupanku. Kecupanku mulai menjadi ke tubuhnya, secara sengaja ku berikan cap yang akan membekas semala beberapa hari. Dia mengerang kesakitan, cap yang kuberikan mengeluarkan setetes darah. Dan aku melakukannya kembali, karena dengan mendengarkan rintihannya aku merasa senang.
__ADS_1
"Hentikan! Sudah cukup Tuan! Jangan sakiti aku lagi!" gumamnya.
Semakin dia memohon aku tuk menghentikannya, aku semakin bersemangat melakukan hal-hal yang membuatnya merasakan sakit. Dia terus meronta dan berusaha melepaskan dirinya, namun usahanya tidak berhasil. Aku semakin menggila dan rasanya aku ingin membuat semua tubuhnya ku bubuhi cap, yang tak bisa hilang untuk beberapa hari.
Saat aku menikmati gadis ini, kenapa bayangan Lexa muncul kembali dalam mataku. Aku benar-benar tak bisa melupakan dia, apakah aku harus merebutnya dari tangan sahabatku. Aku menghentikan semua kenikmatan ini, kusuruh gadis itu pergi dan kuberikan dia beberapa lembar uang. Gadis itu pun pergi dengan cepat meninggalkan apartemen ku.
Entah mengapa aku tidak bisa melakukan saat sudah mencapai klimaks, wajahnya terbayang dan membuatku tak bisa melakukan apapun. 'kau harus sadar Alan! Dia adalah wanita dari sahabat mu, lebih baik sekarang kau melupakan Lexa!' batinku. Aku menyuruh seorang pelayan untuk membersihkan kamar, karena aku tidak suka dengan kamar yang kotor.
Aku keluar menuju balkon, kunikmati suasana malam ini sambil menikmati rokok yang kunyalakan. Sambil merokok pelayan mengantarkan secangkir kopi. Setelah itu ku suruh dia untuk pulang ke rumahnya. Karena tugasnya sudah selesai, aku sengaja memilih seorang pelayan yang pulang dan pergi setiap hari. Sembari menikmati secangkir kopi kubuka handphone ku, kulihat ada sebuah pesan dari anggota tim ku. Mereka semua sudah mempersiapkan penjagaan untuk esok hari.
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik like
__ADS_1
Jangan lupa vote ya biar berada di barisan atas hehehe...