
Lexi POV
Setelah sarapan bersama ayah dan Lexa, aku memutuskan untuk menemui seseorang, sebelum aku mengunjungi makam bunda. Kami janji bertemu di sebuah taman, aku menunggunya sudah 30 menit. Apakah dia tidak bisa datang? Lebih baik aku tunggu sebentar lagi! Mungkin ada yang harus dia kerjakan terlebih dahulu.
"Hallo Lexi! Sudah lama kita tak bertemu?" Sapa seorang wanita muda yang menghampiri ku.
Aku tersenyum melihatnya, dia sama sekali tak berubah masih sama seperti dulu, "hallo Shakira, bagaimana kabarmu?"
Dia duduk di sampingku, aku begitu merindukan gadis ini. Dan seharusnya kerinduanku ini hilang, karena dia bukanlah milik ku lagi. Sepertinya keadaannya baik-baik saja, aku pikir dia akan merasakan apa yang kurasakan ternyata tidak dia terlihat bahagia.
Aku tidak sengaja bertemu dengan Shakira di suatu tempat dan kami pun berkenalan. Aku memperkenalkan diri sebagai Alexi Sanjaya, aku menggunakan nama belakang ibuku. Dan aku tidak memberitahukan jati diriku sebagai putra dari Alex Wibowo. Aku hanya ingin menjadi orang biasa saja, tidak berniat menyombongkan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki ayahku.
Hubungan kami begitu bahagia, aku pun diajak bertemu dengan orangtuanya. Aku berniat untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius, setelah aku kembali dari Jepang. Ternyata semua yang kurencanakan tidak berjalan dengan sempurna. Orangtuanya menelepon ku dan mengatakan hal-hal yang begitu menghinaku.
Mereka pikir aku hanya seorang pegawai biasa, sehingga mereka menyuruh ku untuk menjauhi Shakira. Aku pikir hanya mereka saja yang ingin menjauhi Shakira, ternyata Shakira pun menginginkan aku untuk melepaskannya. Jika itu keinginannya maka aku akan melepaskannya.
Satu tahun telah berlalu, kudengar dia sudah menikah dengan seorang pengusaha muda. Dia dengan rela dan senang hati menerima lamaran pengusaha tersebut. Dan orangtuanya sangat membanggakan pria tersebut. Aku hanya tersenyum tipis mendengar kabar itu. Dan aku bersyukur bahwa mereka tidak akan pernah menjadi mertuaku.
"Apa kau sudah menemukan pengganti ku Lexi?" tanya Shakira padaku dengan nada sombongnya.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya, nadanya sedikit menyindir ku. Kulihat penampilannya sudah banyak berubah, dia semakin modis. Dengan barang-barang brandednya, dia sangat bangga dengan semua yang dia kenakan.
"Aku yakin kau belum menemukan wanita secantik aku kan!" Kata-katanya semakin membuatku kesal, inilah wanita yang dulu sempat ingin kujadikan pasangan seumur hidupku.
"Haha wanita seperti mu banyak di luaran sana! Tapi yang kucari adalah wanita yang cantik baik luar dan dalamnya! Aku lebih memilih wanita yang cantik dari dalam! Dan tidak mementingkan harta!"
Ucapan ku membuatnya kesal, raut wajahnya berubah menjadi kesal. Dia mulai berkata-kata yang membuatku semakin menyadari bahwa dia wanita yang tidak pantas untuk menjadi menantu ayah. Dia mulai membanggakan kekayaan yang dimiliki oleh suaminya dan mulai menghinaku.
"Apakah kau mencintainya?" Aku bertanya pada Shakira dan ingin tahu apakah dia menikah demi cinta atau hanya demi uang.
"Cinta! Aku tidak membutuhkan cinta! Yang kubutuhkan adalah uang, dengan uang aku bisa membeli segalanya! Asalkan ada uang aku akan terus berada di dekatnya! Kalau saja kau memiliki uang banyak maka aku akan selalu menjadi milikmu!" jawab Shakira dengan datar.
Aku terkejut mendengar jawaban yang dia berikan, aku pikir dia benar-benar mencintaiku. Ternyata aku salah, dia tidak memiliki hati yang dan yang dia butuhkan bukan cinta namun uang. Aku mengakhiri pembicaraan kami dan pergi meninggalkannya. Semoga ini adalah terakhir kalinya kami bertemu.
__ADS_1
Daripada bicara dengannya lebih baik aku berkunjung ke makam bunda. Kunyalakan mesin mobil dan langsung tancap gas, perjalanan menuju makan terasa sepi. Jalanan begitu lenggang sehingga aku bisa sampai ke lokasi tanpa halangan. Tibalah aku di area parkir di pemakaman, aku mematikan mesin mobil dan keluar dari mobil. Ku langkahkan kaki ku menuju makam bunda dan di sebelahnya ada makam nenek Rahma.
Pasti Lexa sudah kemari, terlihat taburan bunga di makam bunda. Kupanjatkan semua doa terbaik buat mu bunda, aku begitu merindukan mu. Aku tidak akan menyerah, aku akan terus mencari dia yang telah menyebabkan kau tiada bunda. Setelah selesai dengan semua do'a untuk bunda, aku duduk dan mendo'akan nenek Rahma.
Drrrttttt!
Drrrttttt!
Handphone ku berbunyi, rupanya itu dari Aldo. Kuangkat, "hallo!"
"Tuan Lexi, sebaiknya kita bertemu sekarang juga! Dan saya sudah meminta Nona Lexa untuk datang juga! Kita bertemu di cafe JJJ!" ucap Aldo padaku dan aku pun langsung pergi ke cafe yang di sebut Aldo setelah menutup telepon.
Tak berselang lama aku sampai di cafe JJJ, kulihat disana Aldo sudah menanti kedatangan ku. Ku menghampirinya dan duduk di sampingnya. Ku kira Lexa sudah datang ternyata dia belum sampai di cafe ini, kami pun memutuskan untuk menunggunya sebentar. Sambil menunggu Lexa aku memesan minuman dan saat minuman ku di antara seorang pelayan, Lexa datang dengan mengendarai sepedanya motor. Sebelum pelayan itu pergi aku memesan satu gelas minuman lagi untuk Lexa.
Lexa pun menghampiri kami, dia langsung duduk di sebelah ku. Tanpa basa-basi dia langsung bertanya pada Aldo, "informasi apa yang kau dapatkan! Sehingga kau menyuruhku dan Lexi untuk segera kembali ke Indonesia?"
"Baiklah, aku menemukan satu buah USB! Aku pikir ini adalah USB yang di tinggalkan oleh Leo Ahmad! Aku menemukannya di sebuah arena balapan motor!" jawab Aldo dengan nada serius.
Aldo menjelaskan padaku dan Lexa, suatu hari dia balapan di arena tersebut. Dia menemukan sebuah simbol yang sama dengan simbol yang kutemukan di gunung Fuji.
"Dari mana kau tahu bahwa simbol itu sama dengan simbol yang dibuat Leo Ahmad?" tanya Lexa seraya mengintrogasi Aldo.
"Aku yang memberitahukan simbol itu pada Aldo! Dan aku punemberikan kode yang bisa dia pecahkan!" jawabku pada Lexa dan diapun memahaminya.
"Sebenarnya berapa puzzle yang harus kita kumpulkan? Agar semuanya bisa menjadi sebuah informasi yang lengkap?" Lexa bertanya pada ku dan Aldo.
Aku dan Aldo tak bisa menjawab dengan pasti berapa USB yang harus kami kumpulkan. "Carilah di negara yang pernah Nyonya Alin pernah singgahi!"
Kami bertiga terkejut dengan perkataan seseorang yang berada di belakang Lexa. Kami semua langsung mendongakkan kepala melihat siapa yang bicara, ternyata dia adalah Asisten Ari. Dia langsung duduk di sebelah Aldo dan berkata, "sejak kapan kau membantu Tuan Lexi dan Nona Lexa? Dalam misi balas dendam mereka Aldo!"
Aldo diam sesaat, dia memikirkan jawaban apa yang pas untuk pertanyaan Asisten Ari. Aldo pun menjawab, " sejak awal keamtian Nyonya Alin! Maafkan aku Ayah aku tidak mengatakan semua ini padamu! Aku takut kau akan menghalangi rencana kami!"
Asisten Ari hanya diam mendengar jawaban Aldo, tangannya memukul kepala Aldo dengan lembut. Dan berkata, " dasar anak bodoh! Aku tidak akan melarang mu untuk membatu misi Tuan Lexi dan Nona Lexa! Tapi yang harus kalian ingat, selalu berhati-hati dalam bertindak! Ingat kalian berdua masih ada Tuan Alex, dia masih membutuhkan kalian! Dan kau Aldo, aku ijinkan kau untuk membatu Tuan dan Nona! Lindungilah mereka dengan segenap tenaga dan kekuatan mu!"
__ADS_1
"Baik!" jawab Aldo singkat.
"Darimana Asisten Ari bisa berpendapat bahwa USB yang ditinggalkan Leo Ahmad berada di setiap lokasi yang bunda singgahi?" tanya ku sambil memikirkan diamana saja tempat itu.
Asisten Ari menjawab, semua itu berdasarkan dari penyelidikan yang sudah ia lakukan. Asisten Ari melakukan penyelidikan tanpa sepengetahuan ayah. Dan juga dia tahu bahwa aku sudah menemukan USB di gunung Fuji. Bearti bunda pernah singgah di sana, sedangkan Aldo menemukan satu USB di arena balapan di Jakarta. Menurut info bunda sering balapan bersama sahabatnya disana. Apakah benar dugaan dari Asisten Ari ini? Apakah aku harus mencari tahu semua lokasi yang pernah bunda singgahi.
"Asisten Ari aku harap kau bisa merahasiakan semua ini dari Ayah! Aku tidak ingin ayah khawatir pada kami! Dan jaga dan lindungilah Ayah kami!" ucap Lexa dengan penuh harapan pada Asisten Ari untuk memenuhi keinginannya.
"Baiklah Nona, saya akan melaksanakan apa yang Anda minta!" jawab asisten Ari dengan tegas.
Setelah pembicaraan selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Lexa pergi terlebih dahulu dengan sepeda motornya, Aldo pergi bersama Asisten Ari dan aku pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dulu baru pulang ke rumah.
____________________________________________
Terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan vote koin dan poin untuk contest novel ku ini 😘
Lagi-lagi aku meminta kebesaran hati kalian untuk vote lagi 😂
Jika kalian masih memiliki sisa poin kalian silahkan untuk vote lagi, sebagai tanda kasih kalian untukku 😔
Dan kalian juga masih bisa mengumpulkan poin kalian untukku di hari ini dan besok.
Bagaimana caranya mendapatkan poin?
Kalian bisa memasuki beranda aplikasi MangaToon atau NovelToon, kemudian selesaikan misi yang tertera di dalam fitur PUSAT MISI itu.
Jika ada hal lain yang ingin kalian tanyakan padaku, kalian bisa menghubungiku via Instagram dengan nama akun @macan_nurul
Sampai bertemu di episode selanjutnya 😂
Itu pun jika kalian memberikan banyak poin kalian untuk judul karya ku yang ini 😒
Dan ingat!! Aku tidak pernah memaksa kalian 😏
__ADS_1