Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 92


__ADS_3

Still Lexa POV


"Hentikan itu Rey Hirasaki!"


Rey Hirasaki berhenti dia mendengar perkataanku kali ini. Dia membalikkan badannya ke arahku, dia melihatku dengan tatapan yang sangat mengerikan. Matanya penuh dengan amarah, aku tidak tahu mengapa dia menjadi seperti itu.


Dia berjalan menghampiriku secara perlahan, sedikit demi sedikit aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang penuh dengan amarah. Dia menyeringai lalu dia mulai berkata padaku.


"Kau pikir ini sudah cukup! Ini belum cukup atas semua yang telah Ayahmu perbuat! Dia telah membunuh kedua wanita yang kucintai! Kau dengar itu hah!"


Plak!


Rey berkata dengan nada marah lalu dia menamparku dengan sangat kuat, sehingga membuat luka di bibirku. Tamparan yang dia lakukan terasa panas di pipiku, namun itu semua hilang ketika aku mendengar teriakan ayah.


"Dasar kau bajing*n! Lepaskan putriku! Dia tidak bersalah, hijau kau ingin membalaskan dendam. Balaslah padaku! Karena aku yang bersalah!"


Mendengar perkataan ayah seperti itu, bukannya menghentikan Rey untuk memelukku. Dia menyuruh pengawalnya melepaskan aku, lalu dia menantang ku untuk bertarung.


Tanpa kata aku langsung menyerangnya dengan tinjuanku, namun dia berhasil menghindar dari seranganku. Aku melayangkan tendangan padanya, dia berhasil menangkap kakiku. Sehingga aku berdiri dengan satu kaki saja.


Dia tersenyum jahat padaku, lalu dia menarik kakiku dan melemparku. Aku pun terjatuh, aku berusaha berdiri. Aku melihat Azura berhasil lepas dari cengkraman pengawal. Dia pun mulai berkelahi dengan para pengawal.


Rey Hirasaki mendekatiku, aku berusaha berdiri dengan sekuat tenaga. Aku berhasil berdiri, namun Rey dengan cepat mencekik leherku. Dia berkata dengan sangat marahnya atas perbuatan bunda dan ayah padanya.


"Jika bukan karena Alin, maka Nita ku tidak akan tiada! Kau dengar itu hah!"


Aku berusaha melepaskan tangannya dari leherku, aku sudah mulai kehabisan napas. Cengkeraman Rey terhadap leherku semakin kuat, tenagaku mulai melemah.


Bug!


Sebuah pukulan melayang dari Azura, sehingga Rey melepaskan cengkramannya terhadap leherku. Aku terjatuh aku terbatuk-batuk karena kehabisan napas. Lalu aku berusaha mengatur pola napas ku agar kembali normal.


Aku melihat Azura sedang berkelahi dengan Rey, namun para pengawal Rey membatunya. Sehingga Azura kembali berterima dengan para pengawal.

__ADS_1


Aku lihat Rey menghampiriku kembali, sepertinya dia masih belum puas untuk menyiksaku. Aku melihat ke arah ayah, terlihat jelas kesedihan di mata ayah. Mungkin ini yang diinginkan oleh Rey, melihat air mata ayah.


Aku berdiri lalu berkata, "Hentikan Ayah! Jangan kau perlihatkan ketidakberdayaanmu padanya! Itu hanya akan membuatnya senang! Aku adalah putri dari Rosalina Sanjaya dan Alex Wibowo! Aku tidak akan kalah olehmu Rey Hirasaki!"


Aku langsung menyerang Rey Hirasaki, entah dari mana asal kekuatanku ini. Namun yang pasti aku tidak ada niat untuk mati ditangannya.


Yang pantas mati adalah dia Rey Hirasaki, karena dia telah menyebabkan kematian nenek Rahma dan bunda. Tidak akan kubiarkan kau menang kali ini.


Bug!


Whussss!


Aku melayangkan pukulannya secara bertubi-tubi kalau diakhiri dengan tendangan. Aku berhasil mengenai Rey Hirasaki, sehingga dia terhuyung. Namun dia berhasil berdiri tegap lagi, dia menyuruh seleurh pengawal yang ada untuk menghabisiku.


"Apa aku tidak salah dengar? Kau menyuruh pengawalmu untuk menghabisiku?! Hahaha aku tidak mengira akan mendengar ini dari mulutmu Rey Hirasaki!"


Aku melontarkan kata-kata yang membuatnya marah, namun dia menhiraukan apa yang aku katakan. Lalu dia menyuruh salah satu pengawalnya untuk mengambil sebuah kursi. Dia pun duduk di atas kursi yang baru saja di bawa oleh seorang pengawal.


Beberapa pengawal mulai menyerangku dengan cepat, mereka tidak memberikanku kesempatan untuk melawan. Aku berusaha untuk bertahan dari serangan mereka.


"Habisi mereka berdua!"


Perintah Rey pada seluruh pengawalnya, setelah mendengar perintah Rey mereka menyerang kami. Mereka terus menyerang kami, aku tidak tahu sampai kapan bisa bertahan.


Bagaimana keadaan Lexi dan yang lainnya, apakah mereka berhasil selamat atau mereka sudah kalah. Aku tidak tahu keadaan mereka, aku berusaha menghubungi mereka melalui earpiece. Namun tidak ada jawaban dari mereka.


Beberapa saat kemudian aku melihat beberapa pengawal membawa Aiko dan Aldo. Mereka tidak sadarkan diri, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka.


Mereka berhasil melumpuhkanku, karena aku kehilangan fokus. Aku khawatir dengan keadaan Aiko. Aku teringat dengan Lexi dan Himawari, bagaimana keadaan mereka.


Ternyata merekapun tertangkap, mereka juga tidak sadarkan diri. Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka, aku tidak percaya mereka bisa kalah seperti ini.


"Tuan kami berhasilenangkap mereka semua, kami terpaksa menebak mereka dengan tembakan bius! Sehingga mereka tidak sadarkan diri!"

__ADS_1


Ucap seorang pengawal pada Rey Hirasaki, pantas saja mereka tidak sadarkan diri. Akhirnya merekapun mengikat kami semua, apakah ini akhir dari kami semua. Mereka mengikat kami di pilar-pilar yang melingkar. Aku melihat semuanya terikat, termasuk ayah dan asisten Ari.


"Siram mereka semua! Aku ingin mereka bangun! Tidak seru jika mereka hanya menutup mata saja!"


Perintah Rey pada para pengawalnya, mendengar perintah itu para pengawal menyemprotkan air dari ************ yang panjang. Ayah dan asisten Ari pun terkena semprotan air itu.


Terlihat ayah yang begitu lemah menerima siraman air yang begitu deras. Aku tidak tahan melihat semua itu, "Hentikan!" Aku berteriak sekuat tenagaku.


Mereka tidak menghentikannya, namun Rey menyuruh mereka untuk melakukan hal yang sama padaku. Air yang mereka arahkan kepadaku begitu deras sehingga terasa sakit di tubuhku. Aku berpikir bagaimana adegan ayah dan yang lainnya.


"Lepaskan mereka Rey Hirasaki!"


Aku terkejut mendengar suara yang berteriak untuk menghentikan semua yang dilakukan pada kami. Ternyata itu adalah Mamoru, sebernya apa yang dia lakukan disini.


Mengapa dia bisa tahu tempat ini, apakah hubungan dia dengan Rey Hirasaki. Aku berusaha melihat dengan seksama apakah dia benar-benar Mamoru. Rey memerintahkan pengawalnya untuk menghentikan semuanya.


Mengapa Rey menyetujui perkataan Mamoru, aku hanya bisa diam melihat sebenarnya apa yang terjadi. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Mamoru. Terkahir kali aku bertemu dengannya saat aku memutuskan untuk menghentikan acara pernikahan kami.


Aku tidak mengira akan bertemu dengannya pada situasi seperti ini, aku melihat keadaan sekitar. Aku melihat Lexi sudah tersadar begitupun dengan yang lainnya. Setelah itu aku memperhatikan kembali Mamoru.


Mamoru berjalan mendekati Rey Hirasaki, entah apa yang dia katakan. Terjadi perdebatan diantara mereka, aku semakin bingung dengan yang terjadi. Apakah yang membuat mereka seperti sudah sangat dekat. Apa hubungan mereka sebenarnya?


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉

__ADS_1


c you next bab 😘


__ADS_2