Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 30


__ADS_3

Aku merasakan ada yang mengawasi kami dari kejauhan, aku mencari-cari siapa yang sedang mengawasi kami. Anehnya aku tidak menemukan orang yang mengawasi kami dari tadi. Lexi ijin padaku untuk ke toilet sepertinya rencana kami akan segera di mulai, lebih baik aku fokus pada rencana kami saja.


Aku dan Aiko menunggu situasi aman untuk melancarkan rencana kami. Kami aktifkan earpiece sehingga kami bisa saling berhubungan. Lexi mencari lokasi tepatnya chip itu berada dan kami menunggu informasi darinya. Mamoru terus mendekati ku, entah apa yang sedang dia pikirkan. Lebih baik aku menjaga jarak darinya, karena perasaan ku tidak enak.


Sedangkan Alan yang biasanya bersama Mamoru menghilang entah kemana. Aku menyuruh Aiko untuk mencari keberadaan Alan, mungkin saja Alan bisa menunjukkan dimana chip itu berada. Aiko pun menuruti perintah ku, dia langsung pergi untuk mencari Alan. Aku menunggu informasi dari mereka, jika mereka menemukan lokasi chip itu maka aku mulai beraksi.


Aiko menemukan keberadaan Alan, dia sedang ada di sebuah ruangan. Entah apa yang sedang dia lakukan, Aiko berusaha mencari tahu apa yang dilakukan Alan di dalam sana. Aiko selalu melakukan komunikasi pada ku dan Lexi pun begitu. Earpiece kami harus selalu dalam keadaan menyala, sehingga apa yang kita bicarakan semuanya mendengar.


"Gila!! Ops!" teriak Aiko, dan itu membuatku dan Lexi terkejut.


Lexi bertanya pada Aiko apa yang terjadi, Aiko tidak menjawab pertanyaan Lexi. Sehingga Lexi marah dan memanggil-manggil nama Aiko. Beberapa saat kemudian Aiko menjawab panggilan Lexi, aku sudah khawatir jika terjadi sesuatu padanya.


"Gila! Sungguh gila! Hahaha yang baru kulihat tadi di ruangan itu ternyata bukan Alan, melainkan seorang pria sedang bermesraan! Dan kalian tahu pasangan pria itu?"


Pertanyaan Aiko membuat kami penasaran, aku menyuruh Aiko untuk menyelesaikan ceritanya. Tapi dia tak henti-hentinya tertawa, mungkin dia sedang menangis karena tertawa. Lexi mulai kesal, dia memanggil nama Aiko dengan nada tingginya. Sehingga tawa Aiko terhenti dan dia melanjutkan ceritanya. Ternyata yang bermesraan dengan pria yang di lihat Aiko adalah seorang kakek tua. Seketika aku tertawa begitupun dengan Lexi.


Aiko dan Lexi tertawa tidak masalah mereka berada di tempat yang aman, sedangkan aku berada di tengah pesta. Semua orang menatap ke arah ku. Setelah sadar aku tersipu malu, Mamoru yang melihat wajahku memerah. Langsung membawa ku pergi dari ruangan pesta. Aku terpaksa mengikuti dia, untuk sementara waktu agar hati ku tenang. Selagi Lexi dan Aiko mencari lokasi chip itu.


Mamoru membawaku ke balkon, ku berdiri di sana mandangin langit begitu indahnya. Jika aku berdiri seperti ini, aku teringat cerita bunda. Dulu sewaktu bunda masih kuliah, jika bermimpi buruk bunda selalu pergi ke balkon dan memandangi langit. Apakah bunda merasakan apa yang kurasakan saat ini, tak terasa air mataku menetes jika mengingat bunda.


Lexa terkejut dengan apa yang dilakukan Mamoru. Dia mengeluarkan sapu tangannya dan menghapus air mata Lexa dan memberikan senyuman lembutnya. Lexa pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mamoru bingung sebenarnya apa yang terjadi pada Lexa, sorotan matanya penuh dengan kesedihan.


Saat Lexa berjalan masuk ke ruangan pesta, Lexi memberikan informasi bahwa dia sudah menemukan lokasi chip itu berada. Aku langsung menuju lokasi chip itu berada, begitu juga dengan Aiko. Beberapa saat kemudian aku bertemu dengan Aiko di lokasi chip berada.


Ku tarik rok gaunku seketika gaunku berubah model, sehingga memudahkan ku untuk bergerak, setelah itu aku mempersiapkan semua alat yang kubutuhkan. Lexi meretas jaringan CCTV yang berada di dalam dan luar ruangan. Kami memiliki peranan masing-masing, agar misi kami berhasil. Sebelum aku memasuki ruangan itu, aku memakai topeng untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak diinginkan.


Setelah Lexi memberi aba-aba dan mengijinkan aku masuk, maka aku akan mulai masuk. Lexi sudah membobol kode sandi pintu masuk, sekarang giliran Alexa dan Aiko untuk mengambil chip. Ternyata banyak jebakan di dalam ruangan, aku menyuruh Aiko untuk menunggu, aku akan melewati jebakan yang sudah dipasang.


Rupanya mereka memasang jebakan sinar infra merah, 'hmmm kalian pikir aku tidak bisa melewati semua ini!' gumam Lexa. Aku mengatur napas terlebih dahulu, setelah pernapasan ku stabil, aku mulai melangkahkan kaki satu persatu. 'Tunggu! Ini bukan jebakan laser saja, tapi ada lantai yang berbentuk kotak dan memiliki simbol yang berbeda!' ucap Lexa dalam hatinya.


"Cepat Lexa! Kenapa kau hanya diam mematung seperti itu?" ucap Lexi padaku, sepertinya dia mulai tidak bisa bersabar. Aku katakan padanya selain jebakan infra merah masih ada jebakan di lantai dan aku harus memecahkannya. Setelah Lexi mendengarkan penjelasan ku dia langsung menyoroti lantai yang sadar di ruangan tersebut.


"Itu simbol yang sangat mudah! Aku yakin kau bisa memecahkannya!" Lexi berkata seperti sedang menggodaku, dengan kata lain dia menganggap ku bodoh.


"Diam kau! Bukannya membantu ku malah kau menggodaku!!" balasku pada perkataan Lexi.


Aiko yang mendengar pembicaraan kami hanya tersenyum saja. 'Kalian si kembar! Sungguh menarik!' ucapnya dalam hati. Lexa terus berpikir dan akhirnya dia mengetahui arti semua simbol yang ada dilantai. Dia menginjak salah satu simbol sambil menghindari cahaya infra merah, aku meliukkan tubuh agar bisa menghindari garis sinar infra merah.

__ADS_1


Ada gunanya juga aku mempelajari seni melenturkan tubuh, sedingga tubuhku bisa melenturkan dengan indahnya. Aku harus tetap fokus dan sampai di berangkas itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama aku berhasil sampai di tempat chip itu tersimpan. Aku mencari tombol untuk mematikan jebakan yang sudah terpasang, agar Aiko bisa melangkah mendekati ku.


"Lexi bagaimana? Apakah kau sudah mengetahui password dari kotak ini?" tanyaku pada Lexi, aku mendengar dia tertawa kecil.


Tapa banyak bicara Lexi memberikanku sebuah kode, aku pun menekan tombol yang ada di kotak berangkas tersebut tapi gagal, Lexi memberikan ku kode selanjutnya masih gagal juga. Aku berkata pada Lexi, " dengar jika yang ke tiga kali ini kita gagal, maka alarm akan berbunyi dan kita akan tertangkap!"


"Aku tahu! Ini adalah kode yang benar! Cepat lakukan!" Lexi memberiku kode yang ke tiga. Aku pun menekan tombol di kotak berangkas itu.


Click!


Kode berangkas terbuka, didalamnya sudah ada satu chip aku mengambilnya dengan hati-hati. Karena di dalam berangkas masih ada satu jebakan lagi.


Untung saja aku membawa satu buah chip yang bentuk dan warna nya sama dengan chip yang ku curi kemarin. Dengan cepat ku ganti chip yang ada di dalam berangkas dengan chip yang palsu. Kutunggu beberapa detik dan tidak ada yang bereaksi, itu artinya aku berhasil mengambil chip ini.


Aku tersenyum dan Aiko pun memberiku isyarat agar kami segera pergi dari tempat ini. Aku menutup kembali berangkatnya, setalah itu aku pergi bersama Aiko. Mudah-mudahan misi kami ini tidak di ketahui. Aku mengatakan pada Lexi bahwa misi berhasil dan kita akan bertemu di dalam pesta.


Aku kembali merubah kembali gaunku sehingga kembali seperti gaun yang kupakai di pesta. Aku dan Aiko berjalan memasuki ruangan pesta, berselang beberapa menit kemudian Lexi menghampiri kami. Akhirnya kami bertiga memasuki ruangan pesta dengan ekspresi datar.


Kami mengambil segelas minuman, dan mengobrol biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Aku merasa puas bisa mengambil chip itu, tapi kenapa aku masih merasakan ada yang terus mengawasi ku. Sebenarnya siapa dia yang terus mengawasi tanpa henti.


Kami menikmati acara pesta, kami berniat untuk pulang. Pada saat kami berjalan mendekati pintu, alarm tanda ada pencurian berbunyi. Seketika semua orang menjadi panik, aku, Lexa dan Aiko berjalan cepat untuk keluar ruangan. Tapi kami tidak berhasil para pengawal terlebih dahulu menutup semua pintu keluar. Jika ada yang keluar harus di periksa terlebih dahulu.


Tiba-tiba ada yang menabrak ku, aku terkejut kulihat siapa yang menabrak ku. Ternyata dia adalah pria mesum yang kulihat di toilet tadi. Ini adalah kesempatan bagiku untuk memberikan chip ini pada Aiko. Karena Aiko sudah menungguku untuk memberikan chip-nya, dia berpura-pura menjatuhkan tas kecilnya. Sehingga dia mengulur waktu agar aku bisa memberikan chip padanya.


Whussss!


Lexa melemparkan chip pada Aiko, dengan cepat Aiko menangkap chip tersebut. Mereka memang sudah melatih gerakan cepat seperti ini di tambah dengan kartu yang di design oleh Lexi, sehingga daya lemparnya sangat cepat dan tidak terlihat.


Aku bangun dan hendak memarahi pria mesum ini, tapi dia malah tersenyum dan berbisik padaku, "aku sudah menyelamatkan mu! Semoga sukses! Dan kita pasti akan bertemu lagi Nona!"


'Aku berharap tidak akan bertemu lagi dengannya!' gumamku, dia mendengar apa yang ku gumamkan. Aku pikir dia akan marah, tapi aku salah dia hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Huh mimpi apa aku semalam sampai bisa bertemu pria mesum seperti dia.


Pengawal wanita yang mendekatiku mulai memeriksa tas kecil dan tubuhku. Tidak ada yang terlewat oleh mata dan tangannya, setelah selesai pemeriksaan aku di persilahkan untuk keluar, begitupun Lexi dia bisa keluar bersama ku. Akhirnya kami memasuki mobil dan segera meninggalkan gedung NNN.


"Lexi biar aku yang pegang stir mobil! Perasaanku tidak enak!"


Lexi pun menuruti ku, dia melemparkan kunci mobil padaku. Aiko duduk di belakang sedangkan Lexi duduk di samping ku. Kunyalakan mesin mobil, ku ubah persneling dan aku langsung tancap gas. Setelah sampai di depan gerbang salah satu pengawal membukakan gerbang gedung. Ku jalankan mobil secara perlahan keluar dari gedung NNN. Setelah keluar dari gedung NNN aku langsung tancap gas mobil ku.

__ADS_1


Lexi membuka laptopnya, dia memeriksa keadaan sekitar dan melihat apakah ada orang yang mengikuti kami atau tidak. Ternyata semuanya aman, mungkin ini semua hanya perasaan ku saja. Aku berharap malam ini kami tidak mengalami hal-hal yang membuat kami harus mengeluarkan kemampuan yang kami miliki.


Aiko memberikan chip-nya pada Lexi, dia berkata "aku sangat menyukai misi kita kali ini! Menurut ku misi ini sangat mudah, aku harap misi berikutnya pun sama!"


"Jangan kau berbangga dulu! Semua ini belum seberapa jika kita menemukan musuh terbesar kami!" Lexi berkata dengan serius, dia tidak mau Aiko sombong dengan kemampuan yang dia miliki. Karena musuh yang sebenarnya pasti sangat kuat.


Aiko hanya diam mendengar perkataan Lexi, dia tahu kalau musuh mereka sangat hebat. Karena yang dia tahu kekuatan Alex Wibowo sangat kuat. Tapi mengapa bisa membuat tuan Alex kehilangan orang yang di cintainya. Dulu Aiko pernah bertemu dengan nyonya Alin, dia sangat suka melihat kepribadian nyonya Alin. Dia merasa berhutang budi pada nyonya Alin, kau tidak ada nyonya Alin entah apa yang akan terjadi pada Aiko dan keluarganya. Itu sebabnya setelah mendengar kematian nyonya Alin, Aiko bersumpah akan membatu Alexa dan Alexi untuk mencari pembunuh nyonya Alin.


Syukurlah malam ini kami tidak perlu berkelahi dengan musuh kami, aku mengantarkan Aiko terlebih dahulu. Setelah mengantar Aiko aku mengajak Lexi untuk ke sebuah cafe. Rasanya ingin meminum secangkir coklat hangat. Lexi pun menyetujuinya dan kami pun berhenti di sebuah cafe biasa yang suka kami kunjungi.


"Lexa sepertinya kita harus kembali ke Indonesia! Aldo memberikan sebuah informasi dan kita harus kembali ke Indonesia!"


Aku terdiam sejenak dan memikirkan kembali ke Indonesia, disana penuh dengan kenangan bunda. Apakah aku bisa kembali kesana, disana semuanya berawal. Apakah aku kuat jika kembali ke sana lagi! Sekarang di sana hanya ada ayah, aku sangat merindukan bunda dan aku pun merindukan ayah.


Minuman kami sudah habis, aku memutuskan untuk kembali ke rumah. Rasanya ingin ku istirahatkan sejenak otak dan pikiran ku ini, jika harus Kemabli ke Indonesia maka aku akan kembali. Entah apa informasi yang di dapatkan Aldo disana, jika dia samapai menyuruh kami kembali ke Indonesia, itu tandanya ada informasi yang sangat penting.


Setelah tiba di rumah, aku memutuskan untuk langsung masuk dalam kamar. Lexi pun demikian, sepertinya dia sudah lelah dengan acara malam ini. Ku langkahkan kaki masuk ke dalam kamar mandi, aku ingin berendam sejenak dengan air hangat dan aroma terapi dan tak terasa aku pun tertidur. Dalam tidurku aku bertemu dengan bunda.


"Bunda tunggu jangan lepaskan tanganku! Aku tidak ingin kehilanganmu! Jadi aku mohon jangan lepaskan tanganku! Aku sayang Bunda! Aku tidak ingin kehilanganmu!" Lexa berkata dengan berusaha sekuat tenaga tidak melepaskan Alin.


"Sayang dengarkan Bunda! Apapun yang terjadi Bunda selalu sayang kalian. Bunda harap kalian bisa saling menyayangi dan melindungi. Pinta bunda satu lagi temui ayah kalian dan lindungi dia! Aku sayang kalian!" Alin berkata dan melepaskan tangannya dari pegangan Alexa.


"Bunda!!!"


Alexa pun terbangun, ternyata itu hanya mimpi. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bunda masuk ke dalam mimpi ku dan menyuruhku menemui ayah. Apakah akan terjadi sesuatu pada ayah? Sepertinya aku harus segera kembali ke Indonesia. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan ayah, sudah cukup aku kehilangan bunda.


Keesokan harinya aku menceritakan semua mimpiku pada Lexi, dia mendengarkan semuanya. Dia pun terdiam dan memikirkan apa yang harus dilakukan.


"Bersiap-siaplah kita akan kembali ke Indonesia! Sepertinya akan ada yang ingin mencelakai Ayah!" Lexi berkata padaku dengan nada serius, dia langsung masuk ke kamarnya. Mungkin dia akan mempersiapkan semua keperluan untuk kepulangan kami ke Indonesia.


Aku mengatakan pada Aiko bahwa kami akan kembali ke Indonesia, aku meminta dia untuk meng-handle semua pekerjaan ku selama aku di Indonesia. Dia pun menyetujuinya, hanya dia yang bisa ku percaya untuk mengurus semuanya. Lexi sudah memesan 2 tiket ke Indonesia, kami pun langsung menuju bandara.


____________________________________________


Sampai ketemu di bab berikutnya 😊


aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚

__ADS_1


ku tunggu dukungan kalian ya jangan lupa vote biar aku semakin maju ke depan kalau tidak juga tak masalah 😏


__ADS_2