
Lexi POV
Aku tersadar dengan siraman air yang begitu derasnya sehingga aku merasakan nyeri di seluruh tubuh. Aku kira hanya aku saja yang meraskannya, ternyata semuanya merasakan yang aku rasakan.
Aku berusaha melihat sekeliling aku baru menyadari ayah yang sedang terikat. Dia dipenuhinya dengan luka-luka, aku sungguh marah melihat semua ini. Aku berusaha melepaskan tali yang mengikat tanganku, namun ikatan ini begitu kencang.
Aku melihat Mamoru sedang bicara dengan Rey Hirasaki, sebenarnya apa yang terjadi. Aku mencari Lexa, ternyata dia diikat di sampingku. Aku menatapnya, lalu bertanya apa yang terjadi.
Dia tahu yang aku maksud adalah Mamoru, dia pun menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri. Itu artinya dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Kau sudah bilang padaku! Jika aku melakukan apa yang kau mau, kau akan melepaskan Lexa dan semaunya! Jika kau melakukan ini bearti kau menipuku!"
Aku mendengar Mamoru berteriak seperti itu, jadi selama ini dia bekerjasama dengan Rey Hirasaki. Aku tidak menyangka dia akan melakukan ini pada kami. Aku pikir dia adalah pria yang baik, pria yang mencintai Lexa. Ternyata aku salah.
Aku menatap Lexa, dia sangat terkejutnya dengan apa yang baru saja dia dengar. Terlihat kekecewaan di matanya, aku tahu apa yang dia rasakan. Aku harap dia bisa bertahan dengan semua ini.
"Dasar kau brengs*k Mamoru! Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini padaku!" Lexa berteriak sehingga membuat Mamoru terhenyak.
Terlihat Mamoru bergegas mendekati Lexa, dia ingin menjelaskan semuanya. Namu Lexa sudah tidak ingin mendengar apapun yang dikatakan oleh Mamoru.
"Pergi kau dari hadapanku! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi! Aku benci kau Mamoru! Kau membuat Ayahku menderita! Aku benci kau!"
Terlihat kesedihan pada Mamoru, aku bisa melihat dengan jelas kedua bola matanya memancarkan penyesalan dan kesedihan. Melihat perdebatan Mamoru dan Lexa membuat Rey bahagia.
Dia berjalan mendekati ayah dengan rasa puas yang terpancar dari matanya. Entah apa yang sudah dia lakukan sehingga Mamoru mau bekerjasama dengannya.
"Apa kau melihat semua ini Alex! Aku berhasil membuat putri kesayanganmu menderita! Ini belum seberapa, aku akan membuat kedua anakku semakin menderita sebelum kau tiada! Itu adalah hadiahku untukmu!"
Aku tidak menyangka bahwa ini yang direncakan oleh Rey, dia ingin membuat ayah menderita dengan melihat penderitaan dari Lexa. Sungguh aku sangat kesal oleh perbuatan Mamoru.
"Hahaha aku tidak menyangka, jadi hanya ini yang bisa kau rencanakan Rey Hirasaki! Sungguh kekanak-kanakan rencanamu ini!" Aku berkata pada Rey agar dia menghentikan memprovokasi ayah.
__ADS_1
Aku terus saja mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat Rey Hirasaki marah padaku. Mungkin karena sudah kesal dengan perkataanku, akhirnya Rey Hirasaki berjalan mendekatiku.
Bug!
Dia langsung menghantamku dengan tinjuannya, bukan sekali namun beberapa kali. Aku terus tertawa dengan apa yang sudah dia lakukan padaku, itu membuatnya sangat kesal. Sehingga dia terus memukulku.
"Hentikan itu Rey! Kau tidak berhak menyiksa anak-anakku!"
Rey tidak mendengarkan apa yang ayah katakan, dia masih saja memukulku dengan sekuat tenaga. Namun aku tidak akan menyerah begitu saja.
"Kau pikir bisa membuatku jatuh! Kau telah menyebabkan kematian Bunda! Aku akan membals setiap tetes air mata saudariku! Setiap tetes darah yang keluar dari Ayahku! Setiap penderitaan yang telah kau berikan kepada keluargaku! Setiap penderitaan yang harus di derita olehku dan Lexa! Aku Alexi Wibowo akan mengalihkan semuanya padamu!"
Bug!
Aku menghantam kepala Rey Hirasaki dengan kepalaku sendiri. Rey terhuyung ke belakang. Beberapa pengawalnya langsung memegang Rey Hirasaki agar tidak terjatuh.
Lalu seorang pengawal menghajarku dengan tinjuannya dan diakhiri dengan tendangan. Semua yang mereka lakukan padaku membuatku lemah. Aku harus bisa mengumpulkan tenagaku kembali, aku tidak rela jika harus berakhir tragis seperti ini.
"Sudah cukup! Hentikan semua ini!"
"Hentikan semua ini! Aku mohon padamu Rey Hirasaki! Aku sudah melakukan semua yang kau inginkan! Sekarang giliranmu untuk memenuhi permintaanku!"
Mamoru berkata pada Rey Hirasaki, setelah bisa berdiri tegap Rey Hirasaki mengambil sebuah cambuk. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Namun yang pasti dia akan bertidak sangat gila.
"Tangkap pria itu! Aku tidak ingin mendengar dia berkata-kata lagi!"
Rey Hirasaki memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Mamoru. Mamoru melawan mereka dengan ilmu bela diri yang dia miliki, namun dia berhasil di lumpuhkan.
Rey Hirasaki menyuruh pengawalnya untuk membawa Mamoru kehadapannya. Mereka pun membawa Mamoru mendekati Rey Hirasaki.
"Kau pria kedua paling bodoh yang kutemukan! Pertama adalah Leo Ahmad! Dia demi rasa cintanya pada Alin mengorbankan semuanya, meski dia dibenci oleh Alin! Dia melakukan yang aku perintahkan meski itu membuatnya semakin dibenci oleh wanita yang dia cintai!"
__ADS_1
Apakah aku tidak salah dengar, apa yang baru saja Rey Hirasaki katakan. Bahwa dia sudah menjebak Leo Ahmad untuk mengerjakan semua rencananya. Sehingga dia dibenci oleh bunda, sebenarnya dia sudah merencanakan ini sedari dulu.
"Jika saja bukan karena wanita itu, Leo tidak akan mendapatkan semua informasi tentang aku! Sehingga aku pun membunuh wanita itu dengan sangat keji. Lalu aku juga membunuh Leo saat Alin terjatuh dari gedung yang sangat tinggi!"
Semua yang dia katakan adalah peristiwa di saat penculikan kami, sehingga membuat kami kehilangan bunda untuk selamanya. Aku tidak menyangka bahwa ini semua adalah rencana dia.
"Dasar kau bajing*n! Kau telah membunuh Kakaku! Aku bersumpah akan membalas setiap luka yang diderita olehnya!" Teriak Himawari, saat dia mendengar Rey Hirasaki menceritakan kakaknya.
Rey hanya senyum jahat, aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Sebenarnya apa yang sudah Rey lakukan sehingga Mamoru mau melakukan apa yang Rey suruh.
"Dan sekarang kau Mamoru, pria bodoh berikutnya setelah Leo! Apa kau begitu bodohnya, sehingga percaya hasil rekap medismu?" Rey berkata dengan sebuah perkataan yang membuat Mamoru kesal.
"Apa yang kau katakan hah! Apa kau memalsukan juga hasil rekap medisku? Apa semua ini adalah rencana busukmu?" Mamoru berkata dengan nada marah.
Rey mengatakan semuanya, dia sudah merencanakan sedari awal. Semenjak dia tahu bahwa Lexa adalah putri dari Alex Wibowo, dia memalsukan hasil rekap medis Mamoru.
Sehingga Mamoru beranggapan bahwa dirinya menderita sebuah pemyakit. Dan penyakit itu sudah menggerogotinya, sehingga dia di vonis tidak akan hidup lebih lama lagi. Mendengar semua perkataan Rey Hirasaki membuat Mamoru terkulai lemah.
"Aku sungguh bodoh! Maafkan aku Lexa, aku berniat melindungimu dari segala perbuatan jahat Rey Hirasaki! Namun aku hanya menyakitimu saja!" Mamoru berkata pada Lexa.
Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Lexa kali ini, namun yang pasti Lexa tidak akan begitu saja melupakan semuanya. Apalagi setelah ketidakjujuran Mamoru padanya.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
__ADS_1
Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉
c you next bab 😘