
Lexi POV
Aku sudah memutuskan untuk misi kali ini, ku bagi menjadi 2 tim. Tim pertama adalah para wanita yang terdiri dari Lexa, Aiko dan Yuki. Tim kedua adalah aku dan Aldo, untuk tim Lexa aku tugaskan mereka untuk ke universitas tempat bunda menyelesaikan studinya, sedangkan aku dan Aldo pergi ke Giza Pyramids. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya, firasat ku manegatakan bahwa disana akan ada bahaya.
Perjalanan menuju Giza Pyramids lumayan membutuhkan waktu, baik aku atau Aldo tidak mengetahui apa yang akan terjadi disana. Beberapa saat kemudian kami tiba di tempat tujuan kami, aku memutuskan untuk menyewa unta untuk perjalanan kami. Kami memulai pencarian USB yang di simpan Leo. Aldo sudah mengetahui simbol yang sudah pasti Leo yang membuatnya.
Hari ini tampak sepi sedikit sekali para turis yang berkunjung kemari. Tapi itu memudahkan kami untuk mencari USB itu, terlihat ada beberapa orang yang sangat mencurigakan. Tampaknya firasat ku benar, ada orang yang mencari USB itu selain kami. Aku memberikan kode pada Aldo dan dia pun menyadari tentang orang-orang tersebut.
Aku menyuruh Aldo untuk selalu berhati-hati, karena tidak mungkin yang mencari USB ini hanya segelintir orang. Kuharap Lexi tidak mengalami kesulitan disana. Kami bersikap layaknya seorang turis dan di temani oleh seorang tour guide. Kuharap penyamaran kami tidak diketahui oleh musuh kami.
Aku menyuruh Aldo untuk menggunakan earpiece sebelum samapai di Giza Pyramids. Aku turun dari unta dan mengikuti tour guide, dia menjelaskan semuanya. Aku melihat secara seksama apakah terdapat simbol yang di buat oleh Leo. Saat sedang mencari simbol itu, kulihat jumlah mereka semakin bertambah. Apakah yang mereka tahu hanya di lokasi ini.
"Tuan aku menemukan simbol yang ditinggalkan Leo Ahmad!" ucap Aldo dengan nada pelan dalam earpiece. Aku langsung menghampiri Aldo dengan sikap sewajarnya, agar tidak tampak tergesa-gesa.
Brugggg!
Seorang gadis terjatuh karena menubruk ku, aku membantunya untuk berdiri. Aku sadar ada yang aneh dengan gadis ini, sepertinya dia sedang menghindari sesuatu. Setelah terbangun gadis itu langsung pergi tanpa sepatah katapun. Aku tersadar setelah aldo memanggilku. Aku pun langsung berjalan ke arahnya, kulihat ukiran simbol ini sama persis dengan yang pernah ku temui. Cara membukanya pun harus menggunakan code rahasia, setelah ku tekan kode yang pertama ternyata salah dia merubah kodenya.
Kutekan kembali dengan nama Rosalina's, secara otomatis kotak tersebut terbuka. Di dalamnya terdapat sebuah USB, aku pun segera mengambil USB tersebut dan mengamankannya. Aku pun menutup kembali kotak tersebut dan pergi menuju tour guide yang sudah menanti ku dan Aldo. Kami pun melanjutkan perjalanan kami menelusuri seluruh lokasi. Aku merasakan ada yang aneh dengan tour guide-nya, dia berbeda dengan orang yang pertama mengantar kami.
Dia mengajak kami ke daerah yang sangat sepi di tengah Padang pasir. Aku memberikan kode pada Aldo agar dia bersiap-siap dan berhati-hati. Aku yakin sebentar lagi mereka semua akan muncul menghadang kami. Benar saja dugaan ku, dalam beberapa detik mereka semua muncul dan mengepung kami. Apa pun yang terjadi aku tidak akan menyerahkan USB ini pada mereka dengan mudah.
"Tuan sebaiknya Anda menyerahkan USB itu pada kami! Jika Anda ingin selamat!" ucap seorang pria berbadan kekar pada ku dan Aldo.
"USB apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti dengan yang kau ucapkan!" jawabku dengan nada tenang dan dingin.
Pria tersebut melangkah mendekati tour guide, dia berbicara padanya dengan bahasa penduduk asli. Aku mengerti sedikit dengan bahasa mereka, tour guide itu mengatakan bahwa aku yang memegang USB-nya. Setelah mendengar penjelasan tour guide, pria tersebut langsung menghampiri ku. Dia meminta USB-nya dengan nada penekanan dan ancaman.
"Aku tidak akan menyerahkan USB ini pada siapapun!" Tanpa basa-basi pria tersebut menyuruh para bawahannya untuk menyerang ku dan Aldo. Akhirnya terjadilah perkelahian antara ku dan para musuhku.
__ADS_1
Whuuss!
Seorang musuhku melayangkan tendangannya padaku, secara refleks aku menghindari tendangannya. Dia melancarkan tinjuannya, aku bertahan setelah itu aku membalas setiap serangan yang telah dia berikan padaku. Satu per satu musuh ku jatuh, tapi mereka bangkit lagi dan bersiap untuk menyerangku. Belum selesai aku dan Aldo mengalahkan mereka, jumlah mereka semakin bertambah. Rupanya mereka ingin menghabisi kami saat ini juga.
Bak!
Bik!
Buk!
Aku memukul mereka dengan tenaga yang masih kumiliki, kulihat Aldo sudah kelelahan. Aku lebih banyak bertahan, untuk memulihkan tenaga ku tapi mereka terus menyerangku.
Brugggg!
Aku terjatuh, ada seseorang yang memukul dari belakang. Aku berusaha berdiri, tapi mereka menangkap ku. Aku berusaha melepaskan diriku, mereka memegang ku dengan sangat kuat. Kulihat Aldo sudah kelelahan tapi dia masih bisa bertahan.
"Hentikan! Jika tidak pria ini akan mati!" teriak seorang musuh pada Aldo.
"Hentikan! Akan kuberikan pada kalian!" teriakku pada mereka dan akhirnya mereka menghentikannya.
Dor!
Dor!
Suara tembakan terdengar begitu nyaring, aku melihat satu per satu musuh ku berjatuhan. Aku mencari arah suara tembakan itu, mataku tertuju pada seseorang yang memakai pakaian wanita berjubah hitam, dia menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya. Dia terus menembak tanpa jeda, aku pikir dia adalah penembak yang jitu karena setiap tembakannya tidak meleset. Dia melangkah mendekati ku sambil menembakkan semua pelurunya, setelah habis dia membuang senjatanya. Beberapa musuhku yang masih bisa berdiri dan tidak terluka berlari menyerangnya. Terjadilah perkelahian antara mereka.
Bak!
Bik!
__ADS_1
Buk!
Whussss!
Dia melancarkan serangannya, dengan meninju musuhku secara bertubi-tubi dan sesekali melayangkan tendangannya. Para musuh mulai kewalahan, ada seorang musuh yang menyerangnya dia dan menarik cadarnya. Seketika cadarnya terlepas, kini terlihat jelas wajahnya. Rambutnya panjangnya tergerai dan tertiup angin, ternyata dia wanita yang memancarkan kelembutan namun berduri.
Dia kesal dengan tindakan musuhku yang menarik cadarnya, dia marah dan mulai menghajar secara membabi-buta. Dia menghentikan serangannya, setelah melihat para musuh terjatuh. Dia langsung mendekati ku dan melepaskan ikatan ku, saat aku melihat kebelakang dari kejauhan ada beberapa orang yang mendekati kami.
Whussss!
Setttttt!
Sebuah anak panah melesat ke arah wanita itu, aku menangkap anak panah itu. Wanita itu terkejut dengan anak panah yang mengarah padanya. Telapak tanganku terluka karena tajamnya anak panah yang melesat ke arah ku.
"Sial! Mereka sudah sampai disini!" ucap gadis itu dengan nada kesal.
Dia menyobek kain yang menempel di tubuhnya dan mengikat telapak tanganku yang terluka. Dia berkata, "terimakasih kau sudah menahan anak panah itu, setelah ini kita tidak punya hutang apapun!"
Setelah mengatakan semua itu, dia pergi menaiki seekor unta dengan cepat. Sepertinya dia sedang di kejar oleh musuhnya, tapi dia masih mau membatu ku yang dalam bahaya.'Kuharap kita akan bertemu lagi wanita berduri!' batinku.
Tak begitu lama mereka yang mengejar wanita itu melewati kami, mereka terus mengejar wanita itu. Kuharap dia bisa lepas dari mereka, semoga kau selamat dan kita bisa bertemu kembali. Aku melepaskan ikatan Aldo, kami pun segera pergi meninggalkan semua kekacauan ini.
Kuharap Lexa tak menghadapi rintangan yang membahayakannya. Aku harus segera menghubungi Lexa jika sudah berada di dalam mobil. Perasaanku tak tenang, musuh kami semakin kuat dan mereka tidak segan-segan untuk membunuh. Lexa kuharap kau baik-baik saja.
____________________________________________
____________________________________________
Hai hai hallo para pembaca setia ku, terimakasih loh ya sudah membaca dan menunggu up ku setiap harinya π
__ADS_1
Jangan melupakan like dan komen yang membangun, atau masukkan dari kalian silahkan. Oia kalau mau ya, ini kalo mau masukkan semua poin kalian pada Alexa ya π kalau tidak juga tidak mengapaππ