Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 89


__ADS_3

Alex POV


Aku tersadar kepalaku terasa berat, tempat apa ini? Mengapa aku bisa berada di tempat ini? Aku terus berusaha mengingat kembali.


"Tuan! Apakah kau tidak apa-apa?!" Ari bertanya padaku.


Aku tidak bisa menjawab apa-apa, kepalaku masih terasa berat. Kulihat Ari dalam keadaan terikat baik kedua lengan dan kedua kakinya. Aku berusaha menggerakkan kaki dan tanganku namun tidak bisa, ternyata aku pun terikat dengan sangat kencang.


"Ari cobalah kau mendekat padaku!" Aku perintahkan Ari untuk mendekatiku, agar aku bisa melepaskan ikatannya.


Ari pun berusaha bergeser sedikit demi sedikit, akhirnya dia berhasil mendekat. Aku berusaha melonggarkan ikatan di kedua tangannya, butuh tenaga extra untuk melakukan semua ini. Karena kedua tanganku pun terikat.


"Jika ada celah untuk lari, kau lari saja! Tidak usah pedulikan aku! Setelah itu cari bantuan!"


Ari menolak perintahku, dia bersikukuh untuk pergi bersama. Menurutku itu tidak mungkin, jika Ari yang pergi maka dia akan selamat. Jika dia pergi bersamaku, maka dia akan tiada.


Aku tidak ingin melihatnya tiada, bagiku waktu yang tersisa untuk sudah cukup. Tanpa Alin sekian lama ini membuatku sangat menderita, sekarang anak-anak sudah cukup dewasa. Sehingga aku bisa merasa lega meninggalkan mereka.


Aku memerintahkan Ari sekali lagi dengan penekanan, aku tidak ingin dia membantahku. Akhirnya Ari pun setuju dengan rencanaku, sekarang adalah menunggu waktu yang tepat untuk Ari lari.


Beberapa saat kemudian terdengar suara kunci terbuka, lalu pintu yang tertutup itu terbuka. Terlihat 2 orang membawa nampan makanan, saat mereka menunduk aku menendang kaki salah seorang pengawal.


Sehingga pengawal itu terjatuh, Ari segera melepaskan ikatannya. Lalu dia memukul salah seorang yang berusaha menghajarku. Setelah kedua pengawal itu terjatuh aku menyuruh Ari untuk segera lari.


"Larilah Ari! Lari sekuat tenagamu! Semoga Allah melindungimu, jika kau selamat aku titipkan kedua anakku padamu!" gumamku.


Seorang pengawal terbangun, lalu dia menghubungi teman-temannya untuk menangkap Ari.


Bug!


Aku dihantam oleh kepalan tangan pengawal yang tadi kutendang, sehingga bagian pelipisku mengeluarkan darah. Aku berharap Ari bisa pergi dari tempat ini, hanya itu keinginanku saat ini.


Brugggg!

__ADS_1


Aku terkejut melihat Ari tergeletak tak sadarkan diri, di tubuhnya penuh luka lebam. Sepertinya dia sudah dipukuli tanpa ampun, aku sungguh kesal dengan perlakuan mereka pada Ari.


"Suruh Tuan kalian menemuiku!" Aku berkata dengan nada marah.


Setelah aku berkata seperti itu, terdengar suara tepuk tangan. Semakin lama semakin mendekat, mungkin dia adalah Rey Hirasaki. Ternyata benar dugaanku dia adalah Rey Hirasaki.


"Bagaimana Alex? Apakah pelayanan para pengawalku sudah memuaskannya?" Rey berkata dengan senyum sinisnya.


Aku menyuruhnya untuk melepaskan Ari, karena dia tidak bersalah. Karena yang dia mau adalah aku, namun Rey tidak menyetujui permintaanku. Dia mengatakan siapa yang dekat denganku harus mati bersamaku.


"Apakah belum cukup kau membuat aku kehilangan wanita yang kucintai?!" Aku bertanya pada Rey Hirasaki.


Dia menyeringai lalu berkata, "Itu belum cukup! Kau hanya kehilangan satu wanita yang kau cintai, namun kau telah menghilangkan dua wanita yang kucintai!" jawab Rey Hirasaki padaku.


Aku bingung dengan apa yang dia katakan, karena yang aku tahu wanita yang dia cintai adalah mba Nita.


"Kesalahanku adalah mencelakai Mba Nita! Dan itu adalah murni kecelakaan!" ucapku pada Rey, aku ingin tahu siapa wanita satunya lagi.


"Kesalahan pertamamu adalah menyebabkan Nita tiada, itu juga ulah adiknya Alin. Aku memendam rasa amarahku padamu dan Alin! Lalu aku menemukan cinta baru, tapi kau telah menyebabkan nya tiada pula! Dia adalah Rosaline. Dan aku tidak menyangka bahwa kau dan Alin menikah, setelah aku tahu kalian bersatu. Aku merencanakan balas dendamku pada kalian berdua!"


Rosaline bukankah dia putri dari ibu Sinta, apakah dia adalah kekasih dari Rey Hirasaki. Itu tidak mungkin, bukankah Rosaline adalah wanita yang sudah membuat ayah celaka. Hingga ayah tiada.


Bug!


Rey Hirasaki memukulku lalu menendang ku berkali-kali, dia meluapkan semua kesedihannya dengan menghajarku. Aku berusaha bertahan dari serangannya, semua badanku terasa nyeri. Akhirnya dia menghentikan semua serangannya padaku, aku terdiam sejenak.


"Semua ini belum seberapa! Besok adalah hari terakhirmu melihat matahari! Nikmati saja malam ini dengan tenang!"


Setelah berkata seperti itu Rey Hirasaki melangkah pergi meninggalkanku. Para pengawal menutup kembali ruangan ini, aku hanya bisa diam.


Aku masih berpikir, apakah Rey sudah merencanakan balas dendam sejak aku belum bertemu dengan Alin. Sehingga dia menyuruh rosaline untuk menghancurkan ayahku.


Semua pertanyaan itu berlarian di kepalaku, aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini. Aku pikir hanya mba Nita wanita yang dicintai Rey, namun perkiraan ku salah.

__ADS_1


Ruangan sudah gelap, hanya cahaya bulan yang menerangi ruangan ini. Sungguh malam yang indah jika saat ini aku berada di luar bersama Alin, aku selalu membayangkan kebersamaanku dengannya. Dia selalu tersenyum hangat padaku, aku sungguh merindukanmu sayang.


Aku tersadar dari lamunanku saat mendengar erangan kesakitan Ari, rupanya dia sudah sadar. Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi, batinku sangat sedih melihat orang yang sudah melayaniku dengan segenap jiwanya menjadi seperti ini.


"Maafkan saya Tuan, saya mengecewakan Tuan sekali lagi!"


Aku terdiam mendengar perkataan Ari, yang aku tahu selama ini dia sudah bekerja cukup keras untukku dan keluargaku. Aku pun bertanya padanya kapan dia mengecewakanku.


"Yang pertama saya tidak bisa menyelamatkan Nyonya Alin! Saya sungguh menyesali semua itu, jika saya tidak terlambat mungkin Nyonya akan tetep bersama Tuan! Lalu sekarang saya tidak bisa lari untuk mencari bantuan!"


Aku mendengar ada penyesalan dari setiap ucapan yang Ari lontarkan, namun semua itu sudah tidak penting lagi bagiku, mungkin semua ini sudah takdirku.


Aku sedih mungkin saat terakhirku tidak bisa melihat Lexa dan Lexi, aku begitu menyayangi mereka. Aku bersyukur telah memiliki mereka berdua, maafkan aku belum bisa menjadi ayah yang baik bagi kalian.


Aku berharap mereka tidak berbuat nekat sehingga membuat mereka kesulitan. Lebih baik mereka tidak menemukanku, itu lebih baik agar mereka selamat. Karena yang diinginkan oleh Rey adalah kematianku.


"Maafkan aku Ari, karena aku kau kehilangan kesempatanmu untuk bersama Aldo lebih lama lagi! Hahaha aku beruntung memiliki asisten sepertimu!"


Ari tersenyum dia berkata, "Seharunya saya yang bersyukur karena telah melayani Tuan, jika tidak ada Tuan saya sudah tiada dari dulu. Lalu saya tidak akan merasakan memiliki keluarga dan seorang putra, saya merasa nyawa saya adalah milik Tuhan! Sehingga saya tidak menyesali jika saya harus tiada bersama Tuan!"


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘

__ADS_1


__ADS_2