
Still Lexa POV
Setelah kepergian Himawari dan pria bertopeng, aku memutuskan untuk membicarakan semuanya di rumah saja. Karena mobil yang ditumpangi tadi rusak, aku menyuruh seorang karyawan bengkel untuk mengambilnya.
Sedangkan Aiko, dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dia ingin beristirahat, aku tahu dia pasti sangat kelelahan. Terkadang aku berpikir untuk tidak membawa Aiko dalam setiap misi kami, namun dia selalu saja memaksa ingin membatuku dan Lexi.
Setiba di rumah, aku segera masuk ke dalam kamarku. Aku hendak membersihkan diriku. Kulihat tubuhku penuh luka lebam, semuanya terasa nyeri. Apalagi lenganku yang tertusuk belati, aku teringat kembali dengan foto yang ada di rumah Rey Hirasaki.
Siapa orang yang bisa aku tanyakan tentang hal ini? Apakah ayah mengetahui hal ini? Apakah aku harus bertanya pada om Rio? Pikiranku penuh dengan banyak pertanyaan.
Setelah selesai dengan membersihkan diri, aku berencana menghampiri Lexi. Aku ingin membicarakan tentang foto itu, aku sungguh penasaran bagaimana Rey Hirasaki bisa mengenal tante Nita.
Aku bergegas kebawah, ternyata Lexi sudah duduk dengan Notebook-nya serta sudah ada Aldo disana. Aku pun berjalan menghampiri mereka, aku duduk disampingnya Lexi. Aku mengeluarkan handphone, kutunjukkan foto yang berhasil kutemukan di dalam kamar Rey Hirasaki.
"Bagaimana menurutmu Lexi?! Apakah hubungan Rey Hirasaki dengan Tante Nita?!" Aku bertanya pada Lexi, dia pun mengeluarkan handphone.
Ditunjukkannya sebuah foto yang dia temukan di ruang baca Rey Hirasaki. Ternyata benar ini adalah foto yang sama, mataku tidak mungkin salah mengenali. Karena bunda selalu saja membawa foto tante Nita kemanapun. Dan juga di rumah nenek selalu ada foto Tante Nita.
"Kepada siapa kita bertanya? Ayah atau om Rio?" tanya Lexi padaku, dan aku pun bingung harus kepada siapa bertanya.
Lalu Aldo mengatakan, "Tanyakan saja pada keduanya!"
Aku dan Lexi saling memandang, apa yang dikatakan oleh Aldo benar. Aku memutuskan untuk bertanya pada om Rio, sedangkan Lexi bertugas bertanya pada ayah. Setelah tahu jawaban dari mereka, kita pasti bisa menyimpulkannya.
Aku menghubungi om Rio, setelah tersambung aku langsung bertanya pada topik permasalahan. Aku bertanya padanya, apakah om Rio mengenal Rey Hirasaki. Om Rio terdiam sejenak, aku menunggu jawaban yang pasti.
Om Rio mengatakan bahwa dia tidak mengenal Rey Hirasaki, lalu aku mengatakan apakah dulu almarhum tante Nita pernah membicarakan tentang Rey Hirasaki. Om Rio bingung dengan apa yang aku katakan, namun yang pasti om Rio tidak mengenal Rey Hirasaki.
Om Rio berkata, sewaktu tante Nita masih hidup, dia tidak pernah menceritakan apa pun. Dia tipe wanita tertutup, dia jarang sekali menceritakan segala hal pada siapa pun meski itu adalah orang tuanya.
Akhirnya aku mengakhiri sambungan telepon dengan om Rio. Aku mendengar kalimat terakhir yang om Rio katakan, terdengar ada kekhawatiran.
Sekarang aku menunggu kabar dari Lexi yang menghubungi ayah. Aku tahu menghubungi ayah akan sangat sulit. Pasti banyak pertanyaan dari ayah yang harus dia jawab terlebih dahulu.
Lexi pun menutup teleponnya, dia menggelengkan kepalanya. Itu artinya ayah juga tidak tahu hubungan antara tante Nita dan Rey Hirasaki. Mungkin jalan satu-satunya adalah Rey Hirasaki, apakah aku harus bertanya padanya.
__ADS_1
Himawari, kenapa aku teringat akan dia. Apakah dia tahu sesuatu, karena wajah kakaknya mirip dengan tante Nita. Apakah aku harus menemuinya.
"Lexi apakah kau bisa mempertemukanku dengan Himawari?!" Aku bertanya pada Lexi, aku berharap dia bisa mempertemukanku dengan Himawari.
Lexi keheranan kenapa aku menyuruhnya untuk mempertemukan aku dengan Himawari. Aku pun menjelaskan padanya, mungkin saja Himawari mempunyai informasi yang kita butuhkan.
Lexi pun meminta waktu untuk menemukan keberadaan Himawari, aku memberikannya waktu sampai besok siang. Semakin cepat aku mengetahui semaunya, maka semakin cepat aku mengetahui alasan di balik Rey Hirasaki melenyapkan bunda.
***
Keesokan harinya, Lexi memberitahuku keberadaan Himawari. Aku pun bersiap untuk menemui Himawari, aku tidak ingin membuang-buang waktu lagi.
Tadinya aku akan pergi sendiri namun Lexi memaksa untuk ikut, aku pun mengajak Lexi untuk bertemu dengan Himawari. Lexi sudah melacak alamat keberadaan Himawari.
Lexi yang memegang kendali setir kali ini, aku hanya duduk manis di sampingnya. Aku bertanya padanya mengenai Himawari, apakah dia sudah mencari tahu tentang wanita itu.
Lexi menjawab, dia sudah mencari tahu siapa sebenarnya Himawari. Namun dia merasa aneh karena dia tidak bisa menemukan data-data mengenai Himawari.
Sepertinya semua data tentang dia ada yang menghapusnya, ada dua kemungkinan. Yang pertama dia adalah salah satu korban yang harus dilindungi. Yang kedua, dia merupakan agen pemerintahan.
Aku tahu bagaimana perasaan Lexi pada Himawari, dia menyukainya itu bisa terlihat dari tatapannya terhadap Himawari. Aku harap Lexi tidak mengalami rasanya kecewa.
Ckitttt!
Lexi menghentikan mobilnya, aku mengerlingkan mataku guna melihat aku berada dimana. Tampak sebuah gedung apartemen yang sangat mewah, dan ini mengingatkan ku pada malam itu. Dimana aku diselamatkan lalu dirawat oleh pria bertopeng itu.
Lexi menyuruhku keluar dari mobil, aku pun keluar dari mobil. Dia jalan terlebih dahulu lalu aku mengikutinya dari belakang. Kami tiba di sebuah lift, Lexi menekan tombol untuk naik ke atas. Setalah masuk ke dalam lift.
Akhirnya kami tiba di depan sebuah apartemen, Lexi menekan tombol lalu ada seorang wanita yang membuka pintu. Sepertinya dia sudah tahu bahwa kami akan menemuinya.
"Silahkan masuk!" Himawari berkata sembari mempersilahkan kami masuk.
Lexi masuk terlebih dahulu, lalu aku masuk kulihat apartemen yang begitu rapih. Himawari pun mempersilahkan kami untuk duduk, lalu dia pergi ke pantry untuk mengambil minuman.
Tanpa basa-basi aku langsung menunjukkan sebuah foto, Himawari sangat terkejut melihat foto itu. Dia hanya terdiam, melihat foto itu dengan seksama.
__ADS_1
"Jadi kalian adalah keluarga dari Nita Sanjaya!?" Himawari berkata dengan nada bertanya.
Aku mengangguk, tapi ada perasaan penasaran dalam hatiku. Kenapa dia bisa tahu dengan nama tante Nita. Sebenarnya sejauh mana dia mengetahui mengenai tante Nita.
Lexi mulai bertanya apa hubungannya dia dengan Rey Hirasaki, lalu kenapa dia sangat membenci Rey Hirasaki. Lexi terus memberikan pertanyaan pada Himawari.
Aku memegang tangan Lexi, guna memberitahukannya untuk bersabar. Dia pun mengerti akhirnya dia diam sesaat, Lexi menunggu Himawari menjawab semuanya.
Himawari pun mulai menceritakan semuanya, ternyata dia memiliki seorang kakak perempuan. Dari segi wajah dan tubuhnya sangat mirip dengan tante Nita, yang membedakan kakak Himawari dan tante Nita adalah hijab.
Karena tante Nita berhijab, sedangkan kakak Himawari tidak berhijab. Makanya bertemu dengan Rey Hirasaki, lalu dia mulai mendekati kakaknya. Mereka berniat menikah, namun semua itu dusta.
Entah apa yang dilakukan kakak Himawari sehingga membuat Rey Hirasaki sangat marah. Lalu menghukumnya yang mengakibatkan kematian.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, sang kakak mengatakan bahwa yang melakukan semuanya adalah Rey Hirasaki. Namun sebelum mengatakan alasannya dia sudah tidak bernapas.
Dengan kesedihan yang merajainya, Himawari mencari sesuatu tentang Rey Hirasaki di dalam barang-barang penting kakaknya. Dia menemukan sebuah foto wanita yang mirip dengannya namun wanita itu berhijab.
Himawari menunjukkan foto tante Nita dengan sebuah surat, yang ditinggalkan oleh kakaknya Himawari. Aku membaca surat itu, aku sungguh terkejut dengan isi surat itu.
Kakaknya Himawari mengatakan bahwa dia harus mencari keluarga dari Nita Sanjaya. Karena mereka dalam bahaya, dia menyuruh Himawari untuk memperingatkan keluarga ku untuk berhati-hati.
Karena Rey Hirasaki sangat kejam, hatinya dipenuhi oleh rasa ingin balas dendam. Lalu di dalam surat itu juga tertulis nama ayah, Himawari diperintahkan oleh kakaknya untuk menghubungi pula Alex Wibowo.
Setelah membaca surat itu, aku semakin bingung. Sebenarnya apa yang terjadi antara Rey Hirasaki, tante Nita, bunda serta ayah. Disaat aku sedang asik dengan pikiranku, Lexi mengambil surat yang ada di tanganku. Dia pun membacanya dengan seksama, terlihat jelas sekali di wajahnya penuh dengan rasa ingin tahu.
"Himawari! Cepat kita harus segera pergi!" ucap seorang pria yang baru masuk, itu membuatku dan Lexi terkejut begitu pula dengan Himawari.
Dia pun terkejut saat melihatku yang sedang duduk di atas sofa, lalu Himawari berdiri. Dia memperkenalkan pria itu sebagai atasannya, dia bernama Hinoto.
Namun aku merasa tidak asing dengannya, aku merasa sering bertemu dengannya. Jika kulihat seksama dia mirip dengan seseorang, apakah dia pria bertopeng itu?
____________________________________________
Terimakasih karena sudah setia membaca semua karyaku, jangan lupa berikan like, komen, vote kalau bisa jadikan favorit ya 😉
__ADS_1
selamat membaca c u next bab 😘