Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 73


__ADS_3

Lexa POV


Aku senang hari ini bisa bertemu dengan om dan tante, mereka berdua adalah kakak dan sahabat bunda. Meski mereka tidak tahu kalau aku akan menikah, karena kedatangan mereka kali ini untuk melihat keadaan kami. Mereka sangat khawatir padaku dan Lexi, karena kemarin aku menghubungi om Rio menanyakan mengenai tante Nita yang sudah lama tiada.


Aku masih memikirkan tentang pernikahan, aku tidak menyangka bahwa akan menikah secepat ini. Aku juga tidak menyangka Mamoru akan mengajak ayahnya pada makan malam semalam. Aku pikir hanya dia seorang diri yang memintaku pada ayah, namu dia mengajak ayahnya. Dapat kulihat bahwa dia memang serius denganku, aku berharap dialah suamiku hingga akhir hayat memisahkan kami.


Handphoneku berbunyi, ada sebuah pesan masuk dari Annisa. Dia memintaku untuk menemuinya. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi selain ingin bertemu denganku. Aku pun bersiap lalu bergegas pergi untuk menemui Annisa. Aku berpamitan pada ayah akan tetapi aku tidak mengatakan akan bertemu dengan Annisa.


Lebih baik aku menggunakan mobil saja kali ini, entah mengapa perasaanku tidak tenang. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu pada Annisa. Dalam perjalanan menuju sebuah cafe, yang dimana aku janji bertemu dengan Annisa. Terlihat jalana saat ini sangat padat, mungkinkah sedang ada acara sehingga jalanan menjadi padat.


Aku sampai di cafe lalu bergegas masuk untuk menemui Annisa, aku melihat sekeliling ruangan cafe namun aku tidak menemukan Annisa. Aku bertanya pada seorang pelayan apakah melihat seorang wanita berhijab. Aku pun memperlihatkan foto Annisa pada pelayan tersebut, pelayan tersebut melihat Annisa. Namun Annisa pergi bersama dua orang pria, namun dalam keadaan tidak sadar. Pria itu mengatakan bahwa dia adalah ayahnya.


Tidak mungkin, pasti Annisa dalam masalah. Aku harus segera menghubungi Lexi. Kuambil handphone lalu aku menghubungi Lexi, aku mengatakan semuanya pada Lexi bahwa Annisa di culik. Aku menyuruhnya untuk mencari keberadaan Annisa. Karena yang aku tahu dia memasang sebuah alat pelacak di handphone-nya.


Setelah menghubungi Lexi, aku bergegas mencari keberadaan Annisa. Aku menghubungi Aiko agar membantuku, aku menyuruhnya menyiapkan motorku yang kebetulan masih terparkir di kantor. Aku harus ke akntor terlebih dahulu, sembari menunggu kabar dari Lexi. Aku harap tidak terjadi sesuatu padanya, karena jika terjadi hal-hal yang buruk padanya. Aku tidak bisa menatap om Adam dan tante Anna.


Aku tiba di kantor kulihat Aiko sudah mempersiapkan semuanya, dia pun sudah berpakaian untuk bertarung. Aku menyuruh Aiko untuk tinggal di kantor, namun dia tidak mau. Dia ingin mencari Annisa bersamaku, karena Annisa sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Aku tidak bisa lagi melarang Aiko, sebelum pergi aku menyuruh Aiko untuk memakai earpiece yang sudah tersedia di dalam mobil.


Aku menghubungi Lexi, guna mencari tahu apakah dia sudah mendapatkan lokasi keberadaan Annisa. Namun dia masih belum menemukannya. Aku menyuruhnya untuk mengecek kamera CCTV sebuah cafe King's. Karena di sanalah Annisa menghilang dan dibawa oleh dua orang pria tak dikenal.


Kudengar suara ayah dari seberang telepon, ayah menyuruhku untuk diam menunggu di kantor saja. Aku tahu ayah sangat khawatir padaku, namun aku tidak bisa berdamai diri saja.


"Aku tidak bisa duduk manis di kantor saat adikku dalam bahaya!" ucapku pada ayah.

__ADS_1


Terdengar jelas ayah menghela napasnya, akhirnya ayah mengijinkanky untuk mencari Annisa. Namun aku harus pergi bersama Aiko, ayah pun menyuruhku untuk menunggu Azura yang sedang menuju kantor.


"Aku sudah tahu siapa yang menculik Annisa!" teriak Lexi yang terdengar dari sambungan telepon antara aku dan ayah.


Aku terkejut saat Lexi mengatakan siapa nama pria yang menculik Annisa. Mungkin aku salah dengar, lalu aku bertanya sekali lagi padanya. Mungkin saja dia salah mengenali orang, namun Lexi menjawab dengan penuh keyakinan. Aku tidak menyangka pria itu bisa menemukan Annisa.


Aku berharap tidak terjadi sesuatu padanya, aku pikir Annisa bisa menggunakan seni bela dirinya, untuk melawan orang yang berniat jahat padanya. Namu jika mendengar perkataan seorang pelayan tadi padaku, aku yakin bahwa Annisa sudah terkena bius.


"Lexi apakah kau sudah menemukan lokasi Annisa? Cepatlah kita tidak banyak waktu lagi?!" Aku berkata pada Lexi agar dia mempercepat pencariannya.


Lexi meminta waktu sebentar lagi, aku sudah tidak sabar menunggu hasilnya. Akhirnya dia memberikanku lokasi keberadaan Annisa, aku sudah tidak sabar untuk segera meluncur kesana. Namu Azura masih belum tiba, aku menyuruh Lexi untuk memberikan lokasi Annisa pada Azura. Karena aku dan Aiko akan pergi terlebih dahulu, ayah berteriak mendengarkan mengatakan itu. Namun aku meminta maaf pada ayah lalu mematikan sambungan teleponnya.


Aku bersama Aiko menyalakan mesin lalu menarik gas motor, sepersekian detik motor kami melesat di jalanan. Aku harus segera menyelamatkan Annisa, aku tidak mau pria itu menyakiti Annisa. Sudah cukup dia menderita karena traumanya, aku tidak ingin Annisa merasakan traumanya kembali.


"Ada yang mengikuti kita?!" ucapku pada Aiko.


Aiko pun mulai memperhatikan orang yang berada dibelakang, aku berpikir mereka bukanlah suruhan pria yang menculik Annisa. Aku yakin mereka adalah suruhan Rey Hirasaki. Mereka datang di waktu yang tidak tepat, saat ini yang menjadi tujuan utamaku adalah menyelamatkan Annisa.


Lexi mendengar percakapanku dengan Aiko, karena aku menyalakan esrpiece secara otomatis itu tersambung pada Lexi. Karena dia sudah menyeting semuanya. Lexi pun mengatakan bahwa dia akan segera menyusul ku untuk menyelamatkan Annisa. Aku melarangnya, lebih baik aku saja yang berada di luar, tugasnya adalah menjaga ayah di rumah.


Lexi tidak menuruti perintahku, dia masih keras kepala akan membantuku. Aku sudah tidak bisa mencegahnya lagi, aku harap ayah bisa mencegahnya. Yang sudah pasti kami harus tetap saling berhubungan melalui earpiece.


Aku mengatakan pada Aiko untuk selalu berada di belakangku, bagaimanapun caranya dia harus bisa selalu berada di belakangku. Dia mengatakan siap, aku berusaha mencari jalan untuk bisa lepas dari kejaran mereka. Biasanya Lexi memberiku arahan, sepertinya dia sudah pergi dari rumah. Dan ayah tidak bisa mencegahnya pergi, aku yakin ayah menyuruh asisten Ari untuk segera bertindak.

__ADS_1


Sekarang yang harus aku lakukan lepas dari mereka, aku menarik gas motor dengan kuat sehingga motorku melesat dengan kecepatan tinggi. Aku menyalip kendaraan di depan begitupun Aiko dia selalu berada di belakangku. Aku yakin dengan kemampuan bermotor Aiko, dia bisa mengimbangi kecepatanku. Karena kita sudah berlatih selama bertahun-tahun.


Aku melewati sebuah kawasan yang sepi dilewati para masyarakat, aku pikir telah lepas dari kejaran mereka. Namun aku salah, mereka masih mengejarku dan Aiko. Salah seorang musuh berhasil menyalip ku, sehingga dia berada di sampingku.


Ckitttt!


Aku menginjak rem dengan kekuatan penuh, karena di depan musuh yang berhasil menyalip ku berhenti. Dia tidak takut jika aku menabraknya. Melihatku berhenti mendadak, Aiko mengerem motornya dengan kuat. Sehingga motornya berdiri dengan satu ban saja. Setelah motornya kembali ke posisi semula, Aiko turun dari motornya. Dia menghampiriku.


"Sepertinya kita tidak bisa menghindar lagi?!" ucapku pada Aiko.


Aiko mengangguk itu artinya dia pun sudah siap dengan perkelahian kali ini. Aku mengatakan pada Aiko bahwa kita harus bisa membereskan mereka semua dengan cepat. Karena tujuan kita saat ini adalah menyelamatkan Annisa.


____________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉

__ADS_1


__ADS_2