
Lexa POV
Aku tidak menyangka Lexi akan membelikan gaun untukku, jika dia bukan adikku maka aku beruntung memiliki kekasih sepertinya. Sungguh beruntung wanita yang kelak akan menjadi kekasih Lexi.
Handphone ku berbunyi, aku mengambil handphone lalu kulihat siapa yang mengirimkan ku pesan. Ternyata itu Mamoru, dia menanyakan kepastian tentang acara makan malam kali ini. Dan dia pun akan menjemputku dalam satu jam dari sekarang.
Aku bergegas bersiap-siap, aku tidak mau Mamoru menunggu terlalu lama. Persiapanku sudah selesai, sekarang tinggal menunggu kedatangan Mamoru.
"Lexa! Pangeranmu sudah tiba!"
Teriak Lexi padaku, entah mengapa dia selalu menyebut Mamoru pangeran. Aku membayangkan wajah Mamoru, memang dia cocok disebut sebagai pangeran.
Aku pun melangkah keluar, aku berjalan perlahan menuruni anak tangga. Terlihat Mamoru yang menggunakan setelan jas bewarna hitam, itu senada dengan gaunku malam ini.
Dia menatapku tanpa mengedipkan kedua bola matanya, aku malu jika dia menatapku seperti itu. Aku menghampirinya, posisiku sudah ada di depannya. Namun dia masih terpaku menatapku, ku hentikan jariku guna menyadarkannya jika aku sudah berada di depannya.
Mamoru terkejut dengan jentikan jariku, aku tersenyum lembut padanya. Terlihat wajah yang tampannya itu sedikit memerah, apakah dia malu? Aku terkekeh melihat ekspresinya itu.
"Sudah hentikan tawamu itu sayang! Ayo kita pergi!"
Mamoru berkata padaku lalu mengajakku pergi, Mamoru berpamitan pada Lexi. Seraya dia meminta ijin pada Lexi untuk mengajakku pergi malam ini. Lexi pun tersenyum dan mengijinkan kita untuk pergi.
Aku berjalan menuju mobil, Mamoru sangat lembut padaku dia membukakan pintu mobil. Lalu mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil. Dia tidak menggunakan sopirnya, dia yang akan memegang kendali setir. Dia menyalakan. Mesin mobilnya, lalu kami pun pergi meninggalkan rumah.
Suasana dalam perjalanan sangat sepi, dia hanya diam dan fokus menyetir. Aku mengedarkan kedua mataku untuk melihat suasana jalanan di malam hari.
"Maaf!"
Terdengar suara lirih Mamoru yang meminta maaf padaku, aku pun menatapnya dengan lekat. Kenapa dia meminta maaf padaku, apakah dia melakukan kesalahan. Aku tersenyum lalu berkata maaf untuk apa? Karena aku tidak merasa dia membuat kesalahan.
"Maaf, karena beberapa hari ini aku jarang menghubungimu. Aku tidak berniat seperti itu! Aku sangat sayang padamu, sehingga aku tidak ingin melihatmu bersedih!"
Aku hanya diam mendengar perkataan Mamoru, karena aku bingung harus menjawab apa. Aku berpikir apakah ada hal yang dia sembunyikan padaku.
__ADS_1
Mobil terhenti, ternyata aku sudah tiba di tempat tujuan. Terlihat sebuah restoran yang sangat indah. Dikelilingi oleh bunga-bunga yang bermekaran. Lalu di sorot oleh lampu sehingga membuat suasana malam ini terlihat romantis.
"Kau suka tempat ini sayang?"
Mamoru bertanya dengan senyum lembut padaku, aku pun tersenyum lalu menganggukkan kepalaku. Dengan arti aku sangat menyukainya, entah mengapa dia selalu berhasil membuatku bahagia.
Tanpa kata-kata dia menggenggam tanganku, lalu dia mengajakku masuk ke restoran tersebut. Saat memasuki restoran, aku terpukau dengan suasana di dalam restoran. Sungguh ini sangat romantis bagiku, dengan alunan musik yang sangat indah dan enak didengar oleh telingaku.
Mamoru melepaskan tangannya, dia menggeser sebuah kursi seraya menyuruhku untuk duduk. Aku tersenyum lalu duduk di kursi, Mamoru tersenyum dan dia pun duduk di depanku.
Seorang pelayan menghampiri kami, dia membawa dua gelas minuman untuk kami. Ternyata Mamoru sudah mempersiapkan semuanya untuk malam ini. Saat menunggu pesanan yang sudah di pesan Mamoru sebelum kami tiba di sini. Aku melihat sekeliling mengapa hanya ada kami berdua.
"Kenapa restoran ini hanya ada kita berdua?!" tanyaku pada Mamoru.
Dia tersenyum, lalu mengatakan bahwa dia sudah memesan seluruh restoran ini hanya untuk kita berdua. Aku sungguh terkejut, dia bisa melakukan semua ini. Menurutku ini adalah pemborosan, tapi aku suka dengan suasana restoran ini.
Beberapa saat kemudian beberapa pelayan mengantarkan pesanan kami, lalu mereka pun pergi. Mamoru menyuruhku untuk segera menyantap makanan yang sudah tersedia. Akhirnya kami pun menyantap makanan yang dihidangkan oleh restoran ini.
Setelah menyantap hidangan makan malam, aku berbincang-bincang dengan Mamoru. Dia mengatakan tentang pekerjaan yang, kesibukkannya selain mengurus perusahaan. Dia juga mengatakan bahwa dia memiliki seorang kakak laki-laki.
Entah mengapa aku tidak terlalu yakin dengan apa yang diucapkannya, karena Aiko pernah melihat Mamoru pergi ke rumah sakit. Aku terus bertanya padanya apakah dia sakit. Namun dia masih tidak berkata jujur padaku.
Aku pun mengatakan padanya jika Aiko pernah melihatnya ke rumah sakit. Meski sudah mendengar itu dia masih saja tidak jujur padaku, aku jadi kesal. Aku pun diam dan tidak bertanya lagi, lebih baik aku diam sesaat daripada aku bertanya namun dia tidak menjawab dengan jujur.
Alunan musik mendadak berubah, menjadi alunan musik yang sangat indah. Aku terpaku karena menikmati alunan musik, tanpa kusadari Mamoru sudah berada di hadapanku dengan melipat sebelah kakinya. Ditangannya ada sebuah cincin kecil nan indah.
"Maukah kau menikah denganku?"
Aku terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar, terlihat jelas keseriusan dia padaku. Apakah aku harus menerimanya atau aku perlu memikirkannya.
Namun aku mengingat semua yang pernah bunda katakan, jika seorang pria memintamu untuk menikah. Maka dia adalah pria yang serius ingin melakukan segala sesuatu denganmu secara halal. Bisa dilihat dia adalah pria yang sangat mencintaimu, namun jika hatimu merasa ragu. Maka pikirkan semuanya dengan hati-hati, tanyakan padanya untuk memintanya langsung pada ayah.
"Bagaimana sayang? Apakah kau akan membiarkan ku terus berlutut?"
__ADS_1
Aku tersenyum lalu menganggukkan kepala itu artinya aku menerimanya. Tapi aku memberi satu syarat padanya, bahwa dia harus memintaku langsung pada ayah.
Mamoru tersenyum, terlihat jelas kebahagian di wajahnya. Masalah syarat yang aku berikan, dia menyanggupinya. Dia akan memintaku pada ayah langsung, aku sungguh bahagia dia menyanggupi syaratku. Mudah-mudahan dia adalah calon suami yang baik untukku.
Dia menjulurkan tangannya, seraya meminta aku menjulurkan tanganku. Aku pun menjulurkan tanganku, dia memasukkan sebuah cincin yang sangat cantik di jariku.
Mamoru pun berdiri, dia mengajakku untuk berdiri. Alunan musik yang begitu indah membaut ku berdansa dengannya. Aku sungguh menikmatinya, Mamoru berusaha mengimbangi gerakanku. Dia begitu lembut dan perhatiannya.
Aku pun ingin menggodanya, aku mengatakan bahwa aku masih kesal dengannya. Karena dia masih belum mengatakan yang sebenarnya, dia malah tersenyum mendengar mengucapkan itu.
"Sayang malam ini malam kita berdua, jadi masalah itu lain kali akan aku jelaskan!"
Jawab Mamoru yang sangat lembut ini membuatku tenang, aku berharap dia benar-benar akan mengatakan semuanya. Karena aku tidak ingin ada rahasia. Meski aku pun belum sepenuhnya jujur padanya, namun jika dia sudah memintaku pada ayah, maka aku akan menceritakan semuanya pada Mamoru.
Mamoru merubah ritme gerakannya, aku sangat terkejut. Namu aku berhasil mengikuti setiap gerakannya. Menari dengan sangat indah, aku tak merasa lelah dengan semuanya. Hingga alunan musik berakhir, Mamoru masih saja mengajakku berdansa.
Kami pun menghentikan tarian, Mamoru mempersilahkanku duduk kembali. Aku pun duduk, dia menghela napas terlihat jelas dia sangat kelelahan. Apakah tarian kami tadi telah membuatnya sangat lelah, wajahnya terlihat pucat.
Dia meminta ijin padaku untuk ke toilet, aku menatapnya dia berjalan meninggalkanku. Aku merasa ada yang dia sembunyikan, jika dia sakit lebih baik dia segera kembali untuk istirahat.
Beberapa saat kemudian setelah dari toilet, dia duduk kembali lalu dia mengajakku untuk ke suatu tempat. Namun aku tidak mau, karena terlihat jelas dia sedang tidak sehat.
Aku memutuskan pulang saja, namun Mamoru memaksa ingin mengajakku ke tempat lain. Aku pun tetap dengan keputusanku, aku ingin pulang agar dia bisa segera beristirahat. Akhirnya dia pun mau mengantarku pulang.
____________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉