Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 101


__ADS_3

Lexa POV


Aku tidak tahu apa lagi yang akan dia jelaskan padaku, Mamoru menghentikan mobilnya di sebuah taman. Namun taman ini terlihat sangat sepi dari pengunjung, mungkin ini terlalu pagi untuk bermain di sebuah taman.


Dia mengajakku berjalan menelusuri taman, aku baru pertama kali melihat taman seindah ini. Dan juga aku baru mengetahui bahwa di daerah ini ada taman. Aku berjalan mengikuti langkah Mamoru, karena aku tidak tahu dia akan membawaku kemana.


Aku menghentikan langkahku, saat aku melihat sebuah bangunan yang begitu indah. Ini merupakan sebuah rumah yang sudah aku impikan dari dulu, jika kelak aku menikah nanti. Mengapa bisa ada rumah seperti ini? Mengapa Mamoru mengajakku ke tempat seperti ini.


Mamoru menggandeng tanganku lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah tersebut. Aku mengerlingkan kedua bola mataku untuk menyisir seluruh ruangan. Semuanya terlihat sangat indah, design-nya pun tidak terlalu ramai. Aku sangat menyukai semua ini.


"Kau suka?" tanya Mamoru padaku dengan menunjukkan senyum lembutnya.


Aku hanya diam karena aku begitu jatuh cinta dengan rumah ini yang dikelilingi taman. Aku berjalan menuju sebuah jendela dari sini terlihat jelas taman bunga yang begitu indah sehingga membuatku lupa akan semua masalahku.


Mamoru menepuk pundakku dengan lembut lalu dia bertanya kembali karena aku belum menjawab apa yang dia tanyakan. Aku hanya tersenyum yang menandakan bahwa aku menyukainya.


Mamoru mengajakku untuk menelusuri rumah di bagian belakang, dia mengatakan bahwa itu sangat indah. Jika aku melihatnya maka aku akan semakin jatuh cinta dengan rumah ini.


Mamoru membuka sebuah pintu yang hanya terbuat dari sebuah kaca yang tebal. Sehingga sebelum keluar setiap orang bisa melihat hamparan rumput hijau yang menyegarkan mata.


Disana terlihat ada sebuah gazebo yang sangat cantik, terlihat selaras dengan hamparan rumput nan hijau yang diatasnya ada bermacam-macam warna bunga yang baru saja bermekaran.


Aku berjalan menuju gazebo yang diikuti mamoru dari belakang, entah apa yang dia pikirkan aku tidak peduli. Yang ada dalam benakku saat ini adalah menikmati semua pendanaan yang membuatku teralihkan dari semua masalahku.


Aku duduk di atas tempat duduk yang berada di dalam gazebo, Mamoru memperhatikanku. Sehingga membuatku sedikit salah tingkah, aku teringat bukankah dia ingin mengatakan sesuatu padaku.


"Apa yang ingin kau katakan padaku?!" Aku berkata dengan nada mengintrogasi namun secara lembut.


Mamoru menyunggingkan senyumannya, terlihat jelas dia sedang memikirkan sesuatu. Entah apa itu, namun terkadang aku merasa jika dia selalu memikirkan segala sesuatu namun tidak pernah dikatakan dengan jujur padaku.

__ADS_1


"Aku ingin kau memberiku kesempatan sekali lagi, aku berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang dapat membuatmu kecewa dan menderita."


Terlihat jelas kesungguhan dari mata Mamoru, aku tidak tahu apakah ini memang benar-benar dia yang sesungguhnya. Apakah dia sudah bisa untuk berkata jujur padaku? Jika kelak kamu menikah.


Karena bagiku kejujuran dalam berumah tangga sangatlah penting selain cinta dan kepercayaan. Aku menatapnya dengan lekat untuk melihat kembali kesungguhannya.


Hatiku mengatakan aku harus memberikannya kesempatan sekali lagi, namun aku masih ragu apakah ini baik untukku. Aku tidak tahu apa yang akan ayah katakan jika aku menerima kembali Mamoru.


Karena saat ini ayah masih belum bisa memaafkan atas perbuatan Mamoru. Yang telah bekerjasama dengan Rey Hirasaki untuk membuatku merasa sedih dan kecewa. Namun aku tidak tahu apakah hanya itu saja kerjasama antara mereka.


"Berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya!" Aku berucap lalu berdiri dan melangkah mendekati sebuah bunga bewarna merah.


Kuberpaling sesaat untuk melihat apa yang dilakukan Mamoru, dia hanya diam mematung. Apakah ini adalah dia yang sesungguhnya, tidak bisa memperjuangkan apa yang diinginkannya.


Aku tadi sedikit berharap dia akan bekerja lebih keras agar aku mau menerimanya kembali. Jika saja hari ini dia terus meyakinkanku, mungkin aku akan menerimanya kembali.


Lebih baik aku berjalan disekitar taman ini, kulihat banyak sekali bunga yang disukai oleh bunda. Bunga mawar ini terlihat begitu cantik, sehingga banyak sekali kupu-kupu yang bermain di taman ini.


Dia terlihat senang dengan apa yang baru aku katakan padanya, sehingga dia tidak melepaskan dekapannya. Aku semakin sesak dibuatnya.


"Mungkin kau akan sedikit menghadapi Ayah dan Lexi! Kau perlu meyakinkan mereka akan kesungguhanmu!" Aku berkata dengan lembut padanya.


Dia tersenyum padaku dan berkata, "Aku akan berusaha keras agar mereka bisa kembali yakin kepadaku!"


Aku melihat dari tatapan matanya penuh rasa percaya diri dan keyakinan yang begitu besar. Aku harap semua keputusanku sudah tepat, sehingga tidak membuat semua kecewa.


"Aku antar kau ke kantor, sore nanti aku akan menjemputmu lalu menghadap Ayah dan Lexi!" ucap Mamoru padaku.


Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya menuju mobil, dia berkata padaku bahwa ini adalah rumah yang sudah dia sediakan untukku. Aku terkejut dengan apa yang dia katakan.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju kantor aku melihatnya berseri berbrda sekali dengan waktu pertama dia memintaku pada Lexi. Entah mengapa aku senang melihatnya seperti ini.


Aku berharap kau akan menjadi Mamoru yang aku impikan namun juga menjadi diri sendiri. Mungkinkah aku begitu mencintainya, sehingga aku tidak bisa jauh darinya.


Mobil terhenti, tidak terasa aku sudah tiba di depan perusahaan. Dia mendekatiku lalu melepaskan safety belt, aku pikir dia akan menciumku. Aku terkekeh dalam hatiku, betapa mesumnya aku ini.


Mataku terbelalak saat dia mengecup keningku, aku tidak menyangka dia akan melakukan itu. Aku hanya terdiam dengan kenakalannya, kudengar suara tawa kecil dari bibirnya.


Aku sungguh kesal bercampur malu, karena perbuatannya itu. Kubuka pintu mobil dan aku bergegas untuk masuk ke ruanganku, dengan jantungku yang berdegup tidak beraturan.


Aku lupa tidak mengatakan apapun padanya, tapi sudahlah yang penting sore nanti dia akan menjemputku. Aku harap ayah dan Lexi bisa menerimanya dan memberikannya satu kali kesempatan.


"Hai Lexa! Apa yang terjadi padamu?!" Aiko bertanya padaku dengan menggoyangkan tubuhku.


Aku baru tersadar dengan kehadiran Aiko, dia berkata sudah berada di ruanganku selam 10 menit. Dia bertanya padaku namun aku tidak menjawab, yang aku lakukan hanya melamun.


Dia bertanya kembali apa yang terjadi padaku lalu aku mengatakan padanya apa yang baru saja terjadi padaku. Setelah aku menceritakan semuanya, terlihat jelas dia tidak terlalu senang. Mungkin dia juga perlu waktu untuk yakin dengan Mamoru.


"Apa kau yakin dengan keputusanku?!" Aiko bertanya kembali padaku.


Aku mengatakan bahwa aku mempercayainya, maka dari itu aku memberikan kesempatan padanya kali ini. Jika dia melakukan hal yang sama lagi maka aku tidak akan memaafkannya. Dan aku akan menerima semua keputusan yang ayah buat.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉

__ADS_1


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉


__ADS_2