Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 103


__ADS_3

Momoru POV


Mengapa dia terus meneleponku, sudah aku bilang biar aku saja yang menghubunginya. Dasar wanita bodoh, lihat saja nanti jika aku bertemu dengannya aku akan melahapnya.


"Hallo! Sudah kubilang untuk hari ini kau tidak usah menghubungiku! Biar aku yang menghubungimu!" teriakku karena sangat kesal dengan ulahnya.


Dia memintaku untuk menemuinya, maka aku akan menemuinya untuk menghukumnya agar tidak melakukan hal yang membuatku kesal. Aku menutup telepon lalu aku tancap gas mobilku sehingga mobilku melesat dengan kecepatan tinggi.


Tibalah aku di sebuah apartemen, aku langsung turun dari mobilku. Aku berjalan menelusuri jalan menuju apartemennya, akhirnya aku sampai di depan pintu apartemennya.


Kutekan tombol code apartemen, pintu apartemen pun terbuka. Saat aku baru melangkahkan kakiku ke dalam apartemen, dia langsung berlari memeluk. Dia langsung menyerangku dengan kecupan hangatnya.


Aku suka dengan gayanya yang seperti ini, aku pun membalas kecupannya dengan kecupan yang begitu gila dariku. Aku teringat dengan ulahnya yang menggangguku tadi saat bersama Lexa.


Kutarik rambutnya sehingga kepalanya mendongak, kutatap wajahnya yang terlihat kesakitan. Lalu aku melepaskan diri dari pelukannya, aku menghempaskan dia sehingga terjatuh. Terlihat dia sangat terkejut dengan apa yang kulakukan.


Aku menghampirinya lalu berkata, "Sudah kubilang bukan! Jangan menghubungiku hari ini! Tunggu aku menghubungimu, tapi kau tidak menurut!"


Dia tersenyum lalu memelukku kembali, dia mengatakan bahwa dia sangat merindukanku. Aku tersenyum dan langsung menyerangnya dengan kecupan yang sangat gila.


Kulihat dia begitu menikmatinya, kugendong dia namun permainan kami tidak terhenti. Aku membawanya ke atas ranjang, kuhempaskan dia. Dia sungguh menggoda, aku sudah tidak bisa menahan semuanya.


Akhirnya kami pun menukangi permainan yang begitu membuatku tidak ingin berhenti begitu pula dengannya.


"Apa kau menikmatinya Reiko?!" bisik ku padanya.


Aku melihat wajahnya yang merona lalu dia mengangguk tandanya dia sangat menikmatinya. Aku pun terus melanjutkannya, entah mengapa jika aku bersamanya aku bisa melupakan Lexa.


Setelah selesai bergulat selama beberapa jam, akhirnya dia tertidur pulas. Sedangkan aku masih memikirkan bagaimana cara untuk semakin menyakiti Lexa.


Dulu aku sangat ingin melindunginya dengan seluruh jiwa dan ragaku bahkan meski mengorbankan nyawaku. Namu setelah aku mengetahui bahwa nyonya Alin adalah penyebab kematian Leo Ahmad, aku merubah semua rencanaku.

__ADS_1


Karena Leo Ahmad lebih berjasa dibandingkan dengan nyonya Alin. Mulai saat ini aku akan membuat Lexa semakin menderita, akan kubuat dia merasakan apa yang dirasakan oleh Leo Ahmad. Semua rasa cinta Leo Ahmad pada Alin yang tidak berbalas biar Lexa pun merasakannya.


Aku jadi teringat bagaimana pengorbanan yang dilakukan oleh Leo Ahmad padaku dan juga ibuku. Dia menolong ibuku yang sedang membutuhkan transfusi darah. Lalu dia juga telah mendonorkan organ ginjalnya untuk menyelamatkanku dalam sebuah kecelakaan.


Ternyata selain mendonorkan ginjalnya dia juga mendonorkan organ hatinya. Karena dalam kecelakaan tersebut aku mengalami kerusakan pada organ ginjal dan hati.


Semenjak itu aku selalu berhubungan dengannya, aku mulai mengenalnya. Ternyata dia memiliki wanita yang sangat dia cintai, dulu aku tidak tahu bahwa Alin adalah wanita yang Leo Ahmad cintai.


Namun setelah Rey Hirasaki mengatakan bahwa wanita yang sangat dicintai oleh Ahmad adalah Alin. Namun Alin telah membuatnya menderita lalu menyebabkan Leo harus mengorbankan jiwanya demi menyelamatkan kedua anaknya.


Aku semakin marah, aku sudah tidak bisa melindungi Lexa. Yang ada dihatiku hanya kemarahan dan rasa dendam. Aku ingin membuatnya menderita seperti apa yang sudah dirasakan oleh Leo Ahmad.


"Apa rencanamu untuk Lexa?!" Reiko bertanya padaku sambil memelukku dari belakang.


Aku menariknya hingga dia terjatuh ke dalam pangkuanku, aku mengatakan padanya akan memberikan penderitaan pada Lexa. Dan aku akan memberikan semua kebahagiaan padanya.


Reiko terlihat senang dia menyunggingkan bibirnya dengan manis, aku senang dengan melihatnya tersenyum seperti itu. Aku berharap bisa dengan cepat menyelesaikan semua ini.


Dan juga sebelum kembalinya kakaku ke rumah, aku harus sudah berhasil menikahi Reiko. Aku tidak ingin kehadirannya mengganggu rencana yang sudah aku buat.


Handphone-ku berbunyi aku melihat yang menghubungiku adalah Lexa, aku malas menerima telepon darinya. Aku simpan kembali handphone-nya, lalu aku menikmati kembali kecupan manis dari bibir Reiko.


Beberapa saat kemudian aku menerima telepon dari kakaku, dia bertanya padaku tentang rencana pernikahanku. Namun dia tidak tahu dengan siapa aku akan menikah.


Lebih baik aku merahasiakan semuanya dari dirinya, aku harap dia tidak akan kembali sebelum rencanaku berhasil. Kalo dia tiba lebih cepat maka dia akan menganggarkan semuanya.


Ayah lebih percaya dan mengikuti semua apa yang dikatakan oleh Kaka, sehingga aku merasa dikucilkan. Aku merasa tidak ada artinya dibandingkan dengan kakak.


Meski ayah tahu bahwa Kaka bukanlah anak kandungnya, ayah masih saja menganggapnya seperti anaknya sendiri. Aku dan kakak hanya berbeda ayah namun ibu kami sama.


Karena perlakuan ayah yang berbeda pada kami sehingga membuatku semakin tidak menyukainya. Aku ingin melihatnya menderita dan kehilangan kepercayaan dari ayah.

__ADS_1


Aku berhasil membuatnya pergi dari rumah tanpa mengambil apapun, walau itu adalah uang untuk dia makan. Aku tidak peduli itu, aku ingin lihat sampai dimana dia bisa bertahan hidup tanpa bantuan ayah.


Ternyata aku sudah salah menilainya, dia berhasil hidup dengan baik tanpa bantuan ayah. Tapi aku tidak tahu keberadaan dia, yang membuatku heran adalah dia selalu tahu keberadaanku.


"Siapa yang menghubungimu?!" Reiko bertanya sambil memberikanku segelas air minum.


Aku mengatakan bahwa yang menghubungiku adalah kakakku, Reiko tahu persis bahwa aku sangat tidak menyukai dengan kakakku.


"Ada baiknya jika kakakmu dan Lexa menderita bersama!" ucap Reiko memang ada benarnya.


Lebih baik aku merencanakan sesuatu untuk mereka berdua, sehingga aku bisa membalaskan semuanya secara bersamaan. Aku mulai memikirkan semuanya. Aku harus memikirkan semuanya agar rencana yang kubuat tidak hancur berantakan.


Lexa terus saja menghubungiku, saat aku akan mengangkat teleponnya Reiko menghalangiku. Dia tidak ingin aku menerima telepon dari wanita lain saat aku bersamanya.


Reiko mematikan handphone milikku, aku tidak mempermasalahkan apa yang dia lakukan. Karena malam ini aku akan menikmati kebersamaan dengannya.


Aku akan menikmati setiap kenikmatan yang dia berikan padaku, malam ini aku akan cukup memuaskannya saja. Mungkin semalam tidak cukup untuk menikmati kebersamaan dengan Reiko.


Tunggu saja nanti jika sudah tiba saatnya aku menghancurkan Lexa, aku akan terbebas darinya. Aku ingin melihat penderitaan dimatanya, aku ingin melihat dia mengemis-ngemis agar aku menikahinya.


Akan ku hancurkan semua yang menjadi kekuatannya, sehingga dia tidak bisa berdirinya lagi dari keterpurukan. Aku sungguh menanti hari itu dan aku akan sangat bersenang-senang dengan semua penderitaannya.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉

__ADS_1


__ADS_2