
Lexa POV
Aku begitu senang hari ini, aku tidak menyangka Mamoru akan menyatakan cintanya padaku. Apakah keputusanku tepat menerimanya, aku tidak tahu apakah misiku akan berakhir dengan baik atau aku akan tiada karena misiku.
"Cie-cie yang baru saja di tembak! Terlihat bunga bertebaran di hati!"
Lexi menggodaku, aku yakin pasti dia sudah mengawasiku sedari aku pergi bersama Mamoru. Aldo terkekeh melihat Lexi menggodaku terus menerus, aku semakin kesal dengan kedua pria di depanku ini. Rasanya ingin aku menghajar mereka tanpa ampun.
Aku bergegas menghampiri mereka berdua, mereka tidak menyadari bahwa aku mendekati merek. Dengan cepat aku memilih kepala mereka, setelah tersadar mereka terdiam. Tak berselang lama mereka berdua semakin menggila menertawaiku.
"Sebenarnya apa sih yang lucu?! Aku bingung pada kalian berdua! Dari pada aku menjadi gila seperti kalian! Mending aku ke kamarku saja!"
Setelah berkata seperti itu aku langsung bergo meninggalkan mereka yang masih tertawa. Aku benar-benar heran dengan mereka berdua, aku beneran yakin mereka berdua mengawasiku.
Kadang aku kesal dengan sifat jahil Lexi, dia selalu memantau apa yang kulakukan. Dan kenapa pula Aldo menjadi seperti Lexi, arrrgggh kesal aku dibuatnya. Dulu aku menghadapi kejahilan Lexi, sekarang ditambah Aldo.
Handphone-nya berbunyi, dilihatnya layar handphone ternyata Mamoru mengirim pesan padaku. Kubaca pesan yang dia berikan, aku tersipu malu. Dia begitu romantis, aku harap kau bisa menerimaku jika kau tahu dengan misi yang kujalankan.
Badanku terasa lengket, lebih baik aku membersihkan diri. Saat membersihkan diri aku teringat dengan Alan. Sepertinya aku harus membicarakan hal ini dengan Lexi dan Aldo.
Kulihat jam masih menunjukan pukul 21.00, lebih baik aku langsung membicarakan ini bersama mereka. Aku berjalan keluar dari kamar, kulihat Lexi duduk di sofa dengan laptop didepannya. Sedangkan Aldo sedang menonton acara televisi.
"Kita perlu bicara! Aku ingin kalian berdua mencari tahu tentang Alan! Pirasatku dia yang membatu Rey Hirasaki dalam menutupi semua kekacauannya!"
Lexi dan Aldo terdiam, mereka bingung mengapa aku mengatakan hal itu. Aku pun menceritakan tadi siang melihatnya. Lalu aku menguping pembicaraan dia dengan seseorang.
"Apa dia yang menutupi semua penyerangan terhadap kita?!"
Lexi berkata sembari mengerutkan keningnya, menandakan dia berpikir tentang hal yang baru saja dia katakan. Sedangkan Aldo dia mulai bergerak, dia menyuruh seseorang untuk menyelidiki Alan.
Pembicaraan kamu berlanjut, Lexi mengatakan bahwa sudah saatnya melakukan penyerangan terhadap Rey Hirasaki. Sudah cukup dia berada dalam ketenangan, mulai besok dia akan merasakan kegelisahan.
"Apa yang sudah kau lakukan?!"
Aku bertanya pada Lexi, aku yakin dia sudah melakukan sesuatu tanpa memberitahukan padaku. Benar saja dia sudah melakukan penyerangan terhadap perusahaan Rey Hirasaki.
Dia meretas seluruh jaringan sistem perusahaan, lalu menyebarkan virus komputer. Sehingga seluruh sistem keuangan Rey Hirasaki bocor keluar, aku tahu Lexi sudah tidak sabar ingin membalas Rey Hirasaki.
Mungkin dalam waktu dekat jati diri kami terbongkar, tapi aku harus siap karena semua ini pasti terjadi. Aku bertanya pada Lexi apakah dia sudah mengetahui motif dibalik dendam Rey Hirasaki kepada ayah dan bunda.
Lexi menggelengkan kepalanya, dia belum menemukan motifnya. Jika ingin menemukan motifnya maka kita harus langsung berhadapan dengan Rey Hirasaki. Yang artinya kita bertarung antara hidup dan mati.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Ayah?! Apakah dia setuju dengan rencanamu untuk segera memulai misi balas dendam?" Aku bertanya pada Lexi, karena aku tahu pasti ayah selalu mengawasi kami.
Lexi mengatakan bahwa ayah belum mengijinkan kita untuk memulai misinya. Ayah meminta sedikit waktu lagi untuk menyelidiki apa motif Rey Hirasaki, namun jika kulihat yang sudah tidak sabar adalah Lexi.
Dia begitu sangat marah karena Rey Hirasaki telah menyebabkan banyak penderitaan pada keluarga kami. Apalagi jika Lexi mengingat kematian bunda, dia begitu sangat marah bahkan dia bisa sampai melukai dirinya sendiri.
"Tidurlah! Kau masih perlu istirahat! Besok kita bicarakan kembali apa yang harus dilakukan!"
Lexi menyuruhku untuk instirahat, aku pun pergi meninggalkan Lexi dan Aldo. Sembari memikirkan cara mengetahui apa motif Rey Hirasaki. Kepala ku terasa pusing, lebih baik aku mengistirahatkan otakku.
***
Aku terbangun dengan suara ribut suara di pantry, pasti kedua pria itu sedang memasak. Rasanya aku masih ingin tidur, kepalaku masih terasa pusing. Lebih baik aku tidur sebentar lagi hingga rasa pusingku hilang.
Tok!
Tok!
Terdengar suara ketukan pintu kamarku, aku menyuruhnya masuk sembari menutup kembali kedua mataku. Kurasakan ada yang menyentuh keningku, aku pikir itu Lexi sehingga aku membiarkannya.
"Kau demam?!"
Aku terkejut, suara yang terdengar bukan Lexi maupun Aldo. Kubuka mataku, yang ada dihadapanku adalah Mamoru. Aku segera bangun dari posisi tidurku, namun Mamoru tidak mengijinkannya. Dia menyuruhku untuk berbaring.
Mamoru tersenyum lembut, dia mengatakan bahwa sekarang sudah siang. Dia khawatir karena aku tidak mengangkat teleponnya maupun membalas pesannya. Lalu dia bergegas ke rumahku, Lexi menyuruhnya langsung ke kamar. Karena Lexi tahu kalau aku sedang demam.
Mamoru membawakan semangkuk bubur, tercium wangi yang khas. Sepertinya yang membuat bubur ini adalah Lexi, dia tahu betul bubur yang kusukai. Aku pun duduk perlahan. Saat aku hendak mengambil mangkuk bubur, Mamoru kelayakan kedua tanganku.
Dia menyuapiku dengan lembut, aku malu jika diperlakukan seperti ini oleh seorang pria. Meski aku sering disuapi oleh Lexi namun rasanya begitu berbeda. Tiba-tiba pintu kamar ku terbuka, kulihat Lexi dan Aldo terjatuh serta dibelakangnya ada Aiko yang sedang berdiri.
"Lihat yang aku tangkap! Penguntit sepasang kekasih! Hahaha!"
Aku terkekeh mendengar perkataan Aiko, ternyata Lexi dan Aldo mengintip ku yang sedang berduaan bersama Mamoru. Lexi mulai mengeluarkan segala dalihnya, untuk membela diri.
"Ini kulakukan demi melindungimu tahu tidak! Bunda bilang seorang pria tidak boleh berada dalam satu ruangan bersama seorang wanita! Nanti ada pihak ketiga!"
"Iya pihak ketiganya itu setan! Dan setannya adalah kalian berdua Lexi dan Aldo!" timpal Aiko, yang membuat semua orang tertawa.
Aiko pun menghampiriku dia mengalami keadaanku, aku pun mengatakan bahwa aku sudah membaik. Karena sudah melihat keadaanku Mamoru memutuskan untuk pergi, karena ada urusan yang harus diselesaikan.
Setelah kepergian Mamoru, Aiko memberikan informasi mengenai perusahaan. Ternyata Rey Hirasaki sudah mulai bertindak, sepertinya memang sudah saatnya aku serta Lexi berhadapan langsung dengannya.
__ADS_1
Aku pun bertanya pada Aldo apakah dia sudah mengumpulkan semua informasi tentang Alan. Dia mengatakan nanti sore semua informasi sudah terkumpul. Aldo pun meminta ijin untuk pergi keluar, karena ada hal yang harus dia urus.
Begitupun dengan Lexi, dia keluar juga. Entah apa yang sedang mereka berdua rencanakan. Aku berpikir mereka akan melakukan hal yang ekstrim, tapi aku menghilangkan pikiran itu. Aku berharap mereka baik-baik saja, karena saat ini aku tidak ingin kehilangan orang-orang terdekat.
Aiko menemaniku di rumah, dia merasa khawatir karena aku sendirian di rumah. Dia takut aku akan pergi dari rumah untuk melakukan misi, terkadang aku merasa Aiko sudah mengerti tentangku. Dia selalu bisa menebak apa yang ada didalam pikiranku.
Hari sudah sore, Aiko mendapatkan pesan bahwa dia harus segera pulang. Aku pun menyuruhnya untuk pulang. Lagian sakit kepalaku sudah membaik, jadi Aiko tidak perlu khawatir dengan keadaanku.
Aiko pun pulang, dia merasa khawatir karena ibunya meneleponnya. Sekarang tinggal aku sendiri di rumah ini. Lexi dan Aldo belum juga pulang, lebih baik aku mencari beberapa informasi yang bisa kudapatkan.
Beberapa saat kemudian Annisa menghubungiku, dia memintaku untuk menemuinya di luar. Ada yang ingin dia bicarakan padaku, aku pun bergegas untuk menemui Annisa.
Entah apa yang ingin dia bicarakan, sehingga dia menyuruhku untuk menemuinya. Karena ini aneh bagiku, apakah sudah terjadi hal yang buruk kepadanya. Jika iya, aku sungguh merasa bersalah karena menyuruhnya untuk tinggal bersama temannya.
Aku pun tiba di lokasi yang diberikan Annisa disebuah cafe, aku memasuki cafe tersebut. Kulihat Annisa sudah menungguku, entah dia baru saja tiba atau dia sudah sedari tadi menungguku.
"Apa kau sudah lama menungguku?!" Aku bertanya pada Annisa yang terlihat sudah menghabiskan 2 minuman.
Dia mengangguk, lalu aku bertanya kenapa dia ingin bertemu dengan ku di luar rumah. Padahal dia bisa langsung mendatangiku di rumah, lalu dia menceritakan semua hal yang baru saja dia alami.
Aku sungguh geram dengan apa yang baru saja aku dengar, ternyata ada yang membiusnya dan memberikannya keseorang pria. Namun dia sangat beruntung, pria itu belum melakukan hal-hal yang bisa membuatnya trauma kembali.
Aku bertanya padanya bagaimana dia bisa melarikan diri dari tempat pria tersebut. Annisa pun menceritakan bahwa dia menantangnya berkelahi, setelah mendapatkan kesempatan untuk meloloskan diri. Dia segera berlari.
Aku memeluk Annisa dengan erat, aku sungguh tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Aku pun bertanya apakah dia masih ingat dengan alamat apartemen tersebut. Dia menggelengkan kepalanya, mungkin karena merasa takut sehingga dia tidak mengingat semuanya.
Tapi aku bersyukur sekarang Annisa sudah bisa ilmu bela diri, paling tidak dia bisa melindungi dirinya jika tidak ada aku ataupun Lexi. Annisa tersenyum padaku dengan arti tidak usah khawatir.
"Kak, aku mohon jangan ceritakan ini pada Mama dan Papa ya! Jika mereka tahu, aku pasti tidak diijinkan untuk pergi sendirian!"
Anindya berkata dengan memelas, aku tahu dia ingin kebebasan. Karena peristiwa penculikan dulu, membuat om Adam tidak memperbolehkan Annisa untuk pergi sendiri begitupun dengan tante Anna.
____________________________________________
Maafkan ya baru bisa up hari ini, karena ada yang harus dikerjakan. Semoga bisa up seperti biasanya. 😊😊
____________________________________________
Jangan lupa juga baca kisah Lili dan Arata di novel "Musuhku Menjadi Imamku"
____________________________________________
__ADS_1
Terimakasih karena sudah setia membaca semua karyaku, jangan lupa berikan like, komen, vote kalau bisa jadikan favorit ya 😉
selamat membaca c u next bab 😘