
Lexi POV
Setelah kepulanganku dari rumah sakit, aku berusaha untuk mencari keberadaan ayah. Namun aku belum saja bisa menemukannya, ini sudah 3 hari semenjak ayah menghilang. Aku sungguh bodoh, kenapa aku tidak bisa menemukan ayah dengan cepat.
Tok!
Tok!
Masuk!
Aku melihat siapa yang baru masuk ke kamarku, ternyata dia adalah Himawari. Dia menghampiriku dengan senyumnya yang manis, dia membawa sebuah piring yang berisikan buah-buahan.
"Bagaimana keadaanmu?!" ucap Himawari lirih.
Aku tersenyum, seraya menjawab bahwa aku sudah membaik. Dia duduk di sampingku, aku masih memainkan jari-jemariku dia tas keyboard laptopku. Dia menyodorkan irisan buah padaku, aku terkejut dia begitu perhatian padaku.
Lalu dia memberikanku sebuah USB, aku meliriknya seakan bertanya apa ini? Aku pun langsung mengecek USB yang Himawari berikan. Dia memberikan beberapa informasi mengenai properti yang dimiliki Rey Hirasaki.
Aku mengerti maksudnya, mungkin salah satu dari properti yang dimiliki Rey Hirasaki adalah tempat penyekapan ayah. Aku melanjutkan pekerjaanku, aku harus bisa menemukan ayah secepatnya sebelum terlambat.
"Aku akan pergi, kau lanjutkan saja pekerjaanmu! Aku hanya ingin menyerahkan USB itu padamu!"
Himawari berkata lalu dia berjalan keluar dari kamarku, aku mengatakan jika semua ini sudah selesai. Aku akan melamarnya, dia terkejut mendengar apa yang aku katakan.
"Apakah kau melamarku? Sungguh tidak romantis!" Himawari berkata padaku lalu dia menutup pintu kamarku.
Kita lihat saja nanti matahariku, kau akan merasakan bahwa aku adalah pria yang paling romantis. Jika aku berhasil menyelamatkan ayah lalu menghabisi Rey Hirasaki.
Ceklek!
"Apa kau menerima lamaranku?!" ucapku.
"Apa?"
Aku terkejut, ternyata yang masuk adalah Lexa aku pikir yang masuk adalah Himawari. Aku tidak menjawab sahutan Lexa yang terlihat terkejut juga.
"Apa aku tidak salah dengar? Apakah kau melamar Himawari?!" tanya Lexa dengan sedikit gurauan.
__ADS_1
Aku tidak peduli padanya, aku melanjutkan pekerjaanku. Namun Lexa terus saja bertanya padaku dan itu membuatku terganggu. Akhirnya aku mengatakan pada Lexa apa yang terjadi.
Lexa terkekeh dia langsung memelukku, namu dia teringat dengan ayah. Lalu dia bertanya bagaimana apakah aku sudah bisa menemukan keberadaan ayah.
Aku mengatakan bahwa Himawari membrikan sebuah USB dan aku sedang mengeceknya. Mudah-mudahan yang diberikan oleh Himawari membuahkan hasil bagi kita.
"Aku harap kau bisa menemukan ayah secepatnya!" Lexa mengatakan itu lalu dia pergi meninggalkanku.
Aku melanjutkan pencarian ayah, aku sudah berhasil terhubung dengan CCTV yang berada di setiap properti Rey. Aku harus mencari satu persatu properti Rey, siapa tahu bisa menemukan ayah.
Setelah aku cek satu per satu aku belumenemukan jejak ayah, ini adalah properti terkahir. Aku harap ayah berada di sini, aku mengecek semua CCTV dari gedung itu.
Gedung ini terasa janggal bagiku, dari letaknya dekat dengan bendungan air yang cukup besar. Jalanan yang dilewatinya juga sangat curam. Apakah ini tempat Rey menyekap ayah?
Akhirnya aku bisa meretas saluran CCTV di gedung itu, aku melihat setiap aktivitas di dalam gedung itu. Aku melihat beberapa orang membawa dua nampan makanan.
Aku curiga dengan gerak-gerik mereka, aku memutuskan untuk fokus kepada mereka. Aku harap ayah ada disana, sehingga aku bisa segera menyelamatkan ayah. Mereka memasuki sebuah ruangan.
Aku melihat sebuah nampan terbang keluar, aku terus saja mengamati. Beberapa detik kemudian seorang pria berhasil keluar, aku lihat dengan seksama dia adalah asisten Ari. Bearti ayah di sekap di gedung itu. Tunggu aku ayah! Aku akan segera menyelamatkanmu, gumamku.
Aku melihat asisten Ari kembali tertangkap lalu dia dimasukkan kembali ke dalam ruangan. Mereka mengunci rapat ruangan itu, aku sungguh kesal dibuatnya.
"Lexa! Aku sudah menemukan posisi ayah dan asisten Ari!" teriak ku sehingga membuat semua orang yang mendengarnya terkejut sekaligus senang.
"Ceritakan padaku Lexi di mana posisi ayah sekarang!?" Lexa bertanya dengan tidak sabarnya.
Aku mengatakan semua yang sudah ku ketahui, aku menyuruh Lexa dan semua orang untuk bersiap-siap. Aku memutuskan besok pagi untuk melakukan misi penyelamatan ayah.
Malam ini aku akan menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk menjelaskan ayah, aku menyuruh Aldo dan Azura untuk menyiapkan senjata, baik itu senjata api atau senajta tajam.
Aku menyuruh Lexa juga menyiapkan senjatanya, yaitu pedang yang menjadi jurus andalannya. Sedangkan Aiko dia ahli dalam senajta api, sehingga aku tidak memberikan tugas padanya.
"Sediakan aku busur dan anak panah!" ucap Himawari yang berada di belakangku.
Aku pikir dia sudah pergi dari rumahku, ternyata dia masih ada di rumah. Aku pun menyuruh Aldo menyiapkan apa yang diminta Himawari.
"Pokoknya malam ini adalah malam persiapan kita untuk misi penyelamatan ayah!" Aku mengatakan itu lalu berjalan menuju kamarku.
__ADS_1
Aku mempersiapkan senjata canggih yang aku buat, lalu aku menyiapkan alat komunikasi untuk kami semua. Aku harap misi kali ini berhasil, sehingga aku bisa bernapas lega karena sudah menepati janjiku pada Bunda.
"Lexi!"
Aku memalingkan wajahku, kulihat Lexa masuk. Dia bertanya padaku, apakah kita akan berhasil dalam misi kali ini. Karena Lexa yakin jika Rey Hirasaki sudah menyiapkan beberapa jebakan untuk kita.
"Kau harus yakin dengan dirimu sendiri, ingat kau tidak sendiri! Ada aku dan yang lainnya!"
Setelah mengatakan itu aku memeluk Lexa, aku yakin bahwa dia sanggup melakukan semua ini. Aku tahu hari ini akan tiba, karena hari ini adalah hari yang sudah kita nantikan.
Pembalasan atas kematian Bunda!
"Istirahatlah jika kau sudah menyiapkan semuanya! Besok kita akan menjalankan misi terakhir kita!"
Aku berkata pada Lexa, agar dia segera istirahat jika dia sudah menyiapkan alat tempurnya. Lexa pun melangkah pergi meninggalkanku, setelah kepergian Lexa aku kembali mengerjakan apa yang harus diselesaikan.
Aku mendapatkan sebuah pesan, entah siapa yang mengirimnya. Namun dia mengatakan bahwa dia akan membantuku dalam misi besok. Saat aku bertanya siapa dia, dia tidak membalas pesanku.
Aku mencoba menghubunginya, namum dia tidak tidak mengangkatnya. Aku mencoba menghubunginya lagi, namun handphone-nya sudah tidak aktif.
Aku tidak tahu siapa dia, lebih baik aku selesaikan semua alat yang dibutuhkan untuk besok. Jika memang dia akan membantuku, maka dia akan datang besok di lokasi keberadaan ayah.
Namun aku berpikir kembali, bagaimana dia bisa tahu keberadaan ayah saat ini. Sebenarnya siapa dia, kenapa dia bisa tahu keberadaan ayah? Semua pertanyaan itu berhamburan di dalam pikiranku.
Aku menghela napas, fokuslah Lexi agar besok kau bisa membatu yang lainnya menyelamatkan ayah dari cengkraman Rey. Lalu membalaskan dendam pada Rey karena dia telah membuat bunda tiada.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉
__ADS_1
c you next bab 😘