Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 79


__ADS_3

Lexa POV


Pagiku seperti biasanya, aku selalu melakukan olahraga di pagi hari lalu aku melanjutkannya berlatih seni bela diri ku. Aku sedikit kesal dengan sikap Mamoru, acara pernikahan kita sudah hampir dekat namun dia jarang menghubungiku. Sebenarnya apa yang terjadi padanya, kenapa dia bersikap seperti ini padaku. Apakah aku ada salah padanya? Ataukah dia sedang ada masalah. Semua pertanyaan tentang Mamoru bergelayut di benakku.


"Hai gadis tomboi!"


Aku menghentikan semua kegiatanku memukul samsak setelah mendengar seseorang berkata tomboi kepadaku. Aku ingin melihat siapa yang memanggilku seperti itu, karena selain selain bunda dan nenek yang suka mengatakan itu padaku. Seseorang menguliti ku, dia menggunakan sebuah topi beda sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku mulai bersiap-siap, mungkin saja dia musuh yang berhasil masuk kedalam rumah.


"Apa kau ingin menghajarku?!"


Orang itu berkata lalu melepaskan topinya, aku sungguh terkejut dengan apa yang baru saja aku lihat ini. Tapa kata-kata aku langsung berlari memeluknya. Dia pun membalas pelukanku dengan lembut, aku sungguh merindukan pelukan ini. Aku tidak menyangka nenek akan datang secepat ini. Tidak terasa bulir air mataku menetes dikedua pipiku. Aku bertanya pada nenek kapan dia tiba di rumah, nenek berkata baru 5 menit yang lalu bersama kakek dan Kharin.


Kakek dan kharina, aku juga merindukan mereka. Aku pun mengajak nenek untuk langsung bertemu dengan mereka. Nenek terkekeh melihatku seperti ini. Dia terus saja menatapku dengan lembut, aku tahu dia pasti sangat merindukanku. Karena aku juga sama sangat merindukannya, semenjak kepergian bunda ayah menyembunyikan keberadaan kakek dan nenek guna keselamatan mereka.


Aku tersenyum lalu menggandeng tangan nenek untuk meninggalkan ruangan latihanku. Nenek pun tersenyum, dia mengatakan padaku bahwa nenek sangat rindu padaku sembari berjalan. Aku bertanya bagaimana kondisinya selama ini, bagaimana mereka menjalani hidup hanya berdua saja. Sebenarnya aku merasa khawatir karena nenek dan kakek tidak boleh dikunjungi oleh siapapun. Tapi jika dilihat dari keadaan nenek saat ini, aku rasa nenek hidup dengan baik.


Aku tiba di ruang tamu, aku melihat kakek sedang berbincang-bincang dengan ayah. Setelah melihatku kakek langsung berdiri dia merentangkan kedua tangannya, seraya menyuruhku untuk memeluknya. Aku pun berlari ke arahnya untuk memeluk kakek, aku sungguh rindu dengan pelukan ini. Kakek begitu erat memelukku, serindit inikah kakek padaku.

__ADS_1


Setelah selesai memelukku, aku pun duduk sejenak setelah itu aku berniat untuk membersihkan diri karena badanku penuh dengan keringat. Namu aku mencari keberadaan Kharin, tapi aku tidak menemukannya. Lalu aku bertanya pada tante Salma dimana Kharin. Sebelum mendengar jawaban dari tante Salma, aku sudah melihat Kharin dan di belakangnya ada Lexi. Aku yakin dia sudah mengganggu jam tidurnya Lexi, karena kutahu Lexi tidur larut malam.


Tanpa kata-kata Lexi langsung berlari memeluk nenek lalu berlanjut memeluk kakek. Aku terkekeh melihat sikap Lexi yang seperti anak kecil, ayah menyadari sikap Lexi begitupun tante, om Adam, Azura dan Kharin. Otomatis mereka terkekeh-kekeh, namun Lexi tidak peduli dia masih saja memeluk kakek dan bermanja pada mereka.


Aku pun pamit sejenak untuk membersihkan diri, lalu berkata pada Kharin untuk menunggunya. Karena aku ingin mengajaknya menemui Annisa. Dia pun mengangguk, aku bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi.


Aku melihat diriku di dalam cermin, semua sudah siap aku pun melangkahkan kakiku keluar dari kamar. Aku melihat Kharin sedang berbincang-bincang bersama tante Salma, mungkin kalau bunda masih ada aku bisa melakukan hal seperti itu juga.


"Sudah siap?!" Kharin berdiri semabri bertanya padaku.


Aku mengangguk, lalu aku mengajaknya untuk segera pergi. Kali ini ayah mengijinkanku pergi hanya berdua dengan Kharin, karena para lelaki sedang mengerjakan sebuah tugas. Entah apa yang dilakukan oleh Lexi dan Azura? Yang pasti ayah tidak memberitahukannya padaku.


Yang aku tahu ayah kandung Kharin adalah orang yang begitu otoriter, dia selalu memaksakan kehendaknya. Lalu saat ibu kandung Kharin mengandung, ayahnya malah tergoda dengan wanita lain. Lalu dia menyuruh ibu Kharin menggugurkan kandungannya. Dia terus menyiksa ibunya Kharin secara psikis, akhirnya ibunya Kharin pergi lalu meminta bantuan pada om Rio dan tante Salma. Akhirnya Kharin pun di rawat oleh om dan tante, Kharin pun sangat menyayangi orangtua yang sudah merawatnya sedari bayi.


Begitu besar perjuangan dia untuk melawan kehendak ayah kandungnya. Dia pun dipaksa untuk menikah dengan pria yang menjadi pilihan ayah kandungnya. Namun Kharin tidak mau, dia berusaha untuk bisa lepas dari kekuatan ayah kandungnya. Dia lebih senang serta bahagia bersama om Rio dan tante Salma.


Kami pun tiba di rumah sakit, aku melihat Annisa sedang duduk di sebuah taman di dalam rumah sakit. Dia sedang duduk bersama kakek dan nenek, terlihat Annisa sudah bisa tersenyum saat berbincang-bincang. Aku bersyukur dia bisa melewati semua ini, sekarang dia sudah terlihat dewasa. Aku begitu menyayanginya, sehingga aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya.

__ADS_1


Aku berjalan mendekati Annisa, dia melihatku berjalan bersama dengan Kharin. Dia berdiri lalu berlari dia langsung memeluk Kharin, Annisa lebih sering bertemu dengan Kharin dibanding denganku. Jadi terasa wajar dia bertindak seperti ini. Begitupun dengan Kharin dia sangat menyayangi Annisa seperti adik kandungnya sendiri.


"Apa kau hanya akan memeluknya saja? Sekarang aku kau lupakan?" Aku berkata pada Annisa yang lama memeluk Kharin.


Annisa terkekeh lalu dia melepaskan pelukannya terhadap Kharin, setelah itu dia mendekatiku dan memelukku. Kami pun berbincang-bincang, beberapa saat kemudian Alan datang. Aku bertanya padanya untuk apalagi dia datang kemari. Dia mengatakan bahwa dia datang untuk Annisa, aku mulai mencium bau-bau yang mencurigakan. Apakah dia berniat untuk mendekatinya, kalo iya aku tidak akan mengijinkannya. Karena dia adalah anak dari Rey Hirasaki, lagipula aku mendengar tentang Alan yang membuatku tidak suka.


Aku berharap Annisa tidak jatuh kedalam jeratannya, karena Annisa adalah gadis yang masih lugu. Dia sudah banyak menderita, aku tidak ingin jika Annisa salah memilih orang. Kharin bertanya siapa pria itu, tanpa malu Alan langsung memperkenalkan diri pada Kharin lalu kepada kakek dan nenek.


Namu aku melihat ada yang berbeda dengan Annisa, terlihat jelas di wajahnya dia merasa senang jika bertemu dengan Alan. Aku harus bisa membuat Annisa mengerti bahwa Alan bukan pria yang baik untuknya. Aku tidak ingin dia merasakan penderitaan akibat cinta, yang aku inginkan adalah kebahagiaan bagi Annisa.


____________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉

__ADS_1


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘


__ADS_2