Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 40


__ADS_3

Still Lexa POV


Siang ini Lexi berencana membuka kedua USB yang baru kami temukan kemarin. USB yang diambil di perpustakaan itu info mengenai USB yang ditemukan oleh Lexi. Kemudian Lexi membuka USB yang di dapatkan olehnya, di dalamnya ada sebuah Vidio. Lexi pun membuka Vidio itu, di dalamnya berisikan semua kenangan bersama bunda. Rupanya Leo Ahmad pernah melamar bunda di atas kapal. Susana lamarannya menurutku sangat romantis, aku tak mengira bahwa Leo bisa berlaku romantis pada bunda.


Semua tampak jelas disana, yang kami pikirkan kenapa dia menyimpan Vidio ini pada USB untuk kami. 'Apa niat dia sebenarnya?' batinku. Aku berpikir bahwa dia sangat mencintai bunda, tapi dengan semua yang sudah dia lakukan sehingga bunda tiada, itu sungguh membuatku berpikir bahwa dia terobsesi pada bunda.


"Kita harus naik ke kapal itu! Aku yakin terdapat simbol yang ditinggalkannya di sana!" ucapku pada semuanya. Lexi memainkan jari jemarinya, dia mencari lokasi tersebut. Akhirnya dia menemukan lokasi di saat Leo melamar bunda.


"Pharaonic Village!"


Lexi berkata dengan singkat, bearti itu adalah tempat dimana Leo melamar bunda. Tapi Aiko menyela pembicaraan, dia berkata bahwa dalam beberapa hari ini lokasi tersebut tidak bisa dikunjungi secara umum. Karena ada seorang pengusaha Mesir yang mengadakan pesta disana.


"Bagaimana kalau kita kesana sebagai tamu undangan?" celetuk Yuki.


Yang dikatakan Yuki benar, kita bisa datang kesana sebagai tamu undangan. Tapi kami tidak memiliki kartu undangan, bagaimana kami bisa lolos masuk ke sana. Yang aku tahu jika ada pesta seperti itu, maka mereka akan memperketat pengamanan.


"Lusa kita pergi ke sana! Masalah undangan serahkan padaku!" ucap Lexi dengan yakinnya bahwa kita harus pergi.


Setelah mendengar perkataan Lexi, aku Aiko dan Yuki menyiapakan segala sesuatu untuk acara esok hari. Secara wanita membutuhkan sebuah gaun yang indah untuk menghadiri sebuah pesta. Kami memilih sebuah gaun yang terlihat anggun tapi membuat kami bisa bergerak secara leluasa.


"Lexi kau sudah mengobati semua luka-luka mu? Dan aku ingin kau menceritakan apa sebenarnya yang terjadi kemarin?" tanya ku pada Lexi karena dia belum menjawab semua pertanyaan ku.


"Semua luka-luka sudah ku obati, luka lebam juga sudah mulai membaik!" jawab Lexi dengan tenang.


Aku mengulang kemabali pertanyaan ku yang kedua, aku ingin mengetahui apa yang terjadi kemarin padanya dan Aldo. Kenapa mereka kembali dengan keadaan babak belur. Setelah kupkasa akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi kemarin. Ternyata sekarang mereka sudah mulai bertindak kejam, aku harus berhati-hati menghadapi mereka.

__ADS_1


"Nanti malam kita jalan! Aku ingin mengunjungi suatu tempat bersama mu Lexa!" ucap lexi padaku, sepertinya dia tidak ingin mendengar penolakan kali ini.


Aku pun menyetujui apa yang dia mau, setelah itu dia membuka Notebook-nya. Aku meninggalkannya dengan pacar setianya, yang selalu ada di sisinya (Notebook). Aku kembali ke dalam kamar, rasanya hari ini aku ingin bersantai sejenak. Di apartemen terasa sepi, karena Aiko dan Yuki pergi entah kemana. Sedangkan Aldo dia sedang menjalankan tugas yang diberikan ayah.


Tok!


Tok!


"Masuk!"


Lexi masuk, dia sudah siap dan mengajak ku untuk pergi. Akupun menyuruh Lexi menunggu ku di luar karena aku akan bersiap-siap. Setelah siap, aku pun langsung keluar dan kami pun langsung pergi. Entah dia akan mengajakku kemana, terkadang aku tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Lexi.


Kami pun menelusuri jalanan Kairo, Lexi memperlakukan aku seperti seorang adik perempuan. Mungkin orang-orang melihat kami seperti sepasang kekasih. Banyak orang-orang yang memandangi kami dan mereka berkata bahwa kami adalah pasangan yang serasi. Kami tersenyum mendengar semua itu, ingin rasanya kami tertawa lepas. Tapi itu tidak mungkin kami lakukan di tengah jalan. Akhirnya kami tiba di sebuah cafe, kami membicarakan langkah selanjutnya harus bagaimana.


****


Dalam perjalanan kami mengulang kembali rencana yang harus dilakukan. Semua sudah mengerti apa yang harus dilakukan, beberapa saat kemudian kami sampai di tempat tujuan. Kulihat banyak sekali penjaga, ternyata ini sangat ketat kami harus bisa menyelesaikan semua ini. Aku melangkah masuk dengan menggandeng lengan Lexi. Kami harus bersikap seperti sepasang kekasih.


Kami menaiki sebuah kapal, aku harap ini kapal yang sama dengan kapal yang bunda dan Leo Ahmad naikin bersama. Karena Lexi telah mencari tahu tentang kapal ini. Yang berlayar ada beberapa kapal, aku memperhatikan semua tamu undangan yang hadir semuanya pengusaha. Para pengusahaan dari berbagai negara, apakah ayah datang kemari juga? Itulah yang terpikir oleh ku.


Kami berbaur dengan para tamu undangan, aku selalu mengamati setiap sudut dari kapal ini. Mungkin di kapal ini ada simbol yang di buat oleh Leo Ahmad. Sepertinya ada yang mengamatiku dari tadi, apakah ada musuh yang sudah mengenali ku? Tapi itu tidak mungkin, apakah secepat itu mereka bisa menemukan jati diri ku.


Matahari sudah akan terbenam, kami belum menemukan simbol tersebut. Apakah bukan di kapal ini? Apakah kami salah menaiki kapal! Itu yang terus berputar dalam otak ku.


"Lexa kita nikmati dulu suasana terbenamnya matahari!" ucap Lexi padaku.

__ADS_1


Aku pun menurutinya, aku tahu di dalam otaknya dia berpikir sangat keras. Dia harus bisa menemukan USB selanjutnya, agar kami bisa memulai membalas pada orang yang membuat kekacauan pada keluarga kami.


"Hai kalian berdua! Aku sangat cemburu melihat kedekatan kalian! Tahu tidak kalian seperti pasangan kekasih dan kalian sangat sempurna!" Aiko berkata pada kami berdua.


Aku hanya tersenyum mendengar kelakarnya, setelah melihat Aldo dan Aiko aku pergi ke toilet. Entah kenapa aku tidak rela meninggalkan Lexi sendirian, apakah aku terlalu protektif terhadapnya. 'ahh kenapa pula aku terlalu berpikiran seperti ini! Lexi sudah dewasa dia berhak mendapatkan pendamping yang baik,' batinku.


Saat hendak memasuki toilet aku mendengar percakapan beberapa pengawal, sepertinya mereka sedang mencari seseorang. Sebaiknya aku tak ikut campur masalah mereka, aku pun memasuki toilet. Aku terkejut ada seseorang yang mendekapku dari belakang, dia menutup mulutku dan berkata "diam! Jika kau tidak ingin terluka!"


Aku pun diam, mungkin dia adalah orang yang sedang dicari oleh para pengawal. Setelah para pengawal itu pergi dia masih saja belum melepaskan ku, apa yang dia lakukan? Tangannya mulai berjalan ke tubuhku! Aku berusaha untuk melepaskan diri dari dekapannya, tapi tenaganya begitu kuat. Aku harus melepaskan diri dari orang mesum ini! Kuijak kakinya dengan kekuatan penuh dan ku sikut perutnya, dia pun meringis kesakitan.


"Dengar ya dasar otak mesum! Jika kau sentuh aku lagi ku potong kedua tangan mu itu!"


Aku kesal dengan apa yang sudah dia lakukan tadi, aku malas berhadapan dengan otak mesum sepertinya. Aku pun langsung pergi meninggalkannya. Mudah-mudahan aku tidak akan bertemu lagi dengan pria tadi. Kalau saja bukan di kapal dan aku sedang menjalankan misi, aku sudah menghajarnya sampai habis.


Aku berjalan dengan cepat untuk menuju Lexi dan lainnya, tiba-tiba tangan ku di tarik. Aku terjatuh dalam pelukan seseorang, kumendongak ingin tahu siapa yang sudah berani padaku. Ternyata dia menggunakan sebuah topeng, sehingga aku tidak bisa melihat jelas wajahnya. Aku meronta agar bisa melepaskan diri dari dekapannya. Tidak ada yang berani melakukan ini padaku! Semakin aku berusaha melepaskan dekapannya, dia semakin kencang mendekapku.


"Hai gadis cantik! Kita bertemu lagi di sini, aku harap kita bisa bertemu lagi!"


Dia berkata dan tersenyum padaku, aku tidak suka melihat senyumnya itu. Terlihat jelas dia sangat mesum, "aku berharap tidak bertemu dengan mu lagi! Kau begitu mesum aku tidak menyukai mu!"


"Hahaha, aku semakin tertarik padamu sayang! Dan akan ku pastikan kau akan menjadi milik ku!" ucapnya sambil tertawa sombong.


Setelah berkata seperti itu, dia melepaskan ku secara perlahan dan dia pergi meninggalkan ku dengan kekesalan yang ada di dalam diriku. Entah mengapa dia terlalu percaya diri dengan apa yang baru saja dia katakan. Sungguh aku tidak ingin bertemu dengannya lagi, jika sampai aku mengenali wajahmu maka aku akan langsung menghajar mu! Itulah janji ku.


____________________________________________

__ADS_1


Terimakasih atas semua masukkan dari kalian semua😘


Jangan lupa like, komen dan vote ya satu lagi jadikan favorit juga deh 😚😚


__ADS_2