Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 44


__ADS_3

Still Aiko POV


Setelah melihat foto nyonya Alin, aku menghubungi Lexa guna mencari tahu siapa wanita yang berada di Paris. Mungkin dia mengetahui wanita paruh baya yang berfoto bersama nyonya Alin.


"Lexa aku menemukan foto 3 gadis berhijab salah satunya adalah Rosalina Sanjaya!"


Whussss!


Dari pantulan cermin aku melihat seorang pria akan melancarkan tendangannya, secara refleks aku menghindarinya dan itu membuat handphone ku terjatuh. Aku marah dengan yang pria ini lakukan, tanpa sebab apapun dia menyerangku. Kulayangkan tinjuanku padanya, dia berhasil menghindarinya. Terjadilah perkelahian kecil antara kami.


Bak!


Bik!


Buk!


Whuuss!


Aku terus menghindar dan menghajar dia, namun dia sangat sulit ku sentuh. Dia lumayan hebat juga aku menyunggingkan senyuman ku. Dia tidak terima melihatku tersenyum dan tanpa basa basi dia menyerangku kembali.


"Azura hentikan!"


Seketika pria itu menghentikan serangannya padaku, ternyata yang menghentikannya adalah wanita paruh baya yang kuselamatakan. Aku belum mengetahui nama wanita ini, karena sedari tadi dalam perjalanan dia tidak mau mengatakan namanya. Disamping wanita itu ada sosok pria paruh baya juga, mungkin dia suaminya. Jika kupandangi dengan seksama wajah pria paruh baya itu mirip dengan seseorang.


"Mah dia sangat mencurigakan! Lebih baik ku habisi saja dia! Tadi aku dengar dia menyebutkan nama Rosalina Sanjaya!"

__ADS_1


Pria itu berkata pada mamanya, seketika raut wajah sepasang suami-istri itu berubah. Mereka mendekatiku dan mulai bertanya-tanya siapa aku sebenarnya. Sebelum aku menjawab pertanyaan mereka, aku bertanya siapa mereka sebenarnya. Akhirnya mereka memberitahukan semuanya, mereka adalah Rio Sanjaya dan Salma. Ternyata dia adalah kakak dan sahabat dari nyonya Alin. Yang aku ketahui hanya nama mereka tapi wajah mereka aku tidak mengetahuinya. Karena Lexa dan Lexi menghapus semua foto mereka demi keamanan mereka.


"Kalau begitu saya minta maaf karena tidak mengenali kalian! Perkenalkan saya Aiko!"


Untuk menghilangkan kebingungan mereka aku harus menghubungi Lexa dan Lexi. Aku ingat handphone ku terjatuh dan rusak. Ku lihat dengan tatapan sinis dan penuh kekesalan pada pria yang sudah merusak handphone ku. Dia masih saja bersikap tak bersalah, ingin rasanya ku hajar sekali lagi dia. Aku terpaksa mengeluarkan notebook dan memberikan sinyal urgent. Sinyal ini menandakan bahwa aku dalam bahaya, aku tahu kalau menggunakan sinyal ini otomatis Lexa dan Lexi akan terbang kemari.


"Aiko! Apa yang terjadi? Apa kau dalam bahaya? Dimana kau sekarang? Apa kau tidak apa-apa? Aiko cepat katakan kenapa kau diam saja?" Aku terkejut dengan semua pertanyaan Lexi, dia tidak biasanya menjadi secerewet ini.


Belum ku jawab semua pertanyaan Lexi, aku mendengar pertanyaan yang sama dengan Lexi dari Lexa. Seketika aku terkekeh mendengar si kembar menghawatirkan ku. Mereka malah memarahi ku karena aku tertawa. Bahkan Lexa mengatakan akan segera terbang ke Paris untuk membantu ku.


"Sudah hentikan kalian berdua mengkhawatirkan ku! Aku tidak apa-apa, aku terpaksa menggunakan sinyal darurat karena ada yang merusak handphone ku!" ucapku pada Lexa dan Lexi.


Mereka malah menertawakan ku, mereka bilang aku jagoan bisa menghajar para penjahat bahkan para pemegang saham takut terhadap ku. Tapi untuk melindungi handphone saja tidak bisa, aku makin kesal dibuatnya. Aku pun mengarahkan Notebook pada nyonya dan tuan Rio, seketika wajah si kembar sedih. Lexa meneteskan air matanya.


Aku tersenyum karena merasa senang sudah bisa membahagiakan keluarga nyonya Alin. Akhirnya aku bisa menikmati makan siang dengan nyaman dan masakan nyonya Salma sangat enak dan cocok dengan lidah ku. Tapi yang membuatku kesal adalah pria yang menyerangku tadi namanya Azura. Aku masih belum bisa melupakan semua tindakannya.


Setelah acara makan siang selesai, aku berpamitan pulang karena masih ada yang harus ku selesaikan. Nyonya Salma menyuruhku untuk menginap di rumahnya, tapi aku tidak bisa dan aku menolaknya secara halus. Akhirnya dia mengerti dengan penolakan ku, dia juga bertanya kapan aku kembali ke Jepang. Aku menjawabnya besok siang, karena aku sudah memesan tiketnya.


Nyonya Salma menyuruh Azura untuk mengantarku kembali ke hotel, namun aku menolaknya. Aku tidak ingin diantar olehnya, rasa kesal ku masih ada jika melihatnya. Tapi nyonya Salma memaksa ku sehingga aku tidak bisa menolaknya kali ini. Karena sopir yang mengantar ku sudah pulang karena istrinya akan melahirkan. Sebenarnya aku ingin mengunjungi suatu tempat, tapi aku malah di antar olehnya. Pria yang sudah merusakkan handphone ku.


"Bisakah kau turunkan aku di sini?" Aku berkata pada Azura, karena aku ingin pergi ke suatu tempat.


Dia hanya diam dan tak menjawab pertanyaan ku, aku bingung apa yang ada di pikirannya. Terus dia kan punya telinga, kenapa pula aku bertanya dia tidak menjawabnya. Arrrgggh bikin kesel setengah mati jadinya, ada juga pria seperti dia.


Ckitttt!

__ADS_1


Dia menghentikan mobilnya di sebuah toko, dia memarkirkan mobilnya dan menyuruhku untuk menunggunya sebentar. Aku mengikuti apa maunya, tak begitu lama diapun keluar dari toko tersebut. Dia kembali masuk ke dalam mobil dan dia memberikan ku sebuah kotak. Aku bingung dengan yang dia lakukan, dia menyuruhku untuk membukanya. Ternyata itu adalah handphone baru, dia membeli handphone baru untuk menggantikan punya ku yang dia rusak tadi.


"Maafkan atas tindakan ku tadi! Karena kau menyebut nama Tante Alin, aku menjadi bertindak seperti itu!" ucap Azura padaku.


Aku hanya diam mendengarkan perkataan maafnya, dia pikir dengan menggantikan dengan yang baru bisa dengan mudah dapat maaf dari ku. Tak terasa kami pun sudah tiba di hotel, aku langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Azura. Dia hanya melihat ku keluar dari mobilnya, aku tak peduli apa yang dia pikirkan.


Aku pun mulai berkemas, karena besok aku akan segera kembali ke Jepang. Setelah selesai berkemas, malam ini aku ingin melihat suasana malam di menara Eiffel. Aku pun bersiap dan memesan sebuah taxi, pesanan taxi sudah menungguku di bawah aku pun segera kebawah. Ternyata suasana di malam hari begitu indah, banyak pasangan yang menikmati suasana malam ini. Akhirnya aku pun tiba di menara Eiffel.


Aku sangat menikmati suasana malam ini, teryata Paris begitu indah di kala malam hari. Ku langkahkan kaki menelusuri jalanan dan aku ingin naik ke atas menara Eiffel. Aku pun ikut antrian para pasangan yang ingin menikmati suasana malam bersama pasangannya. Sayang aku saat ini sendiri, ahh begitu iri hati ini melihat para pasangan bermadu kasih. Tiba giliran ku untuk menaiki sebuah lift, tapi ada seorang wanita yang menyerobot ku. Saat aku akan mengeluarkan taringku, kulihat dibelakangnya ada Azura.


'Huh kenapa pula aku harus bertemu dengannya lagi!' gumamku. Dia mendengar apa yang aku katakan, aku langsung masuk dan tak menghiraukannya. 'ohh rupanya wanita itu pacarnya! Emm sungguh pasangan yang serasi! Yang satu main hajar dan yang satu main serobot! Benar-benar mereka pasangan serasi' batinku.


Suasana yang ingin kunikamati dengan ketenangan, hancur seketika melihat Azura. Karena aku masih kesal terhadapnya, sekarang ditambah dengan sikap pacarnya yang seperti itu. Di saat aku sedang menikmati suasana diatas menara Eiffel, ku merasakan ada yang mengawasi ku. Ku kerlingkan kedua mataku guna melihat apakah ada orang yang mencurigakan. Ternyata semuanya aman-aman saja, mungkin ini hanya perasaanku saja.


Setelah menikmati suasana malam ini, kuputuskan untuk segera kembali hotel. Saat aku berjalan untuk memasuki lift, ada seseorang yang memegang tanganku. Aku pun membalikkan badanku, ternyata yang menarik tanganku adalah wanita yang bersama Azura. Entah apa yang dia mau, perasaan aku tak mengganggunya.


"Hai! Apakah kau ingin menggoda kekasihku! Jangan harap ya! Meski dia selalu memperhatikan mu, dia tidak mungkin meninggalkan ku!" ucapan yang keluar dari mulut wanita ini membuat ku bingung.


Aku malas menghadapi ocehan wanita ini, lebih baik aku pergi meninggalkannya. Untung saja lift sudah penuh, sehingga aku bisa langsung masuk dan menuju kebawah. Dalam hati ku berkata, 'mudah-mudahan aku tidak bertemu dengannya lagi!'


____________________________________________


Hai hai hallo para pembaca setia ku, terimakasih loh ya sudah membaca dan menunggu up ku setiap harinya 😊


Jangan melupakan like dan komen yang membangun, atau masukkan dari kalian silahkan. Oia kalau mau ya, ini kalo mau masukkan semua poin kalian pada Alexa ya πŸ˜‰ kalau tidak juga tidak mengapa😜😜

__ADS_1


__ADS_2