
Alan POV
"Dasar kalian tidak berguna!!" Teriakku pada semua pengawal.
Mereka hanya diam, mendengar semua amarahku. Sebenarnya aku pun marah terhadap diriku sendiri, mengapa aku tidak dapat menangkap mereka. Aku pikir pencuri bertopeng bekerja sendiri, ternyata aku salah mereka sepasang pencuri bertopeng. Handphone ku bergetar, ada pesan yang masuk dari ayah. Sepertinya aku harus segera kembali ke kantor dan setelah itu pergi menemui ayah.
Di kantor aku memeriksa semua tentang siapa sebenarnya pria bertopeng itu. Apakah dia bekerja sedniri apa ada rekan yang membantunya, karena hari ini aku melihatnya ada dua orang. Yang satu pria dan yang satu lagi wanita. Ayah terus saja menghubungi ku, dia menyuruhku untuk sesegera mungkin bertemu dengannya. Aku pun meninggalkan pekerjaan ku dahulu dan kembali ke rumah. Urusan kantor sudah beres, lebih baik aku segera menemui ayah jika tidak dia akan marah padaku.
Rumah yang sama, setiap memasuki rumah ini banyak kenangan yang tidak ingin ku ingat. Meski ayah merawatku dengan baik sampai hari ini, tapi semua yang ku alami tidak bisa dilupakan. Semua tindakannya terkadang membuatku muak dan ingin pergi meninggalkannya. Jika saja aku tidak merasa berhutang budi padanya, mungkin aku sudah sedari lama meninggalkannya. Meski ayah seperti itu, aku tetap menghormatinya dan tidak ingin melihatnya celaka.
"Alan!"
Ayah memanggilku, dia sedang duduk di sebuah kursi di sebuah gazebo. Sambil memegang sebuah dokumen dan menikmati secangkir teh dan camilan. Aku pun menghampirinya, ku berikan senyuman padanya. Dia pun membalas senyum ku dan menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Kulihat raut wajahnya sekilas, terlihat kebahagiaan seperti seseorang yang mendapatkan tender. Aku duduk di sampingnya, seorang pelayan menyedihkan teh ke dalam cangkir kosong yang sudah tersedia.
"Aku dengar dia kehilangan USB berisikan informasi kebusukan perusahaan ku!" Ayah berkata padaku, sekarang dia mulai terlihat serius.
Aku mengatakan iya padanya, dia tersenyum sesaat dan kembali memperlihatkan wajah marahnya. Aku tahu dia senang karena ayah bisa menghabisi orang yang selama ini mengancamnya. Ekspresi kesalnya karena informasi kebusukannya beralih ke orang lain, yaitu pria bertopeng.
Brak!
__ADS_1
"Aku ingin secepatnya kau dapatkan USB itu, berikan padaku! Aku tidak ingin ada kegagalan kali ini!"
Ayah berkata sembari memukul meja, seketika semua yang ada di atas meja berhamburan. Seorang pelayan terkejut melihat apa yang baru saja terjadi, aku hanya bisa diam. Aku tidak ingin mengeluarkan suaraku, jika itu terjadi maka ayah akan semakin marah. Setelah ayah mengeluarkan semua emosi dirinya, dia duduk kembali. Para pelayan segera membereskan meja yang sudah berantakan.
Setelah kekacauan terjadi aku mendapatkan sebuah pesan, aku pun meminta ijin untuk pergi. Ayah pun mengijinkan ku pergi, dia mengingatkan ku kembali apa yang harus ku kerjakan. Aku pun berdiri dan berjalan meninggalkannya, saat aku menuju mobil, kumelihat seorang wanita. Wajah wanita ini memang mirip dengan wanita yang ada di bingkai foto. Bingkai foto yang selalu berada di kamar ayah, wanita yang ayah cintai sampai sekarang. Bahkan membuat ayah tidak menikah dengan wanita lain.
Aku belum tahu sebenarnya apa yang terjadi padanya dan wanita di dalam bingkai foto itu. Jika kulihat wanita yang ada di dalam pigura itu, wanita dengan paras yang menawan dan keibuan. Tapi setiap wanita yang melayani ayah, meski parasnya sama tapi yang kulihat hanya wanita biasa dan murahan. Lebih baik aku segera pergi dari sini, sebelum terjadi sesuatu yang membuatku muak.
Aku pun pergi ke sebuah bar, disana sudah berada beberapa temanku. Salah satunya adalah orang yang ingin memberikan ku sebuah informasi. Entah apa informasi yang akan dia berikan padaku, mereka melambaikan tangan seraya menyuruhku untuk duduk bersama mereka. Aku pun menghampiri mereka, saat sedang asik berbicara datang beberapa wanita. Mereka mendekati kami, aku sedang tidak ingin bermain dengan wanita. Sebaiknya aku pergi saja dari sini.
Kusuruh temanku untuk mengirimkan informasi yang dia miliki lewat email, saat aku akan berdiri dari dudukku. Seorang wanita mendekatiku, dia berusaha menggodaku dengan tubuhnya. Aku diam sesaat, ingin tahu apa lagi yang akan dia lakukan untuk membuatku tertarik. Jika aku sudah tertarik, jangan salahkan aku jika kau merasakan kesakitan dan kenikmatan sekaligus.
Teman-teman ku sudah mengetahui bahwa aku akan pergi, salah satu teman ku berkata akan mengirimkan semua informasi lewat email. Aku pun mengangguk sambil pergi meninggalkan mereka, gadis penggoda ini bergelayut di tanganku. 'kita lihat apakah kau akan bersikap seperti ini padaku! Setelah merasakan semuanya?' batinku sembari tersenyum kecut.
Sampailah aku di apartemen, aku membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah aku selesai, ku suruh dia untuk mbersihkan diri. Sembari menunggunya membersihkan diri, aku menuangkan minuman ke dalam gelas. Kuingat kejadian yang membuatku kesal, ini semua karena pencuri bertopeng itu. Dia sudah membuatku terlihat tak berguna di mata ayah, jika aku bertemu dengannya aku akan membuatnya membayar semuanya.
Kreett!
Suara pintu kamar mandi terbuka, kulihat dia keluar tanpa menggunakan sehelai kain. Kupandangi dia, secara perlahan diaemghpiri ku. Dia berlenggak lenggok bak artis yang ingin menarik perhatian ku. Dia duduk di pangkuanku, aku meminum minuman yang ada di gelas. Setelah itu ku kecup bibirnya sembari memasukkan minuman yang ada di mulutku. Dia begitu menikmatinya, hari ini aku ingin melakukan hal yang lembut padanya. Jika iblis dalam hatiku tidak keluar maka kau akan menikmati setiap kenikmatan tanpa rasa sakit.
__ADS_1
Kecupan ku semakin dalam dia pun membalasnya, aku begitu menikmatinya. Tak kusangka dia gadis yang pintar dalam memainkan bibirnya yang indah. Kecupan kami masih berlangsung, tanganku mulai menjalar ke bagian tubuhnya yang sensitif. Tubuhnya menggelinjang dengan sentuhan lembut ku, secara perlahan kulepaskan kecupan bibirku pada bibirnya. Kecupan itu berlanjut dengan menyapu lehernya dan menelusuri seluruh tubuhnya.
Kuhentikan kegiatanku, dia menaiki tubuhku dan dia mulai memainkan bibirnya. Dia mengecup bibirku, bibirnya terus berjalan menelusuri seluruh tubuhku. Entah mengapa aku begitu menikmatinya, saat ku menutup mataku dan menikmati apa yang wanita ini lakukan. Wajahnya kembali menghias di pikiranku, Alexa mengapa dia selalu menggangu ku. Di saat wanita itu sedang merasakan kenikmatan, aku tidak ada niat untuk melanjutkannya. Aku pun menyuruhnya berhenti dengan semua kegiatannya dan menyuruhnya memakai pakaiannya.
"Kenapa?! Apakah ada yang salah dengan ku Tuan?" tanya wanita ini padaku dengan wajah memelasnya.
Aku tahu mungkin dia belum mencapai semua kenikmatan, tapi aku sudah tidak ingin bermain lagi dengannya. Ku ambil beberapa lembar uang dalam dompetku, kusuruh dia pergi sebelum aku keluar dari kamar mandi. Aku pun melangkah masuk ke kamar mandi, ku bersihkan seluruh tubuhku yang sudah kotor. Bayangan Alexa kembali mengganggu ku, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Apakah mungkin aku menyukainya. Tidak! Aku harus menghilangkan rasa ku padanya karena dia adalah wanita Mamoru.
Aku tidak mungkin menghianati sahabatku sendiri, jika tidak ada Mamoru mungkin aku akan berubah menjadi monster. Meski aku tidak bisa menghilangkan sisi gelap ku sepenuhnya. Entah sejak kapan setiap aku memikirkan Lexa, sifat gelap ku terkadang muncul dengan gilanya, terkadang bisa hilang begitu saja. Aku pun tak mengerti sebenarnya ada apa dengan perasaanku terhadap Lexa?!
____________________________________________
Apakah Alan sudah jatuh cinta pada Alexa?
____________________________________________
Terimakasih karena kalian sudah setia membaca novel ku, meski ada part yang membuat sedih.
Jangan lupa like, komen dan berikan vote kalian ya😉😉
__ADS_1
Jangan lupa jadikan favorit ya 😉😘