Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 70


__ADS_3

Himawari POV


Aku sungguh terkejut ketika aku masuk, melihat Lexi dan Lexa. Aku tidak tahu ada hubungan apa mereka dengan tuan Alex Wibowo. Bukannya mereka kemarin bertanya mengenai Nita Sanjaya, aku pikir mereka adalah kerabat dari Nita Sanjaya.


Aku di persilahkan duduk oleh seorang pria, lalu aku pun duduk di atas sofa. Aku menatap Lexi dan Lexa, lalu berlanjut pada tuan Alex aku melihat ada kemiripan antara mereka bertiga.


"Ada perlu apa Nona ingin bertemu denganku?!" tanya tuan Alex padaku.


Tanpa basa-basi aku pun mengatakan apa yang menjadi tujuanku datang menemuinya. Setelah mendengar penjelasanku, tidak terlihat keterkejutan di wajahnya. Mungkinkah dia sudah mengetahui ceritaku ini, aku pun melirik Lexi. Dia tersenyum, itu tandanya dia sudah menceritakan semua itu padanya.


Aku rasa semua yang kejelasan sudah cukup, lebih baik aku bergegas pergi dari rumah ini. Aku harus segera pergi ke Indonesia, untuk mencari Rosalina Sanjaya. Aku tidak ingin membuang-buang waktu lagi, sudah cukup aku menyia-nyiakan waktu selama beberapa tahun ini.


Sebelum pergi aku pun bertanya pada tuan Alex, apakah dia memiliki kenalan seseorang bernama Rosalina Sanjaya. Aku melihat wajah tuan Alex mendadak berubah, muncul guratan kesedihan yang sangat mendalam. Sebenarnya apa yang terjadi, aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi padanya.


"Rosalina Sanjaya adalah Bunda kami! Bunda telah tiada beberapa tahun yang lalu!" Terdengar kesedihan dari ucapan yang dikeluarkan oleh Lexi.


Aku sungguh terkejut dengan yang baru saja kudengar, aku tidak menyangka bahwa Lexi adalah putra dari Rosalina Sanjaya. Dan aku pun terlambat untuk memberitahukannya.


Tanpa kusadari air mataku menetes keluar, aku sungguh menyesal kenapa tidak dari dulu aku mencarinya. Kenapa aku begitu egois, setelah kepergian kakak. Aku tidak ingin melakukan kata-kata terakhir yang kakak katakan padaku.


"Maafkan kami, jika karena aku atau mendiang istriku hingga membuat kau kehilangan kakakmu. Aku akan mencari tahu mengapa Rey Hirasaki melakukan ini! Kali ini aku tidak akan tinggal diam, aku akan melindungi kalian!"


Ucapan yang keluar dari bibir tuan Alex membuatku merasa tenang, namun aku merasakan ada kesedihan dan kekecewaan. Mungkin dia tidak bisa melindungi istrinya dengan baik. Sehingga istrinya tiada dengan cara yang tragis.


Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, lebih baik aku pergi dari rumah ini. Aku pun berdiri, kubungkukan badanku menandakan hormat lalu aku pergi meninggalkan mereka. Aku sudah membuat mereka bersedih, aku merasa bersalah.


"Tunggu!" Lexi mengejarku, aku tidak tahu apa yang akan dia katakan padaku.

__ADS_1


Aku pun menghentikan langkahku, guna mengetahui apa yang akan dia katakan padaku. Lexi mengajakku untuk duduk di sebuah kursi, yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang sedang bermekaran.


Aku duduk sembari menunggu dia memulai pembicaraan, sebenarnya aku sudah ingin pergi dari tempat ini. Aku sudah merasa bersalah karena membuat mereka bersedih. Mungkin aku dan kakak sudah terlambat memerintahkan semua informasi yang dipunya.


Tapi yang pasti untuk saat ini aku harus bisa membalas semua perbuatan Rey Hirasaki. Karena dia sudah membuat kakakku menderita hingga akhir hayatnya. Aku sudah menunggu namun Lexi tidak bicara juga, lebih baik aku bertanya padanya terlebih dahulu.


"Apa yang ingin kau bicarakan padaku?!"


Lexi masih terdiam, entah apa yang ada di dalam pikirannya. Jika Adi masih saja tetap diam maka aku aku pergi. Sudah sepuluh menit berlalu dari oertsnyaanku, namun dia masih saja diam. Aku memutuskan untuk pergi, aku berdiri dari duduk. Saat aku hendak berjalan, lenganku di pegang oleh Lexi. Seranya dia mengatakan jangan pergi. Aku pun duduk kembali lalu bertanya kembali apa yang mau dia bicarakan padaku.


Dia pun mulai bicara, Lexi meminta maaf padaku karena tidak memberitahukan tentang kedua orangtuanya. Dia juga tidak mengatakan bahwa Rosalina Sanjaya sudah tiada, karena ulah Rey Hirasaki. Dan itu membuat Lexi dan keluarga mengalami trauma, khususnya Lexa yang masih suka bermimpi tentang kematian bundanya.


Aku pikir hanya aku saja yang menderita akibat ulah Rey Hirasaki, ternyata masih ada orang yang lebih menderita dibandingkan aku. Kulihat kesedihan di wajah Lexi, baru kali ini aku melihat dia seperti ini. Karena setiap kali bertemu dengannya, sikapnya begitu mesum dan jahil.


Aku pamit pada Lexi untuk pergi, karena sudah tidak ada yang perlu kami bahas lagi. Dia pun meminta ku untuk selalu berhati-hati dalam bertindak, jika itu mengenai Rey Hirasaki. Entah mengapa aku suka dengan perhatiannya seperti ini.


Aku mengangguk dengan artian aku menyetujui apa yang dia tawarkan, dia pun mengulurkan tangannya guna berjabat tangan denganku. Aku pun menerima uluran tangannya untuk berjabat tangan sembari tersenyum. Lalu aku pergi meninggalkannya.


Dalam perjalanan pulang, kebetulan sekali Hinoto menghubungiku. Aku pun mengajaknya untuk bertemu, ingin ku ceritakan semua yang baru saja terjadi. Aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri, karena setelah kakak tiada hanya dia yang ada untukku.


Hinoto selalu melindungiku layaknya seorang kakak pada adiknya, aku bersyukur bisa bertemu dengannya. Meski dia tidak pernah menceritakan tentang keluarganya, tapi aku percaya dia adalah pria yang sangat baik. Aku pun mengatakan pada Hinoto untuk bertemu di apartemenku saja.


Beberapa saat kemudian aku tiba di apartemen, kulihat Hinoto sudah menungguku di depan pintu apartemen. Aku tersenyum lalu membuka pintu apartemen, Hinoto pun mengikuti aku dari belakang.


Hinoto duduk di atas sofa, sedangkan aku berjalan menuju pantry guna mengambil minuman untuknya dan diriku. Setelah itu aku kembali meletakkan minuman di atas meja, lalu aku duduk.


"Dari mana kau? Kulihat kau sedang memikirkan sesuatu?" Hinoto bertanya padaku dengan nada menyelidiki.

__ADS_1


Aku mengatakan padanya bahwa aku baru saja bertemu dengan Alex Wibowo. Aku menceritakan satu persatu kejadian yang terjadi di sana, tentang terkejutnya aku bahwa Lexa dan Lexi adalah anak-anak dari Alex Wibowo dan Rosalina Sanjaya.


Hinoto hanya diam, dia terus mendengarkan setiap ceritaku. Entah mengapa sekilas aku melihat guratan rasa kekhawatiran di wajahnya. Apakah dia mengkhawatirkan Lexa, karena yang aku tahu dia tertarik padanya.


Aku mengatakan pada Hinoto bahwa aku sudah bekerjasama dengan Lexi untuk membalaskan dendamku pada Rey Hirasaki. Dia hanya diam, aku tahu banyak yang dia pikirkan saat ini.


"Aku akan selalu mendukungmu, karena kau sudah seperti adikku sendiri! Dan aku juga akan membantumu untuk menyelesaikan semua misimu!"


Aku tersenyum mendengar ucapannya, entah mengapa jika berhubungan dengan ku dia sangat serius. Tapi jika bertemu dengan Lexa di saat dia sedang menutupi jati dirinya, dia begitu mesum dan selalu menggoda Lexa.


Aku pun terkekeh jika mengingat semua tindakannya terhadap Lexa, Hinoto bingung melihat sikapku yang berubah 180 derajat. Dia pun bertanya mengapa aku terkekeh. Aku mengatakan bahwa aku teringat sikap mesumnya pada Lexa.


Mendengar itu, tanpa aba-aba dia melemparku dengan bantal kecil yang ada di sampingnya. Untung saya aku bisa dengan cepat menangkap bantal itu. Jika tidak wajahku akan tertimpa bantal kecil itu.


"Hentikan tawamu itu!" Hinoto berkata sembari pergi meninggalkanku.


Aku menghela napas, pikiranku melayang kembali memikirkan tentang Rey Hirasaki. Begitu kejamnya dia sehingga merusak kebahagian orang lain.


____________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Jangan lupa follow Instagram ya agar kalian tahu semua karya saya selain novel ini.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2