
Alex POV
Aku tidak menyangka itu adalah keputusan yang ambil oleh putriku, aku pikir masalah mereka berdua tidak terlalu serius. Kalau sudah begini lebih baik aku yang bicara pada Mamoru.
"Ari hubungi Mamoru! Aku ingin bertemu dengannya besok!" Perintahku pada Ari.
Aku berjalan meninggalkan Ari lalu berjalan memasuki kamarku, dalam benakku masih memikirkan nasib Lexa. Jika pernikahan ini dibatalkan maka, yang akan malu bukan hanya aku namun Lexa pun akan merasa malu.
Jika aku saja yang merasakan malu aku tidak apa-apa, yang aku takutkan adalah omongan para client yang sangat pedas pada Lexa. Karena selama ini banyak musuh yang ingin menghancurkanku.
Aku harus mencari jalan keluar untuk putriku ini, Alin apa yang harus aku lakukan? Jika kau ada di posisiku apa yang akan kau lakukan?
Tok!
Tok!
Masuk!
"Tuan! Ini adalah dokumen yang diberikan oleh agen Hinoto!" Ari berkata semabri menyerahkan beberapa dokumen yang sudah dikumpulkan oleh Hinoto.
Aku membukanya lalu membaca semua informasi yang sudah ditemukan oleh Hinoto. Aku sungguh terkejut ternyata semua informasi yang aku butuhkan berhasil dia kumpulkan.
Aku bertanya pada Ari apakah dia sudah membuat janji dengan Mamoru, Ari mengangguk dia berkata bahwa besok siang aku bisa langsung bertemu dengannya.
"Baiklah kau boleh istirahat!" Ari pun langsung pergi meninggalkanku sendiri di dalam kamarku.
Keesokan harinya, aku melihat Lexa hanya diam saja. Dia tidak banyak bicara, aku mengatakan padanya semua keputusan akan di dapatkan hari ini. Lexa mengangguk, lalu dia pergi untuk bekerja.
"Tuan kita harus pergi sekarang!" Aku pun mengangguk lalu berjalan menuju mobil dan diikuti oleh Ari di belakangku.
Aku tiba di sebuah restoran Jepang, aku lihat Mamoru sudah menungguku disana. Rupanya dia sudah mengajak ayahnya kesini, bearti dia sudah memutuskan apa yang harus dilakukan.
"Apa kabar Tuan Alex." Sapa tuan Eiji padaku, aku tersenyum lalu duduk.
Aku melihat Mamoru hanya diam, dia menundukkan kepalanya. Seperi seorang anak yang takut dimarahi karena berbuat salah. Tuan Eiji bersikap ramah padaku, apakah dia tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh putranya kepada putriku.
__ADS_1
"Aku tidak akan basa-basi, jadi apa keputusanmu Mamoru?!" Aku langsung bertanya pada Mamoru.
Terlihat jelas ketidaktahuan tuan Eiji dengan apa yang sudah terjadi. Mamoru hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin ini yang dirasakan oleh putriku.
Brakk!
Aku menggebrak meja karena kesal dengan sikap dia, semua yang ada di ruangan terkejut.
"Kita batalkan saja pernikahan ini! Lagi pula putriku sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini!" Sungguh aku sudah tidak tahan dengan sikap Mamoru yang hanya diam saja.
Mamoru berdiri dari duduknya, dia membungkukkan tubuhnya lalu meminta maaf padaku. Aku sudah tidak ingin melihatnya lagi, aku langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Aku menyuruh Ari untuk menghubungi agen Hinoto untuk menemuiku sekarang. Ari mengangguk lalu dia mengeluarkan handphone-nya guna mengirim pesan pada Hinoto.
Ari membawaku ke sebuah apartemen, dia mengatakan bahwa Hinoto sudah menungguku di apartemennya. Aku pun bergegas untuk menemui Hinoto.
Saat memasuki apartemennya, kulihat sekeliling terlihat rapi dan bersih. Rupanya dia adalah tipe pria yang bersih, hampir sama denganku.
"Apa kabar Tuan Alex!" Sapa Hinoto padaku.
Aku mengatakan baik-baik saja, lalu dia mempersilahkan ku untuk duduk. Aku langsung bicara mengenai semua tugas yang kuberikan padanya, dia membawa beberapa dokumen lagi padaku.
Dalam benakku berkata apakah ini alasan dari dia ingin menghancurkan keluargaku. Dia sudah memulainya dari awal, sampai Alin tiada. Dia sudah merencanakan semua ini dengan sangat baik, sehingga aku tidak bisa menyadarinya.
Aku menyudahi pertemuanku dengan Hinoto, aku meminta Ari untuk tidak mengatakan semua ini pada Lexa dan Lexi. Karena semua ini adalah masalah yang harus aku tuntaskan sendiri.
Aku menyuruh Ari untuk pulang ke rumah saja, aku harus menenangkan pikiranku. Setelah mengetahui motif dari balas dendamnya Rey Hirasaki. Ternyata semua berawal di Kairo, jika semua itu tidak terjadi maka Alin akan hidup sampai saat ini.
Aku pun tiba di rumah, aku langsung menuju ruang kerjaku. Aku mulai memikirkan bagaimana cara untuk menghentikan Rey Hirasaki dengan segala rencananya.
Saat aku sedang berpikir aku mendapatkan sebuah pesan bahwa Lexi ditangkap oleh beberpa orang. Aku sungguh marah apakah ini rencana dari Rey Hirasaki, apakah dia sudah memulai semua rencananya.
Saat aku menyuruh Ari untuk mencari keberadaan Lexi, aku mendengar Lexa berteriak memanggilku. Dia juga baru mengetahui bahwa Lexi sudah diculik.
"Aku tahu ini pasti ulah Rey Hirasaki!" Teriak Lexa, dia terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
Aku tahu bagaimana perasaan Lexa, karena hanya Lexi yang dekat dengannya sampai saat ini. Jika terjadi sesuatu pada Lexi maka dia akan hancur lagi.
Aku tidak tahu jika Lexa hancur seperti dulu lagi, apakah dia akan bisa kembali bangkit. Aku berusaha menenangkan Lexa, "Tenangkan dirimu sayang, jika kau seperti ini semuanya akan menjadi tidak terkendali!"
Lexa pun mulai tenang, aku menyuruh Lexa untuk masuk ke dalam kamarnya. Aku mengatakan pada Lexa, agar dia tidak usah khawatir karena aku akan membawa Lexi kembali kerumah.
Lexa pun berjalan meninggalkanku, aku berharap dia tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakannya.
"Ari kerahkan seluruh pengawal kita untuk mencari keberadaan Lexi! Aku ingin dalam setengah jam aku mengetahui keberadaan Lexi!"
Aku menyuruh Aldo untuk kembali secepatnya ke rumah, aku membutuhkan dia saat ini. Mungkin ini saatnya untuk mengakhiri semuanya, aku tidak ingin ada lagi anggota keluargaku yang celaka.
Sudah setengah jam aku menunggu informasi namun semua nihil, aku begitu marah. Aku melampiaskan semuanya dengan menuju sebuah cermin.
Prang!
Cermin yang kutinju hancur seketika, darah menetes dari tanganku. Aku tidak merasakan sakit sedikitpun. Ari menyuruh seorang pelayan untuk membereskan semua kekacauan yang telah kuperbuat.
Ari membawa sebuah kotak P3K, dia membersihkan lukaku lalu membalutnya dengan perban. Aku menyuruh Ari dengan cara apapun harus menemukan keberadaan Lexi.
Beberapa saat kemudian Aldo tiba, dia langsung menemuiku. Dia menyerahkan beberapa informasi yang aku suruh dia cari. Aku membaca semuanya dengan seksama. Ternyata semua ini perbuatan Rey Hirasaki.
"Saya tahu alasan Rey Hirasaki menculik Lexi! Karena Lexi adalah penghalang baginya untuk membalas dendam! Dia sudah mengetahui kehebatan Lexi!" ucap Aldo padaku.
Aku menyadari apa yang dikatakan oleh Aldo benar, jika dia menculik Lexa atau aku maka Lexi akan dengan mudah menemukan kami. Jadi Rey Hirasaki menculik Lexi.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
__ADS_1
Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉
c you next bab 😘