
Lexi POV
Aku tidak mengerti mengapa Lexa bisa menerima begitu saja Mamoru, apakah dia tidak menyadari ada yang salah dengan Mamoru. Sampai kapanpun aku tidak akan menyetujuinya. Lebih baik Lexa marah padaku dari pada aku menyetujuinya.
"Sial! Aku sungguh tidak rela jika Lexa bersama Mamoru!" gumamku dengan melemparkan handphoneku ke atas ranjang.
Yang membuatku tidak yakin adalah setiap kali aku meretas tentang Mamoru, aku tidak menemukan data yang valid. Apakah Lexa sudah menjadi buta karena cintanya pada Mamoru.
"Hallo!" ucapku pada seseorang yang menelepon, aku tidak menyangka yang menghubungiku adalah Himawari.
"Jika kau sedang kesal, lebih baik aku menutup teleponnya!" Himawari berkata di seberang telepon sana.
Aku langsung meminta maaf padanya, untung saja dia sedang dalam suasana hati yang baik. Kalau tidak dia bisa langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Aku pun bertanya bagaimana keadaannya lalu aku bertanya sebernya apa yang dia lakukan. Siapa yang menyewanya untuk pekerjaan kali ini, namun dia terdiam. Dia tidak menjawab sama sekali apa yang kutanyakan.
"Jika sudah tiba saatnya kau pasti akan tahu!" Himawari berkata padaku lalu dia mengakhiri sambungan teleponnya.
Aku berpikir apa yang dikatakan Himawari begitu janggal bagiku, namun kupikir-pikir kembali untuk apa aku mempersalahkan hal ini. Aku tidak ingin terlalu mengekang apa yang sudah menjadi pekerjaannya.
Lagipula untuk saat ini dia belum sepenuhnya menjadi milikku, maka aku akan membiarkannya melakukan apapun yang dia inginkan. Lebih baik saat ini aku memikirkan bagaimana agar Lexa menghentikan rencananya untuk menikah dengan Mamoru.
Lebih baik aku menemui Lexa sekarang, mungkin dia sedang berada di kamarnya. Aku berjalan keluar dari kamar lalu mendekati kamar Lexa, aku mendengar perkataan Aiko yang tidak mau Lexa bersama Mamoru.
Ternyata apa yang kurasakan dan kupikirkan sama dengan yang Aiko rasakan. Aku mengetuk pintu kamar Lexa, tidak begitu lama pintu kamarnya terbuka. Yang membuka pintu kamar Lexa adalah Aiko dengan wajah sedikit kesal.
Setelah itu Aiko pergi meninggalkan kami, dia pulang ke rumahnya karena ibunya menyuruhnya untuk segera kembali. Aku masuk ke dalam kamar Lexa, kulihat dia sedang tiduran di atas ranjang dengan memainkan handphone-nya.
"Apa kau akan terus dengan keputusaamu?! Apa kau tidak bisa melihatnya?" ucapku pada Lexa yang masih memainkan handphone-nya.
Lexa tidak menjawab pertanyaan yang aku layangankan, aku sedikit kesal dengan ulahnya kali ini.
__ADS_1
"Alexa Wibowo!!"
Terlihat Lexa sangat terkejut mendengar aku memanggilnya dengan nada tinggi. Dia terlihat sangat kesal, namun aku yang sangat kesal dengan tingkahnya itu.
"Apa? Kenapa kau berteriak padaku?!" Lexa bertanya dengan nada tinggi juga.
Aku mulai beradu argumentasi dengannya, aku melampiaskan semua rasa kesalku karena dia masih memilih Mamoru. Dia masih saja kukuh dengan pendiriannya.
"Sudah cukup!!"
Aku terdiam saat mendengar suara ayah yang menggelar, itu tandanya ayah sangat marah. Begitupun dengan Lexa dia langsung terdiam, aku tahu ini kali pertama ayah terlihat sangat marah.
Entah apa yang ada di pikiran ayah, namun setelah menghentikan kami bersitegang ayah langsung pergi meninggalkan kami. Kutatap Lexa terlihat jelas dia sangat sedih, baginya ini pertama kali melihat ayah marah.
"Semua terserah padamu! Pada intinya aku tidak setuju kau menikah dengan Mamoru!" Aku berkata lalu melangkah pergi meninggalkannya.
"Maafkan aku Lexi! Aku belum bisa mengatakannya padamu!" gumam Lexa dan aku mendengarnya sangat jelas.
Aku melangkah memasuki kamar, aku duduk di sofa dan mengingat perkataan terkahir dari Lexa. Aku tidak tahu ada maksud dari perkataanya. Apakah dia sedang merencanakan sesuatu?
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan Lexa? Aku harap kau tidak terjebak dalam rencanamu itu!" batinku.
Lebih baik aku menyuruh Aldo untuk menyelidiki semuanya, aku pun memberikan pesan pada Aldo untuk menyelidiki kembali tentang Mamoru. Sekecil apapun informasi yang didapat aku harus mengetahuinya.
Beberapa saat kemudian Aldo membalas pesanku, dia mengatakan bahwa dia sedang menjalankan perintah dari ayah. Dan perintah ayah sama dengan apa yang aku perintahkan padanya.
Ternyata benar pirasat ayah dan aku sama, ayah tidak yakin dengan kesungguhan Mamoru. Aku pun membalas pesannya lagi, pokoknya aku harus tahu apa yang ayah ketahui dari Aldo.
Aldo pun menyetujuinya karena bagaimanapun dia adalah asistenku. Sekarang aku baru merasakan rasa syukur karena Aldo menjadi asistenku. Aku harap dia bisa dengan cepat mendapatkan informasi sebelum acara pernikahan Lexa.
Badanku terasa lengket, otakku terasa panas lebih baik aku membersihkan diri guna mendinginkan otakku. Aku melepaskan satu persatu pakaianku lalu berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai dengan rutinitas membersihkan diri, aku duduk di kursi di depanku sudah ada laptop yang sudah kunyalakan. Aku memeriksa semua pekerjaanku yang baru saja dikirim oleh Aldo, sebelum dia sibuk dengan tugas yang aku dan ayah berikan.
Entah mengapa pikiranku kembali memikirkan Himawari, aku merasa misinya kali ini ada hubungannya dengan Lexa. Tapi mana mungkin, karena yang aku tahu Lexa tidak terlalu dekat dengannya.
Lebih baik aku menunggu semuanya informasi dari Aldo, lalu aku akan menunggu apa rencana yang Lexa jalankan tanpa mengikutsertakan aku atau ayah.
Karena aku yakin jika dia melakukan semua ini pasti karena dia tidak ingin membuatku atau ayah merasa khawatir. Aku tahu bagaimana Lexa, dia sangat menyangiku juga ayah.
Setelah membaca semua file yang diberikan oleh Aldo, aku melihat jam yang bertengger di atas dinding. Ternyata sudah tengah malam, aku memutuskan untuk beristirahat.
Kumainkan laptopku, lalu aku berjalan mendekati ranjang. Aku hempaskan tubuhku ke atas ranjang. Aku berusaha menutup kedua mataku, namun aku tidak bisa. Lalu aku mematikan lampu kamar, sehingga kamarku gelap.
Keesokan harinya aku terbangun dengan suara ayah yang berteriak, entah apa yang sudah terjadi. Aku segera bangun dari tidurku lalu bergegas menghampiri ayah.
Aku melihat Lexa sedang terduduk di sofa ruang keluarga, kepalanya tertunduk. Entah apa yang telah kau lakukan Lexa, sehingga membuat ayah sangat marah.
Yang lebih membuatku terkejut adalah aku melihat sesosok pria yang tidak aku sukai. Dia adalah Mamoru, aku berjalan menghampiri mereka guna mencari tahu apa yang terjadi.
"Jika itu maumu Lexa, ayah tidak bisa melarangnya lagi! Kalian ingin menikah akhir pekan ini? Akan ayah setujui!" Mataku terbelalak saat ayah mengatakan keputusaannya itu.
Aku pun mengutarakan keputusanku yaitu menolak pernikahan mereka, namun Lexa tidak mendengarkan apa yang kukatakan. Ayah yang sudah tidak ingin mendengar perdebatan lagi antara kami menghentikanku untuk melanjutkan semuanya.
"Sudah cukup Lexi! Kita hormati keputusan Lexa, mungkin ini akan membuat Lexa bahagia!" Ayah berkata lalu pergi meninggalkan kami.
Aku melihat sekilas mamoru tersenyum, namun aku tidak menyukainya. Karena aku merasa dibalik semua ini ada rencana jahat yang akan dilakukan Mamoru pada Lexa, tapi aku tidak tahu apa itu. Semoga saja semuanya akan terbongkar sebelum pernikahan Lexa berlangsung.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
__ADS_1
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉