
Still Lexi POV
Aku terbangun oleh teriakan Lexa yang membangunkanku, "Lexi ... Lexi! Ayo bangun! Kau bilang aku harus membangunkanmu."
Aku pun membuka kedua mataku lalu duduk sejenak setelah itu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri aku bersiap untuk pergi ke kantor.
Terdengar suara ketukan pintu kamar, aku membukanya Aldo sudah berada di balik pintu kamarku. Dia mengatakan bahwa ayah dan Lexa sudah menunggu di meja makan.
Aku pun melangkah keluar kamar untuk menuju ruang makan, Aldo mengikutiku dari belakang. Kulihat di meja makan ayah dan Lexa sudah duduk di kursi untuk mulai sarapan. Aku menghampiri mereka lalu duduk di seberang Lexa.
Kulihat Lexa sangat tenang menghadapi hari pernikahannya yang tinggal menghitung hari. Sungguh aku tidak rela jika dia menikah dengan pria seperti Mamoru.
Aku menyelesaikan sarapanku lalu aku pergi ke kantor bersama Aldo. Dalam perjalanan aku bertanya apakah Aldo sudah menemukan ide untuk menggalakkan rencana pernikahan Lexa.
Dia menggelengkan kepalanya itu tandanya dia belum menemukan cara untuk menggagalkan pernikahan Lexa. Lebih baik aku berpikir lebih keras lagi untuk mencari cara agar Lexa tidak menikah.
Aku pun tiba di kantor, aku disambut dengan senyum oleh para karyawan. Kulihat Aiko baru tiba juga, dia menghampiriku dan bertanya apakah Lexa akan ke kantor.
Aku mengatakan bahwa Lexa hari ini akan ke kantor, namun dia persiapkan ke suatu tempat dulu karena ada urusan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.
Setelah mendengar jawabanku dia langsung berjalan menuju ruangannya, aku merasa Aiko mengetahui sesuatu. Apakah dia bisa aku ajak bekerjasama untuk menggagalkan rencana pernikahan Lexa.
Aku pun berjalan menuju ruangan Aiko terlebih dahulu, Aldo mengikutiku dari belakang. Saat aku memasuki ruangan Aiko, aku mendengar Aiko sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.
Aku tidak berniat untuk mengupingnya, namun aku mendengar dia menyebut nama Himawari. Secara spontan aku terus mendengarkan semua yang Aiko katakan.
Aku penasaran sejak kapan Aiko berhubungan baik dengan Himawari, meski mereka pernah membatuku dan Lexa menyelamatkan ayah. Namun tidak terlihat bahwa mereka sering bertemu atau berbincang-bincang.
Apakah ada yang mereka rahasiakan dariku? Aku harus mengetahui semuanya. Lebih baik aku urungkan saja niatku untuk berbicara dengan Aiko, lebih baik aku menyelesaikan semua pekerjaanku semuanya. Sehingga aku bisa memikirkan apa yang sedang mereka rencanakan.
Aku berjalan menuju ruanganku lalu menyuruh Aldo untuk membawa semua berkas yang harus ku periksa. Aldo mengangguk lalu dia berjalan menuju ruangannya.
Aku duduk lalu membuka Notebook, aku mengecek semua informasi yang kudapatkan. Beberapa saat kemudian Aldo masuk ke ruanganku, dia membawakan beberapa dokumen yang perlu kuperiksa.
"Apa Lexa sudah tiba?!" Aku bertanya pada Aldo karena jika Aldo berjalan ke ruanganku pasti melewati ruangan Lexa.
__ADS_1
Aldo mengangguk, itu artinya Lexa sudah ada di ruanganya. Aku membaca kembali semua dokumen yang diberikan oleh Aldo. Beberapa menit kemudian dia mengatakan bahwa siang ini ada meeting di luar kantor.
"Apakah kau sudah menyiapkan semua yang diperlukan untuk meeting kita nanti siang?" tanyaku pada Aldo.
"Aku sudah menyiapkan semuanya! Jadi kita tinggal pergi siang ini!" jawabnya padaku.
Setelah mengatakan itu Aldo pergi menuju ruangannya dengan membawa dokumen yang sudah ku bubuhi tanda tangan. Ponselku berbunyi, kuambil ponsel dan melihat siapa yang mengirimiku pesanan.
Ternyata itu adalah seorang teman yang ingin bertemu siang ini, namun aku tidak bisa bertemu dengannya. Karena siang ini aku ada meeting, aku membalas pesannya bahwa aku tidak bisa bertemu dengannya.
Setelah itu aku kembali bekerja, tidak terasa sudah siang sehingga aku harus segera pergi untuk meeting. Tadinya aku akan mengajak Lexa untuk menemaniku meeting dengan client.
Namun dia menolak, dia berkata bahwa sudah saatnya aku mengurus semuanya sendiri. Karena dia tidak bisa berada setiap hari di perusahaan. Entah mengapa dia mengatakan semua itu padaku, apakah dia akan pergi?
Aku menghempaskan semua pikiran buruk ku, aku yakin Lexa tidak akan melakukan hal yang akan merugikan dirinya atau membuat ayah atau aku merasa sedih.
Akhirnya aku pergi bersama Aldo, dalam perjalanan aku membaca semua dokumen yang sudah disiapkan. Kali ini aku berharap bisa meeting kali ini akan membuat kerjasama dengan perusahaan mereka.
Aku tiba di sebuah restoran Jepang, kulihat mereka sudah menungguku. Aku pun mulai menyapa mereka dan memulai meeting agar aku bisa kembali lagi ke kantor.
Meetingnya berjalan dengan sukses akhirnya mereka setuju untuk bekerja sama dengan perusahaanku. Setelah selesai meeting aku melihat seorang wanita yang semalam bertemu denganku.
Aku melihat mereka sangat tidak tahu diri, mereka bermesraan di depan umum. Jadi seperti ini 'kah sifat Mamoru yang sesungguhnya, dia mengkhianati Lexa dengan santainya.
Aku sungguh kesal rasanya aku ingin menghajarnya tanpa ampun. Tidak. Aku harus bisa menahan diriku, aku akan membongkarnya di depan semua orang sebelum Lexa menikah.
Penilaianku tidak salah kali ini, Mamoru memang bukan calon suami yang baik untuk Lexa. Namun yang membuatku tidak habis pikir kenapa Lexa bisa terbuai oleh tipuan Mamoru.
Apakah Lexa sudah mengetahui semua ini? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku. Jika aku mengatakan apa yang aku lihat ini apakah Lexa akan percaya padaku.
Lebih baik aku coba saja mengatakan semua ini setelah aku tiba di kantor. Aku sungguh tidak tahan melihat Mamoru dengan wanita itu bermesraan di depan umum. Aku memutuskan untuk pergi dari tempat ini secepatnya.
Aku beranjak dari dudukku lalu pergi meninggalkan restoran ini, Aldo pun mengikutiku dari belakang. Karena sibuk dengan wanitanya sehingga dia tidak melihatku keluar dari restoran.
Sepanjang jalan menuju kantor aku tersungkur menggerutu sehingga Aldo terkekeh mendengar semua gerutuanku. Aku sempat kesal dengan tawa Aldo, ku tendang kakinya hingga dia terdiam. Tak berapa lama dia kembali terkekeh.
__ADS_1
"Sudah hentikan itu Aldo!" Aku berkata dengan nada kesal padanya.
Lalu dia berkata padaku untuk menenangkan diri, kita harus mengumpulkan semua informasi. Setelah itu kita akan membalas semua perbuatan Mamoru pada Lexa.
Aku tahu Aldo pun sangat kesal dengan apa yang baru saja dia lihat, karena dia juga sangat menyayangi Lexa seperti saudarinya sendiri. Otakku mulai bekerja, aku sudah menemukan cara agar pernikahan mereka gagal.
Aku berniat membuat malu Mamoru pas di acara pernikahan mereka, aku tidak peduli meski Lexa akan kecewa atau sedih. Karena nantinya dia akan melupakan Mamoru.
Lebih baik kecewa dan sakit hati di awal dari pada Lexa merasakannya diakhir. Aku akan selalu ada bersama Lexa dan juga ayah untuk melewati setiap hari yang berat buatmu Lexa.
Tibalah aku di kantor, sebelum itu aku menuju ruangan Lexa. Aku terkejut karena di dalam ada Aiko dan Himawari. Merekapun terkejut melihatku masuk.
Setelah aku masuk Himawari undur diri, dia bergegas pergi meninggalkan ruangan Lexa. Setelah Himawari keluar sekarang giliran Aiko. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan.
"Ada apa?!" tanya Lexa padaku.
Aku langsung menghampirinya dan tanpa basa-basi aku mengatakan apa yang baru saja aku lihat di restoran. Namun dia tidak percaya dengan apa yang aku katakan.
Dia mengatakan mungkin wanita itu adalah saudaranya, sehingga aku salah paham terhadap Mamoru. Karena Mamoru menghubunginya jikalau dia pergi bersama dengan saudara perempuannya.
Namun aku tidak percaya dengan apa yang Lexa katakan, karena aku bisa melihat ekspresi Lexa berubah saat aku mengatakan mamoru bersama wanita lain. Namun beberapa detik kemudian dia berhasil merubah ekspresi wajahnya menjadi tenang kembali.
Apa sebenarnya yang kau sembunyikan dariku Lexa, apakah kau sudah mengetahui semua ini? Atau kau berhasil terperdaya oleh ucapan manis Mamoru sehingga kau tidak bisa melihat kebenarannya.
"Apa kau sudah terperdaya oleh ucapan manisnya? Sehingga kau tidak bisa membedakan mana yang serius denganmu dan yang tidak serius dengamu Lexa?!" ucapku dengan nada tinggi karena aku sudah tidak bisa menahan rasa kesalku.
"Sudah cukup Lexi! Kau jangan mencampuri urusanku lagi! Lebih baik kau urus saja hidupmu sendiri!" teriak Lexa padaku lalu pergi meninggalkan ruangan.
Aku sungguh terkejut dengan apa yang baru saja Lexa katakan. Aku tidak menyangka dia bisa berkata seperti itu, apakah Lexa sudah terpengaruh oleh Mamoru sehingga dia berkata seperti itu. Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan pria yang buruk, meski kau membenciku Lexa. Aku akan tetap mengagalkan pernikahanmu, itu janjiku.
___________________________________________
Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....
Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.
__ADS_1
Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.
Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉