Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 123


__ADS_3

Hinoto POV


Apakah aku tidak salah lihat, baru saja aku sekilas melihat Lexa berada di pesta malam ini. Tapi itu tidak mungkin, bukannya Lexa berada di Jepang. Astaga aku lupa menghubunginya hari ini, karena aku begitu sibuk mengurusi pekerjaanku.


Apakah dia akan marah padaku? Karena aku tidak menghubunginya, mungkin dia juga sedang sibuk. Karena jika kau tidak menghubunginya, dia suka menghubungiku terlebih dahulu.


"Hinoto, setelah pesta malam ini bolehkah aku menemanimu?" ucap Yu-Ri padaku.


"Bukankah kau sudah tahu jika aku sudah menikah!" jawabku dengan nada dingin.


Aku sebenarnya tidak ingin pergi bersama dia, akan tetapi dia selalu memeksaku untuk ikut. Aku tidak tahu bagaimana reaksi Lexa jika melihatku bersama dengannya, pasti Lexa akan sangat marah besar padaku. Karena dia tidak suka dengan pengkhianatan.


"Isamu, bisakah kau usir wanita yang mengganggu ini!" Aku menyuruh Isamu untuk mengusir Yu-Ri.


Isamu terkekeh mendengar apa yang aku inginkan, karena bagiku wanita selain Lexa tidak ada yang boleh dekat denganku. Entah mengapa sejak pertama kali bertemu dengan Lexa, hatiku dan tubuhku tertuju padanya.


Aku sempat menyerah atas Lexa, karena dia akan menikah dengan Mamoru. Akan tetapi takdir berkata lain, akhirnya aku bisa menikah dengannya. Aku harap Lexa bisa mencintaiku dengan sepenuh hatinya, karena aku pun mencintainya dengan sepenuh hatiku.


"Hai Hinoto, kau jangan bersikap kejam pada wanita cantik! Akan tetapi apa yang kau katakan benar, sebaiknya Yu-Ri kita usir saka dari sini!" Isamu berkata dengan candaannya.


Namun Yu-Ri yang mendengar semua itu merasa kesal lalu dia berkata, "Huh ... Dasar kau Isamu!" dan pergi meninggalkan kami berdua.


Aku terkekeh melihat cara pengusiran yang dilakukan oleh Isamu, pertama-tama dia memujinya kalau secara halus dia mengusirnya. Sungguh aku tidak menyesal karena telah membawanya di setiap pesta yang selalu dihadiri oleh para wanita yang selalu mendekatiku.


Bug!


Prang!


Ada seorang wanita yang menubruk Isamu, aku melihat sekilas sepertinya aku mengenal wanita ini.


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." ucap wanita itu, dan perkiraan ku benar aku mengenal wanita itu adalah Aiko.


"Aiko!" Aku menyebut namanya.


Akio terdiam, dia terlihat sangat kesal melihatku. Sebenarnya apa yang sedang dia pikirkan? Dan bagaimana juga dia berada di pesta malam ini? Apakah Lexa juga ada di sini? Semua pertanyaan itu muncul di benakku.


"Kau! Dasar kau Hinoto, kau sama saja seperti Mamoru. Dasar kau tidak setia!" Aiko berkata dengan nada marah padaku.


"Apa maksudmu? Aku sungguh tidak mengerti apa yang kau katakan?" Aku bertanya padanya.


Aiko mengatakan bahwa tadi dia melihatku bersama seorang wanita, dan itu terlihat sangat akrab. Dia sangat kesal dengan apa yang dilihatnya tadi, karena baginya Lexa merupakan teman serta saudari.


"Apa Lexa berada di sini denganmu?" Aku bertanya pada Aiko, jika iya berarti Lexa melihatnya juga.


"Apa? Kakak ipar berada di sini juga? Mana? Diamana dia?" ucap Isamu yang penasaran ingin bertemu dengan Lexa, karena dia belum pernah satu kalipun bertemu dengan Lexa.

__ADS_1


"Untuk apa kau bertanya padaku! Lebih baik kau urus saja wanita yang bersamamu tadi!" Aiko berkata dengan marah lalu pergi meninggalkanku.


Aku yakin Lexa pasti berada di sini, jika Aiko marah padaku karena aku bersama wanita lain. Itu berarti Lexa pun melihatnya, aku harus segera mencari Lexa untuk menjelaskan semuanya.


"Hai Hinoto, siapa wanita yang marah-marah padamu?" Isamu bertanya padaku.


"Dia Aiko, sahabat sekaligus asisten pribadi Lexa. Mengapa kau bertanya? Apakah kau menyukainya?" jawabku sekaligus bertanya pada Isamu.


Dia tersenyum itu artinya dia mulai terpesona oleh Aiko, sepertinya itu merupakan hal yang sangat sulit. Karena baik Aiko maupun Lexa memiliki kepribadian yang hampir serupa. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Namun tidak bertentangan dengan norma keyakinan yang mereka anut.


Aku menyapu seluruh ruangan dengan kedua mataku guna mencari keberadaan Lexa. Mataku terhenti saat melihat Lexa sedang berduaan dengan pria yang tidak aku kenal di balkon. Entah mengapa hatiku merasa panas jika melihat Lexa berduaan dengan pria lain yang tidak ku kenal.


Kulangkahkan kakiku dengan cepat menuju Lexa, Isamu emgikutiku dari belakang. Lalu dia bertanya padaku akan kemana, aku mengatakan akan menjemput kakak iparnya. Dia terlihat sangat gembira akan bertemu dengan Lexa.


"Malam sayang, apakah kau merindukanku?" Aku bertanya padanya sembari memeluknya dari belakang.


Lexa mendongak, dia melihatku dengan tatapan penuh dengan amarah. Aku tahu pasti dia sudah melihatku bersama Yu-Ri tadi, sehingga dia terlihat sangat marah padaku.


"Kau siapa?!" tanya seorang pria yang sedang berdiri di samping Lexa.


Aku tersenyum tipis lalu berkata, "Aku adalah belahan jiwanya yang sekarang menjadi suaminya!"


"Apakah itu benar Nona?!" pria itu bertanya pada Lexa.


"Bukan dia bukan suamiku!" Lexa berkata dengan dingin lalu berusaha melepaskan dekapanku.


Aku sungguh terkejut dengan perkataan yang dia lontarkan, sebegitu marahnya dia padaku. Apakah dia sedang cemburu? Aku tersenyum jika benar dia sedang cemburu.


Isamu menghampiri pria yang ingin mendekati Lexa lalu dia berkata, "Dengarkan aku Tuan Ye-Seung, jika kau tidak ingin bisnismu hancur esok pagi! Maka pergilah kau dari sini dan ingat jauhi kakak ipar ku!!"


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Lexa berjalan meninggalkanku, namun aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja dengan kesalahpahaman antara kami.


"Tunggu sayang, apa apa yang terjadi padamu hah? Mengapa kau seperti tadi dengan tidak mengakuiku sebagai suamimu?" ucapku pada Lexa.


"Suami? Apakah kau suamiku? Jika iya, mengapa kau bersama wanita lain? Dan kau hilangkan kemana cincin pernikahan kita?" Lexa berkata dengan nada kesal.


Isamu terkekeh melihat perdebatan kami, sehingga membuatku dan Lexa kesal.


"Diam!!" Aku dan Lexa membentak Isamu bersamaan agar tidak menertawakan kami.


"Haha sudah hentikan ini semua, kalian seperti anak muda saja! Kalian sudah menikah lebih baik selesaikan masalah kalian di atas ranjang!" Isamu berkata dengan nada menggoda.


Plak!


Aku memukul bagian belakang kepalanya guna membuatnya berhenti untuk bergurau. Dia pun terdiam tetapi dia kembali terkekeh dan itu membuat ku semakin kesal.

__ADS_1


"Hentikan ini Isamu atau aku akan mengirimu ke Amazon!" Aku berkata dengan penuh penekanan.


"Tunggu! Aku tidak mau! Enak saja main kirim ke Amazon, lebih baik kau kirim aku ke Jepang sehingga aku bisa semakin dekat dengan Aiko." Isamu menjawab, akan tetapi dia tidak menyadari bahwa Aiko berada di belakangnya.


Aku melihat Aiko dengan tatapan yang sangat tajam memandang Isamu yang tidak menyadari keberadaan Aiko.


"Apa kau bilang? Ingin dekat denganku! Memangnya siapa kau? Jangan harap kau bisa dengan mudah mendekatiku!" Aiko berkata dengan dingin.


Isamu terdiam seketika mendengar Aiko berkata dari arah belakangnya, dia menoleh kebelakang lalu memandang Aiko dengan rasa terkagum-kagum. Aku yang tadinya kesal, mendadak ingin tertawa melihat ekspresi Isamu.


"Aiko, kita pergi saja dari sini! Untuk apa meladeni kedua pria tidak setia!" Lexa berkata sembari melewatiku.


Aku langsung mendekapnya dengan erat lalu kubisikan bahwa wanita itu bukan siapa-siapa, aku sudah mengusirnya karena hanya kau wanita satu-satunya yang berhak dekat denganku.


"Bulshit!" ucap Lexa singkat.


"Jika kau tidak percaya, tanyakan pada Isamu!" Aku berkata semabri menyuruh Isamu menceritakan semuanya.


Isamu pun menceritakan semuanya pada Lexa dan Aiko, setelah mendengar cerita dari Isamu mereka terdiam. Kukiahyvlexa hanya diam, mungkin dia masih belum percaya sepenuhnya padaku.


"Kalain selesaikan nanti saja! Lexa, Tuan Young Jin ingin bertemu denganmu!"


"Baiklah, mari kita temui Tuan Young Jin! Aiko apakah kau sudah mencari tahu semua informasi yang aku butuhkan?!" Lexa bertanya pada Aiko.


Kulihat Aiko mengangguk, itu artinya dia sudah menjalankan misi yang diperintahkan oleh Lexa. Sebenarnya apa yang membuat mereka datang ke Korea. Mengapa juga Lexa tidak memberitahukan kedatangannya ke Korea padaku.


"Aku ikut denganku menemui Tuan Young Jin!" Aku berkata pada Lexa, aku tahu dia masih marah padaku. Tapi aku harus selalu berada di dekatnya untuk menjauhkannya dari para lelaki mata keranjang.


"Hahah kau takut jika kakak ipar di goda oleh pria lain bukan?" ucap Isamu yang membuatku kesal.


Pletak!


Aku menyentil keningnya dengan jariku lalu berkata, "Jika kau tidak ingin ikut, kau diam saja di sini sendirian!"


Aku pergi dengan menggandeng lengan Lexa, dari belakang Aiko mengikuti kami dan juga Isamu yang terdengar menanggalkan kata tunggu. Aku tidak peduli dengan yang dikatakan oleh Isamu.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉

__ADS_1


__ADS_2