Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 84


__ADS_3

Still Lexa POV


Aku sudah berada di sebuah restoran Jepang, mamoru mengajakku kemari. Sebenarnya aku ingin langsung mengatakan untuk mengundurkan tanggal pernikahan.


"Maafkan aku Lexa, maafkan aku karena selalu membuatmu bersedih!" Mamoru berkata dengan lirih.


Aku bertanya kembali sebenarnya apa yang terjadi, namun dia hanya diam saja. Apakah ini sifat dia yang sesungguhnya, aku terus menunggu jawaban darinya. Dia masih saja tidak berkata jujur, aku sungguh kesal dibuatnya.


"Jika kau begini terus, lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini!" Aku berkata dengan nada dingin.


Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku tidak suka jika dia menyembunyikan sesuatu dariku. Buat apa menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak bisa berkata jujur padaku.


Kulihat Mamoru hanya diam setelah mendengarkan perkataanku, mungkin ini jalan yang terbaik untukku. Membatalkan pernikahan ini lebih baik agar tidak ada penyesalan nantinya, meski aku menyadari bahwa aku sangat mencintainya.


"Jika sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, lebih baik aku pergi!" Aku berkata sembari berdiri lalu berjalan ke luar.


Mamoru menghentikanku dengan memegang tanganku, "Tunggu Lexa! Tunggu sebentar, apakah yang kau katakan tadi serius?"


Aku menghempaskan lengan Mamoru, lalu pergi meninggalkannya. Aku pikir dia akan berlari mengejarku, namun pikiranku salah dia tidak mengejarku.


Aku berjalan menelusuri jalanan, aku tidak mempedulikan sekitar. Pikiranku entah kemana, yang ada hatiku sangat sakti. Aku begitu mencintainya, namun dia seperti itu.


Aku terus saja berjalan mengikuti langkah kakiku tanpa arah, lalu aku berhenti di sebuah taman yang sepi. Aku duduk di sebuah kursi putih yang di tutupi oleh dedaunan yang gugur.


Tanpa terasa buliran air mataku menetes sedikit demi sedikit membasahi kedua pipiku. Aku sungguh kecewa dengan dia, mengapa dia melakukan ini padaku.


Setelah semua perlakuan hangatnya padaku, ternyata di saat kita akan menikah dia berubah seperti ini. Apakah dia dari awal tidak ingin menikah denganku.


Apakah semua yang dia lakukan padaku hanya kebohongan saja, setelah mendapatkan cinta dariku dia menghempaskan aku begitu saja. Aku tidak menyangka kau begitu tega padaku Mamoru.


Mungkin aku sudah salah menilainya, mungkin inilah sifat aslinya. Aku sungguh bodoh! Aku tidak bisa mengenali sifat aslinya. Aku kecewa pada diriku sendiri. Karena ini akan membuat ayah sedih.

__ADS_1


Handphoneku berbunyi, aku melihat siapa yang menghubungiku. Ternyata itu adalah Aiko. Aku mengangkatnya lalu menyuruh Aiko untuk menjemputku. Aku mengirimkan map padanya, agar dia bisa menemukan posisiku.


Beberapa saat kemudian Aiko tiba, dia berlari menuju ke arahku. Dia duduk disampingku. Aku hanya diam, air mataku sudah mengering. Yang ada di hatiku adalah rasa sakit dan kecewa.


"Ada apa denganmu?!" Aiko bertanya padaku terdengar ada rasa khawatir dari suaranya.


Aku memeluk Aiko entah mengapa air mataku tidak bisa kubendung, akhirnya aku menangis di pelukan Aiko. Aku tidak bisa berkata apa-apa, yang ingin kulakukan adalah menangis sepuasnya di pelukan Aiko.


Aiko memeluk kembali, dia hanya bisa diam dan menunggu aku untuk lebih tenang. Setelah tangisanku mereda, aku melepaskan diriku yang memeluk Aiko.


Aiko hanya diam, aku tahu dia pasti ingin tahu apa yang sudah terjadi padaku. Aku menarik napasnya agar aku bisa sedikit lebih tenang lagi, lalu aku menceritakan apa yang baru saja terjadi.


Aiko geram lalu berkata, "Sebenarnya apa maunya Mamoru? Mengapa dia memperlakukanmu seperti ini!"


Aku hanya diam, karena aku tidak tahu apa yang harus aku jawab. Karena aku juga tidak tahu kenapa Mamoru melakukan ini padaku. Aku berkata pada Aiko agar tidak menceritakan semua ini pada ayah ataupun Lexi.


Aiko terdiam mendengar permintaanku, terlihat jelas dia sangat kesal dengan Mamoru. Aku berusaha memberikan pengertian pada Aiko, aku mengatakan padanya biar aku saja yang mengurus masalahku ini.


"Terserah kau sajalah! Aku sudah kesal dengan Mamoru!" Aiko berkata lalu dia mengajakku untuk kembali ke kantor.


Aku tersadar dari lamunanku setelah Aiko menghentikan mobilnya, aku melihat sekeliling ternyata aku sudah tiba di depan perusahaan. Aku pun membuka sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil.


Aku berjalan langsung menuju ruanganku begitu juga dengan Aiko, sebelum masuk ke ruangannya. Aiko berkata padaku bahwa dibatas mejaku ada beberapa dokumen yang harus di bubuhi tandanganku.


Kulangkahkan kakiku untuk memasuki ruanganku, aku suruh kulihat beberapa berkas yang dikatakan oleh Aiko. Aku membaca semua dokumen tersebut satu per satu, setelah itu aku menandatangani semua dokumen yang sudah aku baca.


Handphoneku berbunyi, ternyata ada sebuah pesan dari Mamoru. Dia mengatakan tidak akan pernah mundur untuk menikahiku. Aku sudah tidak peduli dengan apa yang dia katakan.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Terdengar suara pintu diketuk, aku pun menyuruhnya masuk. Kulihat Aiko masuk, dia berjalan menghampiriku. Dia mengatakan bahwa sudah saatnya untuk pulang, aku melihat jam di pergelangan tanganku. Ternyata sudah waktunya pulang, aku pun menyuruhnya pulang.


"Apa kau akan membicarakan masalah ini dengan ayahmu dan Lexi?" Aiko bertanya padaku.


Aku mengangguk, karena bagaimanapun aku harus menceritakan semuanya pada mereka. Setelah mendengar jawabanku Aiko pun ijin untuk pulang.


Setelah kepulangan Aiko, aku pun memberikan semua barangku. Lalu aku berjalan meninggalkan ruangan menuju mobilku. Rasanya aku tidak ingin pulang, namu aku harus menghadapi semua ini.


Aku tiba di rumah, kulihat Lexi dan ayah belum kembali. Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar lalu membersihkan diri. Setelah selesai dengan rutinitas membersihkan diri, aku keluar dari kamar guna melihat apakah ayah dan Lexi sudah kembali.


Aku bertanya pada salah seorang pelayan, apakah ayah dan Lexi sudah pulang. Pelayan mengatakan bahwa ayah sudah pulang, dia sedang berada di ruang kerjanya.


Aku pun bergegas menghampiri ayah di ruang kerjanya, lebih cepat aku mengatakan ini maka lebih baik. Aku mengetuk pintu ruang kerja ayah, lalu terdengar suara ayah yang menyuruh masuk.


Kubuka pintunya lalu aku berjalan memasuki ruang kerja ayah, ternyata sudah ada Lexi dan asisten Ari disana.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada Ayah dan kau Lexi?!" Mendengar aku mengatakan itu asisten Ari pun pergi meninggalkan kami.


Aku duduk di samping Lexi, lalu aku mengatakan semua yang ada di hatiku. Kukatakan bahwa aku ingin membatalkan rencana pernikahanku dengan Mamoru. Aku berusaha menahan diri agar tidak menangis, namun air mataku menetes di tanganku.


Lexi memegang tanganku tanpa mengatakan apa-apa, aku tahu yang dia lakukan agar aku bisa kuat menghadapi semua ini. Kutundukkan kepalaku karena sudah tidak bisa menahan rasa sedihku.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.

__ADS_1


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘


__ADS_2