
Lexi POV
Aku merasa khawatir dengan keadaan Himawari, sekarang dia sedang ditangani oleh dokter. Aku melihat Aiko yang sudah selesai dengan pemeriksaanya.
"Bagaimana apakah sudah selesai?!" Aiko bertanya padaku.
Aku menggelengkan kepala karena belum ada satu dokter pun yang keluar. Setelah mendengar jawabanku Aiko duduk di sampingku, terlihat jika dia sudah lelah.
"Pulanglah, aku akan menjaga Himawari malam ini!" ucapku pada Aiko.
Dia menggelengkan kepala, aku tahu dia juga khawatir terhadap Himawari. Namun, dia membutuhkan istirahat, aku takut dia akan jatuh sakit nantinya.
Aku berdiri lalu melangkah mendekati Aldo dan menyuruhnya untuk mengantar Aiko, ibu serta Rein. Namun, Aldo bertanya bagaimana denganku.
"Antar mereka! Setelah itu kau juga pulanglah, besok pagi kau jemput aku!" Aku menjawab pertanyaan Aldo.
Aldo pun pergi meninggalkan aku mengajak mereka semua untuk pulang dan beristirahat. Saat ini yang ada dipikiranku adalah menjada Himawari.
Aku melihat Himawari yang belum sadarkan diri, yang bisa kulakukan malam ini adalah menjaganya. Setelah dia kembali sehat aku akan memintanya untuk segera melangsungkan pernikahan.
Mungkin semua yang akan aku lakukan setelah dia sembuh akan membuatnya merasa risih. Namun, yang pasti aku akan menyuruh ya untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai agen. Karena aku tidak ingin dia dalam bahaya karena tugasnya.
Aku melihat Himawari mulai membuka perlahan kedua matanya, dia tersenyum melihatku. Dia berusaha untuk merubah posisi tidurnya menjadi posisi duduk. Aku membantunya untuk duduk karena dia masih terlihat lemah.
"Bagaimana keadaanmu?" tanyaku pada Himawari.
"Apa semalaman kau berada di sini?" Himawari bertanya balik padaku sedangkan pertanyaanku belum dia jawab.
"Iya, dari semalam aku menunggumu! Itu sebabnya kau harus lekas sembuh dan kita menikah!" jawabku padanya.
Dia tersenyum mendengar apa yang aku katakan tadi, entah mengapa aku lebih menyukai dia yang selalu tersenyum untukku. Sehingga aku tidak akan membiarkan dirinya terluka atau menderita.
Seorang dokter masuk ke ruangan, dia memeriksa keadaan Himawari. Lalu dokter berkata semuanya berjalan dengan baik. Mungkin dalam beberapa hari dia sudah bisa kembali ke rumahnya.
Mendengar kabar itu aku merasa senang, sehingga aku bisa langsung mengikatnya. Tidak lama setelah dokter pergi meninggalkan ruang rawat Himawari. Tiba ibu dan Rein mereka langsung memeluk Himawari yang sedang terkekeh karena aku menggodanya.
"Pulanglah dan istirahat, di sini sudah ada ibu dan Rein yang menjagaku!" ucap Himawari dengan lembut padaku.
Sebelum aku mengatakan iya, Aldo sudah datang guna menjemputku. Dia terlihat khawatir karena melihatku yang terlihat tidak tidur sama sekali.
"Ayo kita pulang!" Aldo berkata dingin padaku.
Pasti Aldo marah padaku karena tidak tidur semalaman karena dia adalah asisten posesif yang aku miliki. Aku kira dia tidak seposesif ini tetapi itu berubah setelah dia benar-benar menjadi asisten pribadiku.
Himawari tersenyum melihat sikap Aldo yang seperti itu, dia langsung menyuruhku untuk segera pulang. Jika tidak Aldo mungkin akan menghubungi Lexa atau ayah agar aku pulang.
Jika sudah Lexa yang bertindak maka aku akan tidak beruntung, mungkin dia akan mengukur waktu rencana pernikahanku dengan Himawari.
__ADS_1
Aku pun terpaksa pulang setelah berpamitan pada Himawari, ibu dan Rein. Aku melihat sekilas Aldo melirik Rein, kutepuk pundaknya lalu aku berbisik pada Aldo apakah dia menyukai Rein.
Aldo tersenyum lalu dengan cepat menghilangkan senyumnya itu, aku tahu kau Aldo. Pasti dia mulai tertarik dengan Rein, jika memang dia menyukainya, aku mendukungnya dengan sepenuh hati. Karena Aldo adalah pria yang setia dan bisa melindungi Rein.
Tibalah aku di rumah, kulihat Lexa yang sedang duduk di sofa sembari menikmati minuman dan camilan. Aku tidak melihat Aiko mungkin dia sedang beristirahat.
Aku duduk di sampingnya dan menyandarkan kepalaku di pundak Lexa, lalu aku mengambil camilan yang ada di tangannya.
"Ada apa? Kenapa berubah menjadi manja? Pasti kau menginginkan sesuatu dariku -kan?!" tanyanya padaku dengan tidak ada koma dan titik sama sekali.
"Bantu aku!" lirihku.
Lexa bertanya apa yang aku inginkan, aku mengatakan padanya jika aku ingin segera menikah dengan Himawari. Dan juga ingin menyuruhnya berhenti dari pekerjaannya sebagai agen.
Dia sedikit terkejut dengan yang aku katakan, mungkin permintaanku yang kedua yang membuatnya terkejut. Namun, aku tidak punya pilihan lain selain menyuruh Himawari berhenti bekerja sebagai agen.
"Apaan ini? Siapa pria yang bersikap manja padamu Lexa?!" teriak Aiko yang baru saja tiba.
Aku sungguh kesal jika Aiko sudah mulai cerewet, dia sama saja seperti Lexa jika sudah mulai tidak bisa menahan bibirnya untuk bicara. Aku membiarkan dia terus bicara lagi pula tidak ada larangan aku bermanja-manja dengan Lexa.
Saat aku masih bermanja-manja dengan Lexa, aku mendengar suara tawa seorang pria dari belakangku. Mendengarkan secara seksama suara tawa itu, bukan suara ayah.
Dengan cepat aku duduk lalu membalikkan tubuhku guna melihat siapa yang menertawakan diriku. Saat melihat kebelakang, rupanya Hinoto yang sedang menertawakan diriku.
Aku menghela napasku lalu berdiri dan mengatakan jika sudah ada Hinoto pasti aku di abaikan. Setalah mengatakan itu aku berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu beristirahat sejenak.
***
"Ayo bangun! Sudah waktunya makan siang!" Lexa berkata padaku sembari menggoyangkan tubuhku.
"Tidak mau! Karena kau tidak mau membantuku!" jawabku pada Lexa sembari menutup seluruh wajahku dengan bantal.
"Ya sudah kalau tidak mau, aku tidak akan membantumu mengatakan pada ayah yang sedang menunggu kita di bawah!" ucap Lexa.
Aku langsung membuka bantal dan segera duduk, setelah itu berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi guna mencuci mukaku agar terlihat sedikit segar.
Lexa masih menungguku di kamar, dia tersenyum melihatku yang dengan cepat bangun. Tunggu dulu, apakah dia membohongiku tentang ayah? Bukankah ayah sedang berada di luar kota? Semua pertanyaan itu melayang di otakku.
"Kau bohong, -kan? Setahuku ayah sedang di luar kota bersama asisten Ari!" ucapku pada Lexa dengan nada menyelidiki.
Dia kembali tersenyum, lalu berdiri dan berjalan meninggalkan aku. Namun, sebelum itu dia berkata bahwa dia tidak berbohong. Karena ayah sudah kembali dari luar kota.
Aku pun bergegas mengikuti Lexa, mungkin sekarang aku mengatakan pada ayah untuk mempercepat pernikahanku dengan Himawari. Semoga saja ayah menyetujui semua yang aku inginkan.
Saat mendekati ruang makan, aku melihat ayah yang sudah duduk bersama Aiko dan Hinoto. Mereka sudah menungguku rupanya, kalau tahu dari pagi ayah akan pulang mungkin aku tidak akan tidur secepat tadi.
Lexa duduk disamping Hinoto, aku duduk seperti biasa di dekat ayah. Semua sudah berkumpul, ayah meminta pelayan untuk segera menyiapkan hidangan di atas meja.
__ADS_1
Setelah acara makan siang selesai tanpa hambatan, ayah menyuruh aku dan Lexa untuk duduk di ruang keluarganya. Begitu pula dengan Aiko dan Hinoto karena mereka berdua sudah merupakan keluarga Wibowo.
"Bagaimana keadaan Himawari?!" tanya ayah padaku.
"Dia sudah mulai membaik!" jawabku singkat.
Lalu ayah bertanya tentang acara pertemuan kedua keluarga, aku menjawab mungkin dalam dua hari kedepan setelah Himawari keluar dari rumah sakit.
"Ayah, bagaimana jika tanggal pernikahan mereka berdua diadakan dalam waktu dekat! Karena aku juga harus segera kembali ke Jepang!" ucap Lexa pada ayah, aku tahu dia mengatakan ini untuk membantuku.
Ayah terdiam mendengar perkataan Lexa, lalu ayah mengatakan jika tanggal pernikahan akan di tentukan saat pertemuan kedua keluarga. Aku mendengar perkataan ayah yang ambigu, antara setuju di percepat atau tidak setuju dipercepat.
Setalah mengatakan itu ayah pergi meninggalkan kami, lalu berjalan menuju kamarnya. Mungkin ayah lelah karena baru saja tiba di rumah, aku sangat sedih jika melihat ayah seperti ini.
Mungkin setelah menikah aku akan menetap di Indonesia untuk meringankan beban ayah. Aku harap Lexa mau menyetujui keputusan yang aku buat ini. Sehingga dia juga bisa fokus dengan perusahaan di Jepang bersama Hinoto.
Setelah ayah masuk kedalam kamar, giliran Aiko yang masuk ke kamarnya. Berlanjut dengan Lexa dan Hinoto yang masuk kedalam kamar. Aku sendirian duduk di ruang keluarga lalu aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar juga.
Aku memikirkan kembali apakah keputusan yang akan aku ambil setelah menikah dengan Himawari lalu tinggal di Indonesia. Apakah itu sudah tepat? Apakah Lexa tidak akan merasa sedih dengan keputusan yang telah aku buat.
Karena selama ini baik aku atau Lexa selalu bersama, meski kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Yang pasti kami tidak pernah hidup berjauhan dengan waktu yang sangat lama.
***
Tidak terasa Himawari sudah pulih dan kembali ke rumahnya. Itu tandanya aku, ayah dan Lexa pergi ke rumah Himawari bersama Aiko dan Hinoto tidak lupa asisten Ari serta Aldo.
Kami tiba di rumah Himawari dengan hangat oleh ibu, Himawari dan juga Rein. Mereka terlihat sangat bahagia, mungkin sekarang hidup mereka sudah tidak dipusingkan oleh sang paman.
Acara makan siang kali ini berjalan dengan baik, lalu ayah mengatakan tanpa basa-basi tentang kedatangannya. Bahwa ayah ingin meminang Himawari untukku.
Terlihat ibu begitu senang dengan perkataan ayah dan akhirnya ayah menentukan pernikahanku dengan Himawari seminggu dari pertemuan kami hari ini.
Aku begitu terkejut dengan yang ayah putuskan, berarti ayah menyetujui usulan Lexa. Lexa mengikutiku dengan pelan, dia tersenyum menandakan bahwa permintaanya dikabulkan oleh ayah.
Semua sudah ditentukan, perispan pun sudah ayah jalankan tanpa sepengetahuan diriku. Aku sungguh beruntung memiliki ayah sepertinya.
"Apa kau senang?!" Lexa berkata pada dengan nada menggoda.
Aku memeluknya dengan erat, sehingga membuat semua orang yang ada di sama terkekeh. Aiko kembali dengan nada cerewetnya, dia mengatakan jika aku tidak boleh bersikap seperti anak kecil pada Lexa.
Setelah acara makan siang selesai, aku dan yang lainnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Selama beberapa hari menjelang pernikahan aku tidak bisa bertemu dengan Himawari karena itu salah satu syarat yang ibu berikan padaku.
Kami tiba di rumah, seperti biasa ayah menyuruh kami untuk duduk terlebih dahulu di ruang keluarga. Ayah menyuruh asisten Ari untuk menyiapkan semua untuk acara pernikahan.
Sedangkan Lexa dan Aiko di suruh untuk mengurus Himawari dari gaun pengantin dan lain sebagainnya. Sedangkan aku, Aldo dan Hinoto membantu asisten Ari. Tentu saja aku tidak di perbolehkan untuk ikut campur secara penuh.
Terkadang itu yang membuatku kesal dengan asisten Ari, Aldo dan Hinoto. Namun, aku tidak akan membantah kali ini. Aku akan percaya pada mereka semua sepenuhnya.
__ADS_1