Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 25


__ADS_3

Flash back on


"Tidak...! Kuperintahkan kau lepaskan aku! Lihat Bunda masih ada di tepi gedung itu, aku harus menyelamatkan Bunda!" Alexa berteriak histeris dan memukul-mukul Asisten Ari. Namun Asisten Ari tidak melepaskan dekapannya, karena jika dia melepaskannya Nona Alexa akan berlari dan terjun ke bawah. Ari terus mendekap Lexa, dia melihat betapa hancurnya tuan Alex, tuan Lexi.


Semua penjahat sudah di tangkap polisi, ambulance sudah datang ke lokasi kejadian. Keluarga Alex Wibowo kembali berduka. Pertama mereka kehilangan sang ibu tercinta yaitu mama Rahma. Sekarang mereka kehilangan wanita terpenting dalam hidup Alex dan anak-anak yaitu Rosalina Sanjaya (Alin). Semua berita sudah tersebar di seluruh kota.


Semua keluarga, rekan bisnis berkumpul dalam acara pemakaman Alin. Suasana berkabung sangat pekat, terutama Lexa dia selalu jatuh tak sadarkan diri. Sedangkan Alex dan Lexi hanya diam saja tak banyak bicara. Keluarga ini begitu kacau, hanya ada kesedihan, tidak ada lagi tawa yang keluar dari bibir mereka.


Hari demi hari berlalu setelah kepergian Alin terasa begitu sepi, tidak ada lagi suasana hangat di rumah. Alex yang lebih banyak mengurung diri di ruangan kerjanya, Lexi yang hanya diam di kamarnya hanya duduk dan memainkan komputernya. Lexa yang sangat terpukul hingga membuatnya selalu berteriak histeris, bahkan sampai tak sadarkan diri.


Setiap malam Lexa selalu terbangun, dia bermimpi buruk tentang tragedi itu. Sehingga membuat Alex khawatir, Alex menghubungi seorang dokter. Dokter itu memeriksa Lexa, dia memberikan resep untuk di minum Lexa. Selain itu dokter menyarankan agar Lexa di bawa ke psikiater.


Alex pun mendatangkan seorang psikiater ke rumah, karena dia sudah tidak tahan melihat penderitaan Lexa. Setiap malam dia histeris dan terpaksa di beri obat penenang. Jika terbangun dia hanya diam dan menangis. Setiap dua hari sekali psikiater datang ke rumah dan mulai merawat Lexa.


Dulu Lexi sangat suka bermain di rumah pohon, semenjak Alin meninggal dia tidak pernah naik ke atas rumah pohon itu. Suatu hari Lexi ingin mengambil sesuatu yang dia butuhkan. Dia terpaksa naik ke atas rumah pohon, dia terduduk di tepian.


Aaaaaaaaa...


Teriak Lexi mengagetkan seisi rumah, para pelayan berlarian mencari asal teriakan. Alex pun mendengar teriakan Lexi, dia mencari keberadaan Lexi. Seorang pelayan menemukan Lexi yang terduduk memegang erat sebuah kayu, sambil menagis histeris. Seorang pelayan berusaha membujuk Lexi untuk turun, tapi Lexi tidak mau karena ketakutan. Beberapa saat kemudian Alex dan Ari datang, Alex berusaha membujuk Lexi untuk turun.


"Tidak Ayah! Aku tidak mau! Bunda saja bisa jatuh dari ketinggian dan tidak kembali padaku! Kalau aku jatuh bagaimana?"

__ADS_1


Alex terkejut mendengar perkataan Lexi, langsung saja Alex naik ke atas rumah pohon itu. Dia memeluk Lexi dengan erat, Lexi masih saja menangis.


"Semua salah ku Ayah, sehingga Bunda pergi dan tak kembali! Jika aku bisa melindungi diri ku sendiri, maka Bunda tidak akan tiada!" Huhuhuhuhu, tangis Lexi menyeruak. Semua yang ada disana langsung terdiam dan meneteskan air mata.


Bagi para pengawal dan pelayan Alin adalah Nyonya terbaik yang pernah mereka temui. Bahkan Alin tidak pernah membeda-bedakan status mereka. Terkadang Alin suka bersikap tegas demi aturan rumah yang sudah di buat oleh Alex. Sehingga mereka sangat hormat dan menyayangi Alin, apalagi para pengawal rela mengorbankan diri demi keselamatan Alin.


"Semua itu bukan salah mu Lexi, ini semua sudah takdir Bunda meninggalkan kita! Maafkan Ayah yang terlambat menyelamatkan Bunda! Hentikan tangisanmu ini, kau adalah anak lelaki kesayangan Bunda bukan?"


Alex berkata untuk menenangkan Lexi. Tak terasa air mata Alex menetes, dia sudah tak bisa lagi membendung kesedihannya. Kesedihan ditinggal oleh wanita yang sangat dia cintai, melihat kedua anaknya menderita karena trauma. Hati siapa yang tak menangis dengan semua kejadian ini, meski dia seorang pria yang kuat dan di takuti para saingannya.


****


Setelah Alex mengetahui keadaan Lexi sama dengan yang di alami Lexa. Membuat Alex berpikir, dia harus bisa menjadi seorang ibu dan ayah bagi anak-anaknya. Di memandangi sekeliling kamar penuh dengan aroma dan kenangan Alin. Hatinya semakin sakit, dia masih terbayang-bayang wajahnya, senyumannya.


"Sayang mengapa kau begitu tega padaku? Meninggalkan ku dan anak-anak kita? Rasanya aku tidak kuat jika tidak ada kau? Hati ini tak rela melepas mu? Belum puas aku untuk memberikan mu kebahagian! Masih kurang waktuku untuk membalas semua kebaikanmu! Aku begitu mencintaimu, tidak akan ada yang bisa menggantikan mu! Sampai ajal menjemput ku! Sayang aku mencintaimu untuk selamanya."


Air mata menetes, perih hati ditinggal wanita yang begitu dia cintai. Hanya bisa mengenang kebersamaan sang kekasih seumur hidupnya. Dia harus terus berjuang demi anak-anaknya. Agar mereka tidak menderita akibat kehilangan sang bunda.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, Alex menjalani perannya sebagai orang tua tunggal. Dia harus bersikap sebagai seorang ibu sekaligus seorang ayah. Dia harus membantu Lexa dan Lexi lepas dari traumanya. Butuh perjuangan keras untuk penyembuhan trauma anak-anak.


Lexa dan Lexi tidak bisa pergi ke sekolah layaknya anak-anak yang lain. Leo memutuskan untuk mereka melakukan home schooling. Karena IQ mereka di atas rata-rata anak pada umumnya. Meski mereka tidak sehat, tapi daya serap menerima pelajaran sangat cepat.

__ADS_1


Lexi mengajak Lexa untuk menemui Alex di ruang bacanya, dia ingin menunjukkan sebuah Vidio. Dianna Vidio itu pemberian Leo. Dan dia harus menunjukkannya pada ayahnya.


"Ayah maafkan aku jika nanti membuatmu sedih! Aku akan menunjukkan sebuah Vidio! Lebih baik kita melihatnya bersama-sama!" ucap Lexi pada Alex.


Alex pun menyetujui dengan permintaan Lexi, di ruang baca sudah ada Alex, Ari, Adam, Lexa dan Lexi. Mereka sudah siap dengan apa yang akan mereka lihat. Ternyata itu adalah Vidio yang berisikan permintaan maaf dari Leo, sebelum Leo tiada.


"Maafkan aku Alin, aku membuat Vidio ini untuk meminta maaf pada mu dan Alex. Maafkan aku yang sudah membuat kalian menderita. Aku tahu ke egoisan ku ini menyebabkan kau menderita Alin. Tapi aku sungguh-sungguh mencintaimu, tidak ada yang bisa menggantikan mu di hatiku. Meski aku tahu di hatimu hanya ada Alex seorang. Aku melakukan semua kejahatan ini ada alasannya, aku mencari siapa orang yang ingin menghancurkan dirimu dan Alex. Sepertinya waktu ku tak cukup, mereka mulai mencurigai ku! Maafkan aku."


Semua terdiam melihat permintaan maaf Leo dan pastinya mereka memikirkan hal yang sama. Siapa dalang di balik kematian Ali. Lexi sengaja tak memberikan Vidio ke dua yg di berikan Leo. Dia ingin mencari tahu siapa dalang yang membuat keluarganya menderita.


Lexi hanya menceritakannya pada Lexa tentang Vidio kedua dari Leo. Disana ada potongan puzzle yang harus di pecahkan oleh mereka berdua. Karena untuk saat ini mereka tidak mau kehilangan lagi orang yang mereka sayangi yaitu Alex.


Flash back off.


____________________________________________


Sampai ketemu di bab selanjutnya 😉


Jangan lupa kasi author semangat ya biar makin semangat melanjutkan ceritanya 😙


Dan jangan lupa like, komen dan love nya ya 😉

__ADS_1


Author sayang kalian 😘😘


__ADS_2