Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 42


__ADS_3

Lexa POV


Aku kira USB yang kami peroleh semalam dapat langsung kami buka, ternyata tidak, Lexi harus memecahkan kata sandi jika ingin melihat isi dari USB tersebut. Karena Lexi sedang mencoba memecahkan kata sandi, aku memutuskan untuk pergi keluar. Aku ingin jalan santai sambil melihat pemandangan di Nile River.


Tadinya aku ingin mengajak Aiko atau Yuki kemari, tapi aku lihat mereka ingin bersantai di apartemen. Jadi aku pergi sendiri saja, itu malahan bisa membuatku tenang. Aku berjalan menelusuri Nile River, aku yakin bunda juga pernah kemari. Akupun duduk di hamparan pasir sembari menikmati luasnya lautan. Di saat aku sedang menikmati suasana, tiba-tiba ada yang mendekatiku. Dia mendekapku, aku terkejut setengah mati. Secara refleks aku menyikutnya, diapun merenggangkan dekapannya namun dia mendekapku kembali.


"Akhirnya aku bisa menemukanmu seorang diri, sayang!" bisik seseorang dan aku mengenali suara ini.


Aku terus berusaha untuk melepaskan diri dari dekapannya, tapi tidak bisa kulepaskan. Semakin aku berusaha melepaskan diri, dia semakin memperkuat dekapannya. Dia terus saja berbisik padaku dan aku tidak menyukai apa yang dia lakukan. Aku menarik napas dan ku sikut dia dengan kekuatan penuh. Akhirnya aku bisa melepaskan diri dari dekapannya. Dia merintih kesakitan tapi entah mengapa dia masih bisa tersenyum padaku.


Aku tahu dia pasti akan mencariku, karena dia membutuhkan barang yang ada di tanganku. Lebih baik aku pergi dari sini, saat akan pergi meninggalkannya, dia menyebtuh bahuku. Secara refleks aku melayangkan tinjuanku, terjadilah perkelahian kecil antara kami. Dia hanya menghindar dari seranganku, dia sama sekali tidak berbalik menyerangku.


Bak!


Bik!


Buk!


Whussss!


Aku terus saja menyerangnya tapi dia terus saja bertahan dan menghindar. Ku layangkan tinjuanku, dia berhasil menangkap tanganku dan memelintir tanganku kebelakang. Aku terjerat dalam dekapannya lagi.


"Sekeras apapun kau malawanku! Kau tidak bisa mengalahkan ku! Karena kau akan menjadi milikku! Sayang!" bisiknya padaku. Aku sangat tidak menyukai tindakannya yang selalu berbisik padaku, padahal kan dia bisa bicara seperti biasa saja.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Jika kau mau barang milikmu kembali!" ucapku padanya agar dia mau melepaskan ku.


Dia tersenyum kembali dan melepaskan dekapannya, aku kira dia tidak menggunakan topeng. Ternyata dia masih menggunakan topengnya itu, setelah aku lepas dari dekapannya. Akupun berlari guna menghindarinya, tidak akan kuberikan barangnya. Karena dia sudah berlaku tidak sopan padaku. Dia main peluk seenak jidatnya saja dan berbisik pula di telingaku terus menerus.


"Tidak akan kuberikan barang mu! Sebelum kau memperlihatkan wajahmu dan meminta maaf padaku!" ucapku padanya, sembari berlari menuju parkiran, kugunakan helm dan menaiki motor. Aku langsung tarik gas motorku melesat dengan kecepatan tinggi, tidak akan kuberikan barangnya.


'biar tahu rasa dia, karena sudah mempermainkan ku setiap kali bertemu!' gumamku. Aku terus memacu motor dengan kecepatan tinggi, kukira dia tidak mengejar ku! Aku salah dia mengejarku dengan sepeda motornya. Dia berada di belakangku, ternyata dia hebat juga dalam mengendarai sepeda motor. Aku mau lihat sampai dimana kemampuannya.


Ckitttt!


Aku menarik dan menginjak rem sekaligus, dia bisa mengejarku dan menghadang ku. Dia turun dan mendekatiku, dia berkata jika dia berhasil menang balap motor darinya, maka aku harus memberikan barang dia yang ada padaku. Jika dia yang kalah aku berhak meminta apapun darinya. Aku pun menyetujuinya, kami pun mencari arena balapan yang aman agar tidak menimbulkan kekacauan.


Aku mengikutinya dari belakang untuk menuju arena balapan, akhirnya aku sampai di arena balapan motor. Kami pun memulai balapan motor, dengan perjanjian yang sudah kami sepakati. Aku menarik gas motor, motorku melesat dengan kecepatan tinggi. Aku meliak liukkan badan mengikuti lintasan, sehingga motor mengikuti arahan badanku. Aku tidak boleh kalah dari dia, akan ku buktikan bahwa wanita tidak lemah.


Garis finish sudah terlihat, aku harus menang melawannya. Agar dia tidak berani lagi main dekap dan berbisik padaku. Ku tarik gas motorku, aku pun melesat, aku yakin akan menang. Tapi aku salah dia melesat lebih cepat dibandingkan motorku. Dan dia sudah ada di depanku, secara tidak langsung dialah pemenangnya kali ini. Aku pun menghentikan motor dan turun dari motorku, begitupun dengannya. Dia mendekati ku, aku sudah siap dengan barangnya, barang yang dia mau sebuah USB. Aku tidak tahu data apa yang dia curi pada pesta malam itu.


"Aku akan berikan USB ini! Tapi aku ingin kau membuka topengnya itu!" Aku ingin melihat wajahnya dan akan ku ingat dalam memori ku, sehingga aku akan menghindar darinya.


Dia mendekatiku dengan senyum ciri khasnya, aku tahu dia bukan orang yang mudah diajak kompromi. Setelah kami saling berhadapan, aku menyembunyikan tanganku ke belakang. Agar dia bisa membuka topengnya terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan memberikan USB-nya. Di masih tersenyum dan dia memegang tanganku. Tangannya yang satunya lagi ke belakang, dia berusaha mengambil USB-nya. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku, ada apa dengan jantungku berdetak tak karuan.


Dia berhasil mendapatkan USB-nya, dan dia berbisik padaku "mengapa kau begitu penasaran dengan wajahku? aku takut kau akan terpesona akan ketampanan ku! Jika kau melihat wajahku!" Dia terkekeh setelah mengatakan itu dan pergi meninggalkan ku sendiri.


Jantungku masih berdetak tak beraturan, tapi entah mengapa mendengar ucapnya dan tawanya. Itu membuatku kesal sekali, aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi. Entah mengapa jika bertemu dengannya, aku merasa kesal dan tidak bisa mengatur emosi ku. Aku tersadar dari kekesalanku oleh getaran handphone ku, ternyata pesan ini dari Lexi. Dia sudah bisa membuka USB yang di tinggalkan oleh Leo Ahmad.

__ADS_1


Setelah membaca pesan dari Lexi akupun segera menyalakan mesin motor. Dengan kecepatan penuh aku memacu motor, aku ingin segera samapai di apartemen. Aku ingin mengetahui siapa dalang dari semua penderitaan keluarga kami. Tidak akan kumaafkan dia yang sudah membuat kami kehilangan bunda. Beberapa saat kemudian aku samapai di apartemen, kulihat semuanya sudah berkumpul. Mereka semua menunggu kedatangan ku.


Aku pun duduk di samping Lexi, dia sudah menyiapkan semuanya. Setelah semuanya siap, Lexi menekan sebuah tombol secara otomatis Vidio mulai berjalan. Leo Ahmad memberitahukan semuanya, informasi yang kami butuhkan dia sudah menyiapkan beberapa dokumen yang dia simpan di pulau Jeju. Dia memberitahukan sebuah nama seseorang. Nama itu adalah orang yang selama ini membuat keluarga kami menderita. Dan menyebabkan bunda tiada, setelah mendengar semuanya aku tak bisa berkata apa-apa.


Malam ini begitu dingin, aku berdiri di balkon apartemen. Ku mengingat semua yang dikatakan oleh Leo Ahmad, aku pun mengingat nama yang disebutkan oleh Leo Ahmad. Nama yang asing bagiku, aku merasa khawatir apakah dia sudah mulai melancarkan niat jahatnya pada ayah. Entah apa yang menjadi alasannya membuat ayah dan bunda menderita. Kenapa dia begitu kejam pada keluarga kami, apakah kesalahan dari ayah dan bunda. Sehingga dia melakukan segala hal yang membuat kami menderita.


"Sedang apa kau di sini? Masuklah udara malam ini tidak bagus untuk kesehatanmu!" Lexi berkata padaku.


Pikiranku masih membayangkan setiap kata demi kata yang di ucapakan oleh Leo Ahmad. Sekarang aku harus segera ke pulau Jeju untuk mengambil dokumen yang di tinggalkan oleh Leo Ahmad.


"Lexa!"


"Lexa!!"


Aku tersadar dari lamunanku setelah mendengar panggilan Lexi, aku mengatakan semuanya pada Lexi. Semua yang menggangu pikiranku, Lexi mendengarkan semuanya dengan serius. Diapun setuju dengan ku, bahwa kita harus segera kembali ke Jepang.


"Nama yang asing bagi kami, aku akan menangkap kau dan menagih atas semua hutang-hutang yang kau punya! Hutang kau adalah penderitaan bagi ayah dan bunda! Sampai kau pun membunuh bunda! Aku Lexa akan menagih setiap tetes air mata padamu!"


____________________________________________


Hai hai hallo para pembaca setia ku, terimakasih loh ya sudah membaca dan menunggu up ku setiap harinya 😊


Jangan melupakan like dan komen yang membangun, atau masukkan dari kalian silahkan. Oia kalau mau ya, ini kalo mau masukkan semua poin kalian pada Alexa ya πŸ˜‰ kalau tidak juga tidak mengapa😜😜

__ADS_1


__ADS_2