Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 35


__ADS_3

Still Alex POV


Setelah pembicaraan kami tadi, aku menyuruh Lexa dan Lexi untuk bersiap-siap untuk ke pesta nanti malam. Dan mereka mengingatkan ku kembali untuk merahasiakan jatidiri mereka. Biarkan mereka tahu kalau Lexa dan Lexi adalah seorang asisten di perusahaan dari Jepang.


Ternyata Lexa pun mendapatkan undangan untuk pesta nanti malam. Dia baru mendapatkan informasi dari Aiko di Jepang, sehingga Lexa wajib datang ke pesta nanti malam. Aku bersyukur ada Aiko yang membantu Lexa di Jepang dalam menjalankan perusahaan. Kalau tidak ada dia mungkin Lexa akan sulit untuk bergerak.


Aku sudah siap untuk pergi ke pesta yang di adakan di gedung GGG, kutunggu Lexa dan Lexi keluar dari kamarnya. Meski kami tidak pergi bersama, aku ingin melihat mereka dengan tampilan yang berbeda dengan keseharian mereka. Akhirnya merekapun turun menelusuri anak-anak tangga satu per satu.


Aku melihat Lexa begitu cantik, dia benar-benar mirip sekali dengan Alin. Yang membedakannya adalah Lexa tidak berhijab, aku pun bertanya padanya apakah akan mengikuti jejak sang bunda berhijab. Dia berkata padaku jika dia sudah siap dia akan berhijab seperti bunda. Apakah karena alasan mencari pembunuh Alin, dia belum siap berhijab. Aku akan selalu mendukung mu putri kesayangan ku.


Sedangkan Lexi dia sangat gagah dengan setelan jas bewarna hitam, dia mirip dengan ku tapi masih ada sekilas wajah Alin di dirinya. Mereka menghampiri ku dengan senyum khas mereka, senyum yang tidak bisa ku lupakan senyuman hangat Alin. Setelah melihat mereka aku pun langsung pergi bersama Ari. Sedangkan mereka pergi bersama Aldo. Sengaja aku menugaskan Aldo untuk melindungi mereka, karena Aldo pun yang meminta itu padaku.


Perjalanan dari rumah menuju gedung GGG hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Aku sampai terlebih dahulu dibandingkan Lexa dan Lexi. Aku bersama Ari masuk ke dalam gedung dan disambut dengan ramah oleh para pengusaha yang sudah hadir. Aku berbincang-bincang dengan mereka sambil menunggu kedangan kedua anakku.


Ternyata banyak pengusaha muda baik dari dalam dan luar negri, mereka tidak berbeda jauh umurnya dengan anak-anak ku. Beberapa saat kemudian, Lexa dan Lexi tiba aku sangat senang melihat mereka. Aku biarkan saja mereka berbaur dengan sendirinya, aku pun melanjutkan perbincangan ku dengan para client.


Prang!!


Semua orang terkejut dengan suara pecahan gelas, semua orang tertuju pada kegaduhan yang terjadi. Secara tidak langsung aku pun mencari sumber kegaduhan itu. Sungguh aku terkejut ternyata yang sedang berada di tengah kegaduhan adalah Lexi, entah apa yang sudah dia lakukan. Aku pun langsung mendekati mereka dan Ari selalu berada di belakang ku. Seorang wanita sedang marah-marah terhadap Lexi dan dia hanya diam saja.


"Siapa wanita yang sudah berani memarahi Lexi? Cari tahu semua tentang dia secepatnya!!" tanya ku pada Ari dan memerintahkan dia untuk mencari semua informasi yang aku mau.


Dalam lima menit Ari berhasil mencari semua informasi yang aku butuhkan. Ternyata dia adalah istri pengusaha Doni, tidak kukira dia mendapatkan istri yang seperti itu. Dan bagaimana Lexi bisa berurusan dengan wanita itu? Aku terus memperhatikan mereka, aku tidak boleh gegabah.


"Sudah cukup kau bicara Shakira!!" ucap Lexa yang baru menghampiri mereka. Ternyata Lexa pun mengenal wanita ini, berpamitan rahasia yang kalian sembunyikan dari ku.


"Siapa kau? Berani sekali kau melarang ku hah!! Ohh apa mungkin kau adalah wanita pengganti ku?" ucap Shakira pada Lexa yang membuatku sangat geram.


Plak!!

__ADS_1


Lexa menampar wanita itu sehingga terdengar suaranya begitu nyaring. Wanita itu langsung memegang pipinya yang memerah akibat tamparan Lexa. Sepersekian detik ada tangan seorang pria hendak menampar balik Lexa, namu dengan cepat Lexi menahan tangan pria tersebut. Ternyata pria tersebut adalah Doni, dia tidak terima istrinya di tampar oleh Lexa.


Ari begitu geram melihat Lexa dan Lexi di permalukan seperti itu, dia hendak mendekati mereka. Tapi aku melarangnya, "hentikan Ari! Apa kau tidak lihat Aldo saja di larang oleh Lexa! Kita lihat samapai dimana mereka bisa mengatasinya!"


Ari langsung mundur ke belakang, aku menyuruh Ari untuk mencari semua informasi mengenai perusahaan Doni. Setelah pesta ini selesai giliran ku untuk membalas perbuatan mereka kepada Lexi dan Lexa. Akan kalian bayar setiap perbuatan kalian terhadap putra dan putri ku.


"Dengar kan aku jika kau ingin selamat! Didik istri mu agar dia bisa bersikap layaknya seorang wanita bersuami!!" Lexi berkata pada Doni sambil melepaskan tangannya.


Lexa dan Lexi pun pergi meninggalkan mereka berdua, semua orang masih menatap Doni dan istrinya. Aku pikir mereka akan pergi meninggalkan pesta malam ini, ternyata tidak mereka malah menjelek-jelekan anak-anak ku. 'Kalian lihat saja besok! Kalian akan hancur hingga tak bisa berdiri lagi!!' batinku.


Acara pesta pun dilanjutkan, semuanya kembali seperti semula. Aku melihat Lexa dan Lexi sedang duduk, sepertinya mereka sudah tenang. Yang masih terlihat kesal adalah Aldo, dia persis seperti Ari yang masih kesal. 'Dasar kalian ayah dan anak!' batinku.


Ting!


Ting!


Suara gelas di pukul dengan lembut, tuan Kamil memberikan sebuah informasi. Setelah menentukan informasi suara musik berbunyi, tandanya setiap orang yang membawa pasangan untuk berdansa. Jika saja ada Alin pasti aku akan mengajaknya berdansa di lantai dansa yang indah ini.


"Dan kau adalah Ayah terbaik bagi ku!" jawab Lexa dengan lembut.


Kami menikmati musik dan tarian, terlihat senyuman bahagia di Matak Lexa. Aku sungguh bahagia memiliki putri secantik ini dan juga wanita yang mandiri. Semua mata tertuju pada kami, aku tahu banyak dari mereka yang berpikiran buruk. Tapi aku tidak menghiraukannya, lebih baik aku menikmati semua ini.


Alunan musik berubah menjadi lebih cepat, sepertinya waktu ku untuk berdansa dengannya sudah cukup. Lexa berputar dan putarannya terhenti di depan seorang pria. Tangan pria itu langsung mengajak Lexa untuk menari. Aku pun membiarkan mereka untuk melanjutkan tariannya. Kuperhatikan dengan seksama siapa pria tersebut, kutanyakan pada Ari tentang pria yang berdansa dengan Lexa. Ari pun langsung mencari semua informasi yang aku minta.


Beberapa saat kemudian Ari datang dengan informasi yang ku mau, ternyata dia adalah tuan muda Mamoru. Dia seorang pengusaha muda asal Jepang, mungkin mereka sudah saling mengenal. Lagipula dia terlihat pemuda yang baik, maka aku ijinkan dia untuk berdansa dengan putri ku.


Lexi menghampiri ku, akhirnya kami pun berbincang-bincang. Saat kami sedang asik berbincang, ada seorang gadis yang mengajak Lexi turun ke lantai dansa. Tapi dia menolak ajakan gadis itu, tapi dia memaksa Lexi untuk turun ke lantai dansa. Aku tersenyum melihat kelakukan gadis ini, dia sungguh kekanak-kanakan.


"Aiko! Sudah cukup, jika kau ingin berdansa pergilah kau bersama Aldo!" ucap Lexi sedikit meninggi. Aiko tidak mau dia hanya ingin berdansa dengan Lexi.

__ADS_1


"Om Alex, aku hanya ingin berdansa dengan putra mu ini! Bolehkan?" Aiko meminta ku agar diaembujuk Lexi, aku hanya bisa tersenyum jika Aiko sudah bertindak manja padaku.


Aku sudah menganggapnya seperti putriku sendiri, aku tahu jika Aiko sudah berada di Indonesia. Tapi aku tidak memberitahukan pada Lexa dan Lexi. Karena ini permintaan Aiko sendiri, dia ingin memberikan kejutan pada Lexa dan Lexi. Aku pun menyuruh Lexi untuk berdansa dengan Aiko, Lexi yang asalnya tidak mau, dia terpaksa menyetujuinya.


Masih terlihat wajah kesal Lexi yang tidak mau berdansa dengan Aiko. Di lantai dansa ada Lexi-Aiko, Lexa-Mamoru, Doni-Shakira dan beberapa pasangan lainnya. Ritme alunan musik semakin cepat, beberapa pasangan mundur dari arena dansa. Yang tersisa hanya 3 pasangan saja, yaitu pasangan Lexa, Lexi dan Doni. Mereka mengeluarkan semua keahlian mereka dan sangat menikmatinya.


Entah sengaja atau tidak Aiko menginjak kaki istri Doni, tapi Aiko langsung minta maaf dan melanjutkan tariannya. Begitupun dengan Doni dan istri, mereka melanjutkan tariannya. Sekarang giliran Lexa menginjak kaki istri Doni, aku pikir Lexa dan Aiko sudah merencanakan semua ini. Mereka terus saja mencari alasan untuk bisa terus menjahili istri Doni. Aku tak bisa menahan tawa ku, melihat tingkah Lexa dan Aiko. Ari dan Aldo pun ikut tertawa melihat tingkah Lexa dan Aiko.


Detik-detik terakhir alunan musik akan berhenti kaki Aiko dan Lexa menginjak gaun dari istri Doni, seketika gaunnya sobek. Aiko berkata, "maaf kan saya telah merusak gaun mahal anda! Saya tidak sengaja!"


Istri Doni langsung berlari ke luar karena malu, begitu pun Doni pergi mengejar istrinya. Terlihat jelas ada tawa di wajah Lexa dan Aiko. Mereka berhasil membuat pembalasan kecil pada wanita yang sudah menghina Lexi. Besok giliran ku membalas semuanya yang telah menghina Lexi akan menerima ganjarannya.


Pesta masih berlanjut, semua para pengusaha berbincang-bincang. Mereka saling membicarakan tentang bisnis, Lexa dan Lexi sedikit menjauh dari ku. Mungkin untuk menghindari sesuatu hal, entah apa yang mereka pikirkan. Dari kejauhan aku melihat seseorang yang sudah tak asing bagi ku dia adalah Akhira. Dia sedang berbincang dengan seseorang, entah siapa orang itu aku tak mengenalnya. Akhira melihat ku dan dia menghampiri ku.


"Selamat malam Tuan Alex! Apa kabar?" tanya Akhira padaku, aku lihat sikapnya tidak berubah sama sekali, masih terlihat ada kesombongan di matanya.


Aku menjawab pertanyaannya dengan dingin, entah kenapa aku malas menghadapi orang seperti Akhira. Dan aku jadi teringat kelakuan dia yang menyebabkan Arata menjadi seperti monster. Sampai sekarang aku belum bisa melupakannya. Kami hanya berbincang sesaat, aku langsung pergi meninggalkan Akhira.


Saat aku berjalan seorang pemuda mendekati ku, dia adalah pria yang tadi berdansa dengan Lexa. Pemuda itu memperkenalkan dirinya padaku, dia tidak tahu bahwa aku adalah ayah Lexa. Maka aku menerima salam perkenalan darinya. Mamoru memperkenalkan juga seseorang yang berada di sampingnya.


"Hallo Tuan Alex! Saya sudah mengenal Anda dari ucapan orang-orang mengenai kehebatan Anda! Perkenalkan saya Rei Hirasaki."


Aku pun menerima salam perkenalan darinya, rupanya sekarang banyak pengusaha yang bermunculan. Rei Hirasaki sepertinya dia seumuran dengan ku atau mungkin diatas ku. Aku baru pertama kali bertemu dengannya. Kami pun berbincang-bincang sesaat, setelah itu mereka pamit dan pergi meninggalkan ku.


Aku pun memutuskan untuk segera pulang, kulihat Lexa dan Lexi mereka masih asik berbincang-bincang. Aku memberikan isyarat pada mereka bahwa aku akan pulang. Dan merekapun mengikuti aku pulang meski kita menggunakan mobil yang berbeda.


____________________________________________


Hai hai hallo para pembaca setia ku, terimakasih loh ya sudah membaca dan menunggu up ku setiap harinya 😊

__ADS_1


Jangan melupakan like dan komen yang membangun, atau masukkan dari kalian silahkan. Oia kalau mau ya, ini kalo mau masukkan semua poin kalian pada Alexa ya πŸ˜‰ kalau tidak juga tidak mengapa😜😜


__ADS_2