Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 21


__ADS_3

Alexa POV


"Permisi Nona, bisakah kami memeriksa tas Anda?" tanya seorang pengawal padaku.


Aku pun memberikan tas ku untuk diperiksa olehnya, pengawal itu memeriksa dengan sangat teliti. Beberapa menit kemudian pengawal itu mengembalikan tas yang sudah di periksa. Ternyata dia tidak menemukan apa yang sedang di cari. Mereka pun mempersilahkan ku untuk pergi.


Aku melangkahkan kaki untuk meninggalkan mereka. Berjalan ke area perkiran, disana sudah menunggu kekasihku, yaitu motor kesayanganku. Motor bunda yang sudah ku modifikasi bersama Lexi.


Kunyalakan mesin motor, ku kenakan helm bewarna hitam, senada dengan pakaian yang ku kenakan. Ku tarik gas motor secara perlahan dan keluar dari area parkiran gedung xxx. Ku tarik gas motor dengan menaikan sedikit demi sedikit kecepatannya. Motorku melesat dengan cepat meninggalkan gedung xxx.


Aku pikir mereka tidak mengejar, ternyata aku salah. Ada beberapa mobil dan motor yang mengejar, aku tidak tahu mereka musuh atau kawan. Ku tarik gas motor, seketika motor melesat dengan sangat cepat. Aku meliukkan badan ke kanan dan kiri, sehingga motorku mengikuti arahan ku, untuk menyalip kendaraan di depanku dengan kecepan penuh.


Mereka masih saja mengejar, ku tekan earphone guna menghubungi Lexi. Aku ingin dia memberiku arahan agar bisa terlepas dari kejaran mereka. Lexi pun memberikan arahan dengan cepat.


Di depan ada perempatan, dia menyuruhku berbelok ke kanan. Melihat lampu lalu lintas sudah berwarna kuning, aku harus segera berbelok. Lexi hanya memberi waktu beberapa detik saja. Ku tarik gas motor dengan kekuatan penuh, sehingga motorku melesat cepat saat berbelok, sepersekian detik lampu berwarna kuning berganti menjadi berwarna merah.


"Kau jangan senang dulu Lexa! Mereka masih mengejarmu di belakang!"


Setelah mendegar perkataan Lexi yang terngiang di telinga, aku terus menambahkan kecepatan motor, agar bisa lepas dari mereka. Yang pasti chip ini tidak boleh lepas dari genggaman ku, karena chip ini adalah informasi tentang pembunuh bunda.


Ckitttt....


Aku menginjak dan menarik rem motor ku, sehingga motor berdiri dengan satu ban depan saja. Ternyata mereka sudah menyalip dan menghadangku di depan. Setelah motorku mendarat dengan seimbang, aku turun dari motor tanpa melepaskan helm.


Beberpa orang dari mereka mendekat, mereka meminta chipnya di kembalikan. Aku tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Tanpa basa-basi, mereka menyerang. Aku pun memasang kuda-kuda, bersiap-siap untuk bertahan dan menyerang.

__ADS_1


Bak...


Bik...


Buk...


Aku terus bertahan, menangkis tinjuan dan tendangan yang mereka layangkan. Di saat ada kesempatan aku membalas mereka dengan melayangkan tinjuan dan tendangan. 'Mereka cukup kuat juga, tapi aku Alexa tidak akan kalah dari kalian.'


Brugggg...


Satu persatu musuh jatuh tersungkur, mereka terlalu meremehkan ku. Tenaga ku terkuras menghadapi mereka, aku pun langsung menaiki motor dan melesat dengan cepat meninggalkan mereka yang sudah tak berdaya.


"Lexa hati-hati! Mereka masih mengejarmu!" ucap Lexi dalam earphone.


Setelah sampai di gedung pusat perbelanjaan, aku langsung menuju loker, dimana ada pakaian ganti dan kunci mobil. Aku pun mengganti pakaian dengan cepat, aku harus segera menyerahkan chip ini pada Lexi.


Pada saat aku mendekati mobil, ada tiga orang pria yang mendekat. Mereka mengenakan setelan jas berwarna hitam, mereka meminta ku untuk ikut bersama mereka. Tapi aku tidak mau ikut dengan mereka, yang pasti mereka menginginkan chip itu.


Di saat hendak melawan mereka, Lexi menyuruh ku untuk tidak melawan. Dia menyuruh ku untuk mengikuti mereka, entah apa yang di pikirkan oleh Lexi. Sehingga menyuruhku untuk tidak melawan mereka. Dengan berat hati, aku pun mengikuti mereka. Entah mereka akan membawa ku kemana.


Ku lihat di depan ada beberpa pengawal pria dan wanita. Ada seorang pria dengan tampilan yang berbeda, mungkin dia adalah pimpinan dari semua orang ini. Pria itu berjalan perlahan mendekat. Aku berusaha bersikap tenang, tidak boleh gugup atau mengeluarkan gelagat yang mencurigakan.


"Selamat siang Nona? Maaf kalau bawahan ku merepotkan anda? Perkenalkan nama saya Inspektur Alan Akiyama!"


Rupanya dia adalah aparat hukum, kenapa dia ingin bertemu dengan ku? Aku tidak kenal dengannya, apalagi mencari masalah dengannya. "Saya Alexa!" jawab ku dengan singkat.

__ADS_1


Dia terus memandang dari atas hingga bawah, aku tidak suka dengan pandangannya itu. Lexi yang melihat pandangan inspektur Alan, tertawa dia berkata "Lexa sepertinya dia menyukaimu?"


Aku kesal dengan ucapan Lexi lewat earphone, aku tahu dia bisa melihat kami dari kejauhan. Pasti dia sudah meretas jaringan CCTV area ini. 'Awas saja kalau bertemu nanti ku hajar dia!'


Inspektur Alan berkata, "maaf nona Alexa, bolehkan saya memeriksa anda? Saya sedang mencari sesuatu barang yang hilang dari gedung xxx!"


"Maaf Inspektur, apakah anda mencurugai saya!?" Aku berusaha bersikap tenang, dengan tatapan yang membuat merinding. Entah kenapa aku merasakan bahwa dia pria mesum.


Dia mengatakan bahwa ini adalah tugas yang harus dia lakukan. Karena dia melihat ku keluar dari gedung xxx, apakah dia masih curiga! Aku menyetujui apa yang dia perintahkan, tapi dengan satu syarat, yaitu meminta seorang wanita yang boleh memeriksaku. Inspektur Alan pun menugaskan seorang wanita untuk memeriksa ku.


Pengawal wanita itu memeriksa secara detail, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pengawal wanita itu menghentikan pemeriksaannya, dia tidak menemukan apa yang mereka cari. Aku pun dipersilahkan untuk pergi, 'kalian pikir bisa dengan mudah, merebut apa yang sudah ada di tangan ku!' ucap ku dalam hati.


Aku melangkahkan kaki untuk meninggalkan mereka, tapi ada tatapan tajam yang terus mengikuti ku. Secara perlahan ku balikkan badan ke belakang, ternyata inspektur Alan masih memadangi ku. Setelah tahu dia yang memandang , ku berbalik dengan cepat dan berjalan menuju mobil. Yang terparkir tidak jauh dari posisi ku sekarang ini.


Aku memijit salah satu tombol di gantungan kunci mobil, secara otomatis pintu mobil terbuka. Aku masuk dan duduk, kunyalakan mesin mobil, kuinjak gas mobil secara perlahan. Setelah keluar dari parkiran gedung pusat perbelanjaan xxx. Niatku langsung memberikan chip ini pada Lexi.


Perasaan ku mengatakan ada yang mengikuti dari belakang, aku menghubungi Lexi agar menemuiku di sebuah supermarket dekat basecamp kami. Dia pun menyetujuinya, beberpa saat kemudian samapailah di supermarket. Aku memarkirkan mobil terlebih dahulu, kumatikan mesin mobil dan melihat dari kaca spion terlihat sebuah mobil yang dari tadi mengikuti.


Aku keluar dari mobilku dan memasuki sepermarket, memilih beberapa camilan serta bahan makanan untuk di rumah nanti. Dari kejauhan aku melihat Lexi berjalan mendekatiku, sambil berpapasan langsung ku berikan chip itu dengan cepat dan gesit. Sehingga tidak ada orang yang bisa menyadari jika kami sebenarnya saling kenal.


___________________________________________


Maafkan author yang jahat ini 😎 yang pasti saya mencintai kalian 😘 selamat membaca.


C you next bab 😘😘

__ADS_1


__ADS_2