Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 82


__ADS_3

Still Kharin POV


Aku mulai mendengarkan cerita Haciko, bagaimana dia menghadapi semua permasalahan dalam hidupnya. Ternyata masih ada yang lebih berat permasalahannya, aku seharusnya bisa bersyukur masih memiliki ayah, ibu dan Azura.


Tidak terasa kami sudah menghabiskan waktu selama tiga jam, Haciko mendapatkan sebuah pesan bahwa dia harus menyelesaikan suatu pekerjaan. Kami pun memutuskan untuk mengakhiri pertemuan kali ini.


Saat hendak meninggalkan cafe, aku mendapatkan pesan dari Lexa. Dia ingin bertemu denganku, namun tidak ingin bertemu di rumah. Aku menyuruhnya untuk datang ke Blue cafe, dia pun mengiyakan. Kutunggu Lexa, akhirnya dia tiba dalam waktu 30 menit.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?!" Lexa bertanya padaku dengan tatapan serius.


Aku bingung apa yang dia bicarakan, apakah dia sudah mengetahui masalahku? Tidak! Itu tidak mungkin. Karena aku berusaha menyembunyikan apa yang menjadi masalahku, bahkan ibu dan ayah pun tidak mengetahui masalahku.


Lexa tersisa saja menatapku dengan tajam, dia benar-benar ingin mendera garis jawabanku. Aku pun bertanya padanya, apa yang sudah dia ketahui? Dia terdiam, mungkin dia ingin tahu langsung dariku.


Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Lexa, tentang rencana ayah kandungku. Dia ingin aku mengakuinya sebagai ayahnya, lalu aku harus meninggalkan ibu dan ayah yang sudah mengurusku sedari kecil.


Ayah kandungku mulai membuat rencana yang menurutku tidak mungkin aku mau melakukannya. Jika aku tidak menuruti perintahnya, dia akan menghancurkan ayah dan ibu.


"Terus bagaimana usahamu di Indonesia?!"


Aku terkejut mendengar perkataan Lexa, mengenai usahaku di Indonesia. Dalam hatiku berkata apakah dia sudah tahu juga tentang perusahaanku.


Aku tahu bahwa aku tidak bisa merahasiakan semuanya dari Lexa. Kerena aku tahu pasti dia sudah mencari semua informasi tentangku. Aku pun menceritakan semuanya pada Lexa.


Setelah mendengar itu Lexa terdiam, entah apa yang sedang dia pikirkan. Aku tidak ingin menambah beban pikirannya, karena dia pun memiliki banyak masalah.


"Sudahlah, jangan kau pikirkan masalahku! Aku masih bisa mengatasi semuanya! Sekarang yang harus kau pikirkan adalah pernikahanmu yang sebentar lagi akan berlangsung!"


Aku mengatakan semua itu agar Lexa tidak terlalu memikirkan masalahku. Dia pun tersenyum, lalu mengajakku untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, ada yang mengikuti mobil kami dari belakang. Lexa pun menyadarinya, dia menyuruh sopir untuk menambah kecepatannya.


Sopir menginjak gas mobil dengan kuat, sepersekian detik mubol melaju dengan kecepatan tinggi. Lexa ingin mengetahui apakah mereka benar-benar mengejar mobil kami atau tidak.


Ternyata benar mereka mengejar mobil kami, Lexa memeriksa bagian belakang mobil. Dia mencari sesuatu, entah apa yang sedang dia cari.


"Apa yang akan kau lakukan dengan semangat itu?!"


Aku bertanya pada Lexa, aku tidak tahu bahwa Lexa akan menggunakan senjata itu di tempat yang banyak orang berlalu-lalang. Lexa mengatakan padaku itu untuk berjaga-jaga.


Sopir melalui jalan yang jarang dilalui oleh orang, entah mengapa sopir ini mengambil jalur ini. Lexa menyadari sesuatu, ada yang tidak benar dengan sopir ini.

__ADS_1


Ckitttt!


Sopir menghentikan mobilnya secara mendadak, dia pun keluar dari mobil. Aku sungguh bingung apa yang terjadi. Lexa terlihat kesal dengan semua ini, dia berkata sopir itu ternyata salah seorang dari musuh.


"Apakah kau bisa melindungi dirimu sendiri?!" Lexa bertanya padaku.


Aku bisa sedikit namun aku tidak sehebat Lexa dan yang lainnya. "Itu sudah cukup!" ucap Lexa padaku, dia pun menghubungi Lexi agar dia segera membantunya.


Aku melihat sudah banyak orang yang mengelilingi mobil kami. Salah satu dari mereka membuka pintu mobil, dia menyuruh kami untuk keluar dari mobil.


Lexa mengangguk dengan arti aku harus mengikuti apa mau mereka. Aku pun keluar lalu di ikuti oleh Lexa, mereka tanpa mengucapkan kata-kata langsung menyerang Lexa.


Bug!


Whussss!


Pukulan dan tendangan mereka layangkan kepadaku, aku berusaha bertahan dari serangan mereka. Aku mulai kewalahan, namun aku tidak boleh menyerah. Aku tidak ingin membuat Lexa khawatir.


Aku mencari celah agar bisa menyerang balik mereka, namun itu ternyata sulit. Mereka tidak mengijinkanku untuk melakukan serangan balik.


Brugggg!


"Kharin!" teriak Lexa yang melihatku terjatuh, karena mendapatkan tendangan dari salah satu musuh. Aku kembali berdiri, aku memberikan tanda pada Lexa dengan arti aku baik-baik saja.


Aku sungguh kesal pada diriku ini, mengapa dulu aku tidak melatih diriku lebih keras lagi. Sekarang aku mulai merasakan kelelahan dengan serangan mereka.


Aku harus menenangkan diriku ini, agar semua jurus yang sudah kupelajari bisa menghadapi mereka. Aku menarik napasku, lalu aku mulai melayangkan tinjuanku bertubi-tubi ke salah satu musuh dan diakhir dengan tendangan.


Brugggg!


Salah satu musuh terjatuh karena seranganmu, melihat kawannya terjatuh. Mereka kembali menyerangku secara bertubi-tubi. Namun kali ini aku tidak akan kalah dari mereka.


Aku bertahan dengan serangan mereka, tenagaku sudah terkuras. Namun mereka masih memiliki tenaga untuk terus menyerangku.


Saat aku sudah terpojok, kulihat Lexa berlari lalu melayangkan tendangannya terhadap musuh yang sedang mengelilingiku.


Brugggg!


Dua orang musuh terjatuh akibat tendangan Lexa, aku tertegun ternyata dia begitu hebat. Tapi aku tidak heran karena Lexa sudah bertaruh sejak kecil.


"Kau sudah lelehan Kharin? Sepertinya kau harus banyak berlatih lagi!" Aku tahu kata-katanya menyindirku, namun aku tidak merasa kesal.

__ADS_1


Akhirnya kami pun menyerang musuh yang tersisa, satu per satu musuh terjatuh. Lexa melihat kembali musuh yang sudah tergeletak di tanah.


Dilihat mereka sudah tidak bisa berdiri lagi, Lexa menyuruhku untuk kembali masuk ke dalam mobil. Karena Lexa yakin di belakang masih ada musuh.


Lexa yang memegang kendali mobil, dia langsung tancap gas. Seketika mobil berjalan dengan kecepatan tinggi. Dia menyalakan earphone-nya, aku yakin dia menghubungiku Lexi.


Aku melihat ada mobil yang mengikuti kami, ternyata yang diucapkan oleh Lexa benar. Instingnya sangat kuat, sehingga dia tahu pasti bahwa masih ada musuh di belakang.


Kudengar Lexa meminta arahan pada Lexi untuk bisa lepas dari kejaran musuh. Lexi pun memberikan arahan pada Lexa, aku hanya diam karena aku percaya pada mereka.


Brukk!


Mobil kami di tabrak dari belakang, Lexa menabahkan kecepatan mobilnya. Lalu Lexa menyuruhku untuk mengambil senjata api di dashboard.


Aku membuka dashboard, ada sebuah senjata api. Lexa menyuruhku untuk memeriksa apakah masih ada peluru di dalamnya. Aku pun memeriksanya, kulihat pelurunya masih terisi penuh.


"Berikan padaku senjatanya!" ucap Lexa dengan tegas.


Aku pun memberikan senjata itu padanya, dia membuka kaca mobilnya. Lalu dia menyuruhku untuk memegang kendali stir sesat.


Dor!


Dor!


Duar!


Dia menebalkan dua kali peluru yang ada di Senayan api itu. Lalu dia kembali memegang kendali stir mobil, aku melihat salah satu mobil musuh berguling-guling lalu meledak.


Salah satu mobil musuh yang tidak bisa mengerem mobil dengan cepat, menabrak mobil yang sudah terbakar. Sehingga semua mobil terbakar.


Lexa tersenyum, dia segera menambah kecepatan mobilnya. Dia masih berhubungan dengan Lexi, dia mengikuti arahan Lexi. Akhirnya kami bisa bernapas lega. Kami pun sampai di rumah dengan selamat.


Melihat kedatangan kami, semua anggota keluarga keluar. Mereka sungguh khawatir dengan kami, semuanya memeluk kami.


____________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉

__ADS_1


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘


__ADS_2