Pembalasan Si Kembar Wibowo

Pembalasan Si Kembar Wibowo
BAB 80


__ADS_3

Still Lexa POV


Setelah menengok Annisa di rumah sakit, aku memutuskan untuk pulang begitupun Kharin. Dalam perjalanan pulang aku mendapatkan pesan dari Mamoru. Semenjak makan malam kemarin, baru kali ini dia menghubungiku lagi. Terkadang dengan sifatnya yang seperti itu, membuatku merasa tidak yakin akan kesungguhannya.


Aku merasa ada yang dia sembunyikan dariku, entah itu apa? Namun yang pasti dia sudah tidak jujur padaku. Saat aku tiba di rumah kulihat Mamoru sedang berbincang-bincang bersama ayah dan yang lainnya. Dia tersenyum padaku saat dia menyadari kedatanganku bersama Kharin. Sepertinya Mamoru menyadari bahwa aku sedang kesal terhadapnya, dia pun menghampiriku.


Mamoru meminta ijin pada ayah dan semuanya untuk mengajakku ke luar. Karena ada yang ingin dia bicarakan padaku, ayah pun mengijinkan aku untuk pergi bersama Mamoru. Sebenarnya aku tidak ingin pergi bersamanya hari ini, namun aku tidak ingin membuat ayah merasa khawatir denganku. Aku pun menyuruh mamoru menunggu sebentar, karena aku ingin mengganti pakaian terlebih dahulu. Karena pakaianku kotor terkena makanan orang yang menabrak ku tadi di rumah sakit.


Mamoru pun mengangguk dia mau menungguku sebentar, semabri menunggu kulihat dia kembali duduk lalu berbincang-bincang dengan ayah dan yang lainnya. Aku pun melangkah menuju kamar, aku melihat Lexi sudah berdiri di depan pintu kamarku. Aku tahu dia pasti ingin bertanya mengenai Mamoru, karena dia tahu dengan pasti jika Mamoru tidak pernah menghubungiku. Aku selalu menceritakan apapun pada Lexi, tidak ada yang bisa aku sembunyikan darinya.


"Apa kau akan pergi bersamanya?!" tanya Lexi padaku.


Aku tersenyum padanya, lalu mengangguk dengan arti aku akan pergi dengan Mamoru. Lexi mengatakan padaku agar aku bertanya pada Mamoru semuanya, karena Lexi pun yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Mamoru. Aku mengatakan padanya tidak usah khawatir denganku, semuanya akan berjalan dengan baik. Aku yakin tidak akan terjadi hal buruk pada rencana pernikahanku.


"Aku mau bersiap! Apakah kau mau ikut bersiap denganku?!" aku berkata pada Lexi.


Dia pun pergi meninggalkanku, aku pun masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaianku. Entahlah kenapa dengan diriku ini, aku merasa malas untuk pergi bersama Mamoru. Tapi aku ingin mengetahui apa yang menjadi alasannya memperlakukanku seperti ini. Aku pun bersiap dengan cepat, karena Mamoru pasti sudah menungguku.


Aku sudah selesai bersiap, lalu aku berjalan keluar dari kamar. Aku langsung menuju ruang tamu dimana Mamoru berada, ayah melihatku dia tersenyum. Lalu menyuruhku untuk segera pergi, karena Mamoru sudah tidak sabar ingin pergi bersamaku. Mamoru berdiri lalu meminta ijin untuk membawaku keluar, ayah mengijinkan kami pergi. Akupun mengikuti Mamoru dari belakang, namun dia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuhku.

__ADS_1


Dia menggenggam tanganku, lalu kami berjalan menuju mobil. Aku bertanya padanya akan kemana kita kali ini. Dia tidak mengatakan apapun padaku, aku hanya bisa diam. Sungguh aku merasa bingung dengan sikap Mamoru seperti ini, sebenarnya dia kenapa? Jika ada yang membuatnya risau lebih baik dia mengatakannya padaku.


Dalam perjalanan pun dia tidak banyak bicara, sebenarnya ada apa? Sungguh membuatku khawatir. Aku berusaha membuka pembicaraan, aku bertanya padanya sebenarnya apa yang terjadi. Dia tersenyum padaku, lalu dia menjawab bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya berjalan dengan baik, lalu dia mengatakan untuk acara pernikahan sudah mulai dipersiapkan.


Tibalah aku di sebuah restoran Jepang, Mamoru sudah memesan sebuah ruangan yang begitu nyaman untuk kami berdua. Kami pun duduk, seorang pelayan menghampiri kami. Dia membawa buku menu yang tersedia, Mamoru memesan beberpa makanan dan minuman untuk kami berdua. Aku hanya mengikuti apa yang dia pesan, karena dia sudah tahu betul apa yang aku sukai.


Semabri menunggu pesanan kami tiba, aku hanya diam. Aku ingin tahu apa yang akan dia katakan padaku. Aku akan menunggu hingga dia mulai terlebih dahulu. Jika dia tidak mulai untuk bicara lebih baik aku pergi saja dari sini, karena tidak ada gunanya aku duduk diam seperti ini. Lebih baik aku di rumah bersama ayang lainnya, atau lebih baik aku pergi berbelanja bersama Kharin.


Aku akan menunggumya sebentar lagi, dia masih saja belum mau bicara. Aku mengambil tas lalu aku berdiri, sudah cukup untukku menunggunya untuk bicara. Saat aku hendak melangkah keluar dia memegang tanganku, seraya dia melarangku untuk pergi. Namun aku sudah lelah dengan sikapnya seperti ini, aku kempiskan tangannya lalu pergi meninggalkannya.


"Lexa tunggu! Aku mohon tunggulah, maafkan aku! Aku tahu aku salah!"


"Makanlah dulu, setelah itu baru kita bicara!"


Mamoru menyuruhku untuk makan terlebih dahulu, ahh sudahlah lebih baik aku menyantapnya terlebih dahulu. Lagipula saat ini aku sangat lapar, setelah menyantap semua makanan yang sudah tersedia. Setelah aku menyantap makananku, Mamoru mulai bicara dia mengatakan bahwa dia sedang membujuk kakaknya untuk kembali ke rumah. Dia ingin saat pernikahan kami dia kakaknya bisa menghadirinya, namun begitu sulit untuk membawanya kembali ke rumah.


Aku hanya diam mendengar semua yang dia katakan, namun aku masih merasakan bahwa ada sesuatu yang dia tidak ceritakan padaku. Aku bertanya padanya apakah hanya masalah ini sehingga dia lama tidak menghubungiku. Dia terdiam kembali, entah apa yang ada dalam pikirannya. Yang pasti Mamoru masih belum sepenuhnya jujur padaku. Aku pun berkata padanya apakah pernikahan kita diundur saja, dia tersentak mendengar ucapanku.


Dia berkata pernikahan kita akan berjalan sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan oleh ayah. Namun aku merasa bingung dengan sikap Mamoru, dia membuatku bimbang dengan semua ini. Aku bertanya padanya sekali lagi, apakah masalah dia hanya ini. Dia menganggukkan kepalanya, aku sungguh kecewa dengan sikapnya seperti ini.

__ADS_1


"Antarkan aku pulang!"


Aku berkata pada Mamoru, karena sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan. Lalu aku mengatakan padanya bahwa aku lelah ingin segera kembali ke rumah. Mamoru pun mengantarkan aku kembali ke rumah, dalam perjalanan pulang aku masih tidak banyak bicara. Begitupun dengan mamoru, dia hanya diam saja.


Saat sampai di rumah tanpa kata aku langsung keluar dari mobil Mamoru, dia tidak mengejarku. Dia malah pergi begitu saja, aku semakin kesal dengannya. Aku sudah lelah lebih baik aku istirahat saja, jika memikirkan dia terus maka aku akan semakin pusing. Aku langsung masuk ke dalam kamar, untung saja ayah dan yang lainnya sudah masuk ke kamar masing-masing. Sehingga aku tidak perlu menjelaskan apa-apa.


Tenggorokanku terasa kering, air di dalam kamar sudah habis. Aku pun melangkah keluar kamar menuju pantry untuk mengambil air. Saat aku hendak masuk ke dalam kamar, aku melihat Kharin sedang berdiri di balkon, terlihat dia sedang memikirkan sesuatu. Lalu aku menghampirinya, aku bertanya mengapa dia belum tidur. Dia tersenyum, lalu kembali terdiam memandangi langit yang di penuhi oleh bintang-bintang. Aku hanya bisa diam, aku temani dia sesaat. Lalu dia mengatakan padaku agar aku beristirahat, karena dia pun akan kembali ke dalam kamarnya.


____________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Cara kasi rate : kamu bisa masuk ke beranda novel si kembar lalu lihat pojokan atas sebelah kanan, nah ada tuh bintang-bintang yang bertaburan butuh kalian isi. Klik bintang-bintang itu lalu klik 5 kali bintang yang kosongnya. sudah oke deh 😉


Mudahkan yuk coba biar aku semakin semangat 😉


c you next bab 😘

__ADS_1


__ADS_2